NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimensi Kegelapan

WUUUUUSHHH!

Suasana dingin yang membekukan seketika menyergap ketika ke-32 anggota Miracle melangkahkan kaki menembus pusaran energi hitam. Sensasi hampa udara merayap di kulit mereka selama beberapa detik, sebelum akhirnya pijakan kaki mereka kembali menyentuh tanah yang keras dan berbatu.

Saat pandangan mereka menyapu sekeliling, pemandangan di hadapan mereka membuat napas terhenti sejenak.

Langit di dimensi ini berwarna ungu pekat tanpa pendar matahari maupun bintang. Di kejauhan, berdiri sebuah istana raksasa berdinding batu hitam bergerigi yang dikelilingi oleh benteng-benteng tinggi. Awan hitam tebal berputar-putar di atas menara utamanya, memancarkan petir-petir keunguan yang menyambar berkali-kali.

"Jadi ini... kerajaannya Darking?" gumam Abzari sambil merapatkan pegangan senjatanya. Tanah tempat mereka berdiri terasa tandus dan mengeluarkan asap tipis berbau belerang.

"Udaranya berat banget," ujar Tsalwa sambil menekan dada, mencoba mengatur napasnya yang mendadak terasa sedikit sesak akibat tekanan energi kegelapan.

Dimas dengan sigap berdiri di samping Tsalwa, menyalakan pelindung energi kecil dari perangkatnya untuk membantu menetralkan tekanan udara di sekitar mereka. "Tetap di dekat gue, Wa. Energi kegelapan di sini emang sengaja dirancang buat menekan stamin musuh."

"Satelit dan radar kita masih bisa berfungsi," panggil Arunnaqa dari barisan tengah, jari-jarinya menari di atas layar kontrol. "Tapi sinyalnya terbatas. Kita harus tetap dalam jarak formasi agar komunikasi antar-kota gak terputus."

ROAAAAARRRRRRR!

Raungan bertubi-tubi mendadak menggema dari balik bukit batu di depan mereka. Dari kegelapan, ratusan pasang mata merah menyala mulai bermunculan. Pasukan monster dimensi dengan berbagai bentuk—mulai dari makhluk bersayap gelap hingga monster berkulit batu hitam—mulai merayap keluar, mengepung posisi 32 Miracle dari segala arah.

"Mereka udah menyambut kedatangan kita," ujar Iyan, mengencangkan genggamannya pada pedang matahari yang kini berkilat terang di tengah kegelapan.

Sintia melangkah di dekat Iyan, memancarkan aura pelindung di sekitar mereka. "Kita selesaikan ini bareng-bareng, Yan."

Ayyasy melangkah ke depan, mengangkat senjatanya tinggi-tinggi ke udara. Pendar cahaya emas memancar kuat dari tubuhnya, menembus atmosfer pekat dimensi Darking.

"Davi, Tasya, Arunnaqa! Buka barisan depan!" seru Ayyasy memimpin dengan suara menggelegar. "Jangan biarkan mereka memecah barisan kita! Tunjukkan pada mereka kekuatan penuh dari 32 Miracle!"

"SIAP!" teriak seluruh anggota Miracle dari Zenith, Kosmik, Cyber, dan Harvest serempak.

Dengan formasi gabungan yang sudah teruji, 32 pahlawan tersebut melesat maju menerjang gelombang pertama pasukan monster Darking, memulai pertempuran sengit di jantung dimensi kegelapan!

Pertarungan sengit pun pecah di tengah dataran tandus dimensi Darking! Gelombang demi gelombang monster merayap dan terbang menyerbu posisi ke-32 Miracle. Suasana medan perang dipenuhi kilatan cahaya elemen, gema dentuman senjata, serta raungan makhluk kegelapan.

Sesuai rencana awal, para Miracle bertarung secara taktis dan efisien. Mereka menggunakan teknik kombinasi terukur sambil cermat menyimpan stamina agar energi mereka tidak terkuras sebelum berhadapan langsung dengan Darking.

Di barisan paling depan, Iyan melesat lincah menembus kerumunan monster. Pedang mataharinya memancarkan tebasan api yang langsung membelah barisan monster berkulit batu. Di sisinya, Rava dan Ghani bahu-membahu menahan gempuran monster bersayap; Rava mengalihkan perhatian musuh dengan gerakan berlian berhulingnya, sementara Ghani memberikan tebasan kristal balasan yang presisi.

