NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Bab 23 - Villa dan Umur Panjang

Di layar ponsel Budi, iklan judi online berkedip: "Modal kecil, menang besar."

Kalimat itu mungkin cukup untuk membuat Budi merasa masih punya jalan pintas.

Bagi Raka, kalimat seperti itu hanya bau busuk dari lubang yang sama. Orang yang sudah tenggelam karena judi selalu percaya satu kemenangan lagi akan menghapus semua kekalahan. Padahal yang biasanya hilang lebih dulu adalah sisa akal sehat.

Pagi berikutnya, Raka berdiri di kantor pemasaran Villa Citraland.

Ruangannya luas, dingin, dan harum kopi mahal. Maket kawasan diletakkan di tengah ruangan seperti kota kecil yang terlalu rapi untuk disentuh. Jalan lebar, pohon palem, dan deretan rumah putih dengan halaman hijau tersusun dalam skala kecil. Di dinding, layar besar menampilkan gerbang klaster dengan penjagaan dua lapis.

Adi berdiri di samping Raka sambil memegang map tebal. Wajahnya tenang, tetapi matanya beberapa kali turun ke angka harga di brosur.

"Bos," katanya pelan, "saya sudah cek legalitas awal. Sertifikat clear, pengembang besar, akses bagus. Tapi harganya tetap bikin napas agak pendek."

Raka tersenyum. "Berapa kali kamu cek?"

"Tiga kali. Notaris rekanan juga sudah saya minta baca dokumen. Tidak ada sengketa yang terlihat. Pajak, biaya balik nama, BPHTB, semua bisa dihitung terbuka."

"Bagus."

Seorang manajer pemasaran bernama Pak Prasetyo datang dengan senyum profesional. Ia memakai batik lengan panjang dan jam tipis berwarna perak. Di belakangnya, seorang staf membawa kopi dan air mineral.

"Pak Raka, selamat datang kembali. Jadi hari ini kita lihat unit Blok A No.3 dulu, lalu jika cocok, bisa langsung lanjut booking dan persiapan AJB."

"Kita lihat," kata Raka.

Mobil golf membawa mereka melewati jalan klaster yang bersih. Tidak ada kabel kusut di atas kepala. Tidak ada motor parkir sembarangan di depan pagar. Setiap rumah berdiri dengan jarak cukup, seolah tiap pemiliknya punya hak untuk bernapas lebih luas daripada orang biasa.

Blok A No.3 berada di sudut jalan. Bangunannya tiga lantai, fasad modern dengan batu alam abu-abu, kaca tinggi, dan pintu utama kayu gelap. Halamannya cukup untuk beberapa mobil. Di belakang, ada kolam kecil dan ruang terbuka yang bisa dijadikan area latihan pribadi atau tempat menerima tamu khusus.

Raka turun dari mobil golf.

Angin pagi menyentuh wajahnya. Tidak ada bau lembap apartemen lama. Tidak ada suara tetangga berteriak di lorong. Tidak ada kenangan Ratna mengetuk pintu sambil membawa masalah keluarga Hartono.

Hanya rumah kosong yang mahal, bersih, dan menunggu pemilik baru.

Pak Prasetyo membuka pintu. "Luas bangunan sekitar delapan ratus meter persegi. Tanah seribu dua ratus. Ada lima kamar utama, ruang keluarga, ruang kerja, basement kecil, dan area staf terpisah."

Adi berdeham. "Area staf terpisah bagus untuk keamanan. Posisi sudut juga mudah dipantau."

Raka berjalan masuk. Lantainya dingin di bawah sepatu. Tangga melengkung ke lantai dua. Cahaya matahari jatuh dari jendela besar dan memantul di dinding putih.

Di ruang kerja lantai dua, Raka berhenti lama.

Dari sana ia bisa melihat gerbang klaster di kejauhan. Bukan seluruh kota. Belum. Tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa hidupnya sudah pindah dari tempat menunggu tagihan ke tempat memberi perintah.

"Harga final?" tanyanya.

Pak Prasetyo langsung membuka map. "Harga unit Rp 35 miliar. Jika termasuk BPHTB, biaya notaris, administrasi, penyesuaian interior awal, sistem keamanan tambahan, dan furnishing premium sesuai permintaan Pak Raka, estimasi total Rp 40 miliar."

Adi memejamkan mata sebentar.

Raka menatapnya. "Napas masih ada?"

Adi membuka mata, lalu tertawa pendek. "Masih, Bos. Cuma tadi hampir pergi."

Pak Prasetyo ikut tertawa, meski jelas ia sedang menahan gugup. Tidak setiap hari ada calon pembeli yang mendengar angka Rp 40 miliar dengan wajah seperti sedang memilih paket makan siang.

"Pembayaran penuh," kata Raka.

Senyum Pak Prasetyo membeku satu detik. "Maaf, Pak?"

"Saya bayar penuh. Dengan catatan semua dokumen lewat notaris, pajak dibayar resmi, tidak ada permainan bawah meja. Interior dan sistem keamanan dibuat invoice terpisah sesuai vendor masing-masing."

Pak Prasetyo cepat-cepat mengangguk. "Tentu, Pak. Sangat bisa."

