MAAF KARYA INI di REVISI. BARU SAMPAI BAB 6
Mauren adalah seorang putri dari keluarga kaya yang sedang tergila-gila menyukai adik dari seorang CEO berhati dingin dan tampan.
Suatu hari dia sengaja mengikuti adik sang CEO ke suatu night club. Maureen bertemu dengan Sean, sang CEO.
Mereka berdua beradu mulut, karena sang CEO tidak menyukai sikap Maureen kepada adiknya.
"Berhenti!" Maureen menghentikan seorang pelayan yang membawa dua gelas wine. "Kalo kamu bisa menghabiskan segelas wine ini, aku akan pergi dari sini tanpa mengganggu adikmu," tantang Maureen.
"Tapi, Nona. Wine ini milik-"
"Nanti saya ganti!"
Sang pelayan meneguk saliva-nya kasar. Tugasnya mengantarkan minuman yang berisi obat perangsang untuk seseorang gagal total.
Mau tau kelanjutan ceritanya? Yuk mampir dulu di cerita aku. Ini hasil karya original.
"CEO Posesif untuk Putri Agresif"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri__awrite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permulaan
"Anakku tidak pernah menjebak anakmu!" Zack menggeram menahan amarah, dia tidak bisa mengontrol emosinya lagi, matanya menatap tajam Haris dan Sean yang berada di depannya. "Maureen adalah gadis yang dijaga dengan baik. Dia tidak mungkin seperti itu," ucapnya lagi.
Haris tersenyum miring mendengar perkataan Zack. Entah kenapa, dia sejak tadi malah membuat suasana semakin buruk. "Apakah hotel Fairmont Grace Mandapa-mu yang berbintang lima itu sudah kehabisan dana? Atau keuangan perusahaan Mandapa telah menipis?"
"Pa ...," tegur Sean. Dia muak dengan mereka berdua yang sejak tadi berdebat. Matanya kemudian menatap Zack. "Saya akan menikahi putri Anda dengan baik-baik. Jadi, jangan hiraukan omongan Papa saya," ucapnya.
"Apa jaminannya, hingga kamu berkata seperti itu? Baru bertemu saja sikap dia sudah seperti ini. Bagaimana nantinya jika anakku hidup denganmu dan menjadi menantu dia?" tanya Zack. Napasnya yang menderu sudah kembali teratur. Genggaman erat tangan istrinya mampu membuat api di hatinya sedikit padam.
"Bisakah kalian menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin?" Akhirnya Samuel angkat bicara. Pria yang sedang mengejar gelar magister itu menatap Haris dan Zack secara bergantian.
"Ayah, kita harus menikahkan Maureen dengan segera. Apa akibatnya jika publik tahu anak bungsu pemilik perusahaan Mandapa hamil di luar nikah?" Matanya kemudian beralih menatap Haris. " Saham perusahaan Anda pun akan turun, jika kabar mengenai CEO yang menghamili wanita tersebar kemana-mana. Probabilitas turun sekitar 20 persen," ucap Samuel dengan gamblang.
Mereka semua terdiam. Ruangan VVIP restoran Mandapa Court yang berada di lantai 35 dari hotel FGM itu langsung sunyi.
Estian menghela napas panjang, dia menengadahkan wajahnya menghadap lampu kristal yang menggantung di atasnya. Apa yang dikatakan Zack tadi dini hari memang benar. Mereka berdua ... memang musuh lama yang dipertemukan kembali.
"Papa. Kita harus segera menetapkan tanggal pernikahannya, dan segera mengakhiri pertemuan ini," ucap Estian, kepalanya mengangguk, meyakinkan Zack.
"Apa yang dikatakan dia benar, Pa. Kita harus segera pergi dari sini," bisik Devan kepada Haris.
Haris meletakkan kedua tangannya di atas meja, dia menatap Zack yang sedang menunggu dia untuk mengatakan sesuatu. "Baiklah. Pertemuan ini akan dilanjutkan di rumahmu besok malam. Sean akan melamar langsung anakmu," ucap Haris.
