NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Jessica pun mengambil map tersebut dan membacanya, senyuman nampak jelas diwajah Jessica yang membuat Rose mengerutkan keningnya bingung.

"Rose, coba kamu baca ini, Kakak rasa kamu akan sangat menyukainya" ucap Jessica dengan memberikan naskah tebal seperti buku bacaan itu kepada Rose yang berada tepat disebelahnya.

Rose pun mengambil naskah tersebut dengan pandangan tidak lepas dari Jessica, ia masih bingung kenapa Kakaknya itu sangat senang setelah membaca sebuah naskah yang ujung-ujungnya hanyalah sebuah film biasa.

Mengambil naskah tersebut dan membacanya secara pelan agar Rose dapat mengerti maksud yang disampaikan didalamnya. Hingga Rose juga di buat senang akan naskah tersebut namun wajahnya masih datar seperti awal tidak ada perubahan ekspresi disana yang membuat ketiga orang diruang tersebut hanya ikut diam saja tanpa berkomentar.

Rose sangat pandai dalam menyembunyikan perasaan, ekspresi atau apapun itu. Karena ia tidak ingin membuat orang lain dengan mudah menebak atau seolah sangat tau tentang apa yang dirasakannya.

"Lalu apa anehnya dengan naskah ini??" tanya Rose datar.

David semakin heran dengan perempuan yang berada tepat didepannya sekarang, sungguh aura dinginnya mengalahkan David.

Namun meskipun begitu, mata David tidak berhenti memandang kearah Rose, yang seperti sebuah pemandangan indah sedang berada didepannya.

"Tim Produksi film tersebut ingin dirimu untuk menjadi pemeran utama wanitanya" sahut David tidak kalah dingin.

David ingin membuktikan kepada dirinya sendiri kalau ia tidak akan tertarik dengan perempuan manapun selain Vero kesayangannya.

"Baiklah, saya akan mempertimbangkannya" sahut Rose.

"Tim Produksi meminta jawaban cepat karena kalau tidak peran ini akan diberikan kepada Aurel yang sejak kemarin sangat menginginkannya" ucap David.

"Saya memberikan waktu hingga besok jika tidak ada kabar, peran ini akan saya berikan kepada Aurel" sambung David dan beranjak bangun dari sofa tersebut meninggalkan Rose dan Jessica yang masih duduk disana.

Jessica bingung dengan ucapan Rose barusan, mengapa Rose harus memikirkannya segala padahal film tersebut sangatlah bagus begitu pikir Jessica. Namun dirinya pun tidak bisa memaksakan kehendaknya karena yang akan menjalaninya adalah Rose, dirinya hanya bisa membantu dan mendukung semua keputusan Rose asal itu masih berada di jalur yang benar.

"Kalau begitu kami berdua permisi" ucap Jessica yang sudah berdiri bersama Rose bersiap meninggalkan David dan Sekertaris Ren.

Setelah meninggalkan ruangan David, Rose dan Jessica beserta Alex pun kembali keruangan mereka seperti semula. Pikiran Rose saat ini masih bimbang apakah harus menerima tawaran tersebut atau tidak.

Dirinya memang ingin menerima tawaran tersebut namun hati kecilnya seperti menyuruh agar dirinya tidak terlibat dalam pembuatan film itu, perasaannya seperti mengatakan jika akan ada sesuatu yang terjadi nantinya dan bisa berakibat buruk untuk dirinya.

Namun itu hanyalah perasaan dan dugaan tanpa dasar yang tidak bisa Rose jadikan patokan. Rose memutuskan malam ini dirinya akan memikirkan betul-betul tawaran tersebut.

Sampai di ruangannya Rose langsung saja di cecar berbagai macam pertanyaan oleh Jessica.

"Sekarang Kakak ingin mendengar apa alasan mu hingga tidak menerima tawaran film tersebut??" tanya Jessica dengan dirinya yang masih berdiri didepan Rose yang sudah duduk di kursinya.

Rose menggeleng bingung.

"Entahlah Kak, Rose hanya mempunyai perasaan yang tidak enak saja akan film itu, takutnya nanti Rose kenapa-kenapa lagi" jawab Rose seadanya.

