NovelToon NovelToon
Love Me, My CEO

Love Me, My CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Beda Dunia / Elf / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Sirene seorang putri duyung yang ingin sekali turun ke bumi. Meltem, teman Sirene meramalkan bahwa kalau Sirene tetap bersikeras turun ke bumi, ia akan menjadi buih dan menghilang.
Karena keinginannya kuat serta ingatan masa lalu akan cinta pertamanya, Sirene akhirnya nekat turun ke bumi.
Sayangnya, begitu sampai di bumi, kekuatannya menghilang. Ia pun jatuh tak sadarkan diri.
Disitulah ia bertemu dengan Aiden Sebastian, seorang CEO yang tidak percaya dengan hal-hal gaib. Aidenlah yang menolong Sirene saat pingsan di pantai.
Saat itu Aiden berpikir bahwa Sirene adalah seorang manusi, namun begitu ia mebawanya ke kamar hotelnya, Aiden terkejut.
"Waaa! Jangan dekati aku! Makhluk apa kamu ini?" tanya Aiden kepada Sirene.
Aiden berusaha menerima kehadiran Sirene do hidupnya.
Lama kelamaan, benih-benih cinta pun tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibit Asa

Sudah 30 hari, Sirene tinggal bersama Aiden. Mereka sudah saling mengenal serta mengetahui sisi baik dan buruk masing-masing. .

Sirene baru mengetahui kalau Aiden memiliki kebiasaan unik sebelum tidur, yakni menggosokkan kedua kakinya sebanyak tiga kali pada karpet kecil di bawah ranjangnya.

Begitu pula dengan Aiden. Ia sekarang tau kalau kaki Sirene dapat menghilang dan berubah menjadi ekor hanya karena setetes air.

Mereka saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di antara mereka. Seperti contohnya, Aiden adalah pria resik yang tidak suka dengan kotor, jadi kalau rambut dan sisik Sirene rontok dan berjatuhan di lantai, ia akan segera merapikannya.

Sirene juga mempunyai kesenangan baru selama di bumi, yaitu mengemil. Ia senang sekali dengan aneka biskuit dan kue manis. Sirena akan memakan camilan-camilannya itu di jam kerja Aiden, setelah puas, ia akan segera membersihkan remahannya.

Begitu juga dengan Aiden, selama ada Sirene, Aiden merasa dimanjakan dan dilayani dengan baik. Semua keperluan Aiden telah disiapkan oleh Sirene. Mulai dari kemeja, dasi, sepatu sampai jam tangan akan disiapkan oleh Sirene di pagi hari Sirene akan menyiapkannya dengan warna yang senada.

Saat sarapan pun atau makan di jam berapa pun, Sirene sudah menghidangkan makanan di atas meja dan terkadang sering mengambilkan makanan untuk Aiden.

Hal ini tentu saja membuat Aiden merasa nyaman dengan kehadiran Sirene. Tak jarang, pria itu mencuri pandang ke arah gadis berambut biru tersebut. Entah kenapa, akhir-akhir ini seperti mengalami gangguan pada jantungnya dan hal ini ia konsultasikan kepada Matt.

"Apakah menurutmu aku harus ke dokter, Matt?" tanya Aiden suatu hari.

"Apakah sudah separah itu? Memangnya apa yang kau rasakan? Kalau tak ada gadis duyung itu, seperti saat ini, apakah kamu merasakan debaran? Apakah jantungmu berdetak dengan cepat? Kalau iya, berarti kamu harus memeriksakan dirimu ke dokter akan tetapi kalau saat ini jantungmu baik-baik saja artinya kamu telah jatuh cinta kepada gadis duyung itu, Pria Tampan," jawab Matt.

Tanpa sadari oleh Aiden, bibit-bibit cinta mulai mendarat di kehidupannya. Namun, perasaan itu ia buang jauh-jauh karena tidak mungkin rasanya ia jatuh cinta kepada makhluk gaib. Bagaimanapun juga, Sirene bukanlah seorang manusia dan ia tidak bisa menjalin hubungan dengannya, apalagi untuk menikah dengan gadis duyung itu.

'Tidak mungkin aku jatuh cinta kepadanya!' pikir Aiden menggelengkan kepalanya.

Setibanya Aiden di rumah, ia melihat Sirene sudah menyiapkan makanan untuk makan malam, dan menyambut Aiden dengan senyum manisnya.