Semua yang hadir akhirnya bisa bernapas lega. Perasaan Zack antara senang dan sedih mendengar itu. Senang, karena pria yang menghamili putrinya akan segera bertanggung jawab dan sedih, karena besannya tidak sesuai ekspektasi.
...****************...
Dress berwarna violet menempel indah di tubuh Maureen dengan riasan elegan diwajahnya. Membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona, karena sangking cantiknya dia malam ini. Namun, jika di luar sana para wanita senang, bahkan sampai pipinya bersemu merah merona saat dilamar, berbeda dengan Maureen. Wanita itu merasa hambar, tidak ada yang spesial di saat Sean melamarnya langsung.
Pernikahannya pun ditetapkan saat itu juga. Mereka menetapkan pernikahan dalam tujuh hari mendatang setelah lamaran ini.
"Kamu harus resign dari hotel," Zack berbicara kepada Maureen yang sedang duduk sendirian di taman belakang rumah mereka. Beberapa menit yang lalu, keluarga Sean sudah pulang setelah proses lamaran dan berbincang-bincang sejenak. Entah apa yang mereka bicarakan, padahal Maureen tahu jika ayahnya bermusuhan dengan papa Sean.
Maureen menengadahkan kepalanya, menatap wajah ayahnya yang sedang tersenyum. "Kenapa? Maureen masih pengen kerja, Yah."
Zack membungkukkan badan, menyamai posisi dengan putrinya. "Kamu akan sibuk selama satu minggu penuh."
"Ayah, aku sayang kamu", ucap Maureen tiba-tiba. "Maafkan aku, Yah. Harusnya aku bisa lebih membanggakanmu."
Zack yang mendengar itu langsung mengecup kening Maureen. Dia tersenyum. "Ayah lebih menyayangimu. Tapi, jangan pernah meminta maaf pada Ayah, karena Ayah akan selalu memaafkanmu walaupun jika suatu saat kamu lupa berminta maaf."
Setelah mengatakan itu, Zack langsung pamit masuk ke dalam rumah mereka. Maureen hanya mengiyakan, dia masih ingin tetap berada di taman, menatap gemerlap indah bintang-bintang yang menghiasi langit malam. Suasana yang mendukung pikirannya yang sibuk menerawang ke depan.
Apakah dia bisa bahagia dengan menikahi Sean?
Ting
Lamunan Maureen buyar ketika mendengar sebuah notifikasi pesan dari hp-nya. Notifikasi itu muncul sebanyak dua kali.
0813xxxx: Lusa ak akn mnjmptmu utk fitting bju.
0813xxxx: Akn ku jmpt.
^^^Me: Siapa?^^^
08xxxxx: Sean.
Maureen menatap hp-nya. Keningnya berkerut samar ketika membaca pesan terakhir nomor itu.
"Dari mana dia mendapatkan nomorku?" gumamnya, kemudian menaruh handphone di sampingnya.
Ting
Sebuah notifikasi pesan muncul lagi. Maureen melirik hp yang dia letakkan di samping. Dia sangat malas jika yang mengirim pesan adalah Sean lagi.
0826xxxxx: Seneng gak? Seneng, lah ya. Gak dapet adiknya, dapet kakaknya juga gapapa. Malah lebih bagus."
Lipatan-lipatan di kening Maureen terlihat sangat jelas, otaknya berusaha berfikir. Siapa yang berani mengirim pesan seperti ini?
^^^Me: Siapa?^^^
0826xxxxx: Beritanya menyebar dengan cepat. Apa ini trik agar saham perusahaan orang tua mu naik? Cih, kamu pasti menjual keperawananmu dengan harga murah supaya Sean terpaksa menikahimu.
^^^Me: Bangs*t. Jaga omonganmu! Aku bahkan tidak mengenalmu."^^^
0824xxxxx: Aku akan merebut semuanya darimu! SEMUANYA.
Maureen langsung memblokir nomor itu. Dia sungguh terkejut ketika nomor tak dikenal itu mengirim pesan seperti itu. Entah siapa yang iseng mengirimkan pesan sialan yang membuat hatinya tidak tenang.
padahal aku udah sayang sama Sean 😭
hajarr aku dukung 😤
aku mampir lagi nih bawa like and subscribe 🤗