NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 10 Memiliki masa lalu yang sama

Tangisan Suci bukan hanya di lantai atas, tapi tangisan Suci juga sampai lantai bawah, di kamar tempat asisten rumah tangganya. Tangisinan itu membuat bi Minah sedikit merinding, biasanya saat ada Suci di rumah yang bi Minah dengar hanya lantunan ayat suci Al-Qura'an, tapi sekarang berbeda.

"Non Uci kenapa iya? Apa jangan-jangan non Uci kesurupan?"

Bi Minah berpikir kalau Suci kesurupan, karena selama ini ia belum pernah mendengar tangisan Suci yang begitu menyedihan, terakhir Suci menangis seperti itu saat Ayahnya meninggal dunia, selama 1 minggu Suci menangisi Ayahnya, tangisan itu sama persis seperti tangisan yang bi Minah dengar sekarang. Sulis yang terus mendengar tangisan adiknya, ia memutuskan untuk ke kamar adiknya, tapi saat membuka pintu, ia melihat Bundanya yang sedang mengetuk kamar adiknya, jadi ia urungkan niatnya, biarlah Bundanya yang menenangkan, sedangkan ia besok akan memohon pada Arkan agar membatalkan pernikahan, karena ia sudah tau sifat adinya, kalau adinya sudah melangkah, maka tidak akan mundur sekali pun.

Anisa berkali-kali mengetuk pintu kamar putrinya, tapi sama sekali tidak ada jawaban, hingga ia memutuskan untuk membuka pintu, ia masuk ke dalam kamar putrinya, ia melihat putrinya yang sedang menangis duduk di lantai dengan merengkuh ke dua lututnya. Hati Anisa memang sangat sakit saat mendengar tangisan dari putrinya, tapi hati ia lebih sakit saat melihat putrinya yang menangis duduk di lantai. Anisa langsung berjongkok, mensejajarkan dengan putrinya, ia langsung menarik tubuh putrinya dalam pelukannya.

"Jangan menangis nak, kalau memang kamu mencintai Gus Ali, maka batalkan saja pernikahanmu bersama nak Arkan. Bunda tidak pernah rela melihat kamu menangis seperti ini. Bunda tau kalau kamu mencoba untuk lebih baik lagi dengan mengorbankan kebahagiaanmu untuk nak Arkan, tapi jika hati kamu tidak bisa menerima itu, Bunda akan batalkan pernikahanmu bersama nak Arkan. Bunda tidak ingin melihat kamu menangis lagi, dulu kamu cukup menderita saat Ayah meninggal, tidak apa-apa kalau kamu kali ini egois dan memilih Gus Ali, dari pada hati kamu di selimuti rasa tidak ikhlas, karena nantinya kamu sendiri yang akan tersakiti. Sakit bukan hanya hati saja yang sakit, tapi pisik kamu juga nanti sakit."

Suci langsung membalas pelukan dari Bundanya, ia menenggelamkan kepalanya di dada Bundanya, ia tidak mampu berkata-kata saat Bundanya menasehatinya, ia hanya memberi jawaban dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak mungkin untuk mengecewakan Arkan.

"Nak, jangan paksa dirimu, Bunda mohon, jangan seperti ini, kamu harus mengahiri semuanya dengan nak Arkan. Bunda tidak sanggup kalau putri kecil Bunda menangis seperti ini."

Anisa mengelus lembut kepala putrinya, rambut putrinya sudah benar-benar berantakan. Suci tidak menjawaban sama sekali, ia masih menangis tersedu-sedu. Setelah sekitar 20 menit tangisan Suci mereda, dan pikiranya mulai tenang, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap mata Bundanya.

"Bunda, maaf, tangisan Uci pasti membangunkan tidur Bunda."

Anisa langsung menghapus air mata yang membasahi pipi putrinya, bisa ia lihat bahkan gamis di bagian dada putrinya basah karena air mata.

"Jangan minta maaf nak, Bunda mengerti perasaan kamu. Sekarang Bunda tanya sama kamu, kamu yakin menolak Gus Ali dan menerima nak Arkan?"

Suci diam sesaat saat mendengar pertanyaan dari Bundanya, seumur hidup Suci baru kali ini saat keputusan yang ia ambil itu menjadi ragu, biasanya apa pun yang akan keputusan yang ia ambil, ia akan melangkah maju walau pun banyak kekecewaan di depan sana. Anisa yang melihat putrinya hanya diam, ia menjadi bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Setelah kejadiannya menjadi semakin rumit.

