NovelToon NovelToon
Single Mother

Single Mother

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Ini adalah kisah Kanina, gadis 20 tahun yang harus kehilangan masa depannya. Di tengah malam yang gerimis, seseorang menyeretnya dengan paksa. Memperlakukan gadis itu bagai binatang.
Alung, putra dari orang ternama di kota itu. Anak badung yang selalu membuat masalah. Kali ini, masalah yang ia buat bukan main-main.
Anggara Kusuma Dinata, pria 35 tahun yang sudah didesak sang ibu untuk segera mengakhiri masa lajang. Pria terpandang di kampung sebelah, dambaan para gadis desa dan mantu idaman.

Mana yang akan melangkah bersana Kanina?
Bagaimana kisah Kanina, setelah sebulan kemudian ia dinyatakan hamil?

Hai, selamat datang di novel terbaru Sept. Jangan lupa baca juga novel Sept yang lain.
1. Rahim Bayaran
2. Suamiku Pria Tulen
3. Istri Gelap Presdir
4. Dea I Love You
5. Wanita Pilihan CEO
6. Kesetiaan Cinta
7. Menikahi Majikan

Ig : Sept_September2020

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang

Mencari Daddy  Bag. 10

Oleh Sept

Rate 18 +

Saat dokter keluar dari ruang UGD, Gara langsung menghampiri pria berjas putih dengan stethoscope yang mengantung di lehernya tersebut.

"Bagaimana kondisinya, Dok?"

Terlihat sekali kalau Gara nampak prihatin dengan kondisi gadis yang hanyut di sungai tersebut. Padahal mengenal saja tidak, mungkin jiwa sosialnya yang membuat simpati serta empatinya tergugah.

"Bapak tidak usah cemas, berkat kuasa dari Tuhan, istri dan calon anak Bapak baik-baik saja. Tapi masih perlu pengawasan dan rawat inap."

"Istri? Anak?" batin Gara bertanya-tanya.

"Sudah, Pak. Saya permisi dulu," pamit dokter yang membuyarkan lamunan Gara.

"Terima kasih ... terima kasih, Dok!" Gara menoleh kanan dan kiri. Melihat punggung sang dokter yang menjauh dan hilang di sudut lorong rumah sakit. Setelah itu menatap ruang UGD.

Sesaat kemudian, Kanina yang masih pingsan dipindah ke ruang perawatan. Sambil menunggu gadis itu sadar, Gara pun ke ruang administrasi.

Pria itu bingung mau menulis tentang identitas Kanina yang belum ia ketahui. Sambil menelpon bawahannya, ia bertanya. Apa ada dari warga kampung sebelah yang kehilangan anggota keluarga. Karena Gara yakin, bahwa gadis yang masih dirawat itu bukan warga kampungnya.

Karena kampung mereka yang bersebelahan, dan apabila ada kabar atau desas-desus di kampung, beritanya itu cepat sekali menyebar. Tidak butuh media untuk meliput. Tidak perlu wartawan untuk mewawancari narasumber. Cukup dari mulut ke mulut. Maka berita sekecil apapun akan langsung viral.

"Anuuu ... Ada Pak Gara. Baru semalam. Tapi tidak hilang, kata warga ada gadis yang kabur sebelum diusir warga."

"Diusir?" Dahi Gara mengkerut.

"Tolong ceritakan kronologinya!" pinta Gara lagi di telpon.

"Ini menurut kabar, Tuan. Katanya gadis itu baru pulang dari kota. Baru beberapa bulan pulang kampung, tapi sepertinya sudah hamil waktu di kota. Mungkin dia bekerja sebagai wanita malam di ibu kota, Tuan."

Gara menelan ludah saat mendengar anak buahnya menceritakan apa yang terjadi di kampung sebelah.

"Lalu?"

"Nah ... semalam katanya para warga meminta penjelasan. Tapi gadis itu malah lari. Kabur, mungkin takut diarak atau diusir dari kampung."

"Apa?"

"Penyakit masyarakat, Tuan. Di kampung sebelah memang tidak membiarkan warganya bekerja yang bukan-bukan. Kalau ada yang menyimpang sedikit, mereka pasti berbondong-bondong menghilangkan penyakit masyarakat yang meresahkan itu, Tuan. Oh ya ... ada masalah apa Tuan? Kok tumben ingin tahu kabar kampung sebelah?"

"Tidak ... bukan apa-apa, ya sudah. Terima kasih informasinya," Gara langsung mematikan ponselnya.

Tut Tut Tut

Selesai telpon, Gara terlihat memikirkan sesuatu. Kemudian memutuskan untuk melihat kondisi gadis yang masih pingsan tersebut. Saat masuk ruang yang serba putih itu, Gara tidak menyangka, gadis itu ternyata sudah sadar.

