NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:303.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 1 - Putri Pengganti

“Aluna, jangan makan coklat, Sayang. Jesselyn bahkan tidak pernah menyentuhnya.”

Suara lembut itu seketika membuat Aluna terdiam. Tangannya yang kecil langsung berhenti di udara. Coklat yang baru saja akan ia gigit itu perlahan ia letakkan kembali ke atas meja, seolah benda itu adalah sesuatu yang terlarang baginya.

“Iya, Ma,” jawab Aluna pelan, dia bahkan menjauhkan tubuhnya dari meja dan menatap ke sembarang arah, agar tak melihat coklat dan banyak makanan enak dalam acara yang mereka hadiri sekarang.

Sejak usianya sembilan tahun, hidup Aluna berubah sepenuhnya. Ia diadopsi oleh keluarga Myles yang kaya raya dan kehilangan putri mereka, Jesselyn. Semua orang mengatakan Aluna sangat beruntung.

Dari panti asuhan sederhana, kini ia tinggal di rumah besar, memiliki kamar luas, pakaian indah, dan pendidikan yang terbaik.

Namun, tak ada yang tahu bahwa Aluna tidak pernah benar-benar menjadi dirinya sendiri. Sebab dia harus selalu menjadi seperti Jesselyn.

“Aluna, duduk yang tegak, Jesselyn tidak pernah membungkuk seperti itu," bisik Mama Sarah.

Aluna segera membenarkan posisi duduknya, tapi tak berselang lama perintah yang lain ia dapatkan lagi...

“Aluna, jangan tertawa terlalu keras, Sayang. Jesselyn itu sangat anggun, saat dia tertawa dia menutup mulutnya,”

“Aluna, Gunakan tangan kiri saat memegang gelas. Itu kebiasaan Jesselyn selama ini.”

"Baik, Ma," jawab Aluna yang hanya mampu untuk selalu patuh. Dia tak boleh menolak agar tak dikembalikan ke panti asuhan.

Setiap hari, setiap detik Aluna terus diingatkan bahwa dirinya bukanlah dirinya, ia adalah putri pengganti.

Bukan anak yang sesungguhnya dan hanya bayangan dari seseorang yang bahkan tidak pernah Aluna kenal.

"Aluna tersenyum lah saat kita pamit pulang, senyum tipis jangan terlalu lebar. Ingat itu ya."

"Baik, Ma," jawab Aluna lagi.

Setibanya di rumah Aluna pun tak bisa langsung beristirahat, ia harus pergi ke perpustakaan yang ada di rumah dan membaca buku beberapa lembar. Kebiasaan seperti ini selalu Jesselyn lakukan dulu dan ibu angkat Aluna ingin ia pun melakukan hal yang sama.

Karena apa? Agar semua kenangan Jesselyn tak pernah benar-benar hilang dari rumah ini.

Tepat jam 9 malam barulah pelayan membuka pintu perpustakaan tersebut. "Nona, sekarang anda boleh beristirahat," ucap pelayan tersebut.

Aluna hanya diam dan mengangguk kecil, dia pun dilarang bicara dengan para pelayan karena dinilai tak pantas. Setelah menjadi putri pengganti di keluarga Myles, Aluna harus selalu memposisikan dirinya. Bahwa dia bukan lagi anak biasa, melainkan anak keluarga konglomerat.

Tiba di kamarnya Aluna berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun putih yang dipilihkan Mama, gaun dengan warna yang katanya dulu adalah favorit Jesselyn.

Rambutnya ditata dengan cara yang sama. Bahkan cara ia tersenyum pun sudah dilatih. Aluna menatap pantulan dirinya sendiri lama.

“Apa aku sudah seperti Jesselyn?” gumamnya.

Aluna selalu berusaha menjadi anak yang baik dan penurut. Ia harus bisa mengikuti semua aturan dan menekan semua keinginannya sendiri. Bahkan rasa sukanya terhadap coklat pun harus ia kubur dalam-dalam karena Jesselyn tidak menyukainya.

"Aku tidak boleh membantah, aku harus bisa menjadi seperti Jesselyn. Agar aku tidak dibuang lagi," ucap Aluna. Ucapannya begitu miris, namun dia tersenyum kecil seperti yang diajarkan oleh sang mama.

Aluna tidak ingin kembali menjadi anak yang tidak diinginkan.

Hari-hari berlalu dan tahun demi tahun pun terlewati. Aluna tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, anggun, dan sempurna di mata orang lain.

“Aluna,” panggil Papa Peiter, saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga. Beberapa saat lalu Aluna baru saja memainkan piano untuk membuat kedua orang tuanya terkesan.

“Iya, Pa,” jawab Aluna lembut, seperti yang selalu ia latih.

“Kamu sudah dewasa sekarang, Nak. Tahun ini usiamu 23 tahun.”

Aluna mengangguk pelan, waktu telah berlalu begitu jauh. Sampai kini Aluna sendiri tak mengenali siapa sebenarnya dia, Aluna atau Jesselyn?

“Sudah waktunya kamu mulai memikirkan masa depan, Sayang,” ucap papa Pieter.

