NovelToon NovelToon
Ternyata Kaulah Jodohku

Ternyata Kaulah Jodohku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:208.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Abizar dan Annisa menikah atas dasar perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ayah Abizar sengaja menikahkan Abi dengan wanita pilihannya agar Abizar bisa berubah.

Setelah menikah, Abizar diminta sang ayah untuk mandiri. Bahkan orang tuanya memutus semua fasilitas yang pernah mereka berikan agar Abi tidak bermalas-malasan lagi. Annisa menerima pernikahan tersebut dengan ikhlas, walau suaminya jatuh miskin.

Bagaimana cara Abi untuk bertahan hidup bersama istrinya? Akankah tumbuh perasaan cinta di antara Abi dan Nisa seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku ikhlas

"Nisa, kamu lagi ngapain?" tanya Abi.

"Aku jualan jus dan sup buah," jawab Annisa. Abi merasa bersalah tidak bisa memberikan uang lebih pada Annisa. Istrinya itu malah bekerja demi memperbaiki perekonomian keluarganya.

"Annisa, kenapa kamu bekerja tanpa memberi tahu aku terlebih dulu? Hari ini aku bawa uang. Maaf, kemaren aku lupa memberikan gajiku padamu."

Annisa tersenyum. "Bukan begitu, Mas. Aku hanya bosan jadi aku ingin ada kegiatan. Alhamdulillah hari ini jualanku habis, Mas. Aku jadi semangat jualan kalau begini," ucap Annisa dengan wajah berseri-seri.

Abizar mengusap kepala istrinya. "Baiklah, lakukan apa yang kamu suka," tutur Abizar. Dia tak tega merusak kebahagiaan sang istri. Bukankah setiap orang memiliki caranya bahagia masing-masing?

Bagi Abizar, ini pertama kalinya dia melihat Annisa segembira itu. Abi yang sadar saat ini tidak bisa membahagiakan Annisa dengan materi memilih menyetujui apa saja yang ingin dilakukan oleh istrinya itu asalkan membuat Annisa senang.

Wajah Annisa bersemu merah ketika tangan Abizar memegang kepalanya.

"ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR"

Seruan Adzan membuat Annisa tersadar dari lamunannya. "Mas ayo masuk! Kita sholat maghrib berjamaah." Berkali-kali Annisa memintanya menjadi imam sholat, Abizar menolaknya. Bukannya dia tidak pernah sholat, dia hanya merasa malas. Tapi kali ini dia mengangguk.

Annisa pun tersenyum senang. Abizar membersihkan diri terlebih dulu. Kali ini dia memakai pakaian rapi serta peci. "MasyaAllah, apa betul ini Mas Abi yang aku kenal?" goda Annisa.

"Kenapa? Nggak pantas ya?" Abizar tidak percaya diri dengan penampilannya.

Annisa menggeleng. "Sangat tampan," puji Annisa. Abizar mengulas senyum di wajahnya.

"Udah siap jadi makmum?" tanya Abi.

"Insyaallah," jawab Annisa.

Abizar pun mulai melafalkan niat. Usai melaksanakan sholat berjamaah, Abizar memutar badan. Fia seolah sudah terbiasa ketika Annisa mencium tangannya. 'Alhamdullillah Ya Allah, semoga ini jadi awal yang baik untuk memulai hubunganku dengan Mas Abi,' batin Annisa merasa bahagia.

"Mas, aku siapkan makan malam ya?" Abizar mengangguk.

Setelah berganti pakaian biasa, Abizar menemui istrinya. "Annisa kamu belum cerita sama aku."

"Mengenai jualan jus dan sup buah hari ini?" tanya Annisa melengkapi maksud perkataan suaminya. Abizar mengangguk.

"Kan aku sudah bilang Mas. Aku ingin ada kegiatan di rumah."

"Tapi sebelumnya kamu tidak pernah bilang sama aku. Sejak kapan punya rencana jualan?" tanya Abizar lebih lanjut.

