NovelToon NovelToon
IPAR

IPAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Kirei

Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.

Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.

Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status

Sudah dua minggu pernikahan mereka berjalan, Aralia masih tetap seperti biasa. Jutek dan pendiam. Malam ini mereka berkumpul di ruang tamu seperti biasa di keluarga itu. Roland mengunyah apel yang di kupas Ele untuknya, Varga mengajak Bianca bermain dalam pangkuannya. Sementara Aralia menonton televisi yang sedang menayangkan berita dunia.

"Bianca makin gemuk ya, Ma?" Varga memulai obrolan dan di jawab dengan anggukan Ele.

"Itu artinya, ibunya pintar mengurusnya." ujar Roland.

Aralia tersenyum, "Semua ada perannya kok pa, dan juga mama paling banyak rawat Bianca." Kata Aralia melihat Ele yang sibuk mengupas apel.

"Iya, tapi Bianca lebih sayang sama kamu, Mama jadi cemburu." balas Ele, Varga terseyum melihat Aralia dan keluarga bisa hangat.

"Bagaimana kuliahmu, Ara? Lancar?" Roland mengunyah apel yang diberikan istrinya.

"Lancar kok, pa."

"Syukurlah, kalau kau Varga? Kerjaanmu lancar?" Roland beralih bertaya pada Varga.

"Lancar pa." Jawab Varga, " Papa bagaimana?"

"Ya ... Semua terkendali berkat doa kalian semua terutama istri tersayang." Jawan Roland melirik istrinya dan ditanggapi dengan kekehan ringan Ele.

Varga melirik Aralia, merasa cemburu pada pasangan itu. Sementara hubungannya dengan Aralia bisa dibilang hanya settingan.

"Bianca tidur nih, aku ke kamar ya" Varga bangun dari duduknya, " malam Ma, malam Pa." Sambungnya.

"Malam sayang." Sahut kedua suami istri itu berbarengan.

"Ara juga pa,ma. Ada tugas kuliah."

"Baiklah sayang, selamat malam." ujar Ele melihat putra dan menantunya itu menaiki anak tangga.

Varga meletakkan Bianca dengan hati-hati ke tepat tidurnya, mengambil bantal dari ranjang, kemudian membaringkan diri di sofa tempat ia tidur.

"Malam Ara," ujarnya, dan seperti biasa Aralia mengabaikan perhatian kecil Varga.

Aralia meletakkan ponselnya di atas ranjang, kemudian membuka buku dan membacanya.

Drrrtt drrt ...

Tiba-tiba ponsel Varga berdering mengharuskan pria itu terbangun dari tidur-tidurannya.

Lisa rekan kerjanya menelpon, Varga mengangkat sembari menaikkan alisnya. Suatu kebetulan Lisa menghubunginya di malam hari.

"Halo lis?" Sapa Varga

"Oh kirain ada apa, iya tar aku kirim lewat email dan langsung di revisi ya. Besok mau di bawa ke cabang."

"Mmm, tidak apa-apa lagian ini belum larut kok,"

"Istriku?" Varga melirik ke arah Aralia yang tengah belajar. " Belum tidur dia masih belajar."

"Tidak sama sekali, baiklah selamat malam juga Lis."

Telpon terputus, Varga melirik kembali Aralia yang terkesan sama sekali tidak peduli.

Padahal pria itu berharap, istrinya itu bertanya dengan segala penasaran dan tentu dengan raut cemburu. Tapi ah ... Varga menelan harapannya, kembali melanjutkan tidurnya.

Aralia meletakkan buku yang ia baca sedari tadi, mencuri pandang ke arah Varga yang tengah menutup mata. Mendengar Varga mengatakan selamat malam dengan ramah Aralia berdecih menganggap kalau suaminya itu memang ramah kesetiap orang.

Malam berganti pagi, setelah memandikan Bianca serta memberinya minum susu, Aralia kembali ke kamar dan melihat Varga mengikat dasinya.

"Jangan langsung pergi ya. Antarin Ara ke kampus." Kata Aralia sambil berjalan ke kamar mandi.

"Cepat ya Ra, aku ada kunjugan ke cabang hari ini." Teriak Varga, melihat waktu yang melingkar di tangannya.