Adi langsung mengambil alih bagian teknis. Ia membahas jadwal pengecekan sertifikat, rekening resmi pengembang, notaris, daftar vendor interior, spesifikasi CCTV, kontrol akses, sensor perimeter, pintu tahan dobrak, dan ruang server kecil. Cara Adi bicara membuat Pak Prasetyo paham bahwa pembeli ini bukan orang kaya yang mudah dimaniskan brosur.

Raka mendengarkan sambil sesekali memberi persetujuan.

Dalam kepalanya, ia menghitung.

Saldo terakhir: Rp 114.354.633.900.

Total pengeluaran sah hari ini: Rp 40.000.000.000.

Semua mengalir ke pihak ketiga nyata: pengembang, notaris, pajak, vendor interior, vendor keamanan. Tidak ada transaksi palsu. Tidak ada uang kembali di bawah meja. Tidak ada lingkaran yang menipu sistem.

Ketika pembayaran bertahap resmi dikonfirmasi melalui rekening perusahaan pengembang dan invoice vendor, panel biru muncul di hadapan Raka.

[Pengeluaran legal terdeteksi: Rp 40.000.000.000.]

[Sumber: pembelian properti, pajak dan biaya legal, interior, sistem keamanan.]

[Cashback 10x diproses.]

[Rp 400.000.000.000 telah masuk ke rekening host.]

[Saldo saat ini: Rp 474.354.633.900.]

Angka itu tidak lagi sekadar besar.

Angka itu mulai terasa seperti dinding kota.

Raka menghembuskan napas pelan. Di luar, Pak Prasetyo masih menjelaskan opsi material marmer. Adi sedang menandai daftar inspeksi akhir. Tidak ada yang tahu bahwa dalam satu tarikan napas, rekening Raka baru saja menebal empat ratus miliar.

Namun panel biru belum menghilang.

[Ambang aset pribadi tercapai.]

[Hadiah tahap menengah diberikan: Perpanjangan Umur +10 Tahun.]

Raka membeku.

Kali ini bukan karena uang.

Uang membuat orang berani mengambil ruang. Tetapi waktu membuat orang berani menyusun masa depan.

Ia tidak merasakan kulitnya menjadi lebih muda. Tidak ada otot mendadak membesar. Tidak ada rambut berubah, tidak ada cahaya ajaib yang membuat orang sekitar menoleh. Tubuhnya tetap tubuh yang sama: kuat karena peningkatan fisik sebelumnya, tenang karena latihan, dan masih harus makan, tidur, serta menjaga kesehatan.

Tetapi di dalam dirinya, ada rasa kosong yang tadinya tidak ia sadari, seolah jam pasir yang selama ini menetes tanpa suara tiba-tiba mendapat tambahan pasir.

Sepuluh tahun.

Bukan sepuluh hari untuk lari dari tagihan. Bukan sepuluh bulan untuk memanjakan dendam.

Sepuluh tahun untuk membangun sesuatu yang tidak bisa dirampas oleh satu keluarga parasit.

"Bos?"

Suara Adi menariknya kembali.

Raka menoleh. "Ya?"

"Bapak baik-baik saja? Tadi diam."

Raka melihat ruang kerja luas itu, jendela tinggi, halaman yang bisa diatur menjadi zona aman, dan map dokumen yang menunggu tanda tangan terakhir.

"Baik," katanya. "Saya hanya sedang memastikan rumah ini bukan cuma tempat tinggal."

Adi menatapnya. "Maksudnya?"

"Ini akan jadi basis pribadi. Pilih titik aman, jauh dari kantor Garuda Shield. Semua akses masuk tercatat. Area staf jelas. Ruang kerja terlindungi. Jika suatu hari tekanan melebar dari keluarga Hartono ke arah lain, kita tidak panik mencari tempat."

Adi mengangguk, langsung masuk mode kerja. "Saya siapkan protokol. Personel tidak tinggal di sini kecuali shift tertentu. Tidak ada kesan rumah pribadi berubah jadi markas preman. Semua legal dan rapi."

"Itu yang saya mau."

Sore menjelang ketika mereka kembali ke kantor pemasaran untuk menandatangani dokumen awal. Pak Prasetyo masih beberapa kali melirik Raka dengan campuran hormat dan tidak percaya. Staf yang tadi membawa kopi kini berjalan lebih hati-hati, seolah lantai di sekitar Raka menjadi lebih mahal.

Setelah semua selesai, Raka menerima kunci simbolis dalam kotak beludru kecil. Kunci asli dan akses resmi akan diserahkan setelah proses notaris tahap akhir, tetapi simbol itu cukup.

Ia menggenggam kotak itu.

Dulu, ia memegang kunci apartemen kecil dengan rasa takut: takut Ratna marah, takut Bu Sumini datang, takut Budi membuat masalah, takut saldo tidak cukup sampai akhir bulan.

Sekarang, ia memegang kunci villa dengan saldo hampir setengah triliun dan umur yang diperpanjang sepuluh tahun.

Di tempat lain, Budi masih menatap iklan judi.

Di tempat ini, Raka menandatangani masa depan.

Malamnya, ketika mobil meninggalkan kawasan Citraland, panel biru muncul sekali lagi, kali ini tanpa suara panjang.

[Aset Host telah mencapai ambang batas. Misi khusus akan segera dibuka.]

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!