Keduanya saling menatap, kemudian Gara menarik kursi dan meletakkan di samping ranjang.

"Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Gara sembari memperhatikan ekpresi Kanina. Dan saat itulah, ia baru ingat. Gadis yang pernah ia temui. Yang pernah ia beri minum di tepi jalan saat beberapa bulan lalu.

"Kamu tidak ingat? Kita pernah bertemu sebelumnya," sambung Gara.

Kanina yang masih lemas, hanya berkedip dan mengangguk pelan.

"Ehemmm ... bisa saya hubungi anggota keluargamu?"

Kanina langsung menggeleng, "Jangan!"

Seolah sudah membaca situasi yang sedang terjadi. Gara nampak tenang dengan reaksi spontan gadis tersebut.

"Baiklah, kalau begitu ... boleh saya tahu siapa namamu?"

"Kanina!" jawab gadis itu lirih.

"Kanina, kamu tahu kalau kamu sedang hamil?"

Kanina mengangguk.

"Maaf sebelumnya, apa semalam kamu mencoba bunuh diri?" tebak Gara.

Gadis itu langsung menggeleng keras.

"Syukurlah!" Gara merasa lega, ia pikir Kanina sengaja terjun ke sungai semalam. Karena putus asa.

"Ya sudah, istirahatlah. Kamu aman di sini."

Kanina melirik pada sosok pria berwibawa di depannya itu. Kemudian menundukkan wajahnya kembali.

"Terima kasih!" suara Kanina terdengar serak. Jujur, ia tidak tahu harus lari ke mana lagi. Ia pikir semalam ia sudah mati. Gadis itu merasa tidak punya arah dan tujuan. Tidak ingin membuat ibunya malu, Kanina ingin pergi yang jauh.

"Hem ... kalau boleh tahu, di mana ayah dari bayi yang kamu kandung? Mungkin saya bisa menghubunginya untukmu? Dan mungkin dia juga sedang mencari kalian."

Hati Kanina sudah over capacity, sudah over load. Jangan tanya pria jahat yang sudah merengut kesuciannya. Karena itu seperti mimpi buruk yang selalu meneror hidupnya. Gadis itu masih terlihat menyimpan rasa trauma yang berat.

"Kenapa diam? Saya mungkin bisa membantu. Jujur saja, setiap orang pasti pernah khilaf," bujuk Gara.

"Saya tidak mengenalnya!" ucap Kanina dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Suaranya bergetar, gadis itu akhirnya hanya bisa menangis pasrah.

Gara memejamkan matanya rapat-rapat, tangannya mengepal. Dari sini ia mulai paham, bahwa gadis di depannya kemungkinan besar telah diperkusi. Bersambung.

1
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya selesai
Ila Lee
biar kn dulu gara AL bersama Alung .nanti juga pastu pulang
Ila Lee
sedih Thor 😭😭😭😭😭😭😭
Ila Lee
polis ya anak hilang susah di cari
Ila Lee
semoga altar selamat ya ini lh akibat keegoan orang tua anak yg jadi korban seharus nya gara dan Nina beri lh Altar bersama Daddy nya walaupun hanya sebentar nanti bicara baik 2
Ila Lee
Altar sama MCM Alung orang nya panas barang anak sama Daddy perangai juga sama suka membangkang keres kepala
Ila Lee
wahdu Alung bincanglah dengan cara baik 2 AL masih kecik biar dia bersama mamanya
Ila Lee
wahdu mbak roh jgn diungkit loh
Ila Lee
biasa lh kn anak kecil dia sangka mama nya sudah tidak sayang kerana punya adik
Ila Lee
.ngak tahan lihat ya lung🤣🤣🤣
Ila Lee
kasihan pak Rafi jgn cemburu ya🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
ganas kamu Alung kn masih kecil di masok terus- kn lecet 😂
Ila Lee
kn di ganggu 🤣🤣🤣
Ila Lee
kasian mbak Ani itu bukan hantu itu hantu lagi keenakan main jongkang jongkit mbak🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
kn enak syurga dunia Elena
Ila Lee
apa tu ular cobra ya🤣🤣🤣
Ila Lee
walaupun masih remaja Elena pandai menjaga harga diri tidak langsung emosi lehat mama Aftar hamil 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
.kn jadi salam faham Elena j silap aling tidak cerita kisah masa lalu
Ila Lee
lanjut thor ❤️
Ila Lee
biar mereka tahu Elena sekarang bukan yg dulu boleh kalian bully sekarang sudah ada suami yg menjaganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!