Jantung Aluna berdetak sedikit lebih cepat. Entah kenapa firasatnya terasa tidak nyaman. Karena tiap kali ayahnya bicara serius seperti ini maka ada hal lain yang harus Aluna lakukan untuk bisa menjadi seperti Jesselyn.

Padahal telah banyak hal yang Aluna lakukan, tapi rasanya selalu kurang untuk kedua orang tuanya. Entah sampai kapan Aluna hidup seperti ini, baginya menjadi diri sendiri adalah sesuatu hal yang sangat mustahil untuk dia lakukan.

Mama tersenyum pula, menatap Aluna dengan penuh harap seperti biasa.

“Kami sudah memikirkan yang terbaik untukmu Sayang, juga terbaik untuk keluarga kita," ucap Papa lagi.

Aluna mengepalkan tangannya di atas pangkuan, hanya gerakan kecil agar tak disadari oleh kedua orang tuanya. Jantungnya berdegup cepat namun wajahnya selalu nampak tenang, Aluna adalah anak yang sangat penurut. Dia telah dididik seperti itu dalam ketakutan dalam hatinya sendiri.

“Ada seorang pria yang dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sukses, tampan, dan memiliki masa depan cerah.”

Aluna menelan ludahnya dengan kasar, menahan sesuatu yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya. 'Pria?' batin Aluna, firasatnya semakin buruk memikirkan tentang hal itu.

“Namanya adalah Davion Harold.”

Hening, detik terasa begitu panjang pagi Aluna.

“Dan kami ingin kamu menikah dengannya.”

Deg! Aluna terdiam, jantungnya yang sejak tadi berdegup cepat kini mulai terasa nyeri. Pada akhirnya tentang hal ini semua pun atas pengaturan mereka.

Tangan Aluna yang sejak tadi saling menggenggam di atas pangkuan kini mulai mengeluarkan keringat dingin.

'Davion Harold,' Batin Aluna, dia bahkan tak mengenal siapa pria itu. Tak pernah ada pertemuan yang nyata.

Aluna sangat ingin melayangkan protes, tapi seperti biasa ia kembali menurunkan pandangannya dengan anggun. Semua reaksi yang terlalu berlebihan memang tidak pernah diizinkan.

“Pria itu dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Keluarga Harold juga sangat terpandang. Ini akan menjadi hubungan yang sempurna untuk mu dan keluarga kita," ucap Papa lagi.

“Iya, Pa. Aku mengerti," jawab Aluna yang akhirnya tersenyum kecil, senyum yang dimiliki oleh Jesselyn.

Tidak ada yang bertanya apakah ia siap.

Tidak ada yang bertanya apakah ia mau.

Mama bahkan tampak sangat senang setelah mendengar jawaban Aluna . Matanya berbinar, sesuatu yang jarang Aluna lihat jika itu bukan tentang Jesselyn.

“Mama tahu kamu anak yang baik,” ucap mama Sarah lembut sambil meraih tangan Aluna. “Kamu pasti bisa membuat pernikahan ini sempurna, seperti yang Jesselyn inginkan.”

Aluna hanya mampu mengangguk dan saat itu juga Mama Sarah mulai mengatur segalanya. Memanggil pihak butik langganan mereka untuk mengirim beberapa gaun ke rumah.

Dalam hitungan menit ruang tengah tersebut telah penuh dengan puluhan gaun yang tergantung rapi.

Berbagai warna dan berbagai model, semuanya tampak mahal dan elegan. Seolah sebuah butik dipindahkan begitu saja ke dalam rumah mereka.

Mama berdiri di tengah-tengahnya dengan wajah berbinar.

“Bagaimana? Cantik kan Sayang?” ucapnya penuh antusias.

Aluna hanya bisa mengangguk pelan. “Iya, Ma. Sangat cantik.”

“Kita akan segera bertemu dengan keluarga Harold, jadi kamu harus tampil dengan sempurna.”

Mama Sarah mengambil satu gaun berwarna putih lembut, dengan potongan sederhana namun anggun. “Yang ini,” ujarnya. “Jesselyn pasti akan menyukainya.”

Aluna menatap gaun itu, lagi-lagi gaun berwarna putih yang mamanya pilihkan.

“Ma...” Panggil Aluna, suaranya pelan ragu untuk pertama kalinya.

“Ada apa, Sayang?”

“Hari ini… Hari ini apa boleh aku memilih gaunku sendiri?” tanya Aluna.

Kalimat itu keluar sangat hati-hati, ia sendiri sangat takut dengan apa yang ia katakan.

Hening.

Mama Sarah menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum kecil. “Aluna... tarik kembali ucapanmu Sayang. Di rumah ini kamu adalah Pengganti Jesselyn dan Jesselyn tak pernah sekalipun menolak pilihan Mama."

Tatapan mama Sarah membuat tubuh Aluna jadi gemetar, dia akhirnya mengangguk dan menerima uluran gaun putih tersebut.

"Pakailah, sebelum jam makan malam keluarga Harold akan datang ke rumah kita."

