"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung Ke Rumah Camer.
"Aku pergi dulu." Ucap Evans.
"Tunggu, kau mau kemana. Aku butuh nomor HP mu." Kata Lisa.
Evans menjulur kan tangan nya untuk meminta HP Lisa. Lisa yang paham maksud dari Evans langsung memberikan HP nya.
"Kemana suara mu."
"Ini nomor ku, jangan hubungi aku jika tidak perlu." Evans pergi meninggalkan ruangan Lisa.
Setelah memastikan Evans pergi Lisa langsung melompat-lompat kesenangan.
"Apa ini yang di namakan cinta, seperti ini rasa nya apa aku sudah mencintai nya. Tidak-tidak mana mungkin aku jatuh cinta pada pria kasar dan dingin seperti itu. Lisa ini hanya sekedar mengagumi tidak lebih, kau senang hanya karena akan menikah." Batin Lisa.
"Kenapa rasa nya sangat sesak, sakit sekali. Apa aku harus berhenti mencintai nya mulai sekarang. Daniel jika kau cinta pada nya, kau akan bahagia saat melihat nya bahagia. Jangan peduli kan perasaan mu, perasaan dia nomor satu untuk saat ini." Batin Daniel dan langsung membasuh wajahnya dengan air agar pikiran nya sedikit tenang.
Evans kembali ke rumah nya, tanpa mengetuk pintu kamar ayah nya Evans langsung masuk dan melemparkan map bukti jika diri nya telah menyelesaikan tugas nya.
"Ahhkk." Teriak Sinta dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Evans, bisa kah kau mengetuk pintu terlebih dahulu." Ucap Herman.
Evans tidak memperdulikan ayah yang marah karena diri nya masuk saat ayah dan mamah tiri nya sedang berhubungan intim. Ia langsung keluar dan membanting pintu dengan sangat kuat.
Nafas nya memburu, dada nya terasa sangat sesak. Masa lalu yang membuat nya seperti ini memenuhi otak nya. Evans mengambil pisau di laci samping tempat tidur nya dan langsung menyayat tangan kiri nya.
"Ahhh." Teriak Evans.
Darah bercucuran keluar dari tangan Evans, Evans hanya diam menatap darah itu. Perlahan pandangan nya memudar dan ia jatuh pingsan.
Siang hari nya Lisa berusaha menghubungi Evans tapi sedari tadi Evans tidak bisa di hubungi. Ntah kenapa perasaan Lisa sangat tidak tenang, ia membuka laptop nya dan mencari alamat rumah Evans.
"Apa dia tinggal bersama orang tua nya." Batin Lisa.
"Tidak akan tau, jika tidak melihat nya." Lisa mengambil kunci mobil nya dan langsung pergi ke rumah Evans.
Sesampainya di sana, Lisa langsung memencet bel rumah itu, dan keluar lah wanita cantik yang tak lain adalah Tiara.
"Maaf kak, cari siapa ya." Tanya Tiara.
"Apa Evans ada di rumah." Tanya balik Lisa.
"Ada, silahkan masuk kak." Jawab Tiara yang sebenarnya sangat terkejut, selama masa hidup nya baru kali ini ada seorang wanita yang mencari keberadaan kakak nya.
"Siapa Tiara." Tanya Herman.
"Itu yah." Jawab Tiara.
"Nona Lisa, eh silahkan duduk nona." Ucap Herman yang sangat terkejut kedatangan seorang Lisa.
"Saya mencari Evans, dimana dia." Tanya Lisa.
"Evans, kalau boleh tau ada hubungan apa nona dengan Evans." Tanya Herman.
"Saya pacar nya." Jawab Lisa.
"Pacar Evans." Ucap Herman yang semakin terkejut.
"Dimana Evans." Tanya Lisa.
"Ada di kamar nya, mari saya antar." Jawab Herman.
Herman dan Lisa langsung naik ke lantai dua menuju kamar Evans.
"Apa itu kamar nya." Tanya Lisa yang melihat pintu bertuliskan private room, seperti ruangan nya di kampus.
"Iya silahkan masuk, saya tidak bisa mengantarkan nona masuk ke dalam." Jawab Herman.
"Iya terimakasih." Lisa berjalan mendekati pintu kamar itu.
Perlahan tapi pasti Lisa membuka pintu kamar itu, ia sangat berharap Evans sedang bertelanjang dada agar ia bisa melihat kembali abs milik Evans.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..