Si Raja Es yang merupakan Ketua Osis SMA Generasi Bangsa, dipertemukan dengan badgirl kelas mujaer yang belangsak dan petakilan. Berulang kali membuat masalah, berulang kali ngebuat Elang kesal. Benci jadi cinta? Udah biasa.
Apa jadinya kalau cinta menjadi benci,
Lalu harus dipertemukan lagi oleh semesta?
Badgirl vs Ketos started>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10. Luke and Hans
Jam menunjuk angka 10.50 malam, namun mata Elang belum bisa terlelap, karena bosan dia pergi ke lantai bawah untuk mengambil minuman soda dari kulkas.
Namun ia baru sadar kalau Rafael sudah menelan semua minuman dan makanan di sana dan betul saja di dalam kulkasnya hanya terisi oleh wortel dan tomat.
Dengan malas ia melangkahkan kaki menuju ke minimarket yang jaraknya hanya 30 meter dari rumah, sekalian menikmati udara malam Jakarta yang masih ramai dengan orang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Saat sampai Elang langsung mencari minuman soda tapi ada yang menarik perhatiannya di sana, di rak sebelah yang berjejeran mie instan.
Orang yang tadi siang berada di Vancaffe, mengenakan jacket hitam, topi, dan —dia tidak maskernya. Namun bukan Elang kalau harus kepo dengan urusan orang lain jadi dengan segera dia memalingkan wajah, mengambil minuman lalu beranjak ke kasir.
"15 ribu, ada yang mau dibeli lagi?" kata kasir selagi Elang mengambil dompet.
"Oh, shit!" batin Elang, lupa kalau kartu kredit dan dompetnya tertinggal di kamar, apa harus balik lagi mengambil dompetnya?
"Lama amat, gue nunggu di sini," sahut seseorang di belakang dengan nada jengkel.
Elang memalingkan wajah ke arahnya dan mata cokelat itu seketika melebar saat tahu yang di depannya adalah Elang.
Identitas Gabriel ketahuan dan Elang menatapnya dari atas ke bawah seakan mengenali siapa orang yang berdiri di belakangnya itu.
"Cicak," gumam Elang membuat Gabriel berdecak kesal.
"Miskin dasar!" ledek Gabriel membawa beberapa bungkus mie instan lalu memberikannya pada kasir.
"20 ribu mbak," kata kasir dengan ramah dan Gabriel mengeluarkan uang 50 ribuan.
"Sisanya buat orang kasim mbak," lanjut Gabriel dan mbak kasir tersebut terkekeh geli.
Setelah itu Gabriel pergi dan Elang dengan polosnya meminum soda yang dibayar olehnya. Saat hampir habis baru teringat,
"Ngapain gue minum ini?" batin Elang berpikir sejenak lalu melanjutkan acara minumnya. Anehnya dia lupa buat menghardik si cicak atau paling tidak membalas Gabriel karena telah meninju perutnya tadi siang.
Namun, ya sudahlah... mata itu membuatnya kehabisan kata.
×××
Pagi harinya Rafael datang lebih awal 15 menit karena dia tahu, hari ini PR matematika sangat banyak. Dia tidak mau kena hukum seperti kemarin, disuruh pakai lipstick selama satu hari oleh Bu Eka.
"Pael, lagi apa??" sapa seorang gadis manis dari kelas sebelah, Naura Alleandrea Putri seorang penggemar berat Rafael dari kelas 10 hingga kelas 11 walaupun saat ini Naura sudah tidak sekelas lagi dengan Rafael namun ia tetap memperjuangkan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
Rafael tidak pernah menyukai siapapun sejak kelas 9 karena pernah merasakan yang namanya patah hati, dia trauma dengan percintaan yang membuatnya jatuh terlalu dalam sampai tidak sadar tengah berada di jalan raya dan ditabrak mobil.
Namun Rafael beruntung karena hanya sedikit cedera di bagian kepala itupun sembuh dalam waktu 2 bulan, tapi hatinya belum sembuh sampai saat ini.
Sedangkan gadis yang berdiri di hadapannya tidak akan berhenti menanyakan kabarnya atau paling tidak menyapa Rafael, itu karena Naura sangat menginginkan Rafael yang memiliki wajah seperti oppa-oppa koreyah dan suara imut.
Siapa yang tidak menyukai Rafael? Semua pasti akan bilang iya karena bukan hanya para gadis bahkan para cowok akan dibuat terkagum dengan wajahnya yang sumpah mulus dan putih, sampai Kiki protes padanya.
"Pael, muka lo mulus amat kayak pantat ayam. Gue pengen juga elah,"celetuk Kiki sambil mengelus pipi Rafael.
