Demi memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya, Novia pergi ke luar negri. Setelah enam tahun berlalu Novia kembali dengan kejutan besar.
Kevin suaminya yang sudah menantinya dengan kesetiaan harus menelan pahitnya kenyataan saat Novia hamil benih pria lain.
Betapa mahal kesetiaan yang Kevin lakukan nyatanya tak berarti apa-apa. Ekonomi mereka memang sudah sangat baik namun tidak dengan hubungan mereka.
Beribu kali Novia menuntut cerai dari Kevin nyatanya Pria itu enggan menjatuhkan talaknya. Kevin seakan berjalan dia antara hamparan pecahan kaca, yang dimana Kevin sama sama terluka jika berhenti maupun melanjutkan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak mampu berpaling
"Tadi Bapak bilang tak mau." Sahut Ari pelan.
"Aku mengatakan tak mau, hanya berbasa basi. Begitu saja tidak mengerti." Kevin segera meraih kotak makanannya dan segera melahapnya.
"Pak, menurut Bapak bagai mana kinerja sepupu saya?" tanya Ari pada atasannya.
"Lumayan." Jawab Kevon sekilas. Ia fokus memakan makanannya yang terasa cocok di lidahnya.
Bibir Kevin berkedut tipis saat mengingat dulunya Novia merupakan wanita yang manja juga tak bisa melakukan apa apa. Tapi sekarang Novia sudah bertransmigasi sebagai wanita yang serba bisa demi masa depan mereka. Kevin akui jika bukan karna kerja keras Novia dirinya tak akan berada di puncak kejayaannya seperti sekarang.
Meski Kevin kerap kali bersikap ketus tapi di lubuk hati terdalamnya ia mengucapkan beribu ribu terima kasih atas apa yang Novia korbankan atas keluarga kecil mereka.
Kevin mengangkat bibirnya sekilas, mengingat kekurangan mereka di masa lalu. Saat di rumah sewanya tak memiliki lauk sedikitpun, juga tak memiliki uang sepeserpun Novia tidak serta merta turut memeki dan menyalahkannya, Novia masih bisa tersenyum untuk menghiburnya.
Pernah suatu ketika mereka hanya memiliki beras satu gelas saja, mereka tak memiliki uang lagi, setelah nasinya matang Kevin menggorengkan nasi itu menggunakan minyak jelantah sisa menggoreng ikan asin kemarinnya lagi, tanpa bawang juga tanpa bumbu lain selain micin dan garam, namun Novia dengan lahap menyantap nasi goreng itu tanpa sedikitpun mengeluh, padahal Novia kala itu tengah mengandung anaknya.
Mata Kevin berembun, kemudian di bingkai oleh kaca kaca yang siap tumpah kapan saja jika ia berkedip. Sungguh Novia tak pernah menyusahkannya saat mengidam dulu, istrinya itu tak pernah mengidam macam macam selama kehamilannya dulu. Sepertinya bukan tak pernah mengidam hanya saja Novia menahan diri untuk tidak meminta apapun darinya yang akan membebaninya. Sungguh kenangan demi kenangan setahun setelah pernikahan mereka tak akan ia lupakan sampai kapanpun. Meskipun di dalamnya hanya ada penderitaan saja.
Kala itu Kevin bekerja serabutan, bahkan ia pernah berhenti kuliah demi bekerja menghidupi Novia. Apapun Kevin kerjakan dari mulai menjadi kuli panggul di pasar juga menjadi kuli bangunan, mengojeg, juga mengamenpun pernah Kevin lakukan demi Novia.
Kevin hanya bisa menyewa satu petak kamar sebagai tempat tinggal mereka, dengan ukuran kamar 4x4 meter, di dalamnya hanya ada kamar mandi kecil, kasur lantai, kompor, rice cooker semua dalam satu ruangan.
Pernah suatu pagi saat Novia baru selesai menyapu teras kontrakannaya ia menemukan kulit jeruk di teras itu. Wanita yang tengah hamil itu membaui dan menghirup kulit jeruk itu, Kevin mempethatikan Novia di antara celah pintu, waktu itu Kevin tengah melipat pakaian, luruh sudah air mata Kevin saat mengingat hal itu.
Saat Kevin mendekat, Novia segera mengantongi kulit jeruk yang barusan ia temukan. Tak sedikitpun Novia mengatakan menginginkan buah dengan aroma segar itu. Namun Kevin yang peka langsung bertanya tentang kulit jeruk yang Novia kantongi di balik kantong dasternya, namun Novia hanya mengatakan jika ia tengah mual dan mencium bau kulit jeruk itu untuk meredakan mual. Memang Novia adalah pembohong yang berbakat, jika saja yang di bohonginya bukan Kevin.
Hari itu Kevin pergi kepasar, ia bekerja apa saja dengan serabutan yang terpenting dalam otaknya ia bisa membeli jeruk manis untuk Novia. Jika kita mau berusaha Tuhan selalu menunjukan jalannya, hingga ia dapat mengumpulkan sejumlah uang untuk membelikan Novia jeruk. Hanya dengan uang 30 ribu Kevin membagi baginya agar ia bisa membeli beras, telur, juga jeruk. Dan Kevin hanya dapat membeli dua buah jeruk saja menggunakan uang itu.