Annisa teringat akan suaminya yang sedang memanggul karung. Dadanya kembali sesak karena pekerjaan berat yang dilakukan oleh laki-laki itu. Annisa tahu Abizar adalah anak orang kaya yang tidak mungkin dalam hidupnya melakukan pekerjaan kasar.

"Sudah sejak lama, Mas. Sejak kita pindah ke rumah ini. Lagi pula kalau ada pembeli aku bisa mengobrol dengan mereka. Hari ini rame lho Mas. Besok aku mau tambah jualanku."

"Kamu tidak makan?" tanya Abizar.

"Mas Abi duluan saja," jawab Annisa. Tangannya yang sebelah memijat kakinya yang pegal karena seharian berdiri.

"Kaki kamu pegal ya? Mau aku pijat?" tanya Abi.

"Eh, nggak usah Mas. Aku nggak apa-apa kok," bohong Annisa. "Mas Abi lanjutin aja makannya aja! Oh iya aku lupa ambilin minum aku buatin minuman apa?" tanya Annisa.

"Kopi ada?" tanya Abizar.

"Ada, sebentar ya, Mas" jawab Annisa. Ketika gadis itu berdiri kakinya tiba-tiba tersandung meja. Tangan Annisa reflek pegangan pada meja. Di saat yang bersamaan Abi juga berniat membantu Annisa agar tidak terjatuh. Tangan mereka jadi bertumpukan.

Baik Abi maupun Nisa sama-sama merasa canggung. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Abizar.

"Tidak, Mas." Annisa cepat-cepat berlalu ke dapur untuk membuatkan kopi.

"Ya Allah, jantung aku ini rasanya pengen loncat," gumam Annisa seraya memegang bagian dadanya. Setelah ia merasa tenang barulah dia membuat kopi untuk sang suami.

"Kopinya, Mas." Annisa meletakkan secangkir kopi di atas meja.

"Aku sudah selesai makan. Sekarang giliran kamu," perintah Abi.

"Nanti saja, Mas. Aku mau cuci piring dulu," tolak Annisa. Dia ingin mengambil piring tapi tangannya dicekal oleh Abi.

"Duduk!" perintah Abi dengan lembut. Annisa pun menurut. Setelah itu Abizar beranjak dari kursinya. Ternyata dia ke dapur untuk mengambil piring baru. Abi mengambil nasi dan lauk untuk istrinya.

"Mas, aku bisa ambil sendiri." Annisa merasa tidak enak. Tapi Abi tetap melayani istrinya.

"Makanlah!" Abi duduk tepat di depan istrinya.

Annisa jadi merasa canggung. "Jangan lihatin aku!" Annisa merasa malu. Abizar jadi terkekeh.

"Kamu tiap hari lihatin aku makan aku biasa aja," ledek Abi. Annisa mengerucutkan bibir.

Abi yang kesal karena tak juga melihat Annisa makan akhirnya merebut piringnya. "Lama nih. Sini aku suapi." Abizar menyodorkan sesendok makanan ke mulut Annisa. Gadis itu terpaksa membuka mulut. "Anak pintar."

Setelah menghabiskan beberapa sendok, perut Annisa merasa kenyang. "Mas sudah cukup!" Annisa mendorong sendok yang disodorkan Abi.

"Tambah satu suap lagi," kata Abi.

"Nggak, udah kenyang banget," tolak Annisa. Abi pun tidak mau memaksa istrinya.

Annisa mengambil sisa makanannya untuk dikumpulkan di tempat tertentu. "Kok nggak dibuang aja?" tanya Abi.

"Besok mau aku kasih ke ayam tetangga saja. Biasanya pada lewat depan rumah," kata Annisa.

Abizar jadi memiliki ide. "Bagaimana kalau kita pelihara ayam juga. Nanti kita beli kandang supaya tidak mengotori rumah tetangga," usul Abizar.

"Wah boleh juga, Mas. Kalau begitu besok aku belanja di pasar sekalian beli ayam."

