Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.
Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].
Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!
Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Ujian Naik Rank D
Iya Bang 😅 tadi mepet 1011 kata doang.
Gas kita perpanjang + tambahin detail biar kerasa 1000+ beneran dan lebih "berat"
*Bab 12 Revisi \= Ujian Naik Rank D + Luka Masa Lalu* [1028 kata]
3 hari setelah quest Gua Goblin.
Guild Petualang Kota Perbatasan sekarang beda. Ada poster "Tim Buangan" di papan pengumuman.
[Tim Buangan: Kael Lv.9, Luna Lv.8, Grom Lv.6 - Rank E]
"Naik Rank D itu wajib." kata Kael sambil liat papan. "Quest Rank E udah nggak cukup buat kita bertumbuh."
Luna nyender di kursi. "Hmph. Aku sih udah dari dulu layak Rank C. Cuma party ku dulu... sampah semua."
"Emang kenapa bubar?" Kael nanya santai.
"URUSAN AKU!!" Luna langsung defensif. "Pokoknya 3 hari ini kita fokus ujian. Titik."
Grom mengacungkan belatinya. "Grom mau naik! Biar bisa beli belati Mithril! Dan baju baru buat Tuan!"
Kael ketawa. "Oke. Grinding dulu."
*2 Hari Grinding*
*Quest 1: Antar Surat ke 3 Desa*
Selesai 1 jam. Ketemu bandit, dibakar Kael 1 [Tombak Api].
[EXP +60]
*Quest 2: Basmi 20 Slime Rawa*
Luna bosen. "Slime doang? Aku bisa 1 skill mati semua tau."
[Cahaya Suci Area] - Bersih.
[EXP +80]
*Quest 3: Cari Jamur Langit di Tebing*
Tebingnya tinggi. Grom terpeleset.
"GROM!" Kael langsung loncat, tangkap Grom, terus bikin [Pijakan Api] biar nggak jatuh.
Luna di atas teriak: "BODOH! KALAU KALIAN MATI SIAPA YANG HEAL AKU?!"
Malamnya di penginapan.
Luna nyodorin ramuan ke Kael. "Luka di tanganmu. Pake ini."
"Udah sembuh kok."
"PAKE AJA!" Luna marah-marah tapi mukanya merah.
Kael diem. "Kamu... dulu pernah ditinggal party ya?"
Luna kaget. "DARI MANA TAU?!"
"Tebak aja." Kael senyum. "Besok cerita ya."
"HMPH." Luna masuk kamar sambil banting pintu.
*Hari Ujian - Arena Guild*
20 Party. Sorakan. Ejekan.
"Lihat tuh. Penyihir Sampah."
"Goblin ikut ujian? Ngak."
"Mereka nggak akan lolos 1 menit."
Kael, Luna, Grom berdiri di tengah. Tenang.
Penguji: Magnus si Archmage. Dia melirik Kael. "Kamu. Buktikan."
Magnus tiup peluit.
"GELOMBANG 1!"
Pintu besi kebuka.
[Orc Level 6 x3]
"Grom! Bayangan!"
2 bayangan Grom langsung pecah. 2 Orc bingung.
Kael: [Tombak Api] [Tombak Api] - Dobel kill.
Luna: [Perisai Cahaya] nahan kapak Orc terakhir. Lalu [Cahaya Suci].
Selesai. 45 detik.
Penonton mulai diem.
"GELOMBANG 2!"
[Laba-laba Racun Level 7] + [Slime Asam Level 6 x2]
Laba-laba nyemprot jaring ke Luna.
Kael reflek narik Luna ke pelukannya. "Hati-hati."
"EH?! L-LEPASIN!" Wajah Luna merah padam. "A-aku bisa hindar sendiri!"
"Tapi kan aku lebih cepat." Kael lepasin pelan.
Luna langsung [Cahaya Suci Area]. Bersih.
Grom dari belakang tusuk Slime. [Lempar Ganda]
2 menit. Selesai.
