Spin-of Baby's breath untuk Aretha
Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.
“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.
Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.
Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 # Gara-gara Arlo
Papa Rega meminta Arlo untuk segera pulang, mereka harus segera istirahat karena sudah malam.
“Ada apa lagi, Arlo?” geram papa Rega pada pemuda satu ini.
“Queen belum kasih nomor telepon Azura,” jawabnya.
Papa Rega menghela napas. “Ck ... Nanti Ueena kirim nomor Azura. Kamu, sana pulang!”
“Iya-iya, om. Jangan galak-galak sih, nanti yang deketin Queen pada kabur. Kasihan Queen kalau jomblo abadi,” sahut Arlo.
“Arlo!” kesal Queena, dia menghentakkan kakinya pada lantai karena Arlo meledeknya.
“Kamu tidak perlu khawatir soal Queena jomblo atau tidak, Arlo. Putri om sudah ada jodohnya,” jawab papa Rega.
Queena dan Arlo kompak menoleh kearah papa Rega. “Siapa?” kepo Arlo.
“Besok kamu juga tahu. Sudah sana pulang!" papa Rega meminta Arlo untuk segera pulang.
Arlo kemudian pulang ke rumah, dia terus menggerutu sepanjang langkahnya menuju rumah.
“Ini semua gara-gara bang Gavin, nama baikku ini kan jadi tercemar di mata om Rega. Ini juga siapa calonnya Queen? Paling-paling masih lebih tampan aku,” gerutunya.
Arlo sampai di rumahnya, dia berlalu begitu saja tanpa menyapa kedua orang tuanya maupun Aqila sang adik. Padahal mereka masih di ruang keluarga dan sedang menonton film bersama.
“Abang kesambet kodamnya kak Ueena ya, mom?” celetuk Aqila, dia melihat sang abang yang ngedumel sendiri.
“Mana mi-mom tahu, sayang. Abangmu itu kan memang di luar planet,” ujar mi-mom Hana yang kemudian saling tatap dengan papi Leo. “Itu anak papi kenapa?” tanya mi-mom Hana.
“Patah hati sama Ueena kali, yank.” Tebak papi Leo yang sudah tersenyum penuh arti pada sang istri.
Barusan papi Leo mendapat pesan masuk dari papanya Queena, papa Rega tidak hanya mengirimkan pesan singkat pada suami mi-mom Hana tersebut. Papa Rega bahkan mengirim photo Arlo yang sedang duduk di hadapannya.
“Rega ingin bicara dengan kita soal Arlo, yank. Putramu itu habis berbuat ulah di rumah Rega dan Rhea,” ucap papi Leo.
“Ulah? Memang apa yang dia lakukan, mas?” bukan hanya mi-mom Hana yang penasaran, Aqila yang sibuk nyemil langsung berhenti dan menaruh cemilan di meja.
Papi Leo menghela napas. “Manjat dinding balkon kamar Ueena,” jawab papi Leo.
“Apa?! Itu anak benar-benar,” mi-mom Hana langsung memijat tulang hidungnya.
Aqila langsung mengusap-usap punggung mi-mom Hana. “Sabar, mom. Nanti darah tinggi kalau mi-mom marah,” ucapnya. “Kamu ini doain mi-mom sakit?” sahut mi-mom Hana.
“Ya ampun, mom. Qila ini lagi khawatir sama mi-mom,” cebik Aqila.
Papi Leo sampai terkekeh melihat dua perempuan yang paling dia cintai tersebut.
“Ngapain dia malam-malam manjat dinding balkon kamar anak gadis orang, mas? Kak Rega sama mbak Rhea pasti marah,” mi-mom Hana tidak habis pikir, bsia-bisanya putra sulungnya itu bertingkah seperti itu.
Papi Leo mengangkat kedua bahunya. “Rega marah sudah pasti, aku pasti juga marah kalau misal Dean melakukan hal yang sama pada putri kita. Bukan hanya marah, tapi bisa aku cin cang itu anak Rega.” Papi Leo mengusap lengan sang istri. “Lebih baik kita istirahat dulu, yank. Besok pagi kita tanyakan pada Arlo, atas dasar apa dia lakukan hal itu. Supaya kita punya solusi jika Rega benar-benar marah,” lanjut papi Leo diangguki mi-mom Hana.
“Qila juga harus tidur. Besok ada jam tambahan pagi, kan?” papi Leo meng3cup puncak kepala putrinya.
“Iya, pi. Qila ke kamar dulu mom, pi.” Aqila menuju kamarnya, begitu juga dengan papi Leo dan mi-mom Hana yang memilih istirahat dari pada pusing memikirkan hari esok akibat ulah random putra sulung mereka.
***
Arlo menghempaskan tubuhnya pada kasur nyaman yang ada di kamarnya, dia baru saja ganti baju dan cuci muka.
Drrtt ... Drrtt
Arlo mengambil ponselnya yang tadi dia lempar asal keatas tempat tidur, satu notifikasi pesan masuk dari Queena muncul pada layar ponselnya.
Queen
Kamu baik-baik saja?
^^^Si manusia red flag^^^
^^^Hmm. Nomor Hp Azura, mana?^^^
Queen
Azura baby cimol
^^^Si manusia red flag^^^
^^^Kamu beneran mau nikah muda, Queen?^^^
Queen
Sembarangan! Siapa yang mau nikah muda? Papa hanya bercanda itu.
^^^Si manusia red flag^^^
^^^Oh!^^^
Arlo tersenyum tipis setelah membaca pesan balasan dari Queena, dia langsung mengirimkan nomor Hp Azura pada Gavin. Dia kembali melempar ponselnya asal diatas tempat tidur, aktifitas seharian membuatnya sangat lelah. Di tambah lagi dengan masalah yang baru saja dia ciptakan, Arlo tidak tahu hukuman apa yang akan papa Rega berikan padanya besok.
“Arrgh. Siapa peduli apa hukuman om Rega. Aku pikirkan besok saja,” Arlo menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, pemuda tersebut terlelap hingga pagi menjelang.