Aku terpaksa harus menikah dengan seorang pria yang ditingglkan kekasihnya menjelang pernikahan mereka, semua kulakukan karena aku butuh uang untuk pengobatan mamaku.
Mama angkatku yang telah mengasuh dan membesarkanku.
menyayangiku sepertj anaknya sendiri
wau aku bukan darah dagingnya.
Karma????? aku tak perduki jika itu karma sekalipun. karma akibat perbuatab kedua ornagtua kandungku.
yang akj tahu, akh hanya ingin berbakti sebagai anak, membalas budi orangtua angkatku.
Aku merasakan siksaan, hinaan dan cemoohan suamiku, semua kutelan.
hingga akhirnya Tuhan membuja hati suamiku dan kami memiliku anak.
Namun, kebahagiaan kamj harus di uji...
kekasih suamiku kembali, wanita yang meninggalkan suamiku menjelang pernikahan mereka.
bagaimana nasib pernikahanku??
Apakah suamiku akan kembalj pada kekasihnya itu???
inilah kisahku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patuh
Kinar dan mamanya sudah masuk ruang perawatan, jika bukan cucu pemilik rumah sakit, mereka di haruskan menginap dua hari minimal dirumah sakit untuk memantau perkembangan, namun mereka salah satu pemiliknya jadi bisa menentukan sendiri kapan mereka datang.
Sementara Satria sedang berdiskusi dengan dokter Nugraha dan dokter Hendra, sebenarnya Anggi merupakan pasien dokter Hendra, namun karena dokter Hendra pindah keluar negeri, ia memberikan kepercayaan pada adiknya dokter Nugraha untuk merawat Anggi.
Tok tok tok
Pintu ruangan di ketuk , lalu masuklah dokter muda yang sangat tampan, Satria mengerutkan alisnya karena merasa tak sing dengan dokter muda itu
"Assalamu'alaikum om, papa Hendra, papa" ucapnya sopan mencium punggung tangan mereka satu persatu dan berjabat tangan dengan Reyhan
"Tunggu, kamu???? apa kamu anak itu?"tanya Satria
"Yup om saya Adam om, ponakan om yang paling ganteng"ucap Adam tersenyum lebar
"Ya Allah, om sampai pangling, kamu ganteng banget sih, apa kamu sudah ketemu sama Kinar??"tanya Satria antusias, ia tahu hubungan Adam dan Kinar sangat dekat, malah ia pernah berharap jika Kinar jatuh cinta dengan Adam, namun harapan itu ia pendam saat perceraian Nugraha dan Adam di bawa keluar negeri oleh mama nya.
"Sudah om, beberapa waktu lalu, mungkin Kinar lupa cerita sama om"
"Oh ya, ya, Kinar sudah menikah jadi kami jarang bertemu nak, tapi hari ini dia ikut ke rumah sakit menemani mamanya"
"Oh ya om? nanti Adam akan temui dia"
"Kita balik lagi fokus pada operasi Anggi, jadi apa semua persiapannya sudah siap? Kita akan segera operasi Anggi begitu semua siap” ucap Hendra memberi komando
”Mas Satria, nanti Adam dalam team dokter yang akan mengoperasi Anggi, ia sekarang sudah dokter spesialis bedah" ucap Nugraha bangga
"Alhamdulillah, selamat ya nak, om percayakan Tante padamu” ucap Satria menepuk punggung Adam
Setelah selesai diskusi, Satria dan Reyhan kembali keruangan Anggi, tak lama kemudian Adam menemui mereka
Adam datang hanya untuk memberi salam pada Anggi, dan sekaligus melihat Kinar, setelah itu ia kembali keruangan Operasi .
Tak selang lama suster datang dengan membawa kursi roda, mereka memindahkan Anggi keruang operasi, operasi di bulai setengah jam kemudian.
