Kematian Laras, membuat seorang Azka begitu terpukul. Azka sampai harus pindah kota untuk menghapus semua kenangan indah bersama Laras.
Azka begitu kehilangan Laras. Azka baru saja mengetahui perasaan Laras yang sesungguhnya saat Laras sudah benar-benar pergi dari hidupnya.
Laras pergi untuk selamanya. Untuk menyelamatkan nyawa Azka. Karna, dendam seseorang kakak yang adiknya ditolak Azka. Itu yang selalu Azka sesali. Kehilangan Laras untuk selamanya.
Kehilangan Laras membuat Azka defresi berat. Sampai Azka harus pindah kota. Untuk bisa melanjutkan hidupnya. Azka begitu terpukul saat kehilangan Laras. Rasa cinta Azka datang terlambat saat Laras sudah pergi. Baru Azka menyadari perasaan pada Laras.
Kehilangan Laras, Membuat hati Azka kosong, hampa dan sepi dan sendiri. Banyak gadis yang memcintai Azka. Selalu Azka tolak. Sampai adik kedua Azka menikah terlebih dahulu. Melangkahi Azka.
Namun takdir berkata lain.
Azka bertemu dengan seorang yang membuat Azka jatuh cinta. Dan gadis itu, ternyata seseorang dari masa lalu Azka.
Perjalanan Azka mencari cinta penuh dengan lika-liku hidup yang membuat Azka harus berjuang untuk menemukan cintanya itu.
Namun cinta itu, yang menemukan jalanya sendiri. Untuk bersama Seseorang yang sudah di Takdirkan dengan Azka.
Siapa gadis itu?...
Akankan Azka bahagia pada akhirnya?
Dan setelah 20 tahun kisah mereka di mulai kembali bersama tiga anak laki-laki Azka dan Darania bagaimana kisah mereka.... Sekarang Kisah ke tiga putra mereka yang mencari cinta? Bagaimana cara Ben, Bumi dan Bima mendapatkan cinta mereka masing-masing di tengah cobalah yang selalu saja datang pada keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia avianti sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 Teringat Terus
Tepat pukul 8.00 malam, Azka sampai rumah. Walau sudah ada sekertaris baru, namun tetep saja kerjaan Azka masih menumpuk. Azka sudah jarang makan malam di rumah bersama ibunya. Kerjaannya sungguh sangat menyita waktunya. Dari bulan kemarin, Arya dan Nadia sudah tinggal bareng Bu Arisa. Bu Arisa sudah khawatir dengan perut besar Nadia, tinggal menunggu dua bulan, untuk melahirkan, anak pertama mereka.
Orang tua Nadia sudah lama tinggal di Malaysia. Di Indonesia, Nadia tinggal sendiri, di kota Semarang, rumahnya bagai Istana, begitu luas dan besar. Sebelum menikah, Nadia biasa ditemani oleh pembantu rumah tangga. Orang tua Nadia, tak pernah pulang ke Semarang. Nadia seakan dilupakan oleh kedua orang tuanya. Karna, sekali pun mereka tak pernah berkunjung ke rumah anaknya. Nadia seperti anak yang terbuang. Mereka hanya mengirimkan uang, tiap bulannya. Di hari pernikahannya, wali hakim menjadi wali Nadia, karna orang tua Nadia tidak datang. Ibu Arisa tak mempunyai anak perempuan, ia begitu menyayangi Nadia, makanya Nadia begitu menghormati Bu Arisa, melebihi ibu kandungnya sendiri. Apalagi sekarang Nadia sedang hamil besar? Perhatian Bu Arisa begitu besar pada Nadia, malah dibilang overprotektif terhadapnya. Nadia gadis yg penurut, membuat Bu Arisa begitu menyayangi Nadia, yang akan melahirkan cucu pertama Bu Arisa.
Azka merebahkan tubuhnya di kasur bigsize nya. Hari ini Azka begitu lelah, dengan pekerjaannya, dan juga hatinya. Entah kenapa? Hati Azka seperti mencair, begitu terkesima dengan kecantikan Darania. Gadis itu, membuat Azka tak fokus karna, kehadirannya, "Apa yg terjadi pada hatinya? Ada perasaan aneh dengan hatinya? Ada rasa berbeda dengan gadis itu? Padahal baru hari ini, Azka bertemu gadis itu. Tapi kenapa? Hati ini, begitu bingung? Rasa apa ini? Kenapa, begitu merindukannya? Siapa Dia.? Hanya karena karyawan biasakan! Pertanyaan-pertanyaan itu, terus ada dipikirannya! Pertanyaan yang tak ada jawaban, namun begitu menggangu hatinya?" lamunan Azka, buyar saat seorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok Tok Tok.
" Kaka, sudah pulang nak?" tanya Bu Arisa, di luar kamar Azka.
"Sudah Bu," jawab Azka, masih tiduran di kasurnya, enggan bangun.
Cleck.
Bu Arisa membuka pintu kamar Azka. Ia berjalan ke arah Azka, dan duduk disampingnya.
"Gimana dengan Darania?" tanya Ibu Arisa tiba-tiba, membuat Azka bingung! Dari mana ibu tau, tentang sekertaris barunya?
Azka mengerutkan keningnya. Dan bingung harus jawab apa?
"Dari mana ibu tau tentang Darania?" tanyanya, penasaran. Beranjak,kemudian duduk disamping ibunya.
"Ibu tau dari Nadia!" seru Bu Arisa singkat.
"Oh." Dari mana lagi ibu tau, Darania? Kalau bukan dari Nadia! Kenapa Azka ga ke pikiran kesananya? Azka tersenyum memikirkan itu.
