NovelToon NovelToon
Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Roditya

Saat ajalnya tiba di tengah kobaran api dan puing Suku Serigala, Yana diberi kesempatan kedua oleh Dewa Binatang.

Ia terbangun di usianya yang ke-16—tepat dua bulan sebelum tragedi berdarah itu merenggut nyawa ayahnya dan meratakan tanah kelahirannya.

Namun, ancaman terbesar bukanlah monster, melainkan seorang gadis dari dunia lain yang mengaku sebagai "Wanita Suci". Berkedok kemajuan modern, ide-idenya justru merusak keseimbangan alam dan memicu perang antarsuku.

Siapakah sebenarnya sang Wanita Suci pilihan Dewa Binatang yang sesungguhnya? Mampukah Yana menyembunyikan identitasnya demi menyelamatkan sukunya tepat waktu?

Ikuti perjuangan Yana menembus batas takdir dan selamatkan dunia binatang sebelum semuanya terlambat! Baca selengkapnya sekarang di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Kekuatan penyembuhan.

AWOOOO!

ROAAARRR!

Monster beruang es meraung keras, memimpin barisan prajurit Suku Rubah menerjang kencang ke arah gerbang Suku Serigala!

Lima puluh langkah...

Tiga puluh langkah...

Dua puluh langkah...

Luka tersenyum puas membayangkan kemenangan di depan matanya.

Namun...

KRAK! BRUK!

SRAAASH!

Salju tipis yang menutupi permukaan parit buatan seketika jebol dihantam bobot berat monster beruang es!

"APA?!" teriak Luka membelalak kaget.

Tiga monster beruang es raksasa dan belasan prajurit Suku Rubah di barisan depan langsung terperosok jatuh masuk ke dalam parit dalam yang gelap!

JASSH! JASSH!

AAGHHH!

Bambu-bambu runcing beracun menembus paha, dada, dan perut musuh tanpa ampun!

Jeritan kesakitan dan raungan monster yang tertancap bambu pecah bergema di tengah kegelapan malam. Darah segar menyemprot membasahi dinding parit salju.

"Ada jebakan! Mundur! Mundur!" teriak pemimpin Suku Rubah, panik.

Namun, Yana yang berdiri di atas dinding benteng tidak memberi mereka kesempatan sedikit pun.

"SEKARANG! LEMPAR OBOR!" teriak Aron menggelegar dari atas menara.

Fwoosh! Fwoosh!

Puluhan obor menyala dilemparkan oleh para penjaga benteng, jatuh tepat di atas rumput kering yang sudah disiram minyak lemak binatang.

BOOM!

Lautan api merah keemasan membumbung tinggi seketika!

Kobaran api raksasa menjalar cepat membentuk garis panjang, memutus jalur mundur Suku Rubah dan mengurung sisanya di area jebakan di depan gerbang!

"Panas! Api!" jerit para prajurit Suku Rubah kocar-kacir panik. Barisan mereka hancur total dalam hitungan detik.

"Tembak!" perintah Yana pendek dan tegas.

CTAK-CTAK-CTAK-CTAK-CTAK!

CTAK-CTAK-CTAK-CTAK-CTAK!

Hujan anak panah besi dari panah otomatis menderu tanpa jeda dari atas benteng!

Panah-panah berujung besi dari Suku Elang menembus mantel tebal dan armor kulit Suku Rubah dengan sangat mudah. Musuh bertumbangan satu per satu dihantam gelombang tembakan yang tak kunjung berhenti.

Jash! Jash!

Prajurit Suku Rubah tewas bergelimpangan di atas salju yang terbakar.

"T-tidak mungkin..." Luka melangkah mundur beberapa tapak, wajahnya pucat pasi tanpa warna. Tubuhnya gemetar hebat menatap pembantaian di depan matanya.

"Luka! Bagaimana ini?!" jerit Ayla histeris, menangis ketakutan sambil meremas jaket Luka. "Katamu mereka tidak punya pemburu! Katamu kita akan menang dengan mudah?!"

"Aku... aku tidak tahu!" teriak Luka frustrasi dan syok. "Dari mana mereka dapat senjata besi dan panah secepat itu?! Dari mana api sebanyak ini berasal?!"

"Rencana kita gagal! Suku Serigala punya jebakan iblis!" teriak pemimpin Suku Rubah yang lengannya sudah tertancap anak panah. "Lari untuk selamatkan nyawa kalian!"

Luka menatap ke arah benteng.

Di atas sana, di balik asap tipis dan kobaran api, Yana berdiri tegap menatapnya dengan mata dingin penuh penghinaan.

Rasa takut yang luar biasa tiba-tiba merayapi dada Luka.

Melihat pasukannya hancur dan monster mereka tewas di dalam parit, Luka tidak memikirkan janji manisnya pada Suku Rubah lagi.

