NovelToon NovelToon
Who Is He?

Who Is He?

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:151.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ItsMeMar

"Kau takkan bisa lepas dariku, Diana. Sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya."

Sesosok pria asing datang dan mengatakan hal itu padaku. Tidak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan layaknya karakter fantasi. Aku yang hanya manusia biasa hanya bisa apa? Apa yang harus kuperbuat untuk menyingkirkan stalker ini?

.

.

.

Publish: 20 Januari 2021

>Diperkenankan komentar positive
>Yang mau saling dukung dimohon like dari bab akhir, ya. Sekian terima kasih :))

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ItsMeMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WIH #9

Happy Reading!

"Yang Mulia!"

Langkah Sean memasuki area taman istana, menghampiri seorang pria berambut merah yang tengah menyungging senyum lebar.

"Bagaimana kabarmu? Cukup lama kita tak bertemu, bukan?" Sean memasang senyum kecil di wajahnya.

"Hamba sangat baik, bagaimana dengan Yang Mulia dan ratu di bumi?"

Senyum Sean perlahan pudar, ia menatap pria di hadapannya dengan mata sendu, "begitulah ..." jawabnya setelah terdiam cukup lama, "... ia tak mengingatku walau hanya sedikit." Melihat raut rajanya, mimik senang yang sebelumnya terpampang di wajah pria berambut merah kini menyusut.

"Aku akan melihat isi istanaku." Sean melenggang pergi usai menyelesaikan kalimatnya, sontak pria yang baru menjadi lawan bicaranya menunduk hormat. Seseorang yang sedari tadi mengekori langkah Sean kini terhenti di sisi pria berambut merah tersebut.

"Aku khawatir dengan ratu," ungkap pria berambut merah dengan lirih.

"Tidak hanya kau, Sky, aku pun juga begitu, kita hanya perlu menunggu waktu untuk mengembalikan semua ingatan ratu tentang kita." pria berambut silver itu menepuk pelan pundak Sky, "untuk sesaat jangan banyak mengajak Yang Mulia bicara, apalagi jika kau menanyakan ratu, sepertinya itu akan menambah kesedihan Yang Mulia."

Sempat terjeda beberapa detik sebelum akhirnya Sky mengangguk kecil, lalu keduanya mulai beralih menyusul langkah Sean. "Setelah melihat pakaian Yang Mulia, aku jadi ingin ke bumi. Aku penasaran bagaimana bumi di sana," Sky kembali angkat bicara.

"Kau ingin tahu bagaimana kehidupan bumi?"

"Tentu saja, menurut buku ilmu pengetahuan yang kubaca, orang-orang di bumi memiliki banyak alat canggih. Bahkan mereka bisa saling berbicara dari ujung ke ujung tanpa bertatap mata, itu sangat hebat! Aku mulai curiga bahwa orang bumi memiliki alat pengganti telepati."

Pletak!

Pukulan kecil mendarat ke belakang kepala Sky, pria itu meringis kecil sementara tangannya mengusap pelan letak pukulan itu mendarat.

"Bodoh! Itu bukan alat pengganti telepati, tidak hanya berbicara, alat itu juga mampu segalanya," tukas pria berambut silver.

"Astaga, aku merasa telepatiku tertandingi, beritahu aku apa nama alat itu." Sky dilanda penasaran, hingga rasa sakit yang didapat barusan enyah dalam sekejab.

"Aku sempat dengar namanya, kalau tidak salah ..." pria berambut silver memberhentikan langkahnya, alisnya mengernyit, mencoba menggeledah ingatannya, "... monsel!"

"Monsel?" ulang Sky.

"Iya, benda itu berbentuk persegi panjang, pipih, dan bisa mengeluarkan suara, gambar, cahaya, dan lain-lain."

"Alat sihir, bukan?" sahut Sky, pria berambut silver itu bungkam, matanya menatap lekat lawan bicaranya yang juga menatapnya dengan wajah menagih jawaban.

"Jika kupikir-pikir iya, monsel seperti punya kekuatan, bahkan dibandingkan denganku, kekuatan monsel jauh lebih kuat."

"Tentu saja, Eve, kau hanya pengendali badai, tidak ada bandingannya dengan monsel." Sky mengakhiri dialognya dengan kekehan.