"Lo gesekin muka lo di aspal, yakali muka lo jadi mulus juga," kata Rafael to the point dan Kiki mengerucutkan bibirnya, kesal.
"Pael... Gue di depan lo," kata Naura lagi membuyarkan lamunan Rafael dari masa lalunya. Rafael tetap tidak menoleh, masih setia dengan tugas matematika yang sangat banyak.
"Ishhh Paelll... gue buatin bekal buat lo, makan yaah?" kata Naura lagi kali ini Rafael menoleh karena sangat lapar dan beruntung Naura membuatkan bekal.
Rafael memang suka yang namanya gratisan. Kalo dapat langsung ludes ditelannya semua. Apalagi kalau sedang marah, disogok dengan beng-beng aja langsung baikan.
Manik matanya menatap Naura yang sudah menghilang dari ujung pintu lalu memakan bekal yang dibuatkan dengan lahap.
"Si tiang kalo lagi makan suka lupa sama temen sendiri," sahut Nauval meletakkan tasnya dengan sembarangan.
"Otaknya makan mulu, tapi badan tetep cungkring... Liat nih gue kekar!" timpal Daniel sambil mempraktekkan pose berotot ke Rafael yang malah tersedak nasi goreng.
"Gwila si abwang, bwadan cuwngkring gwitu diwbilang kwekwar wkkwk!" ledek Rafael dengan mulut penuh nasi goreng.
"Mata lo tinggal di rumah kali bang," sambungnya ketika sudah menelan nasi goreng.
"Biar cungkring banyak yang suka." Daniel membalikkan kursi ke belakang lalu berhadapan dengan Rafael.
"Lo kenal gak geng yang kemaren itu?" sahut Kiki tiba-tiba membuat semua temannya melirik penasaran.
"Mereka komplotannya si Gabriel, sumpah gue liat dari ig si kembar itu... Si Luke sama Hans!" kata Kiki dengan rempong.
"Lah terus apa hubungannya sama Enyak gue?" ketus Nauval.
Pletak!
"Katanya si Luke sama Hans bakal pindah," ujar Kiki namun tidak satupun dari mereka menoleh.
Rafael menggigit tulang ayam, Nauval menggoda para cewek dan Daniel ngupil dengan muka nge-fly .
"Ke sekolah kitaaa!!" teriak Kiki namun temannya acuh hening sejenak.
Krikkrikkrik..
"APA! MEREKA PINDAH KESEKOLAH KITA??!" teriak mereka berbarengan membuat semua mata tertuju –atau lebih tepatnya memang sudah dari tadi memerhatikan mereka terutama yang cewek dan itu membuat Elang yang baru mau masuk ke kelas langsung pergi ke kantin.
"BASI WOI BASI! ASTAGA KEZEL BAT GUA!" gahar Kiki pada keempat temannya yang loadingnya lama kayak nungguin doi peka.
LAMA BANGET.
"Serius kalo bohong gue tang burung lo," ancam Daniel emosi.
"Kan gue udah bilang mereka sekomplotan sama Gabriel... Dan dua temennya lagi bakal nyusul."
Ucapan Kiki terpotong saat semua murid gaduh melihat Bu Eka membawa dua orang murid kembar yang pastinya adalah;
"Kenalin gue Luke Navare Alexandra, dan disebelah gue Hans Navaro Alexandra, adek gue. Salam kenal," sapa Luke melempar senyuman manisnya membuat para siswi memekik kegirangan.
"Meleleh aku mashh!"
"Halalin aku bang!"
"Bening bat njer kalah kita."
Begitulah ucapan yang terlontar dari mulut mereka, sesekali para cewek menyapa Luke dan Hans sehingga mereka tambah tersenyum lebar membuat para siswi mimisan di tempat.
Elang masuk saat mereka memperkenalkan diri lalu menatap si kembar dengan sinis, namun Luke tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Hal itu membuat keempat teman Elang emosi bahkan Kiki sudah memakan gabus di bangku.
"Sok kegantengan banget, sumpah gue cium tau rasa," decak Kiki.
"Idih, marah apa nafsu Ki?" semprot Rafael ketus, tentu ia juga kesal dengan kehadiran murid baru di hadapannya karena popularitasnya akan menurun.
"Tunggu, Gabriel gak datang?" ucap Daniel tiba-tiba membuat keempat temannya termasuk Elang memandangi kursi di sebelah Elang.
"Apa dia lagi merencanakan sesuatu?" tanya Elang dalam hati.
****
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️❤️
moga kedepannya Thor lebih teliti 👌🏻👍🏻💪
ceritanya bagus banget🤩