Memang benar itulah yang saat ini ia rasakan, perasaan yang tidak nyaman mengganjal di hatinya.

Jessica pun berjongkok dan memegang kedua tangan Rose, ia memerhatikan begitu dalam bola mata tajam Rose tersebut seolah sedang menyalurkan keyakinan kepada Rose.

"Dengarkan Kakak, tidak akan terjadi apa-apa kepadamu, Kakak jamin itu. Kakak akan melindungi mu, oh bukan hanya Kakak tapi sekarang kita mempunyai Alex yang senantiasa akan ada bersama kita. Kamu paham sayang" Jessica berusaha membujuk Rose namun dirinya juga tidak ingin memaksakan agar Rose menerima tawaran tersebut.

Jika Rose memang menolaknya maka ia pun akan menerima keputusan tersebut.

"Akan Rose pikirkan Kak" hanya itu yang terucap dari bibir Rose.

Jessica mengangguk sembari tersenyum.

"Akan Kakak tunggu jawabanmu, tapi yang perlu kamu tau apapun keputusan kamu nanti Kakak akan selalu mendukungmu" ucap Jessica dengan memeluk Adik kesayangannya itu.

Kedua Kakak beradik itu pun berpelukan saking menguatkan diri masing-masing.

Sedangkan manusia satu lagi yang disebutkan namanya tadi hanya menjadi pendengar yang baik didepan pintu luar ruangan tersebut. Dirinya tersenyum mendengar percakapan dua Kakak beradik tersebut, ada suatu kehangatan didalamnya yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.

"Nona Jessica sungguh dewasa dalam menyikapi segala hal, betapa beruntungnya orang yang akan menjadi pendampingnya nanti" Alex bermonolog sendiri dengan hatinya.

Sedangkan di tempat lain yaitu ruangan David sedang kedatangan tamu yang tidak diundang yaitu Aurel beserta Managernya yaitu Dion.

Kedatangan Aurel tersebut sedari awal memang tidak baik-baik, dirinya bahkan menutup pintu ruangan David dengan kasar hingga membuat bunyi yang sangat keras yang dapat mengagetkan siapa saja yang mendengarnya.

Tidak terkecuali David dan Sekertaris Ren yang sedang berada didalam ruangan itu. David yang masih duduk di kursi kebesarannya dengan Sekertaris Ren yang berada disampingnya menatap lurus kearah pintu masuk ruangan tersebut.

Nampak jelas wajah Aurel yang begitu terlihat sangat marah dengan diikuti Dion dibelakangnya.

Brakkk...

Aurel menggebrak meja kerja David.

"Apa yang kau lakukan, aku sudah bilang kalau aku mau menjadi pemeran utama didalam film itu. Tapi kenapa malah kamu berikan kepada Artis tanpa asal usul itu" ucap Angel dipenuhi dengan kemarahan bahkan suaranya saja terdengar keras menusuk telinga.

David melepaskan beberapa lembar kertas yang sempat ia pegang tadi keatas meja kerjanya dan melonggarkan sedikit dasinya yang terasa mencekik itu.

"Aku tidak bisa membujuk mereka karena Tim Produksi sendiri yang menginginkan dia menjadi pemeran utama di film tersebut" jawab David dengan segala kebenarannya.

"Lalu apa gunanya aku mempunyai Agensi jika tidak bisa mengabulkan keinginan ku" tanya Aurel dengan suara yang masih keras.

David beranjak dari tempat duduknya, berjalan mengitari mejanya hingga berdiri tepat didepan Aurel yang membalikkan badannya juga berusaha menatap kearah David.

"Perlu aku ingatkan. Aku tidak pernah memaksamu untuk masuk kedalam Agensi ku dan kalau kamu mau aku bisa memutuskan kontrak kita sekarang juga meskipun aku harus membayar pinaltinya. Uang segitu tidak ada apa-apanya didepan ku, kamu camkan itu" ucap David dengan rahang yang mengeras, menahan amarah akibat perkataan Aurel tadi.

David berjalan meninggalkan Aurel, namun baru beberapa langkah David menghentikannya. "Dan satu hal lagi, kami adalah sebuah Agensi bukan Jin Aladin yang bisa mengabulkan segala permohonan mu" tegas David.