"Selamat datang kembali, Aiden," sambut Sirene.

Deg!

"Ha-, hai," balas Aiden terbata-bata. Ia mengagumi kecantikan Sirene walau hanya memakai kaus over size milik Matt serta apron di dadanya.

Sirene menghampirinya dan menggandeng tangan Aiden, mengajaknya untuk segera masuk. "Hari ini aku mencoba membuat makanan bukan ikan," kata Sirene dengan nada lucu.

Aiden tersenyum simpul. "Ikan pun tidak masalah untukku," jawab Aiden tulus.

Malam itu, Aiden makan dengan hati tak tenang. Ia bahkan tidak dapat fokus pada apa yang dibicarakan oleh Sirene. Suara jantungnya yang bertalu-talu menutupi suara lembut Sirene.

"Aiden, kamu baik-baik saja?" tanya Sirene, ia mendekatkan wajahnya ke arah Aiden.

Deg!

Rona kemerahan dengan cepat terlukis di wajah Aiden, jantungnya semakin kencang saja bertalu-talu tatkala mata Aiden bertemu dengan mata Sirine.

Aiden menyentuh tangan Sirene yang dilambai-lambaikan di depan wajahnya. "A-, aku baik-baik saja, Sirene. Lanjutkan saja makanmu. Aku rasa aku akan beristirahat sekarang," sahut Aiden lagi.

Sirene menatap Aiden dengan khawatir. "Seharusnya dia tidak bisa sakit, karena seluruh mutiaraku ada padanya," kata Sirene bermonolog.

***

Keesokan paginya, Sirene kembali menceritakan rencananya hari itu.

"Aiden, nanti malam Lea dan alesha akan bermain di sini. Bolehkah? Saat tadi malam aku menceritakan ini kepadamu tampaknya kamu kurang fokus dan aku tidak akan mengizinkan mereka main disini andaikan kamu tidak mengizinkannya," kata Sirene.

Aiden tersenyum dan ia mengacak-acak rambut yang telah dikepang rapi oleh Sirene. "Silahkan saja, tapi ingatlah, kamu tidak boleh terlalu lelah karena kondisimu yang sedang drop. Aku tidak mau kamu menghilang hanya karena kesalahan bodoh yang kamu buat di bumi," jawab Aiden.

"Baiklah, aku akan mengingat pesanmu. Terima kasih Aiden dan berhati-hatilah di jalan," balas Sirene.

Sekali lagi, ia melukiskan senyum manis untuk Aiden dan tanpa sadar, Aiden merekam senyuman manisnya itu di dalam hati dan benaknya.

Entah apakah senyuman Sirene yang mengandung sihir atau tidak, akan tetapi itu jelas membawa dampak yang luar biasa bagi Aiden.

"Aku izin pulang cepat hari ini!" kata Aiden kepada Matt.

Kening Matt berkerut. "Kamu baru saja sampai, Aiden. Bahkan kursimu saja belum hangat dan kamu sudah minta izin pulang cepat. Ckckckc," Matt berdecak dan menggelengkan kepalanya.

"Istrimu, istri Anthem, dan ist-, maksudku Sirene akan berkumpul malam ini di rumahku," semburat kemerahan menjalar di wajah Aiden.

Sikap malu-malu Aiden membuat Matt tertawa. "Hahaha, oho! Jadi, kamu sudah menentukan kemana cintamu akan berlabuh? Get it, boy," goda Matt.

"Tidak bisa, kan? Dia duyung, Matt. Come on!" tukas Aiden ketus.

"Jika kamu berhubungan dengan cinta, segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Dan kamu akan mendapatkan kekuatan untuk dapat mendobrak dinding tinggi diantara kalian. Sayang sekali, kamu belum pernah mendengar apa yang kualami untuk mendapatkan Lea," sahut Matt. Ia membusungkan dadanya, membanggakan diri.

Akhirnya dengan izin Matt, Aiden diperbolehkan untuk pulang lebih awal. Dengan syarat, Matt diizinkan untuk ikut pesta para wanita itu.

"Apakah mereka tidak mengajakmu?" tanya Aiden heran.

Matt dan Anthem menggeleng. Anthem baru saja datang. Ia bekerja bersama Matt dan Aiden sekarang. Tadinya ia tidak ingin bekerja akan tetapi kebutuhan hidup di bumi yang cukup tinggi membuatnya harus bekerja.