Ponsel Aralia yang tergeletak di ranjang berbunyi. Tidak lama lalu berakhir. Panggilan itu tanpa nama tak lama kemudian sebuah pesan masuk. Varga sempat membacanya ada sapaan 'Halo, masih ing' hanya itu yang Varga baca. Rasa penasaran ada pada dirinya tapi ia tak ingin menjadi pria yang tak sopan terlebih ponsel itu ada kata sandinya.

Aralia keluar dari kamar mandi, ia seperti mencari sesuatu. Ponselnya.

"Lihat ponsel, Ara kak?" Kadang -kadang perempuan ini sopan dengan memanggil Varga, kakak.

"Itu," Unjuk Varga dengan dagunya ke arah ranjang.

Aralia mengambilnya dan membuka kunci ponsel itu dengan sidik jarinya. Membaca pesan singkat dari Reven.

Wajahnya berbinar tapi sedetik kemudian Aralia menarik napas dan berlahan menghembuskanya. Satu sisi ia senang tapi satu sisi lain Aralia takut Reven mengetahui statusnya sekarang.

"Cepat Ra kita berangkat." Usik Varga membuyarkan lamunan Aralia.

" Duluan aja, Ara masih lama." Aralia duduk di tempat tidur dan memainkan ponselnya.

"Tapi ...,"

"Tidak apa-apa, takut kak Varga telat nanti." ujar Aralia. Ia berniat mengganti pakaiannya supaya terlihat cantik jika bertemu dengan Reven.

Varga mengangguk, " Baiklah." Ujarnya, mendekat lalu mencium kening istrinya itu dan seperti biasa Aralia mengabaikannya.

______________________________________________

Reven sudah menunggu di kafe dekat kampus dimana mereka berjanji bertemu. Pria itu tampak santai memainkan ponselnya menunggu kedatangan Aralia.

Tak lama kemudian Aralia tiba disana, ia mencari sosok Reven yang ternyata duduk di sudut kafe. Aralia menarik napas perlahan menghembuskannya, sebelum akhirnya melangkah masuk menghampiri Reven.

"Hai, maaf sudah membuatmu menunggu." Aralia menyapa.

"Ah tidak, aku juga baru sampai kok." Reven berdiri dan menarik kursi untuk Aralia, membuat gadis itu seketika terpana.

"Mmm mau pesan apa?" Reven duduk dan menunjukkan menu makana pada Aralia.

"Ah tunggu, tunggu. Sesuai perjanjian aku yang akan traktir." Aralia mengambil menu dari tangan Reven lalu berkata, " kau mau makan apa?" Tanya Aralia dan itu membuat Reven tersenyum.

"Baiklah ..., Aku akan memilihnya." Reven menuliskan pesanananya begitu juga dengan Aralia dan menyerahkan pada pelayan.

"Bagaimana kabarmu?" Reven bertanya menatap gadis di depannya itu.

Cantik dan juga mungil.

"Cukup baik, kamu?" Aralia balik bertanya.

"Seperti yang kamu lihat, bahagia." Reven terkekeh begitu juga dengan Aralia.

"Oh iya ponselmu sudah bagus kan?"

"Mmm makanya kita bisa bertemu, Nona."

Aralia tersipu, bertemu dengan Reven membuatnya tersenyum lebar. Sejak awal sejak bertemu dirinya sudah merasakan detak jantung yang tak beraturan. Mata Reven dan juga senyumnya membuat Aralia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pertemuan mereka berlangsung lancar, keduanya saling akrab dan cocok satu sama lain. Setelah menikmati makan siang mereka mengakhiri pertemuan itu dan berjanji untuk saling komunikasi dari saat itu.

Reven mengantar Aralia dengan motornya kedepan rumah, Nisa. Ia tidak dapat menolak saat Reven kekeh mengantarnya pulang dan satu-satunya cara adalah Aralia memberikan alamat rumah ibunya.

"By Reven ...," ujar Aralia melambaikan tangan dengan senyum di bibirnya.

"Sampai ketemu lagi." Reven memutar motornya dan memutar gas motornya pergi dari sana.