Aurel yang merasa dipermalukan pun pergi dari ruangan David dengan amarah yang masih menyelimuti tubuhnya. Dion sang Manager hanya bisa terdiam melihat kemarahan dari seorang David yang begitu mengerikan.

* * *

Hari sudah malam dengan bintang dan bulan yang sudah menampakkan diri mereka sebagai pertanda nya.

Begitupun dengan Rose dan Jessica yang akan pulang kembali kerumah setelah selesai proses syuting iklan produk makanan ringan tadi.

Mereka bertiga memasuki lift untuk mencapai lantai dasar, suasana dalam lift hanya ada keheningan menyapa tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut ketiganya.

Belum lift tersebut mencapai lantai dasar namun pintu lift terbuka menandakan seseorang yang juga akan ikut dengan mereka turun kelantai dasar. Namun siapa sangka seseorang yang akan ikut mereka di lift tersebut adalah Aurel dan Dion.

Aurel yang awalnya masih diliputi kemarahan tiba-tiba menjadi bersemangat ketika melihat bahwa lift yang akan ia tumpangi telah di huni oleh seseorang yang ia anggap musuh dan saingan.

Aurel dan Dion pun memasuki lift tersebut dengan wajah yang angkuh Aurel berdiri disamping Rose sedangkan Dion berdiri didekat Jessica dan Alex yang berada tepat dibelakang Rose dan Aurel.

"Hei Artis tanpa asal usul, sadar diri kalau kamu itu ngga cocok buat memainkan peran difilm terbaru itu. Artis seperti mu itu hanya akan mencoreng dunia perfilman saja" Aurel mulai memanasi suasana di dalam lift tersebut.

Alex yang mendengar perkataan Aurel tadi hendak melakukan sesuatu untuk Aurel yang berani menghina Rose secara terang-terangan. Namun hal itu dicegah oleh Jessica dengan menahan tangan Alex dan menggelengkan kepalanya sambil menatap Alex.

Namun Rose hanya diam saja mendengar hinaan dari Aurel, Rose hanya memutar bola matanya malas dengan kelakuan yang sering Aurel buat.

Aurel yang merasa tidak dihiraukan oleh Rose menjadi semakin geram, apalagi melihat wajah Rose yang sangat tenang itu membuat dirinya semakin terpancing emosi.

"Asal kamu tau ya, aku bisa membuat karirmu itu hancur dalam sekejap jika kamu sampai berani mengambil peran itu dari ku. Akan ku buat hidupmu seperti dineraka. Camkan itu." Aurel menjeda kalimatnya sebentar "Kamu hanya Artis yang mengandalkan keberuntungan tidak bisa dibandingkan sedikitpun dengan diriku yang mempunyai latar belakang keluarga yang berpengaruh" Aurel menghentikan kalimatnya ketika pintu lift sudah terbuka dan mencapai lantai dasar.

Aurel dan Dion pun sudah keluar dari lift dan berjarak tiga langkah dari Rose yang belum bergeming dari tempatnya semula.

"Tunggu" ucap Rose setelah sekian lama tidak berbicara semenjak dalam lift tadi.

Rose pun memangkas jaraknya dengan Aurel diikuti oleh Jessica dan Alex yang bersiaga dibelakangnya kalau seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Langkah Rose berhenti tepat ketika ia berdiri didepan Aurel yang hanya berjarak beberapa centimeter saja. Bahkan wajah keduanya sangat dekat seolah Rose sengaja untuk mendekatkan wajah dinginnya itu.

Dengan tatapan tajam dan meremehkan Rose mulai membuka suaranya.

"Lalu, apakah Artis murahan dan gampangan seperti mu yang cocok untuk memerankan karakter di film itu" Rose menggelengkan kepalanya didepan Aurel. "Tidak, karakter mu sangat tidak cocok untuk peran itu. Disitu memerlukan karakter wanita yang polos, bagaimana bisa perempuan buas seperti mu memerankan karakter itu"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Buset Rose sekali bicara pedes amat ya 🤣🤣🤣

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!