Di barisan menengah, Alya memutar selendang pelanginya secara anggun. Kain spektrum tujuh warna itu memanjang dan melilit puluhan monster sekaligus, mengunci pergerakan mereka di tanah. Fadhil memanfaatkan momen tersebut dengan melayangkan tinju emas berkecepatan tinggi yang menghancurkan musuh-musuh yang terikat. Rahman turut melapisi serangan dengan pancaran Api Jiwa, membakar habis sisa-sisa energi kegelapan yang mencoba bangkit kembali.

Di barisan belakang, Cheryl melayang santai di udara menaiki bola air besar sambil menembakkan bola-bola air untuk melumpuhkan monster-monster yang berusaha menerobos ke arah tim pendukung. Tsalwa, Serafe, dan Nailu tetap siaga memastikan kondisi stamina serta menyembuhkan cedera-cedera kecil anggota tim dengan sihir penyembuh mereka.

Melihat jumlah monster yang makin tak terkendali di area tengah, Ayyasy melompat jauh ke udara. Dari ketinggian, matanya bergerak cepat melakukan scanning ke seluruh sudut medan pertempuran untuk mengukur posisi musuh dan jarak aman teman-temannya.

Setelah memastikan koordinat yang tepat, Ayyasy mengangkat senjatanya tinggi-tinggi. Langit ungu pekat dimensi Darking mendadak terbelah! Dari balik awan hitam, muncul sebuah meteor api raksasa yang membara terang, meluncur deras menuju kumpulan monster di bawahnya.

Abzari yang melihat meteor api Ayyasy meluncur turun tidak tinggal diam. Dengan cekatan, ia menghentakkan kedua tangannya ke tanah, memanggil pusaran angin topan yang sangat dahsyat.

WUUUUUSHHH!

Pusaran angin Abzari menyapu area pertempuran, mengangkat ribuan monster ke udara dan mengurung mereka tepat di jalur lintasan meteor Ayyasy!

Sintia yang berada di dekat barisan pertahanan menyaksikan momen tersebut. Seketika, insting bertarungnya menyala tajam. Ia tahu kombinasi elemen panas dan dingin dalam skala besar akan memicu ledakan gelombang kejut yang sangat dahsyat. Sintia mengangkat kedua tangannya ke atas.

CRASHHHH!

Sebuah gunung es raksasa bertingkat mendadak mencuat tumbuh dari dalam tanah, persis berada di bawah gulungan angin Abzari dan siap menyambut meteor api Ayyasy!

Melihat tiga serangan berskala masif itu akan bertabrakan, Davi, Arkan, dan Rehan bertindak cepat tanpa ragu sedikit pun. Ketiganya menancapkan senjata dan pelindung mereka ke tanah secara bersamaan, menciptakan kubah perisai pelindung dari batu, tanah dan kayu berlapis tebal yang menutupi seluruh tubuh ke-32 Miracle.

"Tahan perisainya!" seru Davi memperkuat dinding energinya.

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMM!

Meteor api raksasa Ayyasy menghantam puncak gunung es Sintia dengan kecepatan penuh! Perbenturan dahsyat antara panas esktrem dan dingin yang membekukan menciptakan ledakan termal luar biasa. Gunung es dan meteor itu hancur berkeping-keping secara bersamaan, melepaskan gelombang kejut dan uap panas yang menyapu seluruh medan perang!

Ribuan monster yang terperangkap dalam angin Abzari hancur tak tersisa, sementara sisanya terlempar kencang dan jatuh bergelimpangan di tanah tandus.

Begitu uap ledakan mereda dan perisai Davi, Arkan, serta Rehan terbuka, area pertempuran di sekitar mereka telah bersih. Ratusan monster telah tumbang, membuka jalan lebar menuju pintu gerbang utama istana Darking!

Langkah demi langkah, ke-32 Miracle melintasi abu dan reruntuhan batu tempat para monster baru saja tumbang. Medan perang yang tadinya penuh dengan raungan makhluk kegelapan kini mendadak hening, menyisakan gema derap langkah kaki mereka yang berderap mantap menuju ke depan.

