NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab IX

Rasaku pilu

Memendam rindu yang menggebu

Sayang waktu tak ijinkan

Semua harus tetap aku pendam

Saat semuanya pergi

Tinggal aku seorang diri

Menanti cinta yang sejati

Entah kapan waktu merestui

*****

Anne dan Anna masih berdiam diri di koridor sekolah. Hujan masih saja turun dan mereka berdua tidak tahu sampai kapan menunggunya.

Dari arah tempat parkir, tampak Larry berjalan mendekati mereka berdua. Dia melihat ke arah Anne yang melihat dirinya dengan mata memicing.

"Apa lagi?" Anne bertanya dengan sengit. Padahal Larry masih dalam jarak yang belum begitu dekat.

"Tidak ada, hanya mau meminta maaf soal tadi pagi" jawab Larry datar dengan menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman.

Anne melihatnya dengan bingung. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

"Boleh ijin mengajak kalian sekalian untuk pulang?" tanya Larry hati-hati. Dia masih melihat kekesalan di mata Anne saat melihatnya.

Anne semakin bingung dengan sikap Larry padanya, sedang Anna hanya diam menunggu keputusan yang diambil oleh Anne dengan tawaran Larry.

"Kenapa kamu tiba-tiba baik?" tanya Anne curiga. Dia tidak terbiasa untuk cepat percaya dengan orang yang cepat sekali perubahannya.

"Aku memang baik" jawab Larry datar. Tapi Setelahnya dia tertawa kecil mengingat apa yang mungkin sedang diingat oleh Anne soal tadi pagi.

"Maaf soal tadi pagi. Pak Bakti tidak bertanya pada siapapun tentang kekosongan tempat duduk yang kamu tempati. Jadi aku diam saja. Kalau beliau bertanya pastinya aku jawab." Larry berkata menjelaskan tentang kejadian tadi pagi.

"Sudah ayok ikut! Keburu malam nanti!" ajak Larry sekali lagi.

"Kami tidak diculikkan?" tanya Anne menyelidik.

Anna terlihat melotot mendengar pertanyaan Anne barusan.

"Anne! Tidak baik curiga dengan seseorang yang baru saja meminta maaf" kata Anna menasehati Anne.

"Eh, dia pantes ya di curigai. Tingkahnya cepat sekali berubah-ubah!" Anne tidak mau disalahkan oleh Anna.

"Tapi kan dia sudah minta maaf... Kalau tidak mau, bilang saja tidak mau. Tidak usah curiga gitu. Nanti dia tersinggung." Anne Berkata panjang dan kembali memperingatkan Anne agar tidak mudah curiga dan asal bicara.

"Hah... bela saja dia!" kata Anne ketus dan melirik ke arah Larry yang tersenyum melihat ke arah Anna.

"Bagaimana?" tanya Larry sekali lagi tentang tawaran yang diberikan.

Anne melirik kearah Anna yang sudah terlihat kedinginan. Dia merasa kasihan juga jika harus menunggu hujan reda yang tidak tahu kapan akan berhenti.

Apalagi angin juga semakin berhembus kencang sedari tadi.

"Baiklah jika tidak merepotkan." Akhirnya Anne berkata memberikan keputusannya.

Larry tampak tersenyum kemudian melambai ke arah om Tio. Ternyata om Tio juga sudah siap berada di belakang kemudi tidak jauh dari koridor sekolah, tempat mereka bertiga berdiri membuat kesepakatan bersama.

Tin!

Suara klakson mobil yang dikendarai oleh om Tio hanya sekali terdengar untuk memberi tanda pada Larry jika sudah siap.

Dengan sigap Larry membuka pintu penumpang untuk Anne dan juga Anna untuk masuk terlebih dahulu. Setelahnya, baru Larry membuka pintu depan di sebelah kemudi.

Mobil pun melaju meninggalkan area sekolah yang sudah semakin sepi dan waktu hampir magrip.

*****

Dari arah jalanan Bintaro, mobil bergerak perlahan karena hujan yang belum juga reda menghalangi pandangan mata. Jalanan tampak sepi tapi semua tetap berhati-hati.

"Kalian tinggal di mana?" tanya om Tio pada Anne dan Anna saat memasuki kawasan jalan besar.

"Daerah Pondok Aren om" jawan Anne cepat karena saat itu om Tio berhenti di pertigaan lampu merah yang sebentar lagi menuju belokan jalan arah yang di maksud anne.

Om Tio tampak tersenyum dari balik kemudi. Dia berpikir jika kemiripan sikap dan tanggapan yang di lakukan oleh Anne mengingatkan dirinya pada seseorang.