1
Ny Rudi Harianto
davion bener² kalah untuk sekarang....benar² gak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana saat ini perasaan hati...
call mi
maaf ya Thor..alur untuk saat ini kayak adegan slow motion..kita readers JD bingung tentang kelanjutan hubungan mereka mau di bawa kemana 🙏🙏🙏🙏
Imas Kartini
coba aja kamu dulu g menyakiti Aluna mungkin kamu Skrang bahagia
Alexa Juliana
Mantap tuh..Biar Davion merasakan apa yg dirasakan Aluna saat di suruh menggonggong ky anjing..
Alexa Juliana
Jangan rindu Dav, itu berat biar Dilan aja yg merasakannya..
Alexa Juliana
Seorang asisten kerjaannya selalu paling cape apalagi hrs nurutin kemauan si bos yg kadang diluar nurul🤣🤣
Alexa Juliana
Yaoloohh Dav, saking pengennya melihat penampilan Aluna sampai cosplay jd panitia gadungan...😁😁
Alexa Juliana
Blm di spil nih anak siapa Samuel Wu ini apakah anak si lobster Jackson dan Anne alias adiknya Dokter Shinee atau malah anaknya Shinne dan Laura Carter?
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Aku jadi ingat, kau gak salah namanya Azam dan Bella. Di Season 1 Azam dihujat habis2an, Sampai semuanya ingim Bella bersama dengan yang lain. Tapi dibuku baru Season 2, Azam berjuang habis²an dan reader berbalik arah mendukung mereka balikan.

Nah apakah disini Aluna dan Davion bisa bersama? sedangkan Aluna sdh nyaman hidup seperti ini, Davion setelah bertemu Aluna mungkin sdh tidak bermain wanita lagi. Tapi entahlah dulu sampai tahap mana dia bermain, Yang pasti Aluna sdh tidak peduli lagi. Mungkin akan sedikit tersentuh kalau Davion berhasil membawa Aluna bertemh keluarga kandungnya kembali.
Shee_👚
aluna kaya yang trauma g sih, dia takut kalau ada ikatan hidup nya bakalan tertekan lagi dan bakalan seperti boneka
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Karena Aluna sdh nyaman dengan kehidupannya yang sekarang.
Lela Angraini
saking dalamny luka itu membuat aluna truma ooonnn daviioonnnn. biarkan aluna menjalani harinya dgn tnang dulu oonn davioonn,,klo kamu langsung gercep ya begitulah akibatny. setulus apa perjuanganmu utk membuka hal baru akan sulit
ari sachio
setidakny sebagian hal yg tlh menyakiti aluna sdh davion rasakan.pelajaran hdp bgt.kita tk boleh punya penyakit hati aplg sampai bnr2 menuduh d menghakimi menghina orng ln tnp mendgr dulu penjlsn dt org tsb.
Puji Sri Lestari
tidak semudah membalikkan telapak tangan.
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan..dia bener" gak menghargai aluna dan menempatkan dirinya pada keadaan yg seharusnya dia menghargai aluna. fia tdk memgerti aluna. dlm hubungan seperti ini memikirkan bersentuhan fisik..apa gk kurang aja dia.

gw bisa callingin psk ..davion, kalau lo gk bisa tahan, mau lo?
davion bilek....mau lah, dah lama juga gk main😌
Alexa Juliana
Kali ini tolong Kak Otor jgn membuat cerita tokoh utama wanita yg sdh tersakiti kembali pd org yg telah menyakitinya, buatlah beda dgn otor2 yg lain..
Biarkan Aluna menjemput kebahagiaannya dgn pria lain yg baik, yg menghargainya..
ollyooliver🍌🥒🍆
apapun hasilnya? harusnya kan dia tau hasilnya akan ttp cerai. logikanya gini. yg menggugat sdh bersuara, yg tergugat sdh mensahkannya dengan ttd,artinya ada persetujuan. suara penggungat psti yg didengar..pertama ada alasan kuat, kedua di ttd tergugat, kalau misalnya tergugat membatalkan dan penggugat tdk mau ttp persetujuan awal yg menjadi alasannya...trus untuk apa dilanjutkan prosesnya coba? kalau jawabannya sendiri ada pd aluna 😏
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
bagus alunaaa... tolak aja davion.. biarka dia berjuang lebih lama
ollyooliver🍌🥒🍆
tdk..lo tdk mengerti. karena kalau lo mengerti, lo akan memberikan ruang buat aluna merasakan menjadi dirinya sendiri..karena posisinya lo tau kehidupan aluna seperti apa sebelumnya. dan lo kira dengan mengikat kembali aluna..aluna bahagia? mungkin tapi hidupnya akan dlm bayangan masa lalu. karena jika terikat lagi sama lo..aluna gk akan menjadi dirinya sendiri. karena masa lalumu, masa lalu lo berdua ketika masih suami istri dan nama besar keluarga lo..jadi jangan egois😌
ollyooliver🍌🥒🍆
dan kebencian yg ndk beralasan itu bukan masalah utamanya..pasti ada hal lain. karna kalau hanya pandangan buruknya pd aluna itu sperti gk masuk akal dijadikan alasan davion menghina aluna, apalagi tdk ada bukti yg dia dptkan dari dugaannya pd aluna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!