"Menikahlah denganku, aku akan memberikanmu uang untuk balas dendam. Habiskan semua uang, bahkan semua uang yang ada di rumahku..." Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda rupawan, dengan tubuh sempurna, mengecup bibirku. Harum parfumnya yang maskulin telah menyatu dengan tubuhku.
Semalam kami memang melakukannya, benar-benar melakukannya. Pria yang paling sempurna di kantor tempatku bekerja, tampan, pintar, karier cemerlang. Apa yang kurang darinya? Kenapa dia mau-maunya tidur dengan si cupu muka jerawatan sepertiku.
Keberuntungan yang gila-gilaan!
*
Namaku Valentino, manager pemasaran. Tidak memiliki ambisi maupun cinta. Tapi ketika gadis berkacamata ini berani menentang dan menamparku di hadapan umum, saat itulah aku sadar. Aku membutuhkan gadis ini, predator yang akan aku bawa ke dalam rumah untuk melawan ayah dan ibu angkatku.
Memberinya cinta, dia akan menjadi kesatria. Sedangkan aku akan memeluknya dari belakang. Itulah aku, yang ingin bersembunyi di bawah rok istriku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Mimpi
Pagi menjelang, udara dingin daerah pedesaan benar-benar menusuk. Apalagi dengan kabut dan hujan gerimis yang turun. Teh sudah diseduh olehnya. Pada akhirnya dirinya membayar hutang kakaknya senilai 90 juta. Tinggal sisa 10 juta lagi.
Zizy memandang ke arah jemari tangannya. Seharusnya dirinya tidak menampar seorang Valentino. Iblis dengan mulut menyemburkan api, idola sejuta umat. Setidaknya jika dirinya dapat menahan diri, bekerja beberapa tahun lagi maka akan dapat hidup makmur ketika kembali ke kampung.
Sita adiknya memberi makan ketiga anaknya dengan singkong rebus, tidak ada satupun dari anak-anak manis itu yang protes. Sedangkan, Yusuf, suami Sita bekerja sebagai penjaga warung dengan gaji 50 ribu per hari.
Ayah Zizy, Rusli hanya bekerja membuat sapu. Dan mengurus kebun belakang, saat sapu terkumpul, barulah Rusli berkeliling kampung menjual sapu buatannya dibantu Ernest, adik Zizy. Sementara Juli hanya membantu Sita menjaga cucu-cucunya.
Kakaknya Jantayu? Jangan ditanya lagi, gara-gara mantan pacar sang kakak sempat kerap mabuk dan berjudi. Kala sudah tobat dan kembali bekerja, mantan pacarnya Dania malah datang lagi. Menjerat kakaknya yang polos dengan hutang yang tidak sedikit.
Hanya meminum teh itulah yang dapat dilakukan Zizy. Mengeluh juga tidak ada gunanya, bahkan psikopat saja ada beberapa yang pada akhirnya mendapatkan kebahagiaannya. Dirinya pasti berakhir dengan bahagia, walaupun harus menghadapi beberapa monster. Salah satunya ulat karung.
Entah kenapa tiba-tiba Zizy memikirkan tentang apa yang dilakukan Valentino. Kala dirinya memotong-motong nangka di kebun belakang rumah. Ada ulat putih kecil yang merembes dari karung yang menutupi buah nangka.
Zizy menghela napas kasar. Berfikir akan berlutut di bawah kaki Valentino. Meminta ampun, memohon agar dapat kembali ke kekantor.
Mengapa? Tentu saja karena hanya Valentino atasan yang benar-benar dikenalnya. Tidak mungkin langsung memohon pada HRD yang bahkan tidak pernah bicara dengannya kan?
Mungkin hidupnya memang harus dihabiskan dengan bekerja. Tidak untuk menikah. Sesuatu yang terpatri di otaknya.
Kala hujan semakin deras saja. Zizy membawa nangka kembali ke dalam rumah. Membelahnya menjadi beberapa bagian. Membuang sisi nangka yang membusuk. Walaupun akan di rumah beberapa hari ini, dirinya harus produktif. Itulah yang diajarkan Valentino 7 tahun ini. Pemuda yang membentak karyawannya hampir setiap pagi. Mengingatkan time is money.
"Kenapa ingat dia lagi..." gumam Zizy.
Yang masih membuat beberapa olahan dari nangka. Mungkin akan dijual keliling sebagian, dititipkan di warung sebagian.
Wanita yang tidak menyadari, iblis sesungguhnya sudah ada di papan perbatasan kampung tempat tinggal Zizy. Setelah bertanya ke pemilik kost tentang tempat wanita ini berasal.
Mobil sport kesayangannya harus naik ke pegunungan. Satu hal yang disyukurinya, mesin mobil tidak mati sama sekali.
Hujan saat itu sudah reda. Sang pemuda yang menghentikan mobilnya kala berpapasan dengan salah seorang warga desa."Bu, permisi mau tanya rumah Zizy dimana ya Bu?"
"Zizy? Zizy yang perawan tua itu?" pertanyaan pedas dari sang warga desa.
