NovelToon NovelToon
Teman Kakak Ku

Teman Kakak Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Octaviandri23

18+

Milly hanya bisa memendam perasaannya terhadap seorang pria tampan yang merupakan teman kakaknya sendiri.

Pria itu dingin, sulit digapai. Pria yang irit bicara. Dan hanya kepada Milly pria itu bersikap tak acuh.

Hingga suatu ketika Milly mulai menyerah akan perasaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octaviandri23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Pensi SMA Sawarna (3)

Riuh tepuk tangan mengiringi langkah Turn On turun dari atas panggung. Dion DKK saling bertepuk tangan tos karena mereka berhasil menguasai panggung dan mengguncang penonton ikut bernyanyi bersama mereka. Seolah mereka adalah grup Band terkenal melakukan tour concert ke penjuru dunia.

Senyum manis terbit di wajah Milly, ikut senang melihat Dion DKK tertawa senang akan keberhasilan mereka tampil di atas panggung. Tak lupa mereka mengatakan terima kasih pada Milly, mereka pun juga takjub dengan kemampuan Milly bermain drum bersama mereka.

Tersentak Milly memundurkan badannya saat Dion mau memeluk Milly di depan teman mereka.

"maaf Milly gue kesenangan. Lupa gue kalo lo cewek nya Nathan," Dion menangkup kedua tangannya, memohon ampun. Tapi wajah senang Dion masih terlihat jelas disana. Milly berdecak kesal mendengar Dion berbicara seperti itu.

"kita bener-bener berterima kasih sama lo. Lo pengen apa Mil, biar kita turutin."

Setelah Dion mengatakan itu teman teman yang lain ikut menyerahkan diri menawarkan pada Milly.

"iya Mil, lo pengen apa ? Nasi Ayam Mbok Ijah ? Atau lo mau gue beliin tiket nonton film romantis sama Nathan ? Mumpung gue baru dapet duit jajan nih. Besok besok gue nggak bisa beliin karena duitnya udah habis," tawar salah satu personil Turn On, Ajun.

"udah nggak usah," Milly melambaikan tangan. "kita berhasil tampil aja udah cukup kok. Gue juga bakal bingung kalo kalian nggak jadi tampil."

Mereka mendesah lega. Memang Milly teman yang paling baik sedunia, batin mereka berkata kompak.

Tak lama kemudian Nathan menghampiri mereka yang masih berdiri di sisi panggung, dia tersenyum memandangi mereka bercengkrama di sana.

"gokil, kalian keren banget." Nathan memberikan tangannya untuk ditepuk oleh mereka. Mereka langsung melakukan tos keberhasilan.

"berkat Milly, Nat." tambah Dion masih mengangungkan kebaikan Milly. Milly hanya tersipu mendengar Dion.

"ya sudah kalian istirahat. Nanti minta snack sama Iyan di ruang pengisi acara."

Dion DKK menuruti perintah Nathan, mereka berjalan meninggalkan Milly yang masih bersama Nathan. Laki laki itu menarik tangan Milly, Nathan masih ingin bicara dengan gadis itu.

Wajah berbinar Nathan terpancar di sana, menyaksikan Milly di atas panggung adalah kesukaan Nathan sedari dulu. Itulah alasan kenapa Nathan menyukai Milly, gadis itu terlihat sangat berbeda saat di atas panggung. Terlihat kuat, berani dan cantik.

Milly tertegun sejenak setelah merasakan sentuhan halus di pucuk kepala. Laki laki itu mengelus rambut Milly, sembari menatap Milly dengan tatapan lembut dan dalam.

"Makasih Mil, berkat bantuan kamu acaranya berjalan sukses."

Milly tersenyum simpul sebagai sebuah jawaban. Ia bingung apa yang harus dia lakukan lagi. Sentuhan Nathan membuat gerak Milly terbatas. Jadi canggung.

"Mil,"

Milly menoleh ke sumber suara. Ia terkejut melihat kakak nya benar datang ke acara sembari menenteng plastik berisi botol minuman bersoda. Bersama dengan seorang pria yang sedari tadi ia hindari.

Yang Milly pandangi sekarang bukan pada Adit yang sedang tersenyum padanya. Melainkan ke arah pria disebelah Adit dengan wajah datarnya.

Namun tatapannya mendelik tajam. Seolah pria itu mengunci Milly agar tidak menghindar. Milly heran kenapa raut El marah memandanginya, untuk pertama kalinya ia melihat El seperti itu.

Milly bersusah payah menelan saliva. Berusaha bersikap biasa saja meski El masih mengunci Milly melalui sorot matanya.

"hei Nathan." sapa Adit sembari menaikan tangan kanan nya ke atas. Lalu dibalas oleh Nathan dengan menepuk tangan Adit. Melakukan tos ala pria.

"nih aku bawain minuman, untung aku bawa banyak jadi kita bisa minum bersama." Adit mengeluarkan botol minuman dan diberikan ke Nathan, dan juga diberikan pada Milly. Milly meraih botol itu dengan tangan sedikit gemetar, wajahnya tertunduk karena ia El masih menatapnya tajam.

"kakak jadi kesini ?" Milly membuka percakapan demi menghilangkan rasa gugupnya.

"iya, kemarin kan kakak udah bilang kalo mau dateng." sahut Adit.

