Sekuel dari novel HeavenlyEarth..
Gala ArMikha Rahardian Wijaya, pengusaha muda yang tertarik pada adik angkatnya sendiri yang tak lain adalah anak dari salah satu ART di rumahnya, tapi sayang cinta Gala tak pernah di Terima oleh sang gadis pujaan hati sampai sosok pria lain yaitu Sean hadir dalam hubungan Gala dan Ara yang masih belum jelas kepastiannya.
Siapakah yang akan di pilih Ara? .
Gala yang ia cintai atau Sean yang selalu Ada?
Yuk, kepoin kisah Gala Asmara dan jangan lupa klik ❤️ ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemana, Ra?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Gala kalau gak di jodohin mana punya pacar, Mi..
Biar Abi yang carikan calon istri untuknya, dan Abi sudah tau siapa dia!" ucap Bumi pada istrinya yang tanpa mereka sadari jika ada Ara di belakang keduanya mendengar semua yang sedang di bicarakan.
"Jangan maksa gitu, ah. Umi gak suka. Biarin Gala menikah dengan pilihannya" tolak Khayangan, sebagai seorang ibu tentu kebahagiaan sang anak adalah prioritasnya.
"Maaf, Umi.. Abi" ucap Ara yang kembali melanjutkan langkah setelah menarik napas dalam-dalam dan ia hembuskan perlahan tak lupa Ara juga menghapus sedikit cairan bening yang siap jatuh dari ujung mata lentiknya.
"Ara, bawa apa sayang? " tanya Khayangan pada Ara yang dianggapnya anak bungsu, karna sebenarnya wanita itu ingin sekali memiliki anak kembali tapi mak othor enggan memberinya karna pasti lier buat cari nama lagi.
"Bawa kue kesukaannya Abi" jawab Ara, ia memeluk Umi nya dengan manja setelah meletakan nampan ke atas meja.
"Wah, enak nih, Ara udah nyicipin belum, sini Abi suapin" goda Bumi pada gadis pujaan hati putra sulungnya. Pria baya kaya raya itu tak tahu jika putri kecilnya sangat di cintai oleh Gala sejak dulu.
"Udah, tadi sebelum dibawa kesini Ara makan beberapa potong di dapur" jawabnya sambil terkekeh, meski ia berkata sudah tapi nyatanya mulut mungilnya tetap terbuka lebar dan itu langsung mengundang gelak tawa Bumi dan Khayangan.
Ketiganya berbincang dan bercanda seperti biasa, Ara adalah satu-satunya yang kini menemani masa tua Bumi dan Khayangan setelah si kembar dewasa dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Gelak tawa Ara begitu renyah di telinga kedua orangtua angkatnya tanpa disadari itu hanya demi menutupi hatinya yang sedang terluka.
.
.
*****
Ara termenung di pojokan tempat tidurnya, ia peluk kedua kakinya sambil menenggelamkan wajah sedihnya diatas lutut.
Ara sayang kakak, Apa setelah ini kita tak bisa bersama? lalu apa artinya Ara tolak semua cowo cowo ganteng itu demi kakak, kalau tau Abi bakal jodohin kakak, Ara udah dari pacaran dari dulu.
Gadis malang itu terus menitikan air mata kecewa sambil merutuki kebodohannya sendiri. Ara memang selalu menolak semua lelaki yang mendekat hanya demi Gala, ia cinta pria tampan itu meski hatinya masih ragu untuk menerima.
Ara mendongakkan wajahnya, ia hapus lelehan cairan bening di matanya seraya membuang napas kasar. Dengan perasaan tak menentu ia turun dari atas ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tubuh polosnya yang tanpa benang sehelai pun kini sudah berdiri di bawah shower yang mengeluarkan air dingin.
"Seger"
Tiga puluh menit berlalu, kini ia sudah duduk di kursi meja rias untuk merapihkan diri. Rambut yang masih sedikit basah itu ia urai begitu saja berharap angin akan mengerikan kan surai hitamnya nanti.
"Udah cantik, eh emang aku cantik kan! kata kak Gala aku yang paling cantik di hatinya tapi ngomong ngomong kok paling cantik ya? emang ada yang lain yang sama cantiknya juga?" gerutu Ara saat mengingat rayuan receh Gala padanya.
"Bodoamat ah!"
Ara meraih dompet dan ponselnya, ia masukan dua benda tersebut kedalan tas yang biasa ia pakai untuk keluar rumah. Tanpa adanya tujuan jelas, Ara nekat pergi untuk melupakan kejadian pagi tadi.
Tap... tap... tap...
Suara langkah kakinya terhenti di tengah tangga saat ia berpapasan dengan Gala, pria itu menatap aneh gadis kecilnya.
"Mau kemana, Ra?" tanya Gala.
.
.
.
Cari pacar..!!!!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Eaaa....
Strong woman ya, Ra.. gak boleh menye-menye 🤣
Sama sugar Daddy kalo perlu 🤭🤭
langsung bubar jalan itu chatting 👻
🐒:"pisang ya 1 Tundun 👻🤣😎"
gue malah suudzon di tabrek Jessy 😆
😂😂😂😂😂😂🌹
ijin pingsan oey