Mobil pun berbelok ke arah kiri untuk menuju arah ke Pondok Aren tempat Anne dan Anna tinggal.

"Nanti kalau sudah lewat kampus STAN ada gapura kecil masuk om. Panti asuhan Ayu Kumala." Anne berkata memberiakan keterangan tempat dimana dirinya tinggal bersama Anna saat ini.

Om Tio sedikit kaget mendengar nama panti asuhan tersebut. Dia seperti tidak asing dengan nama tersebut. Setidaknya dia mungkin pernah mendengar nama seseorang mungkin dengan mana yang sama.

"Kalian tinggal di sana?" tanya om Tio mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang mungkin dia curigai.

"Iya om" jawab Anne pendek, kemudian dia tersenyum senang karena orang yang menjadi supir Larry ternyata ramah dan tidak dingin seperti Larry.

"Siapa pemilik panti asuhan itu?' tanya om Tio mengorek informasi yang mungkin bisa didapat untuk mendukung kecurigaannya.

"Tidak tahu om, tapi nama panti sama dengan ibu panti yang kami kenal. Ibu Mala." Jawab Anne menjelaskan. Dia memang tidak tahu siapa sebenarnya pemilik asli rumah panti asuhan tersebut. Yang dia tahu hanya ibu pengelolanya yaitu ibu Mala dengan adiknya yaitu ibu Wati dan beberapa orang yang membantu untuk mengurus segala kebutuhan yang di perlukan dalam sehari-hari.

Om Tio mengangguk mengerti dan memahami jika Anne ataupun Anna tidak mengetahuinya. Tapi om Tio yakin jika akan ada yang bisa menjadi salah satu bukti untuk kedepannya nanti. Meskipun sebenarnya dia sendiri tidak begitu yakin.

"Om mampir gerobak getuk itu dulu!" Tiba-tiba Larry menyuruh om Tio berhenti di pinggir jalan yang ada gerobak penjual getuk Lindri.

Mobil berhenti kemudian Larry membuka jendela pintu mobil.

"Pak, pesan sepuluh kotak!" kata Larry dari dalam. Dia memang tidak keluar karena dekat dan hujan juga belum berhenti. Bapak penjual getuk mengangguk dengan senang.

"Banyak sekali boy! siapa yang habiskan nanti?" tanya om Tio heran dengan pesanan Larry menurutnya terlalu berlebihan. Dia tidak mengerti apa yang menjadi tujuan Larry.

"Ini den!" Penjual getuk menyerahkan dua bungkus kresek besar dengan masing-masing lima kotak getuk. Larry pun tersenyum senang dan menerima bungkusan tersebut.

"Berapa pak?" tanya Larry setelah meletakkan bungkusan tersebut di bangku penumpang di bantu oleh Anne dan Anna.

"Dua ratus lima puluh ribu den" jawab penjual tersebut. Larry pun mengambil tiga lembar uang seratusan dari dalam tas, kemudian menyerahkannya kepada penjual tersebut.

"Kembalinya ambil buat bapak. Semoga laris ya pak!" kata Larry dengan tersenyum senang. Penjual tersebut pun ikut tersenyum senang dan mengucap syukur.

"Alhamdulillah... aamiin. Terima kasih den!"

Mobil kembali bergerak melaju menuju daerah Pondok Aren yang sudah semakin dekat.

Di dalam kursi penumpang tampak Anne dan Anna saling pandang dan tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Larry barusan.

Tidak lama mobil sudah terlihat memasuki gang sesuai petunjuk yang di berikan oleh Anne tadi. Semakin dekat om Tio seakan kembali teringat dengan memory ingatannya yang dulu. Tapi dia belum mengingat semuanya.

"Itu om yang sebelah kanan jalan!" kata Anne memberi tahu pada om Tio dengan posisi panti asuhan Ayu Kumala.

"Ini pantinya?" tanya om Tio dengan memicingkan matanya sedikit heran.

Anne dan Anna mengangguk dengan pasti.

"Itu ada plang di depan halaman om!" kata Anne memberi penjelasan tentang jawaban om Tio yang seakan ragu.

Di seberang jalan memang ada plang keterangan jika rumah tersebut adalah sebuah rumah panti asuhan. Tapi om Tio seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini.

*** Selamat beraktifitas

Semoga tetap dalam keadaan sehat dan bahagia. Jagan lupa like, fav, dan rate 5 ya!

Terima kasih semuanya 😘😍😍✌️

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!