NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Penghinaan Tuan Muda Pil Emas

Malam turun menyelimuti Kota Awan Ungu, namun kota di atas cangkang kura-kura purba itu tidak sedikit pun tenggelam dalam kegelapan. Sebaliknya, ribuan formasi iluminasi tingkat tinggi menyala serentak, mengubah malam menjadi siang yang dipenuhi rona keunguan.

Di pusat kota, Paviliun Harta Semesta memancarkan pilar cahaya yang menembus langit, menandakan dimulainya acara paling bergengsi di Langit Selatan dalam seratus tahun terakhir: Lelang Kosmik Bintang Tiga.

Ratusan ribu kultivator memadati aula bawah yang luasnya menyamai sebuah kota kecil. Di atas mereka, melayang puluhan bilik VIP yang terbuat dari Giok Es Abadi. Bilik-bilik ini dibagi menjadi tiga tingkatan: Bumi, Surga, dan Langit.

Di Bilik Langit Nomor Satu ruangan paling eksklusif yang formasinya terhubung langsung dengan urat nadi bumi kura-kura purba Zeng Niu sedang duduk santai di atas singgasana berbalut kulit Naga Banjir.

Di atas meja giok di depannya, tersaji buah-buahan spiritual yang saripatinya bisa langsung meningkatkan usia kultivator Foundation Establishment seratus tahun. Namun, fokus Zeng Niu tertuju pada sebuah kartu kristal berwarna hitam legam di tangannya.

Penilai Utama Hua berdiri menunduk hormat di samping meja. Wajahnya masih menyisakan sedikit kengerian setiap kali menatap pemuda berjubah hitam itu.

"Yang Mulia," ucap Penilai Hua dengan suara pelan. "Seratus ribu set perlengkapan militer tersebut telah kami lebur dan kami distribusikan ke pasar gelap di berbagai benua melalui formasi teleportasi paviliun kami. Setelah dipotong biaya lelang sepuluh persen sesuai kesepakatan... ini adalah hasilnya. Delapan Puluh Juta Batu Roh Tingkat Puncak."

Zeng Niu mengusap kartu kristal itu, matanya menyipit puas. "Kerja yang bagus, Penilai Hua. Paviliun kalian memang tahu cara berbisnis."

Delapan puluh juta batu roh tingkat puncak! Kekayaan ini bahkan melampaui perbendaharaan total dari sepuluh sekte tingkat atas di Benua Utara jika digabungkan. Berkat Istana Pusat yang "berbaik hati" mengirimkan armada pelopor mereka, Zeng Niu kini bisa duduk di puncak piramida kekayaan Langit Selatan.

Di samping Zeng Niu, Zhao Ying duduk dengan tenang, mencicipi secangkir teh kelopak teratai es. Roda Bintang 7 di punggungnya disembunyikan, namun keanggunannya menyaingi bidadari surgawi. Ia tidak terkejut dengan kekayaan itu; bagi seorang Ascendant, batu roh pada akhirnya hanyalah angka.

TENG! TENG! TENG!

Tiga dentangan lonceng perunggu bergema ke seluruh penjuru paviliun, membungkam keriuhan ratusan ribu kultivator.

Di tengah panggung lelang yang terbuat dari kristal merah, perlahan naik sesosok wanita bertubuh ramping dengan gaun merah menyala yang memperlihatkan lekuk tubuh sempurnanya. Wajahnya luar biasa menawan, memancarkan pesona rubah berekor sembilan. Fluktuasi kultivasinya tidak bisa diremehkan Soul Transformation Tahap Awal.

"Selamat malam, Tuan-tuan yang terhormat dari Empat Benua," suara wanita itu merdu dan mengandung sihir pemikat jiwa yang membuat banyak kultivator berdebar kencang. "Saya, Su Xian, akan memandu Malam Puncak Lelang Kosmik kali ini. Tidak perlu banyak basa-basi, karena Paviliun Harta Semesta tahu, waktu Anda seberharga Hukum Langit. Mari kita mulai pelelangan pertama!"

Su Xian melambaikan tangannya. Sebuah nampan giok yang ditutupi kain sutra emas melayang di hadapannya.

