NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Begitu kereta yang membawa sosok Duke Harold lenyap dari pandangan di balik gerbang kediaman, Aruna pun seketika mengembuskan napas panjang yang tertahan sedari tadi. Bahunya yang tegap kini perlahan merosot.

"Akhirnya ia pergi juga..." gumamnya pelan.

Arthur menoleh menatap putrinya dengan pandangan yang penuh tanya dan kekhawatiran.

"Evelyne..."

"Ada apa, Ayah?"

"Kau menyembunyikan sesuatu darinya... dan mungkin juga dariku. Apa yang sebenarnya kau ketahui tentang Duke Harold?"

Aruna terdiam sejenak. Bagaimana mungkin ia mengaku bahwa ia mengetahui segala rencana jahat pria itu karena ia pernah membacanya dalam sebuah kisah yang kelak akan terjadi?

Namun jika ia terus-menerus menyembunyikan kebenaran demi menjaga rahasianya sendiri, bukankah itu justru akan menempatkan orang-orang yang dicintainya ke dalam bahaya yang lebih besar?

"Ayah..." Aruna menatap mata ayahnya dengan pandangan yang begitu tulus dan serius. "Jika memungkinkan, jangan pernah lagi menjalin kerja sama atau urusan apa pun dengan pria itu."

Arthur mengangguk pelan, namun keraguan masih membayangi tatapannya.

"Apa alasanmu, Evelyne?"

Aruna terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya dengan suara yang begitu berat namun penuh keyakinan.

"Karena... dialah yang kelak akan membawa kehancuran dan kematian bagi banyak orang."

Arthur terpaku di tempat seketika itu juga. Wajahnya kehilangan rona keceriaan.

"Kematian?"

Aruna pun tersadar bahwa ucapannya tadi terlalu jauh melampaui batas pemahaman orang biasa. Ia tersenyum tipis berusaha menutupi kekeliruan ucapannya.

"Aku... aku hanya memiliki firasat yang sangat buruk tentangnya, Ayah. Itu saja."

Arthur tak memaksanya untuk menjelaskan lebih jauh. Namun sejak hari itu, ia memerintahkan putranya yang cerdas dan berhati tajam, Adrian, untuk menyelidiki segala gerak-gerik dan latar belakang Duke Harold secara diam-diam.

Malam pun akhirnya turun menyelimuti bumi dengan kegelapan yang pekat. Di kediaman mewah milik Duke Harold, lampu ruang kerjanya masih menyala remang.

Sosok Harold duduk di kursi kebesarannya dengan wajah yang kelam dan penuh kemurkaan. Di hadapannya berdiri seorang pria berpakaian jubah hitam yang menyembunyikan wajahnya dalam bayang-bayang.

"Tuan..."

"Bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanyanya dingin, suaranya seakan bergetar menahan amarah yang meluap.

"Kami menemukan sesuatu yang menarik perhatian kami, Tuan."

Harold mendongak tajam.

"Apa itu?"

"Nona Evelyne belakangan ini sering memeriksa catatan-catatan lama dan dokumen-dokumen penting yang seharusnya tak diketahui orang luar. Seakan ia tengah mencari sesuatu yang tersembunyi di dalamnya."

Harold terdiam terpaku. Tatapannya memandang lurus ke arah nyala lilin yang bergoyang-goyang.

"Gadis itu..."

"Benar. Selain itu, kami juga mendapati bahwa keluarga Ashcroft kini mulai mengawasi setiap pergerakan orang-orang yang kami kirimkan ke berbagai wilayah."

Tangan Harold mengepal erat di sisi tubuhnya hingga urat-urat di lengannya tampak menonjol. Selama bertahun-tahun lamanya, ia telah berhasil menipu dan memperdaya banyak bangsawan yang tak waspada.

Tak satu pun yang mampu menyadari tipu muslihatnya hingga terlambat. Namun kini... seorang gadis muda yang seharusnya polos dan tak tahu apa-apa justru berdiri tegak menghancurkan rencananya satu demi satu sebelum sempat terlaksana.

"Evelyne Ashcroft..." nama itu meluncur dari bibirnya disertai senyum yang begitu dingin dan mengerikan. "Tampaknya kau bukan lagi gadis bodoh yang selama ini kukenal. Siapa sebenarnya dirimu yang tersembunyi di balik wajah itu?"

Tatapannya yang tadinya samar kini berubah tajam dan penuh ancaman.

"Selidiki ia. Cari tahu dari mana gadis itu mendapatkan segala informasi yang dimilikinya. Siapa yang memberikannya."

Harold terdiam sejenak, seakan menimbang kata-kata yang akan diucapkannya selanjutnya. Kemudian suaranya terdengar begitu rendah namun mengandung perintah yang tak dapat dibantah.

"Dan jika ternyata ia menjadi penghalang yang tak dapat disingkirkan dengan kata-kata... maka singkirkan saja ia dari hadapan kita selamanya."

Sementara itu, di kediaman keluarga Ashcroft yang jauh dari bayang-bayang kejahatan itu, Aruna duduk di tepi tempat tidurnya sambil memegang sebuah buku tebal di pangkuannya. Ia sama sekali tak menyadari bahwa bahaya yang mengancam nyawanya kini semakin mendekat tanpa terlihat.

"Besok aku berencana pergi ke toko buku di pusat kota," gumamnya sambil tersenyum membayangkan hari esok yang damai. "Setelah itu mungkin mampir sebentar untuk membeli gaun baru. Lalu pulang dan beristirahat."

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!