Kevin masih mengingat dengan jelas wajah berbinar Novia saat hendak melahat dua buah jeruk, Novia bahkan menangis saat memakannya, kata terimakasih terucap terus menerus dari mulutnya.
Tidak semua jasa Kevin mengangkat sayur di pasar mendapatkan upah berupa uang, ada pula beberapa pedagang di antaranya yang mengupahh dirinya menggunakan sayuran atau buah buahan lainnya. Tidak apa Kevin tidak menolaknya sama sekali, ia bisa membawa pulang sayuran juga buah sebagai nafkah untuk Novia.
Semakin lama mengingat masa lalunya yang kekurang membuat Kevin terisak pelan. "Di jaman susah hingga aku suksespun kau tak pernah menuntut macam macam Novia. Lantas bagai mana bisa aku melepasmu." lirinya pelan.
"Bapak menangis?" Teguran Ari menarik Kevin dari lamunannya.
"Aku hanya mengenang kisah ku yang malang." ujar Kevin pelan. Ia perintis bukan pewaris, sehingga Kevin dapat merasakan perjuangannya yang menyedihkan jika di kenang.
Meski Novia telah hamil oleh pria lain tapi Kevin tak memiliki rencana untuk merubah Nama atas segala aset dan saham yang ia miliki. Namanya tetap sama, Novialah pemilik harta mereka yang sesungguhnya.
"Apa bapak mencintai istri bapak?" pertanyaan itu tercetus begitu saja dari mulut Asistennya.
"Tentu saja. Kau pikir, aku menikahinya karna apa? Kau pikir aku menantinya selama beberapa tahun juga karna apa? Tak mungkin karna dengkulnya." Sentak Kevin emosi.
"Tapi saya lihat tadi, Pak Kevin bertingkah seolah sangat membenci Ibu Novia."
Kevin mengatupkan mulutnya rapat. Membenci bukan berarti tidak mencintainya kan? Semua sikap yang ia tunjukan jepada Novia tak lebih dari sekedar bentuk dari kekecewaannya saja.
"Kuberi tau sesuatu Ari, apapun yang ku lakukan terhadap istriku tidak ada sangkut pautnya dengamu. Kau hanya bekerja untukku, sisanya kehidupanku sendiri adalah tanggung jawabku aku tak harus membagi setiap hal bersama orang lain. Ada beberapa hal yang hanya boleh ku rasakan sendiri. Aku tak membaginya sekalipun dengan orang terdekatku." Kevin tak ingin bercerita dengan asistennya, ia juga memiliki beberapa teman dekat untuk bercerita. Namun temannya belum memiliki waktu yang tepat untuk di ajak curhat.
"Baik Pak. Maaf." lirih Ari merasa tak enak.
"Hmmm." hanya gunaman kecil yang Kevin berikan sebagai respon. Ia tengah bertukar pesan dengan Novia yang meminta ijin untuk belanja bulanan.
"Tetaplah di rumah. Aku yang akan mengantarmu berbelanja nanti." Pesan Kevin melalui voice note yang ia kirimkan ke nomor istrinya.
"Oh, ya saya hampir lupa." Ari berujar di balik stir kemudinya.
"Rara ijin tak masuk hari ini. Putrinya sakit dan di rawat, jadi ia harus menemaninya di rumah sakit." tutur Ari kembali.
"Oh."
Kevin tak mempersalahkan apa lagi memikirkan mantan gebetannya dulu. Kevin sama sekali tak memiliki rasa terhadap bunga kampus pada masanya. Masih terngiang dengan jelas hinaan demi hinaan yang Rara lontarkan saat ia mengutarakan perasaannya di masa lalu.
Wanita angkuh bernama Rara itu bahkan menendang motornya hingga terjungkal dan mempermalukannya di hadapan semua anak di kampusnya.
Perasaan cinta Kevin langsung lenyap kala itu juga, saat mendapatkan sakit hati dari orang yang ia sukai. Berbeda dengan yang ia rasakan terhadap Novia, meski wanita itu sudah mematahkan hatinya, memporak porandakan cintanya. Nyatanya wanita itu masih menjadi pemilik jiwa dan raganya, sehingga Kevin tak mampu untuk berpaling darinya.
Tentang bagai mana luar bisanya hati Kevin terpaut dengan wanita bernama Novia, hingga pengkhianatan Novia yang menumbuhkan janin di rahim istrinya tak mampu menghentikan kobaran api cintanya yang membara terhadap wanita itu.
Kevin yakin seiring berjalannya waktu perasaannya akan lenyap, entah cintanya ataupun kebencian dan kemarahannya.
#tanda merah dijasad putriku
#salah imam
#gelora wanita perusak akad
#perangkap cinta pertama
#hidden brondong
hayu thor selesaikan satu persatu aku setia menunggu mu
💜💜💜💜💜💜