Aralia menatap rumahnya dari pintu gerbang. Berpikir ingin masuk dan menemui Nisa. Namun niat itu urung takut Nisa bertanya lebih.

Aralia berbalik, memesan taksi online ke rumah suaminya.

"Tumben sorean pulangnya, Ra?" Varga yang sedang mengajak Bianca berjalan di taman rumahnya bertanya saat melihat Aralia.

" Habis jalan sama teman." Sahut Aralia, mengambil Bianca dari tangan Varga.

"Sayang , sayang ayo masuk ini sudah mau sore, bayi tidak boleh berkeliaran di luar rumah ...," Aralia menimang Bianca, binar bahagia masih ada di wajahnya. Varga memperhatikan Aralia dari belakang hingga istri dan bayinya itu menghilang di balik pintu.

Varga menghela napas, berpikir entah kapan Aralia akan bersikap ramah padanya. Ia merindukan hal itu, sungguh dalam hatinya sangat sakit setiap kali melihat tatapan sinis dari Aralia.

delapan bulan kemudian ...

Varga dan Aralia membawa Bianca ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin kekebalan tubuh, usianya sekarang sudah sembilan bulan. Bianca semakin menggemaskan apalagi dengan tumbuhnya dua gigi atasnya.

"Vaksin berikutnya setelah Bianca satu tahun enam bulan ya." ujar dokter.

"Oke." Jawab Varga sambil melirik ke arah Aralia yang terlihat sibuk memainkan ponselnya.

"Baiklah sampai jumpa tahun depan bayi manis ...," dokter mencubit Bianca yang memiliki pipi gembul.

"Oke dokter terimakasih," sahut Varga menirukan suara anak kecil.

Aralia terlihat gelisah entah kenapa, tapi akhir-akhir ini Varga menaruh curiga pada istrinya itu.

"Ara, ayo kita pulang." Varga menggendong Bianca dan memberikan tas perlengkapan Bianca padanya. Aralia menerimanya tanpa menoleh sedikitpun.

Saat pintu lift terbuka, Aralia sontak kanget melihat pria yang ada di dalam lift. Reven dengan seorang wanita tua duduk di kursi roda. Begitu juga dengan Reven, ia tak kalah kanget mendapati Aralia berdiri disamping Varga sambil menenteng ransel bayi.

Reven mendorong kursi roda keluar lift dan berjalan melewati Aralia.

Varga segera masuk ke dalam lift dan menunggu di sana.

"Ara ayo masuk," ujar Varga saat melihat Aralia tidak bergerak dari tempatnya.

Aralia berbalik dan melihat Reven yang juga melihat Aralia.

Pria itu penuh tanya, apa yang dilakukan Aralia dan siapa pria yang menggedong bayi itu.

Tiba-tiba ponsel pria itu berbunyi menghentikan langkahnya dan membaca pesan yang masuk dari Aralia.

Aku akan menjelaskanya nanti, sampai jumpa di kampus.

______________________________________________

Seperti janjinya, Aralia sudah duduk di bangku taman menunggu kedatangan Reven.

Reven menghampirinya dan meminta maaf karena sudah terlambat datang.

"Jadi siapa pria itu?" Tanya Reven, mengambil posisi duduk di samping Aralia. Ragu Aralia menjawab, ia menatap pria yang ada di hadapannya ini dengan tatapan cinta.

"Suamiku dan bayi itu putriku,"

"Apa? Reven kaget, matanya melebar terlalu terkejut. "Kau sudah menikah?" Tambahnya tidak percaya.

Aralia mengangguk, "tapi aku tidak mencintainya, Reven." ujarnya.

"Yang benar saja, kau tidak mencintainya tapi kalian memiliki anak."

"Dia keponakanku dan pria itu kakak iparku. Kami menikah karena permintaan mendiang istrinya, percayalah aku tidak melakukan apa-apa dengannya. Dia cukup menghormatiku sebagai istri yang menikah karena sesuatu hal." Aralia menjelaskan garis besarnya.

"Turun ranjang?" Aralia mengangguk.

"Kapan itu terjadi?"

"Delapan bulan yang lalu,"

"Bukankah kita sudah lama bertemu, Ara?"