"Di...dia masih muda, baru 30 tahun." Ucap Valentino berusaha tersenyum. Jika Zizy yang satu tahun dibawah usianya adalah perawan tua. Berarti dirinya adalah bujang lapuk. Tertusuk dengan pernyataan orang ini.
"Masih muda apanya? Anak saya yang seumuran Zizy saja sudah punya 6 anak. Ini menikah saja belum, syukur-syukur Jaka mau melamar, tapi sok-sokan ditolak." Mulut itu komat-kamit berucap, sambil satu tangannya yang lain memegang sabit, usai mencari rumput.
"Jadi rumahnya dimana Bu? Omong-ngomong ibu tau apa tentang keluarganya? Bisa masuk ke mobil saya dan ceritakan?" tanya manager dengan penghasilan 1,5 miliar tanpa bekerja itu. Uang hanya tumpukan kertas baginya. Menyodorkan lima lembar uang kertas bergambar tokoh proklamator. Membuat jiwa nasionalisme siapapun akan bangkit.
*
Berkeliling kampung, itulah yang dilakukan Zizy. Lusa dirinya akan kembali ke kota. Memohon pada Valentino untuk berbicara dengan bagian HRD. Anggap saja, dirinya tidak mengundurkan diri. Hanya mengambil cuti tahunan saja.
Makanan sekedarnya dijajakannya.
"Itu Zizy kan? Anaknya Bu Juni yang dari kota?"
"Iya, itulah akibat pilih-pilih. Sudah bagus ada Jaka yang melamar tapi malah ditolak. Jadi perawan tua kan sekarang?"
"Harus bekerja juga, kalau dia menikah kan bisa jaga anak di rumah?"
Zizy menghela napasnya walau samar kalimat ibu-ibu ini benar-benar menusuk telinganya. Dirinya tidak tau harus bagaimana lagi, menikah dengan Jaka, maka beban hutang akan bertambah, mengingat pria yang hampir paruh baya itu bekerja serabutan, dan sering berjudi.
Tidak, tidak bisa. Dirinya lebih baik tidak menikah sama sekali. Dunia memang terkadang terlalu kejam padanya.
Hujan tiba-tiba turun deras saat itu. Kala itulah dirinya berteduh di post ronda yang sepi. Seorang anak yang menggunakan sandal jepit kotor datang menghampirinya."Kak, mau minum?" tanya anak polos itu, menyodorkan minuman.
Anak yang kelihatannya juga berteduh, membawa bola di tangannya. Mata Zizy menelisik, di dekat post ronda berjarak sekitar 100 meter memang terdapat warung.
Wanita yang memincingkan matanya, mobil yang tidak umum ada di pedesaan terdapat di sana. Mobil sport berwarna hijau jeruk nipis, ciri khas iblis di kantornya. Tapi tidak mungkin Valentino ada di sini bukan?
Mungkin hanya jenis mobil yang kebetulan sama. Itulah yang ada di fikirannya."Ini pie buah untukmu. Terimakasih minumannya ya?"
Sang anak terlihat ragu menerimanya. Tapi pada akhirnya setelah menerima, sang anak kembali pergi ke warung.
Hujan deras masih mengguyur, entah mengapa setelah meminum minuman dari sang anak dirinya susah membuka mata. Rasanya benar-benar ingin tidur.
Beberapa kali suara petir terdengar. Wanita yang pada akhirnya menyandar tertidur di post ronda dengan posisi duduk. Tidak menyadari mobil yang semula terparkir di depan warung mendekat.
Mimpi yang benar-benar indah. Kala dirinya membuka mata pria rupawan itu terlihat dengan tubuh yang basah. Begitu juga dengan dirinya.
"Pak Valentino..." gumamnya terdiam mengira ini adalah mimpi. Tidak mungkin dirinya tiba-tiba bertemu dengan manusia ini.
Tiba-tiba pemuda yang menatapnya di atas tempat tidur ini memeluknya."Aku mencintaimu, mau menikah denganku?"
"Sudah pasti! Ini mimpi! Tidak mungkin terjadi di dunia nyata! Iblis ini berkata manis? Benar-benar tidak mungkin." Batin Zizy masih me-restart otaknya.
"A...aku pasti bermimpi," gumamnya.
"Jika kamu merasa ini adalah mimpi. Nikmati saja." Kalimat yang keluar dari mulut Valentino, membuka kancing pakaian Zizy. Dengan bibir yang menjalar pada leher wanita itu.
Sensasi aneh yang baru pertama kali Zizy rasakan. Ini hanya mimpi, itulah yang ada dalam hatinya. Tapi seberapa mesum dirinya hingga dapat bermimpi se-liar ini?
Tidak akan ada yang terjadi setelah terbangun. Setidaknya itulah yang ada dalam benaknya. Kala membiarkan satu per satu pakaiannya ditanggalkan. Membalas pangutan bibir sang pemuda. Dengan jemari tangan hangat menjalar di setiap lekuk tubuhnya.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sukses ya kak💪