"Bayangkan saja, setiap bulan ada saja kenaikan harga ini dan itu. Mana bisa aku mengenyangkan istriku dengan sihir, kan?" bisik Anthem. Ia tau, Aiden sensitif mengenai hal ini maka ia berbisik kepada Matt.

Setibanya mereka di rumah Aiden, rumah itu tampak ramai sekali dengan suara musik yang mereka mainkan dan pekik girang dari mereka.

"Kyaaa! Benarkah, eh tapi, ...." setelah hening seperti itu, tiba-tiba ada teriakan lagi yang tak kalah seru.

"Kyaaa! Benarkan? Benarkan? Astaga, aku rasa semua pria akan sama seperti itu," terdengar suara Alesya sedang berbicara.

Para pria yang baru saja masuk, membulatkan bola mata mereka mendengar pekik kegirangan dan sorak sorai yang berasal dari ruang tamu Aiden.

"Ehem!" Aiden berdeham kencang, dengan harapan mereka sadar akan kehadirannya.

Namun sayangnya, tidak ada satu pun dari mereka yang memperhatikan kedatangannya. Mata Aiden mencari keberadaan Sirene.

Seketika ia panik karena Sirene tidak ada di antara mereka. "Lea, dimana Sirene?" tanya Aiden.

Matt dan Anthem mengikuti Aiden dari belakang.

"Sirene berada di kamarnya. Ia sed-,"

Ucapan Alesya terputus karena Aiden sudah berjalan dengan cepat menuju kamar Sirene. Tanpa mengetuk, ia segera membuka pintu kamar gadis itu.

"Sirene! Apakah ka...mu .... Ca-, cantik sekali," ucap Aiden tanpa sadar.

Segala kekhawatirannya menguap seketika kala melihat Sirene yang sedang mematut dirinya di depan cermin dengan memakai gaun malam berwarna hitam dengan belahan dada yang cukup rendah. Ia menbiarkan rambutnya tergerai dengan indah.

"A-, Aiden? Kamu sudah pulang? Maafkan aku kar-," Sirene menutupi dadanya dengan kedua tangan mungil yang ia miliki.

Entah dorongan darimana, Aiden menutup pintu kamar Sirene. Matanya hanya terpaku pada gadis cantik yang ada tepat di depannya itu.

Ia mendekati Sirene, dan memperkecil jarak di antara mereka. Namun, segala keinginan yang menggodanya saat itu ia tahan.

Aiden melepas jasnya dan menutupi tubuh Sirene. "Ada Matt dan Anthe di luar. Tutupi tubuhmu," kata Aiden, dan dengan wajah memerah ia segera keluar dari kamar Sirene.

'Apa yang baru saja akan kulakukan?' pertanyaan itu menyeruak begitu saja di benak Aiden.

...----------------...

1
Nemmy
bagus 👍
nezuko
jangan sampe Sirene hamil kalo gitu. bisa tsunami
ga punya nama
anthem ga di ajak
Wahyu
bagus dan sukses terus
marieanna
adeeuu emma
DWA
keren 👍🏻👍🏻👍🏻
Oldiy
👍👍
Oldiy
ini maksudnya gimana?
Patricia Gunawan
luar biasa
~Ķímhwä~
Selamat untuk Mr. Aiden dan Mrs.Sirene
~Ķímhwä~
hei pak, pikirannya kok benar🤣
Sophia
bagus
azzura
Aaahhh! Ngga kalah keren dari novel yang pertama, kak. Aku suka setiap karya yang kakak buat. Sukses terus
Little Angel
ceritanya bagus, keren, dan di kemas santai jd mudah bacanya. sukses terus kakak 👍
Nirwana Asri
luar biasa
~Ķímhwä~
🤣🤣🤣
~Ķímhwä~
Ngakak🤣🤣🤣
~Ķímhwä~
Ayoo~, kasihannya Aidenku. sana minta sama penguasa, pasti dapat. itu kalau penguasa mau🤭
~Ķímhwä~
🤣🤣🤣
~Ķímhwä~
Sirene😭, polisi minta diubah jadi kodok sama mamah Lea, mau?
~Ķímhwä~: Sirene jadi naga keren juga kak Olive. seperti Lea yang berubah mengerikan jika marah.🤔
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!