Selama Milly dan Adit berbicara, 2 orang lainnya diam berpandangan satu sama lain. Nathan memandangi El yang juga memandanginya, tatapan mereka sengit, tidak ada yang mencoba memutusnya. Nathan menilai penampilan El mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, Nathan akui jika pria yang dihadapannya ini terbilang tampan.

Selain tampan El memiliki tinggi badan dengan bobot tubuh proposional, wajar saja jika sedari tadi banyak para siswi membicarakan pria yang berjaga di salah satu stand sekolah, dan rela membeli minuman di sana yang merupakan sponsor utama acara.

El pun ikut mendelik Nathan, laki laki yang ia ketahui memiliki banyak prestasi di sekolah, selain terkenal di SMA Sawarna namanya pun juga terkenal di berbagai sekolah lain. Dan laki laki di depannya ini juga memiliki wajah tampan.

Berbanding terbalik dengan El berwajah dingin, justru wajah Nathan terlihat hangat dan murah senyum. Tipikal orang yang mudah mendapatkan teman, tak sungkan berbaur dan mudah mengulur tangan kepada orang lain.

Itulah penilaian El.

"nanti kamu pulang jam berapa dek ?"

Milly berfikir sejenak. "kayaknya aku pulang malam kak,"

"nanti kakak jemput ya dek," Adit melirik jam tangan nya berwarna hitam. Memperkirakan bila ia sanggup menjemput Milly. Namun ia harus kembali ke kantor dulu untuk kembali merekap data pemasukan yang Adit tunda.

"biar Nathan yang anter Milly, kak. Aku bawa mobil kok," tawar Nathan membuat sebelah alis El naik ke atas. Wajahnya berubah jadi sinis.

Adit melirik ke arah sahabatnya. Wajah sinis itu tertangkap oleh Adit.

"nggak usah, Milly sama aku aja. Kamu pasti juga capek 'kan ? Aku nggak mau ngerepotin kamu," tolak Adit halus. Dia tahu jika Nathan ditugaskan sebagai ketua panitia, pasti Nathan akan semakin lelah jika dipaksa mengantar Milly pulang.

"nggak kok kak, sama sekali nggak ngerepotin. Aku masih bisa anter Milly sampai rumah."

Milly hanya bisa diam mendengar obrolan Adit dan Nathan, wajahnya masih tertunduk, karena Milly masih merasa bawah El masih menatapnya.

Gadis itu tidak mengerti, ia berfikir apa Milly sedang melakukan kesalahan padanya sehingga pria itu menatap tajam padanya. Harusnya Milly tidak memikirkan sikap dingin pria itu, harusnya ia bersikap tak acuh seperti yang sering dilakukan pria itu padanya. Harusnya Milly tidak menganggap El ada.

Tapi Milly tidak bisa.

"nggak apa apa Nathan, aku aja yang jemput Milly. Kamu bantu kabarin aku aja kalo kalian udah selesai di sekolah." putus Adit sembari tersenyum. Nathan hanya mengangguk pasrah, merasa bahwa ia harus lebih semangat untuk meyakinkan calon kakak ipar jika Milly akan aman bersamanya.

Adit dan El pergi meninggalkan Milly dan Nathan, mereka harus kembali ke stand sebelum mereka dicari oleh teman mereka. Sebelum sampai di stand Adit menepuk bahu El sebanyak 3x, tak lama kemudian El menunjukan sebuah smirk andalannya.

*********************************

***Hi readers,

Untuk pertama kalinya aku memberikan footnote kepada kalian, disini aku ingin mengucapkan rasa terima kasih karena telah meluangkan waktunya untuk membaca cerita pertama ku di Mangatoon ini.

dan aku turut mengucapkan terima kasih yang telah memberikan tanda suka dan komentar semangat up padaku.

see you on the next chapter,

love you,

octaviandri23***

1
Gladys Harlida
kereeen👍 dari 2025 balik lagi kesini setelah berapa tahun. sungguh romansa masa muda yang indah, penuh perasaan sekaligus menggebu2, liar & sex*y diselingi background problematika keluarga. semua plot & tokoh digambarkan dengan realistis & natural. bukannya saya mensupport se*x pranikah ya.. tapi romantika macam ini akan terkenang indah & manis kelak hingga puluhan tahun menikah. dan bagusnya El & Milly konsisten sampai nikah walau El itu tipe bad boy hot sih sampai dia punya anak gadis.. plus nya dia setia aja. se-noveltoon saya paling suka cerita ini. 😍
Muna Junaidi
😍😍😍
sakura
....
Ran Aulia
Terimakasih kak, ceritanya bagus.👍👍👍😍😍
Riri
oh, tenang El, q berhasil LDR-an 6 tahun, sekarang anakq Uda sepasang...
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
😭😭😭😭😭
May Keisya
knp jadi gitu😭😭😭
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
jawaban yg sgt bagus🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak 🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
sadis amat🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak😂...tidak sesuai ekspektasi 🤣
May Keisya
lah kan hp Milly di pasang GPS ma Adit...bkln ketauan
May Keisya
ganggu nih org🤣🤣🤣
May Keisya
yg anteng ya dit😂
May Keisya
ya ampuuun 😂😂😂🤣...PD ngintip toh🤣
May Keisya
ih ga kebayang bau keinget🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!