"Item pembuka: Pedang Terbang Meteor! Artefak Tingkat Surga Puncak yang ditempa dari inti bintang jatuh. Di dalamnya tersegel roh Serigala Bintang. Harga awal: Lima ratus ribu batu roh tingkat menengah!"

"Enam ratus ribu!" teriak seorang tetua dari bilik kelas bawah. "Delapan ratus ribu!" "Satu juta!"

Zeng Niu menopang dagunya, sama sekali tidak tertarik. Pedang tingkat surga mungkin harta pusaka bagi sekte kecil, tapi baginya yang memiliki Nisan Petir Asura, itu tak lebih dari besi rongsokan.

Lelang berlangsung panas. Selama dua jam pertama, berbagai harta menakjubkan seperti Pil Pemecah Jiwa, Zirah Sisik Qilin Palsu, hingga Gulungan Teknik Tombak Kaisar Laut terjual dengan harga fantastis. Kekayaan klan-klan di Langit Selatan benar-benar membuat mata terbuka.

Hingga akhirnya, Su Xian membunyikan lonceng peraknya untuk menenangkan suasana. Wajah menawannya berubah sedikit lebih serius.

"Para Tamu Terhormat, kita mulai memasuki sesi benda-benda langka. Item berikutnya bukanlah senjata maupun zirah, melainkan harta surgawi yang lahir di kedalaman Jurang Iblis Selatan."

Kain emas dibuka, memperlihatkan sebuah pot giok transparan. Di dalamnya, mekar setangkai teratai berwarna hitam pekat yang kelopaknya memancarkan kabut ilusi. Setiap kali kabut itu bergerak, terdengar samar jeritan roh yang disiksa.

"Teratai Hitam Penempa Jiwa! Berusia lima puluh ribu tahun!" seru Su Xian. "Teratai ini tidak bisa digunakan untuk menaikkan ranah elemen, namun ia untuk memperkuat Lautan Kesadaran dan memadatkan Jiwa Roh (Nascent Soul/Divine Soul). Harta yang sempurna bagi alkemis atau ahli formasi! Harga awal: Tiga juta batu roh tingkat puncak!"

Seketika, keributan pecah. Harta yang menargetkan jiwa sangatlah langka, karena jiwa adalah kelemahan terbesar sebagian besar kultivator sebelum mereka mencapai Nirvana.

Di Bilik Surga Nomor Tiga, Tuan Muda Yan Qi dari Klan Pil Emas menatap teratai hitam itu dengan mata berbinar-binar. Lengannya yang hancur oleh pengawal Zeng Niu siang tadi telah diobati dengan pil dewa, namun rasa terhinanya belum hilang.

"Teratai itu... jika aku menjadikannya bahan utama untuk Pil Jiwa Emas, aku pasti bisa menembus batas alkemis tingkat tujuh bulan depan!" batin Yan Qi beringas.

"Empat juta!" teriak Yan Qi tanpa ragu, suaranya diperkuat ke seluruh paviliun.

"Empat setengah juta!" sahut tetua dari klan lain.

Yan Qi mendengus arogan. "Enam juta! Aku, Yan Qi dari Klan Pil Emas, menginginkan teratai ini! Kuharap para tetua sudi memberikan sedikit wajah pada klan kami!"

Mendengar nama Klan Pil Emas, beberapa penawar langsung terdiam dan menarik diri. Tidak ada yang ingin menyinggung klan pembuat pil terbesar di Langit Selatan hanya demi setangkai teratai.

Yan Qi menyeringai puas, bersandar di kursinya. Kekuasaan dan nama besar klannya tidak pernah gagal.

Su Xian tersenyum profesional di atas panggung. "Enam juta dari Tuan Muda Yan Qi. Adakah yang berani menawar leb—"

"Sepuluh juta."

Sebuah suara yang santai, malas, namun terdengar sangat familiar mengalun turun dari Bilik Langit Nomor Satu. Suara itu tidak keras, tapi cukup untuk membungkam seluruh aula paviliun seolah waktu baru saja dihentikan.

Sepuluh juta batu roh tingkat puncak?! Menambahkan empat juta sekaligus seolah itu hanya kepingan tembaga?!