Deg

Ucapan Annisa membuat Abizar terpaku. Bagaimana bisa dia tidak tahu ketika Annisa pergi ke pasar. Apakah annisa melihatnya bekerja? Abizar memikirkan banyak pertanyaan di benaknya.

"Mas, Mas Abi kenapa melamun?" tanya Annisa.

"Tidak ada apa-apa," elak Abi.

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu rumahnya. "Mas aku bukain pintu dulu ya." Annisa berlalu meninggalkan suaminya.

"Assalamualaikum, Mbak Annisa. Saya mau pesan sup sebanyak lima puluh porsi buat acara di rumah besok. Apa bisa?"

"Alhamdulillah, bisa Bu," jawab Annisa.

"Ini DP nya." Ibu itu memberikan uang sebagai jaminan kalau dia jadi memesan.

"Terima kasih banyak, Bu. Besok acaranya jam berapa?" tanya Annisa.

"Habis maghrib," jawab ibu itu.

"Baik, Bu. Saya akan siapkan besok." Setelah itu wanita yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal Annisa itu pergi.

Annisa melapor pada suaminya. "Alhamdulillah, Mas. Kita dapat rejeki. Aku dapat pesanan lima puluh porsi," ucap Annisa dengan wajah berseri-seri.

"Alhamdulillah." Abi ikut senang usaha istrinya berjalan lancar. "Aku bisa bantu apa?" tanya Abi.

"Aku belum beli buahnya. Besok saja aku bisa kerjakan sendiri," jawab Annisa. Abi tiba-tiba memeluk Annisa.

"Terima kasih banyak sudah membantu mendapatkan uang. Aku janji aku akan kerja lebih keras lagi untuk membahagiakan kamu."

Annisa terharu dengan ucapan suaminya. "Aku ikhlas, Mas. Kita berjuang sama-sama."

1
Ema bjm
Thor kok gtu sih ceritanya dbkin meninggal dadakan ,,,,kesian isteri nya thor blum apa2,,, menangis jdinya
yani suko
lah khan kakek dari ayahnya kaya...harusnya khan support materi juga buat menantu dan cucunya
Ita rahmawati
knp hrus hdup susah,,hrusnya annisa jd janda kaya raya dong,selain usaha kafe kan pasti ada tuh warisan dari ortunya abi buat anaknya,,
sampe sini aku gk tela klo bsi annisanya berakhir nikah sm laki² lain,,gk tau knpa tp gk suka aj,,klo suaminya baik trus meninggal dn istri nikah lg atau sebaliknya 😁😁
Ita rahmawati
kok tokohnya dibikin meninggal trus meninggalnya kok terkesan maksagk sih 🤣🤣
Ita rahmawati
ya wajarlah suami mana yg gk curiga coba klo kyk gtu,,apalagi cwonya tuh jelas² lawannya 🙄🙄
Ita rahmawati
hrusnya jgn mau 22 an 1 mobil yg bukan muhrimnya 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
si mantanny it pasti,,nti dia mulai lg ngejer abi 🙄🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
pasti asin 🤭
Ita rahmawati
eh si raihan pasti
Ita rahmawati
gitu aja ngapa gk mau cerita ,,terlalu sering menyembunyiin sesuatu si abinya
Ita rahmawati
sedih sih 😭😭
Ita rahmawati
🤗🤗🤗
Ita rahmawati
terharu 🥺🥺
Ita rahmawati
🥰🥰🥰🥰
Ita rahmawati
tuh pacar kamu setelah denger kamu miskin lgsg tnpa babibu di pergi dg sendirinya,,padahal sebelumnya rela jd bini ke 2 😏😏🙄🙄
Ita rahmawati
masih nyimak...
Nurmiati Aruan
sedikit kecewa aq... Raka nakal bibir nya...
Nurmiati Aruan
lah abi nya dah aut ya...
Nurmiati Aruan
asin x teh nya😂
Siti Arifah
bagus sih .jln cerita nya nggak ngebosenin bagi yg baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!