"Aku benci mengakuinya, tapi itu benar." ketus Eve, "ngomong-ngomong, kita sudah mengabaikan Yang Mulia ..."

Mendengar ucapan Eve, mata Sky membulat. Berselang detik kemudian, pria berambut merah itu melangkah lebar, mengabaikan Eve yang tersentak akan pergerakkannya yang tiba-tiba.

Tawa Sky mengudara, pria itu menatap Eve melalui sudut matanya, "kali ini aku yang akan menjadi pengawal nomor satu di mata Yang Mulia." Sky menurunkan sebelah kelopak matanya dengan lidah yang menjulur keluar.

Kepala Eve memanas bak air mendidih dalam teko, tubuhnya mematung dengan senyum horror, sementara ujung jarinya berkedut ingin mencabik-cabik wajah sialan itu dari pandangannya. Sky tertawa pecah, pria itu tetap pada pacuan langkahnya yang terhenti oleh benturan di bagian depan tubuhnya.

Sky tumbang dengan mimik membeku. Eve sempat terkejut dengan benturan itu, beberapa saat kemudian jiwa mengoloknya bangkit dengan anggun, pria itu tertawa terbahak, tubuhnya membungkuk dengan tangan yang mengganjal di perutnya, sesekali jarinya terangkat menyeka air mata yang keluar melalui sudut matanya.

"Ada apa ribut-ribut di sini?"

Sontak tawa Eve memudar, tubuhnya kembali tegak menghadap rajanya yang tengah menuruni anak tangga istana.

Langkah pria itu memelan dan terhenti kala matanya menangkap sosok Sky tengah terbaring kaku di atas karpet merah usai menabrak pilar istana.

"Apa sudah saatnya tidur siang?" nada datar Sean kembali melayang, membuat suasana berganti mencekam.

Sky bangkit dari posisinya, pendirian pria itu terhuyung, matanya terarah pada Sean dengan pandangan berputar, "Yang Mulia," sambutnya seraya membungkuk sembilan puluh derajat. Tiba-tiba langkahnya melaju ke depan bak banteng yang hendak menyeruduk lawannya, tindakannya berhasil membuat mata Sean membulat dengan raut heran.

Duk!

Pria itu kembali tumbang usai kepalanya membentur tangga cukup keras. Sean dan Eve membatu di tempat, bahkan ke duanya nyaris tak berkedip menyaksikan kebodohan Sky yang terang-terangan.

"Rupanya bocah itu cari mati di hadapan Yang Mulia," gumam Eve dengan gerakan bibir seraya mengalihkan pandangannya menahan urat malu yang bergelonjak.

Sean mendengus pelan, dengan santai pria itu kembali menuruni anak-anak tangga yang tertunda di tengah jalan. Eve kembali menarik pandang, punggungnya sedikit membungkuk seiring dengan jarak Sean yang semakin dekat dari tempat ia berdiri.

"Terima kasih sudah mengembalikan semuanya."

"Suatu kehormatan menjadi pengawal terpercaya Yang Mulia," respon Eve langsung tanpa mengubah posisinya.

"Dan satu lagi, pastikan anak itu tidak salah makan selama aku tidak di sini." Sean berucap datar.

Eve menundukan kepala, wajah pria itu menekuk masam, betapa malunya ia untuk mempertemukan matanya dengan sang raja. Sesekali matanya melirik ke arah pria berambut merah yang menggeliat dengan racauan tak jelas, nampaknya efek benturan itu cukup merenggut kewarasannya yang memang sebelumnya di ambang batas.

"Sebentar lagi aku akan kembali ke bumi, aku harus mengawasi ratu setiap saat. Jaga istana ini untukku, Eve." di akhir dialog Sean, sebuah tangan mendarat ke pundak Eve yang sejak tadi menunduk, menepuknya pelan sebelum akhirnya menghilang dengan kekuatannya.

Berselang detik kepergian sang raja, Eve mengangkat pandangannya dengan pelan. Pria itu menoleh dengan seringai, menatap Sky yang meringkuk seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya.