"Dia cantik."
"Ya relatif Bu."
"Apakah kamu suka dia?"
Deg.
Hati Azka berdebar, mendengar pertanyaan ibunya itu! Azka sendiri bingung harus jawab apa? Azka merasa ada yang aneh dengan hatinya, perasaan yang tak bisa di jelaskan.
"Apakah kamu suka dia?" tanya ibu sekali lagi. Memastikan, kalau putra sulungnya tertarik dengan gadis itu.
"Pertanyaan macam apa itu? Aku hanya, kagum dengan cara ia berkerja, walau belum pernah bekerja sama sekali, tapi pekerjaannya cukup rapi," ucap Azka mengelak. Walau sebenarnya, Azka seperti tersengat listrik, mendengar pertanyaan ibunya, Azka hanya ingin memastikan perasaannya terlebih dahulu.
"Jadi, kamu tak menyukainya!" seru Bu Arisa tersenyum kecut, ia sudah berharap pada gadis itu.
"Bukanya Kaka tidak suka..." ucapan Azka, terhenti karna, terlihat expresi kecewa di wajah Ibunya, " Bu gadis itu, baru satu hari bekerja. Aku belum mengenal dia? Aku ingin tau, bagaimana, cara kerja dia? Hanya itu Bu," timbal Azka lagi. Azka bingung dengan hatinya! Bingung dengan pertanyaan ibunya! Walau dari kemarin, gadis itu, sudah berhasil membuatnya tak fokus.
"Tapi menurut kamu, Darania gimana?"
"Dia cantik, pintar, dan kerjanya juga lumayan bagus untuk pemula," jawab Azka, tanpa sadar mengatakan pada Ibunya, kalau ia mengagumi gadis itu.
Bu Arisa tersenyum puas. Baru kali anak sulungnya, tersenyum lagi untuk seorang gadis. Ibu Arisa begitu penasaran, dengan gadis ini? Karna sudah, membuat benteng pertahanan anaknya, mulai roboh perlahan. Ibu Arisa berharap, Azka mulai membuka hatinya untuk gadis lain, dan melupakan kenangannya bersama Laras. Ibu Arisa sudah mengenalkan banyak gadis pada Azka. Namun Azka, sekalu bersikap dingin dan cuek. Entah berapa banyak gadis? yang patah hati oleh Azka! Karna Azka, selalu menolak setiap gadis, yanh Ibunya kenalkan pada Azka. Padahal Azka, begitu tampan dan menarik, Apalagi sekarang? Dia pemilik Resto bintang lima di Semarang. Tak ada gadis yang menolak dinikahi Azka. Namun Azka, selalu berasalan, kalau dirinya, belum siap memulai suatu hubungan lagi. Bu Arisa memang tak pernah memaksa Azka, untuk membuka hatinya lagi. Tetap saja,Bu Arisa merasa takut? Kalau Azka akan sendiri selamanya. Bu Arisa ingin melihat Azka bahagia, seperti Arya. Apalagi sekarang Arta, sudah berani membawa gadis ke rumah? Bu Arisa tak ingin Azka dilangkahi lagi oleh Arta! Cukup Arya saja, yang melangkahi Azka, Arta jangan! Azka harus bahagia, umurnya sudah masuk kepala tiga. Harusnya Azka sudah berkeluarga, Bu Arisa sendiri ingin menimang cucu, dari Azka.
Harapannya, ingin melihat Azka bahagia. Karna Ibu Arisa, tak tau sampai kapan ia hidup? Bu Arisa tak ingin meninggalkan Azka, sebelum Azka menikah. Hatinya tak tenang bila Azka masih sendiri! Bu Arisa tau, dalam hati kecil Azka, Ia juga ingin bahagia. Azka sendiri ingin seperti Arya, menjalin komitmen serius dengan seorang gadis, menjaga dan menyayanginya seumur hidup Azka. Namun, selama sepuluh tahun ini, Azka belum menemukan gadis yg membuatnya bergetar. Tapi entah kenapa? Seorang Darania, bisa mencairkan hatinya? Membuat Azka sedari tadi tadi teringat terus dengan Darania. Seorang gadis cantik membuat hati Azka, seperti tersengat listrik. Bergetar terus-menerus memikirkan gadis itu. Entah setan apa yg merasuki Azka? Sampai Azka terus memikirkan Darania.
Azka mengaruk kepala yang tak gatal. Merasa frustasi karena, gadis itu. Setelah Bu Arisa meninggalkan, Kamar Azka. Azka kembali memikirkan Darania, membuatnya tak bisa tidur sampai sama sekali. Azka tak bisa memejamkan matanya, sudah beberapa cara dilakukannya agar ia tertidur. Namun tetap saja, ia tak bisa tidur.
Malam itu, hanya Azka yg belum tidur. Akhirnya Azka keluar kamarnya, pergi ke kamar mandi untuk berwudhu. Azka melaksanakan sholat malam, agar hatinya tenang. Selama sepuluh tahun ini, Azka rajin beribadah, dengan menghadap Sang Pencipta, hatinya tenang, dengan mendekatkan diri, membuat Azka kuat selama sepuluh tahun ini, menghadapi semua cobaan yang ia hadapi selama ini. Azka pun mulai terlelap.
Bersambung....
cerita masalalu harap di beri tanda kak di beri flasbck.. biar gak pusing sama alur ceritanya...
revisi kak...
semangat buat karya nya... moga kedepannya jadi lebih baik
bagus
sukses
semangat
petaka struk belanja
💪💪💪 thorrr
trus semnagat kak.. aq favorit kok mesti banyak yg keskip bacanya😊😊
tapi mirip 2 sm buku tentang rasa