Satria, Anggi dan Reyhan terlihat sangat tegang menunggu di ruang tunggu kamar operasi
Sudah satu jam operasi Anggi namun belum selesai juga. Kinar terus melantunkan doa dan istighfar dalam hati untuk kesembuhan mama tercintanya
Dua jam kemudian
pintu ruang operasi terbuka, para team dokter keluar, Nugraha dan Adam tersenyum ketika seluruh keluarga mendekati
"Bagaimana operasinya dokter?"tanya Satria
"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, sekarang Tante Anggi sedang di kamar pemulihan, nanti suster akan membawa Tante Anggi menuju ruang rawat, kalian sudah bisa tenang sekarang" ucap Adam me
wakili papa nya
”Alhamdulillah"ucap semua orang mengelus dada lega
Kinar segera mengabari adiknya Aisya, ia menangis bahagia, begitu juga papa nya dan Reyhan, mereka saling berpelukan
Di ujung telepon Aisya menangis lega, ia sedari tadi sangat khawatir, ia terus menunggu kabar dari Kinar
"Aisya, beritahu adik-adik semua, operasi mama sukses, mama akan sembuh dan berkumpul lagi dengan kita"
"Iya kak, Terima kasih Ya Allah, engkau beri kelancaran dalam operasi mama"ucap Aisya lirih
Setengah jam kemudian, Anggi di dorong dari dalam ruang pemulihan menggunakan ranjangnya, ia terlihat masih tertidur, wajahnya pucat.
Seluruh keluarga mengiringi Anggi hingga sampai keruangan mereka.
Satria sangat bahagia, ia tak henti-hentinya bersyukur. Kinar sangat bahagia melihat kedua orangtuanya saling menyayangi hingga tua, ia merasa iri karena rumah tangganya tak semulus yang ia inginkan. namun ia tak pernah menyesali keputusan yang ia ambil.
Kinar izin keluar untuk membeli makanan untuk mereka semua karena mereka hanya makan sarapan pagi dan belum makan lagi hingga sore ini.
Satu jam kemudian Kinar kembali, ia melihat mamanya sudah siuman dan sedang di suapi makan oleh papanya
"assalamu'alaikum"ucap Kinar
"Wa'alaikum salam sayang" ucap Satria dan Anggi
Kinar meletakkan bungkusan makanannya lalu mulai menangis, ia sangat bahagia
"Loh kenapa anak gadis mama menangis??? sini sayang mama " panggil Anggi lirih, ia masih lemah pasca operasi beberapa waktu lalu
"Mama,,,, huhuhuhu" Isak Kinar memeluk Anggi, ia menangis seperti anak kecil. Anggi membelai rambut putri sulungnya dan ikut menangis senang.
Ia harus sembuh demi anak-anak dan suami tercintanya.
Mereka telah lama menderita karena ia sakit
"Sudah sayang, mama baik-baik saja, anak gadis mama masih saja cengeng padahal sudah menikah" goda Anggi menghapus air mata di pipi Kinar
"Sehat terus ma, Kami butuh mama"ucap Kinar memeluk kembali Anggi
"Iya sayang, kalian penguat mama, mama akan sehat dan menyaksikan kalian dewasa, menikah dan punya cucu" ucap Anggi terkekeh, Kinar tersenyum walau di hatinya menangis, bagaimana ia bisa punya anak jika suaminya saja sangat membenci dirinya
Seminggu kemudian
Anggi sudah di perbolehkan pulang, walaupun sebenarnya ia harus beberapa hari lagi di rumah sakit, namun ia ngotot minta pulang karena rindu dengan anak-anaknya, kecuali si kecil yang masih menempel padanya, disamping itu Anggi kasian dengan Aisya yang menjaga mereka, Aisya pasti kerepotan karena si kembar dan si kecil sedang aktif-aktifnya
Sesampainya di rumah,. Kinar langsung pamit pulang, membuat Anggi sedih karena ia ingin bermanja dengan putri sulungnya, namun Satria segera menasihati istrinya, mengingatkan jika Kinar kini sudah memiliki suami
Dengan berat hati Anggi mengizinkan Kinar pulang.
sebenarnya Kinar ingin lebih lama di sana, namun Dimas pagi tadi mengancamnya, membuat Kinar harus mengalah menuruti perkataan suaminya
#Flash back
"Mau kemana lagi kamu? pergi terus gak betah di rumah, kamu sedang kencan dengan laku-laki itu ya? mantan kamu itu? awas saja kamu membuatku malau, aku akan membunuhmu” ucap Dimas
”Sudah ku katakan berapa kali kalau aku sama Adam tidak pernah pacaran, dia cuma sahabatku gak lebih.
lagi pula aku keluar rumah untuk menjaga mamaku, bukan sedang kelayapan main"
"Ingat walau bagaimanapun kamu istriku Kinar, jangan jadikan mamamu alasan"
"Mas aku mengatakan yang sejujurnya. Adam hanya sahabatku, terserah mas percaya atau tidak.
Mas mama sudah operasi seminggu lalu, kamu menanyakan kabarnya pun tidak, aku malu mas mama dan papa selalu menanyakan mu.