Wajah Yan Qi yang tadinya tersenyum puas langsung kaku. Matanya melotot tajam ke arah Bilik Langit Nomor Satu yang terhalang tirai formasi. Suara itu... ia sangat mengenalinya. Itu adalah suara pemuda barbar yang mempermalukannya di gerbang kota!

"Kurang ajar!" Yan Qi menggertakkan giginya. "Dua belas juta!"

Di Bilik Langit, Zeng Niu menguap pelan sambil memakan sepotong persik spiritual dari tangan Zhao Ying (yang disuapkan dengan enggan). Teratai Hitam itu memiliki Niat Iblis yang sangat murni; jika ia menelannya, Jiwa Iblis di dalam Dantiannya akan semakin padat, menyeimbangkan tekanan dari Benih Dunia.

"Dua puluh juta," balas Zeng Niu santai, bahkan sebelum gema suara Yan Qi hilang.

Seluruh aula meledak dalam bisikan liar. Dua puluh juta batu roh tingkat puncak setara dengan setengah tahun pendapatan kota menengah! Siapa tokoh besar di Bilik Langit Nomor Satu ini?!

Wajah Yan Qi kini semerah darah. "Dua puluh lima juta! Tuan di Bilik Langit! Aku adalah pewaris Klan Pil Emas! Tolong jangan menekan kami terlalu jauh, atau persahabatan di Langit Selatan akan rusak!"

Yan Qi secara terbuka menggunakan ancaman klannya. Namun, peringatan itu justru menjadi lelucon paling lucu bagi Zeng Niu.

Dari Bilik Langit Nomor Satu, tawa yang kejam dan biadab menggema.

"Persahabatan? Tuan Muda Klan Pil Emas, jika kau miskin, menyingkirlah dan berhentilah menggonggong. Lelang ini bukan tempat untuk anak kecil yang masih meminta uang dari orang tuanya," ejek Zeng Niu secara terbuka, suaranya memancarkan arogansi yang melampaui Yan Qi seratus kali lipat. "Lima puluh juta!"

JLEEEB!

Angka itu bagaikan palu godam yang menghantam jantung setiap orang di ruangan tersebut. Lima puluh juta! Bahkan Su Xian sang juru lelang nyaris menjatuhkan palunya karena terkejut.

Yan Qi memuntahkan seteguk darah segar karena amarah yang menyumbat meridiannya. Matanya merah menyala. "T-Tunggu saja... aku akan membuatmu memuntahkan teratai itu bersama darahmu!" batin Yan Qi histeris, tidak berani menawar lagi karena batas dana lelangnya telah habis.

"Lima puluh juta, tiga kali! Terjual kepada Tamu Kehormatan di Bilik Langit Nomor Satu!" seru Su Xian, mencoba menutupi keterkejutannya dengan senyum manis.

Teratai Hitam segera diantarkan ke bilik Zeng Niu oleh pelayan khusus, dan pembayarannya langsung dipotong dari kartu kristalnya. Sisa tiga puluh juta, namun Zeng Niu sama sekali tidak peduli. Ia baru saja "menampar" Tuan Muda arogan menggunakan uang hasil curian. Sensasi ini jauh lebih memuaskan daripada sekadar membunuhnya.

Setelah lelang teratai itu, suasana menjadi semakin tegang. Semua orang menyadari bahwa sosok di Bilik Langit Nomor Satu adalah naga tiran yang tidak bisa disinggung.

Su Xian di atas panggung menarik napas dalam-dalam. Formasi pertahanan di sekeliling panggung tiba-tiba diaktifkan hingga tingkat maksimal. Delapan penjaga tingkat Soul Transformation Akhir bermanifestasi dari balik bayangan, mengelilingi meja lelang.

"Para hadirin... kita telah sampai pada akhir malam ini," suara Su Xian berubah menjadi sangat khusyuk. "Tiga Harta Penutup Lelang Kosmik akan segera dikeluarkan."

Di Bilik Langit Nomor Satu, Zeng Niu meletakkan persik spiritualnya. Punggungnya tegak. Matanya yang sebelah emas dan sebelah hitam memancarkan kilat ungu.

Di Dantiannya, Benih Dunia bergetar hebat, merasakan resonansi dari hukum alam semesta yang mendekat.

"Akhirnya," bisik Zeng Niu.

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!