Dengan pengecut, Luka menarik kasar tangan Ayla, memutar badan, dan berlari sekuat tenaga menghilang ke dalam kegelapan Hutan Hitam untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

.

Pertempuran malam itu berakhir dengan cepat.

Suku Serigala meraih kemenangan mutlak atas serangan mendadak Suku Rubah!

Namun, saat api unggun di depan gerbang mulai padam dan asap menipis, tidak ada sorak-sorai gembira di lapangan pemukiman.

Meski menang besar, korban di pihak Suku Serigala juga lumayan banyak.

Beberapa warga dan pemuda yang mempertahankan benteng menderita luka bakar, patah tulang akibat benturan kayu benteng, dan luka sabetan panah musuh.

"Luka dan Ayla benar-benar binatang!" amuk seorang wanita suku sambil membalut kaki suaminya yang berdarah. "Mereka menjual kita pada Suku Rubah!"

"Anak haram itu!" maki pemburu lain, meninju tanah bersalju. "Dulu kita memberinya makan dan tempat tinggal, sekarang dia membawa musuh untuk membantai anak dan istri kita!"

"Kalau Luka dan wanita asing itu berani menampakkan wajahnya lagi di sini, aku sendiri yang akan mencincang tubuh mereka!" teriak warga lainnya penuh kebencian.

Kebencian warga suku terhadap Luka dan Ayla kini sudah mencapai puncaknya. Tidak ada lagi rasa kasihan atau toleransi yang tersisa bagi dua pengkhianat tersebut.

Aarrghh...

Tiba-tiba, erangan kesakitan yang sangat berat terdengar dari dekat pintu gerbang.

"Bimo!" teriak Aron panik, berlari mendekati tubuh sahabatnya yang tergeletak di atas tanah bersalju.

Paman Bimo terbaring lemah dengan dada sebelah kiri tertancap patahan tombak kecil milik prajurit Suku Rubah.

Wajah Paman Bimo mulai membiru pekat. Urat-urat di lehernya menegang, dan matanya melotot menahan rasa sakit yang amat sangat.

"Tombak ini... ada racun ular hitamnya!" teriak tabib suku dengan tangan gemetar saat memeriksa luka Paman Bimo. "Racunnya sudah menyebar ke pembuluh darah utama! Aku tidak punya penawarnya!"

"Gunakan ramuan apa saja! Selamatkan dia!" bentak Aron dengan suara parau, air mata menetes di pipi sang Kepala Suku.

"Tidak bisa, Kepala Suku..." jawab tabib itu menunduk pasrah. "Racun ini bergerak terlalu cepat. Dalam hitungan menit... jantung Paman Bimo akan berhenti berdetak."

Napas Paman Bimo makin melambat dan memburu. Tubuhnya kejang-kejang kecil di atas salju yang dingin.

Yana berjalan mendekat.

Melihat pria tua tegap yang sejak kecil selalu mengajarinya memanah dan melindunginya kini berada di ambang kematian, dada Yana terasa amat sesak.

Paman Bimo tidak boleh mati... Suku ini masih membutuhkan orang-orang baik seperti beliau... bisik Yana di dalam hatinya.

Tanpa memikirkan apa pun lagi, Yana berlutut di samping tubuh Paman Bimo.

"Yana... apa yang mau kamu lakukan?" tanya Aron terbata-bata melihat putrinya.

Yana tidak menjawab.

Ia memejamkan matanya rapat-rapat, mengingat pesan Dewa Binatang dalam mimpinya, lalu perlahan meletakkan kedua telapak tangannya tepat di atas luka dada Paman Bimo yang mengucurkan darah hitam beracun.

Hummm...

Seketika, sebuah getaran hangat berhembus ke udara.

FLASH!

Aura cahaya hijau keemasan yang sangat terang, berkilau, dan murni mendadak meledak keluar dari kedua telapak tangan Yana!

Cahaya itu menyelimuti seluruh dada Paman Bimo.

Gumpalan racun hitam yang menjalar di pembuluh darah Paman Bimo perlahan memudar, terdorong keluar dari pori-pori kulitnya dan menguap menjadi asap tipis di udara!

.

Luka robek di dada Paman Bimo perlahan merapat, dan warna biru pucat di wajah pria tua itu berubah kembali menjadi kemerahan.

Aron membelalak tak percaya, mulutnya ternganga lebar.

Tabib suku, para pemburu, dan seluruh warga suku yang menyaksikan kejadian itu seketika melongo. Suasana di lapangan mendadak hening.

"K-kekuatan ini..." bisik Aron terbata-bata dengan tubuh gemetar penuh takjub, menatap Yana yang diselimuti cahaya keemasan.

"Kekuatan penyembuhan... dari Dewa Binatang?!"

1
Asra
Menarik! semangat berkarya nya kak.🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!