"Bocah tengik, sudah bosan hidup ya?" Eve setengah merentangkan tangannya yang perlahan terbalut bunga es dengan uap dingin yang keluar dari sana, "bisa-bisanya mempermalukanku di hadapan Yang Mulia." tangannya terangkat, di detik selanjutnya ia mengibaskan tangannya ke depan, meluncurkan jarum es berukuran sedang ke arah Sky yang kini mengangkat kepalanya, menatap runcingan es yang mengarah ke alat masa depannya.

Sontak pria itu berteriak histeris yang berakhir dengan nafas lega ketika runcingan itu mendarat beberapa centi dari 'titik' kehidupannya.

...\=\=\=\=\=❤\=\=\=\=\=...

Hari telah larut, cahaya bulan nampak temaram oleh awan tipis dibawahnya. Seorang pria dengan setelan jas hitam tengah berdiri di balkon rumah, memandang gelapnya langit yang digantungi bintang di sana. Sesekali merasakan angin malam yang berhembus menyentuh lembut kulit wajahnya.

Tangannya bergerak mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana, jempolnya menyentuh kontak yang tertera nama DIANA, ISTRIKU. Dirinya menatap kosong pesannya yang tak kunjung mendapat balasan, "kemana saja kau? Bukankah sudah kukatakan untuk langsung pulang?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan.

Beberapa menit kemudian, pria itu bergerak cepat dengan kekuatannya, lebih tepatnya menyerupai sekelebat bayangan. Dalam hitungan detik, dirinya sudah duduk di sofa ruang tamu yang menyediakan televisi di dinding seberangnya.

Sean mengedipkan mata, seketika layar televisi menyala tanpa remote. Wajah pria itu memutih tersorot televisi di depannya dikarenakan pencahayaan lampu ruangan yang redup.

Tak berlangsung lama, terdengar mesin motor yang dimatikan di depan rumah. Perhatian pria itu sedikit teralih oleh suara perbincangan kecil di sana. Ya, suara gadis yang ia kenali berpadu suara lelaki asing.

Saat dirinya hendak beranjak, niatnya terurung ketika derum motor yang sama terdengar mengecil, menandakan sang pengendara telah membawa motornya pergi.

Di sisi lain, Diana menurunkan tangannya yang sebelumnya melambai ke udara. Senyum simpulnya tak kunjung pudar meski objek sudah meninggalkan lokasi. Gadis itu membuka kunci pagar rumahnya, melangkah masuk dan tak lupa untuk menguncinya kembali.

Diana berjalan menuju kemar, saat gadis itu menyalakan saklar lampu, dirinya terperanjak kaget oleh sosok Sean yang duduk di tepian kasur dengan kaki bersila.

"Sean!!" pekik Diana namun tak menggubris pria itu yang menatapnya dengan lekat.

"Siapa dia?"

Diana bungkam dengan raut kesal, dadanya sedikit naik turun atas kemunculan Sean yang tiba-tiba, "bukan urusanmu."

...WHO IS HE?...

...To be continue ......

Itu Sky ges, yang di bab sebelumnya itu visual Eve👍

1
hawari hafiz
hmm mendalami banget aku jadi sean
hawari hafiz
makin penasaran untuk crita selanjutnya.. gass baca lagii🤭
hawari hafiz
karyanya keren.. dari bahasa penulisan.. jadi inspiratif buat seorang penulis
Putudina Nurhayanti
tulisannya bagus rapi
Putudina Nurhayanti
visual keren
Di Elva
kren sih ceritanya.. agak menguras otak 😶
Shue Narti Zulkarnaen
baru mulai baca
Ika Purbaningsih
mantap,,, 👍👍👍
Clara Safitri
kok visual diana tak ada thor?
Win
yuhuuu
Win
hadir kak😁

like dan fav uda mendarat.

salam dari "Pernikahan impian."

makasih😁😁
Nurul nurul
yg jadi pertanyaanku itu apa Diana ngk ada ortu??trs Sean itu sejenis apa sihh...
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, salam dari Terpaksa Menikahi Tuan Pangsit Rebus 🤗🥰
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
hallo kak aq mampir,krna liat kak senja mnyukai novel ini😂
Mei Shin Manalu
Semangat kak
Mei Shin Manalu
2 like untukmu
Mei Shin Manalu
Mampir kak
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
semangat up nya Thor 😁❤️
saling support yaa 🙏
Mei Shin Manalu
3 like untukmu
Mei Shin Manalu
Likeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!