Kamu bisa membenciku dan tidak menganggap ku, tapi aku mohon jangan tunjukan itu di depan orangtuaku, aku mohon padamu mas.
Aku akan melakukan apapun yang kamu mau asal kamu bisa berpura-pura menjadi suami yang baik di depan orangtuaku" ucap Kinar bersimpuh di kaki Dimas sambil menangkup kan kedua tangannya memohon
"Apa-apaan sih kamu, norak tau.
besok setelah antar mamamu pulang, kamu harus pulang, tunjukkan keseriusan kata-katamu, aku akan pertimbangkan permintaanmu”
"Baik mas, aku harap kamu menepati ucapan mu”ucap Kinar penuh harap
"Kita lihat saja seberapa patuh kamu padaku "ucap Dimas lalu berjalan keluar kamar, Kinar langsung mengikuti Dimas, membawakan tas kantornya seperti biasa
Dimas langsung masuk mobil setelah Kinar menyerahkan tas nya.
Kini Dimas membiarkan Kinar mencium punggung tangannya, ada rasa senang di hormati oleh Kinar sehingga ia membiarkan setiap ia berangkat dan pulang kantor, Kinar akan mengantar dan menyambutnya lalu mencium punggung tangannya.
Kalvin yang melihat itu hanya menggeleng kepala pelan, ia sangat kasian dengan Kinar, namun juga tak bisa berbuat apa-apa karena ia hanya bawahan Dimas.
istri = pemeran utama wanita
suami = pemeran utama pria
perbedaan
novelis sejati buat novel dia tau membedakan mana salah mana benar, jika suami buat salah maka suami yang salah dan sebaliknya jika istri yang salah maka istri yang salah, jika melaknat pelakor dia juga melaknat pebinor, dia akan adil terhadap kesalahan suami maupun istri dan adil terhadap pelakor dan juga pebinor
novelis labil buat novel dia hanya tau novelnya disukai banyak reader tapi peduli novel egois dan munafik, jika suami salah dia akan laknat dan beri balasan setimpal tapi dia akan membenarkan semua kesalahan istri, dia akan melaknat dan membinasakan pelakor tapi dia begitu mengistimewakan pebinor
wanita murahan lebih murahan daripada pelacur, pelacur menjalankan diri karena kebutuhan tapi kinar seorang istri yang menyerahkan tubuhnya pada pria lain(menjijikan)
wanita munafik, dia berkoar2 melaknat perbuatan suaminya dengan wanita lain tapi dia juga lebih menjijikan menyerahkan tubuhnya pada pria lain, kinar kayak manusia menjijikan yang memandang jijik kotoran tapi dia sendiri yang memakan kotoran itu
pola pikir author yang labil sehingga membuat novel egois yang membenarkan semua kelakuan kinar
fakta sebuah karya novel adalah cerminan karakter novelis itu sendiri
suami = pemeran utama pria
yang membuat novel bermasalah dan munafik buka karena pelakor dan juga suami buat salah tapi dua sosok ini yang membuat novel jadi munafik yaitu pebinor dan istri buat salah
kita bongkar
*pelakor, novel hadirkan 1000 pelakorpun tidak jadi masalah karena pada akhir nya pelakor dilaknat dan dapat balasan setimpal, jadi adilkan
*suami buat salah, suami buat salah apapun juga bukan masalah karena pada akhirnya suami dibuat dapat balasan, menderita, mneyeaal, hancur dan posisi digantikan, jadi adilkan
tapi ini yang buat novel jd munafik
*pebinor begitu dispesialkan bisa merasakan tubuh istri orang, bisa bebas mengajar suami orang, semua kesalahannya dibenarkan, dan akhirnya dia bahagia, munafik
*istri buat salah, ini daftar kesalahan kinar
curhat dengan pria lain
bongkar aib keluarga dan suami pada pria lain
murahan daripada pelacur yang memberi tubuhnya pada pria lain
berduaan dengan pria lain
membiarkan pria lain merendahkan suaminya
munafik melatnat perbuatan suaminya tapi dia sendiri kayak pelacur murahan
dan masih banyak lg
tapi yang munafiknya novel ini adalah author membenarkan semua kelakuannya kinar
pasti kalian akan bilang begini
ini kan hanya novel halu jadi jangan terlalu kebaperan lah?
ok lah kalau ini hanya novel halu jadi novel bukan masalah tapi sumber masalah pola pikir author yang membenarkan semua kelakuan menjijikan kinar jadi poin adalah pola pikir authornya yang munafik