"Aku takut kau akan menjauhiku kalau kau tahu aku perempuan bersuami."

"Saat pertemuan pertama kita apa kau sudah menikah?" Aralia menggeleng,

"Apa aku terlambat, Ara?"

"Aku menunggu Reven, aku menunggumu setiap saat aku mengecek ponselku dan berharap kau menghubungiku sampai pada waktu itu tiba. Mamaku meminta dengan air matanya dan aku tidak bisa mengabaikan itu."

"Maafkan aku, tapi apa yang akan terjadi sekarang?"

"Tidak ada, kita tetap menjalani hubungan ini seperti biasa."

Reven terkekeh," sebagai pasangan berselingkuh, Ara?"

"Lalu apa? Kau mencintaiku kan?"

"Entahlah,"

"Reven."

"Sejauh ini aku mencintaimu, Ara. Tapi entah apa yang akan terjadi kedepannya setelah mengetahui statusmu."

"Apa itu penting, aku sudah bilang dia tidak pernah menyentuhku,"

"Bukan masalah itu, Ara. Hubungan kita tidak sehat dan aku tidak mengerti kenapa kau menyembunyikan itu dariku."

"A-aku bilang, aku takut kau tidak —,"

"Beri aku waktu, aku pulang dulu." Reven bergegas meninggalkan Aralia dengan raut marah.

"Reven ...."

1
Shifa Burhan
perbandingan novel author sendiri
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban

adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
Shifa Burhan
segitu munafiknya wanita dalam berkarya banding dengan novel mu sediri
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)

obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan

jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya

miris
Shifa Burhan
kalau susah wanita buat novel pasti tidak adil dan egois

*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)

*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu

*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan

*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban

*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah

pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
sulanjari makmur
menarik,lanjut baca
Sulaiman Efendy
LAMA JUGA HAMILNYA, SETELH 3 TAHUN.. TPI BAGUS,JUGA, BIAR GK TRLALU DKT DGN BIANCA JARAK UMUR CALON ADIK BIANCA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
JGN2 KERJAAN LISA TU YG NABRAK ARA.
Sulaiman Efendy
UNTUNG VARGA MSH BISA KUASAI EMOSINYA, KLO AKU MNGKIN SDH TRJDI PMBUNUHN DIKAMAR HOTEL ITU..
Sulaiman Efendy
SETIDAKNYA LO JDI PRIA PRTAMA YG MNJADIKN ARA MANTAN PERAWAN..
Sulaiman Efendy
HRSNYA JGN LO MATIKAN, BIARKN REVEN DENGAR DESAHAN KALIAN BRDUA..
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBLOKIR TU NO REVEN...
Sulaiman Efendy
PASTI SI LISA SURUH REVEN NODAI ARA.. BNAR2 MAK LAMPIR IBLIS NI SI LISA
Sulaiman Efendy
ROMANTIS DN TUKANG ZINAH..
Sulaiman Efendy
INI SI LISA MAK LAMPIR,, MAU JDI PELAKOR RUPANYA
Sulaiman Efendy
NAHH, PANDAI JUGA LO MARAH DN CEMBURU MA CAYROL,, KMARIN2 LO GK MIKIRKN PRASAAN VARGA.
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
Sulaiman Efendy
KURANG APALAGI PRIA SPRTI VARGA INI, DEMI NAMA BAIK ARA DIDEPAN KDUA ORTUNYA, DY RELA TRSAKITI..
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA LO TAU YG SEBENARNYA ROLAND, APA LO MSH MNYAYANGI ARA...
Sulaiman Efendy
DEMI JAGA BAIK ARA DI DEPAN ORTUNYA, VARGA RELA MNGAKU SELINGKUH DI DEPAN ORTUNYA, MSH SAJA SI ARA WANITA ANJING GK PNY HATI, BRRTI MMG BNAR2 IBLIS TU ARA..
Sulaiman Efendy
NANGGUNG BANGET, KNP GK LO PATAHIN TU TULANG2NYA SI ANJING REVEN..
Sulaiman Efendy
KNP GK LO SETUBUHI SAJA TU ARA SIALAN GA, BIAR KAPOK DY...
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!