Di barisan paling depan, Ayyasy mendarat dengan anggun setelah melancarkan serangan meteornya. Ia menyapu keringat tipis di dahi, lalu menoleh ke arah Sintia, Abzari, Davi, Arkan, dan Rehan.

"Kerja bagus semuanya! Serangan kombinasi tadi bener-bener tepat sasaran," puji Ayyasy sambil mengacungkan jempolnya.

Sintia tersenyum tipis, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan kena gelombang angin. "Insting refleks aja tadi. Beruntung perisai dari Davi, Arkan, sama Rehan kokoh banget, jadi kita gak kena efek ledakannya."

"Yoi dong! Perisai pertahanan tiga kota gak usah diraguin lagi!" sahut Rehan bangga, memukul pelan perisai di tangannya.

"Tapi jangan seneng dulu," sela Tasya sambil mengamati radar holografik di pergelangan tangannya. "Sisa-sisa monster Kroco memang udah habis di area ini, tapi sinyal energi pekat dari arah istana makin menguat. Musuh utama kita... lagi nunggu di dalam."

Gerbang utama istana Darking kini berdiri megah di hadapan mereka. Tingginya mencakar langit ungu, terbuat dari besi hitam yang dipenuhi ukiran garis-garis merah menyala yang berdenyut pelan. Uap dingin memancar keluar dari celah bawah pintu gerbang tersebut.

Dimas dan Tsalwa melangkah mendampingi Ayyasy di barisan depan. Dimas memeriksa tablet penunjuk energinya sekali lagi.

"Sistem mendeteksi gak ada jebakan mekanis di gerbang ini," ujar Dimas serius. "Tapi tekanan energi kegelapan di dalam sana puluhan kali lipat lebih pekat dibanding di luar."

Night menggenggam gagang senjatanya makin erat. Tatapannya lurus menatap ukiran gerbang itu. "Dia sengaja sengaja ngebuka jalannya. Dia mau kita masuk."

Ayyasy menoleh menatap seluruh rekannya satu per satu. Dari Zenith, Kosmik, Cyber, hingga Harvest, tidak ada satu pun raut wajah ketakutan di antara 32 pahlawan muda tersebut. Yang ada hanyalah pancaran tekad membara yang siap menerangi kegelapan paling pekat sekalipun.

"Sesuai formasi awal," tegas Ayyasy memberi komando. "Tim penyerang di depan, pendukung jaga barisan belakang. Begitu gerbang terbuka, tetap saling lindungi!"

"SIAP!" sahut ke-32 Miracle serempak.

Iyan dan Davi maju bersamaan, dorongan energi cahaya dan bumi dikumpulkan pada kedua tangan mereka. Dengan satu hentakan kuat, mereka mendorong pintu gerbang besi hitam raksasa itu.

CREEEEAAAKKKK... BOOM!

Suara engsel raksasa bergema memecah keheningan saat gerbang perlahan terbuka lebar. Di dalam sana, sebuah aula besar bersiluet pilar-pilar batu tinggi menyambut kedatangan mereka. Dan tepat di ujung aula, duduk di atas singgasana batu yang megah, sosok pria bertubuh tinggi besar berbalut jubah hitam pekat sedang menyunggingkan senyuman licik.

Darking telah menanti mereka. Pertempuran puncak yang sesungguhnya kini resmi dimulai!

1
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
Ayyasying
lu ngasih villainnya OP banget bang. di combo ga mati
Ayyasying
kacau villainnya terlalu farming aura🔥🔥🔥
Ayyasying
sangar euy villainnya
Ayyasying
gacorrrr
Ayyasying
Sedih banget bang masa lalunya di night 😭😭😢
Ayyasying
GG Gaming😍😍
Ayyasying
keren banget bang miracle Harvest kuat kiat💪💪💪
Ayyasying
💪💪💪
Polaris 03
Lanjutkan
Herman Syah
kerenn
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
serafe cowok apa cewek?
Ayyasying: cewek
total 1 replies
Guzzie
💪💪💪
Ayyasying: subscribe atuh yah
total 1 replies
Guzzie
lanjutan
Guzzie
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!