"Nak, boleh Bunda bicara masa lalu kamu?"

Anisa bertanya dengan hati-hati, biasanya putrinya akan menangis saat membicarakan masa lalunya, tapi ia sampai saat ini belum mengucapkan terima kasih langsung pada Arkan, lelaki yang telah menolong putrinya, ia ingin sekali mengucapkan terima kasih, tapi ia takut membuat putrinya malu, karena masa lalu putrinya itu sangat begitu bebas. Namen bagi Anisa, ia tetap bangga memiliki putri seperti Suci, walau pun masa lalu putrinya sangat begitu bebas, tapi putrinya sekarang sudah menjadi lebih baik.

"Bunda sudah tau siapa lelaki yang menolong Uci?"

Suci yakin kalau Bundanya akan mengatakan itu.

"Iya nak, yang menolongmu dan membawamu ke rumah sakit adalah nak Arkan, Bunda sempat meminta rekaman cctv rumah sakit. Awalnya Bunda ingin berterima kasih secara langsung, tapi saat Bunda sampai kantor nak Arkan. Nak Arkan sudah pergi ke Singapure, dan nak Arkan di sana 1 bulan, bahkan sampai sekarang Bunda belum mengucapkan terima kasih padanya, hingga takdir mempertemukanmu lagi dengan nak Arka."

"Kenapa kak Arkan ada di sana juga Bund? Apa nasibnya seperti Uci dulu?"

"Iya, sama persis seperti kamu nak, Ayahnya meninggal saat usia nak Arkan 19 tahun, ia terpuruk hingga terjun bebas ke dunia malam, tapi nak Arkan adalah orang baik nak. Nak Arkan tidak pernah bermain dengan wanita malam di sana."

"Bunda bisa tau detail tentang kak Arkan bagai mana ceritanya?"

Suci melupakan sejenak tentang masalahnya dengan Gus Ali, sekarang hanya ada jiwa kepo yang menggebu-gebu.

"Sebelum kaka kamu memutuskan untuk menikah, Bunda sudah cari tau tentang semua kehidupan nak Arkan, karena Bunda takut kalau putri Bunda salah mengambil lelaki untuk menjadi suami, hingga akhirnya saat lamaran, ternyata nak Arkan adalah putra dari Keyla, sahabat Bunda saat sekolah dulu."

Suci tersenyum saat mendengar jawaban dari Bundanya.

"Nak, apa kamu akan mengucapkan terima kasih? Atau akan menutup rapat masa lalumu pada nak Arkan?"

"Kak Arkan berhak tau masa lalu Uci Bunda, apa lagi kak Arkan yang menolong Uci, tentu Uci akan mengucapkan terima kasih juga, tapi Uci belum siap untuk sekarang, mungkin setelah menikah Uci akan jujur masa lalu Uci."

"Kamu yakin nak tetap menikah dengan nak Arkan?"

"Uci yakin Bunda, jodoh adalah cerminan diri sendiri, masa lalu kak Arkan sama dengan masa lalu Uci, kita sama-sama pernah terpuruk. Uci akan berusaha untuk mengikhlaskan Gus Ali, tapi walau pun begitu biar Uci lebih yakinnya, Uci akan sholat Istikarah terlebih dahulu, agar hati Uci yakin kalau pilihan Uci memang benar."

Anisa tersenyum bahagia sambil meneteskan air mata, dulu saat ia masih muda bahkan tidak pernah berpikir seperti itu, hingga berakhir dengan penghianatan, lalu datang Ardi untuk melamarnya, hingga ia sedikit tau banyak tentang agama.

"Nak, Bunda sangat bangga, sifat Ayahmu menurun padamu, kamu selalu sabar menghadapi segalanya tidak seperti Bunda."

"Bunda jangan pernah merasa buruk, bukan'kah Bunda bilang kalau masa lalu itu di jadikan pelajaran untuk kita belajar lebih baik lagi dari sebelumnya?"

"Iya nak, lalu kapan kamu mengurus surat pindahnya?"

"Tadinya mau besok Bund, sekalian pamit pada Umi sama Abi dan yang lainnya, tapi sepertinya besok tidak bisa, mata Uci bengkak, takut tidak fokus menyetir."

"Kalau begitu bawa saja Supir Bunda."

"Tidak usah Bunda, nanti Uci kesana sendiri."

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!