NovelToon NovelToon
PUTRI PALSU

PUTRI PALSU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:62.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Aku terpaksa meninggalkan kehidupan di kerajaan & tinggal bersama bibiku di sebuah desa terpencil, menanggalkan gelar & bahkan namaku. Kejutannya tidak berakhir sampai di sana, ternyata aku memiliki kekuatan sihir yang terpendam. Dan saat aku membiasakan diri dengan kehidupan baruku, aku melihat peristiwa mengejutkan yang membuatku bertanya-tanya, mungkinkah gadis yang datang dari Panti asuhan yang di kelola para penyihir & diakui sebagai putri yang asli juga putri palsu sepertiku. Jadi siapakah putri yang asli ?! Ayo baca biar g penasaran🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Dulu Devan yang menjadi topik kabar burung, bukan aku. Namun, sepertinya tidak ada seorang pun yang tahu bahwa aku bukan putri raja lagi. Semua pasang mata tertuju padaku saat aku mendekat, & setelah aku berlalu , bisik-bisik pun dimulai. Semua itu membuat wajahku membara, tapi aku tetap mengangkat dagu, mengencangkan rahang, & berjalan bersama paman Ronald.

Aku baru terkulai lemas saat kami melewati sebuah jendela menghadap ke pintu masuk utama istana. Saat kami melewatinya, aku melirik ke luar untuk menatap lintasan batu besar yang terbentang dari gerbang hingga ke tangga lebar di depan pintu istana.

Di dasar tangga, raja & ratu sedang menunggu. Saat itu datanglah sebuah kereta elegan yang ditarik empat ekor kuda putih. Pengemudinya menarik tali kekang kuda hingga berhenti, lalu seorang pelayan maju untuk membukakan pintu kereta.

Seorang gadis turun dari kereta. Dia mengenakan gaun merah, & rambutnya yang berwarna gelap tergerai di atas punggung. Gadis itu bergerak luwes, anggun, bagaikan seekor rusa yang baru saja keluar dari hutan. Dia berhenti sejenak, raja & ratu menghampirinya, dengan tangan terentang. Gadis itu mengulurkan tangan, & aku sempat melihat wajahnya.

Dia mirip denganku, bayiku. Kemudian, Diana tersenyum menanggapi sesuatu yang diucapkan ratu. Senyumnya terlihat santai, senyum yang sering tersungging, hanya karena dia senang melakukannya. Di depan jendela aku melipat bibirku sendiri, tanganku otomatis menghampiri mulut.

Bukan. Aku mirip dengannya.

Di luar, raja & ratu mengiring Diana menuju pintu istana, lalu mereka menghilang dari pandangan. Kereta pergi, meninggalkan ruang tempat keluarga itu semula berdiri dalam keadaan kosong. Rasa sakit di dadaku mulai berdenyut-denyut lagi, perlahan-lahan, tapi semakin kuat menyebar dari dada ke seluruh tubuhku. Aku baru beranjak saat paman Ronald menyentuh lenganku dengan lembut.

Keretaku sudah menunggu di istal istana. Sebuah kendaraan sederhana, bersih & praktis, sama sekali tidak mirip dengan kereta bersepuh emas yang membawa sang putri. Peti berisi barang-barangku sudah diikat di bagian belakang.

“ My Lady,” ujar paman Ronald, & meskipun telingaku terasa menderu, aku masih bisa mendengar suaranya gemetar.

“ Maafkan aku, aku benar-benar menyesal. Aku tidak tahu, & semuanya terjadi terlalu cepat untuk seorang pria tua sepertiku. Kuharap….” Paman Ronald menelan ludah.

“ Aku diminta untuk memberikan ini padamu,” ujarnya, lalu menyerahkan sebuah tas beludru kecil yang mengeluarkan suara gemerincing saat aku menerimanya.

“ Dan ini untuk bibimu.” Selembar surat yang ditulis di atas kertas tebal & disegel dengan simbol raja, aku menerimanya dengan kikuk.

“ Ratu, dia memintaku untuk memberitahumu ….”

Tampaknya paman Ronald kesulitan menemukan kata yang tepat, tatapan matanya sarat rasa iba.

“ Dia akan berdoa untukmu pada sang Dewa tanpa Nama setiap hari.”

Aku membayangkan, sejenak, ratu berlutut di depan altar kamarnya, seperti yang sudah sering kulihat. Namun, gambaran itu segera tergantikan oleh pemandangan yang kulihat saat dia menyambut Diana di depan tangga istana, & aku tidak sanggup menjawab karena kerongkonganku tiba-tiba tercekat.

Paman Ronald menggelengkan kepala. “ Aku punya seorang cucu perempuan seusiamu. Dia belum pernah mengunjungi istana, tapi kau selalu mengingatkanku padanya. Seandainya paman mengetahuinya dari awal, aku akan berusaha meringankan penderitaanmu ini,” ujarnya. “ Entah bagaimana…”

Penghiburan kecil, & sebagian diriku ingin mencengkeramnya sekuat mungkin, tapi terlalu sedikit, & sudah terlambat. Aku hanya memalingkan wajah dari paman Ronald, tidak ingin pria tua itu melihat reaksiku.

“ Aku fikir sampai di sini dulu ceritanya.. Kalau suka aku lanjut, terimakasih. Jangan lupa di like, vote, & komen, kasih semangat.”

1
Supriadi Adi
waalaikum salam
Dini
kk
Dini
semangat berkarya thor👍
Nabila
Keren
Pelangi
Keren👍
Ana
Keren
Ana
Author sulap jadi bidadari😀
Ana
Pasti gara2 kekuasaan nih.
Nanzkii
Keren thor🫶🏻
Nanzkii
Ciuman pertama Amelia diambil Jose😠
Nanzkii
Devan, Amelia rindu😁
Sity aminah aminah
sampai bingung mau komentar apa
Alma KC: Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏🥰🌹
total 1 replies
Nabila
Luar biasa
Aulia
Keren banget
Adinda
Luar biasa😍👍🫶
Adinda
Kaburrr💪
Adinda
Menyelamatkan putri asli😍👍
Adinda
Luar biasa
Adinda
Perjalanan ditemani oleh Devan😍🫶
Adinda
Sukses belajarnya Amelia.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!