Sorakan kecil mulai muncul. "Mereka kuat..."
Magnus menyipit. "GELOMBANG 3. FINAL."
Tanah bergetar.
[Mini Boss: Minotaur Level 9]
[HP: 800/800] [Skill: Hantaman Penghancur]
Minotaur langsung charge ke Kael.
"DUAR!" Kael nahan pake tangan. [HP: 40/80]
"KAEL!" Luna langsung [Heal Cepat] + [Perisai Cahaya]
"Terlalu cepat." Kael terengah. Efek korupsi muncul di leher.
_'bunuh... pakai Api Neraka...'_
Kael menutup mata. Mengingat kata Grom waktu di hutan: "Tuan nggak sendiri."
Dia buka mata. Matanya jernih.
"Luna. Buff semua. Grom. Alihkan."
[Berkah Cahaya] [Kecepatan Cahaya ke Kael]
[Bayangan Goblin] - Minotaur ketipu.
Kael lari muterin arena. Ngumpulin api. Bukan hitam. Api merah keemasan.
[Sihir Api Level 3: Naga Api Pembebas!]
"ROOOAAARRR!!!"
Naga api sebesar 3 meter menghantam dada Minotaur.
"BUUUUMMMMM!!!"
Asap. Debu.
Saat hilang... Minotaur roboh. Dada gosong.
[HP: 0/800]
[Ding! Ujian Selesai!]
[Tim Buangan LULUS!]
[Naik Rank D!]
[Kael: Lv.9 → Lv.10]
[Luna: Lv.8 → Lv.9]
[Grom: Lv.6 → Lv.7]
[Reward: 500 Gold + Lencana Rank D]
Seluruh arena meledak.
"TIM BUANGAN!! TIM BUANGAN!!"
"Mereka bukan sampah! Mereka monster!"
Magnus mendekat. "Kael. Kamu punya sesuatu yang berbeda. Jaga itu."
*Malamnya - Pengakuan*
Di kamar penginapan. Api unggun kecil.
Luna duduk paling jauh. "Hari ini... makasih ya. Udah nyelametin aku."
"Kerja tim." Kael jawab.
Luna narik napas. "...Aku juga punya masa lalu."
3 Tahun Lalu. Keluarga Velmont.
"ANAK GAGAL! HEALER KOK ATTACK NYA LEBIH KUAT DARI HEAL?!"
Ayah Luna melempar cangkir. "Kamu mempermalukan keluarga!"
Party pertama Luna: 4 Bangsawan.
"Gunakan dia buat heal doang. Jangan suruh nyerang."
"Dia beban."
Saat dungeon, mereka ninggalin Luna pas diserang monster.
"Lari aja! Dia bisa heal diri sendiri!"
Luna selamat. Tapi sejak itu dia bersumpah: "Aku nggak akan percaya siapapun lagi."
Luna nangis pelan. "Makanya aku judes. Makanya aku ngeledek orang duluan. Biar nggak disakiti duluan."
Kael duduk di sebelahnya. Nggak megang. Cuma duduk.
"Sekarang beda. Kami nggak akan ninggalin kamu."
Luna mengusap air mata. "I-iya. Sementara. Sampai aku nemu party yang lebih kuat."
Grom tidur sambil ngorok. "Tuan... Nona... tim..."
Kael ketawa kecil. "Iya. Tim Buangan."
[Ding! Bond: Kael + Luna \= 80/100]
[Ding! Quest Baru: [Misi Rank D] Hilangnya 3 Desa di Utara]
---
Pagi berikutnya.
Kael berdiri di depan papan quest. Di punggungnya ada lencana Rank D baru.
"Target selanjutnya." Kael menatap ke Utara. "3 Desa hilang. Dan rahasia kenapa monster Level 9 ada di ujian Rank D."
Luna di sampingnya, udah nggak cemberut. "Ayo. Aku cover kamu."
Grom di belakang. "Grom lindungi kalian!"