Seorang gadis cantik berusia 18 tahun bernama Tiara, terpaksa menikah dengan Kenan, Boss Ayahnya yang berusia 26 tahun untuk melunasi hutang Ayahnya.
Awalnya Tiara menolak karena ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi Kenan memaksanya sehingga Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiara juga harus menerima kenyataan, setelah menikah dia hanya dianggap pelayan.Kenan sendiri sebenarnya memiliki seorang kekasih.
Penasaran sama kisah mereka?
Simak aja ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Pagi harinya jam 5:00 Tiara sudah bangun.Tiara sengaja bangun lebih pagi dari kemarin, karena hari ini ia mulai masuk sekolah.Tiara bangun langsung membantu Bi Sumi menyiapkan sarapan.Selesai membantu Bi Sumi Tiara kembali kekamarnya dan mandi.Saat mandi ia melihat lebamnya sudah samar-samar,tapi kalau pakai bedak tidak kelihatan.Setelah mandi dan sudah memakai seragam sekolahnya, Tiara keluar kamar menuju dapur.Tiara mengambilkan sarapan untuk Mama Dahlia. Ia membawanya kekamar Mama Dahlia.
Sampai kamar Mama Dahlia, Mama Dahlia terlihat masih tidur.Tiara mau tidak mau membangunkannya, karena mau sekolah.Tiara membangunkannya dengan lembut.
"Ma. Bagun... sudah pagi, "ucap Tiara sambil menepuk tangan Mama Dahlia dengan pelan.Mama Dahlia lalu terbangun.
"Ma...Tiara sudah siapkan sarapan buat mama. Mama makan dulu ya. Habis itu minum obat,"ucap Tiara dengan lembut.Mama Dahlia heran melihat Tiara memakai seragam sekolah.
"Kamu kok pakai seragam?mau sekolah?,"tanya Mama Dahlia sambil mengubah posisinya kesetengah duduk.Tiara membantunya mengubah posisi Mama Dahlia ke setengah duduk.
"Iya.Ma,"ucap Tiara. Tiara memberikan sarapan ke Mama Dahlia.
"Kamu sudah minta ijin ke suami kamu kan?,"tanya Mama Dahlia.
"Sudah Ma.Tu...Eh...Mas Kenan sudah ngijinin kok,"jawab Tiara.Mama Dahlia tersenyum mendengarnya.Tiara lanjut menyuapi Mama Dahlia.Setelah sarapannya habis, Tiara memberinya obat.
Selesai mengurus Mama Dahlia,Tiara menuju dapur sarapan sendiri.Kenan sudah pasti tidak mau sarapan dirumah.Sesudah sarapan Tiara mengambil tasnya dikamar. Kemudian Ia menitipkan Mama dahlia ke Bi Sumi.
Ketika keluar rumah, Ia baru ingat kalau tidak punya ongkos untuk naik angkot.Tiara mau masuk lagi untuk minya pada Kenan agak ragu.
"Duh... Nggak ada ongkos.Kalau minta ke dia, apa dikasih ya?, "batin Tiara.
Tiara masuk kedalam rumah dengan perasaan ragu-ragu. Saat masuk Ia melihat Kenan ada di ruang tamu sedang memakai sepatu kerjanya. Tiara mendekatinya dengan perasaan takut.
"Tu... Tuan,"ucap Tiara dengan gugup. Kenan cepat-cepat memakai sepatunya.
"Mau apa kamu?,"tanya Kenan dengan sinis.Kenan lalu memakai dasinya.
"Minta nggak ya, "batin Tiara.
"Kamu mau apa sih sebenarnya?Mau minta dianterin kesekolah?Aku nggak mau anterin kamu.Kamu berangkat sendiri sana!,"ucap Kenan.Kenan kesal melihat Tiara diam saja.
"Kenapa nggak berangkat?nggak punya ongkos?,"tanya Kenan dengan sinis. Tiara menganggukkan kepalanya.
"Masih bisa jalan kan?,"tanya Kenan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara. Tiara lalu menundukkan kepalanya.
"Bi-Bisa Tuan,"jawab Tiara.
"Ya sudah.Kamu berangkat jalan kaki sana!Jangan harapa aku kasih kamu uang untuk ongkos ataupun jajan. Ini hukuman buat kamu, karena kamu sudah kurang ajar sama Sarah,"ucap Kenan lalu pergi.Tiara sedih mendengarnya.
"Tega banget sih dia.Giman nih?,"batin Tiara.
Tiara lalu keluar rumah. Setelah keluar ternyata Kenan sudah pergi kekantornya.Tiara terpaksa kesekolah jalan kaki.
"Mudah-mudahab aku kuat jalan kaki,"batin Tiara.
Sampai disekolah ternyata Tiara telat.Upacara sudah selesai dan semua murid sudah masuk kekelas,bahkan pintu gerbang sudah ditutup.Tiara yang ngos-ngosan karena jalan begitu jauh langsung menghampiri pos satpam.
"Pak.Tolong bukain pintunya dong!Saya mau masuk,"pinta Tiara.Pak satpam lalu membukakan pintu gerbang untuk Tiara.
"Makasih Pak,"ucap Tiara sambil melewati pintu gerbang.
Saat mau kekelas Tiara dipanggil BK.Tiara dihukum hormat bendera sampai bel istirahat berbunyi, karena telat 30 menit.Tiara lalu menjalankan hukumannya.Ia menaruh tasnya di kelas dan keluar menuju lapangan lalu hormat pada bendera merah putih.
Di kelas Nisa dan Andin heran.Tiara tidak pernah tekat sekolah, bahkan selalu tepat waktu kesekolah.Namun hari ini Tiara telat untuk yang pertama kalinya.Farel iba melihat Tiara di hukum sendirian.
"Bob.Balikin bulpen gue,"teriak Farel.Sontak seluruh siswa dikelas kaget dengar teriakan Farel,termasuk Bobby.Bobby merasa tidak meminjam bulpenya Farel.Sebenarnya Farel sengaja biar bisa menemani Tiara dihukum.
"FAREL!! LARI KELILING LAPANGAN 5 KALI SEKARANG JUGA!!,"perintah Pak Karim.Pak Karim guru matematika killer disekolah.Semua murid takut dengan dia.Kalau saat pelajarannya ada yang bicara akan mendapatkan hukuman.
"Pak.Kalau hukumannya diganti hormat bendera sampai jam istirahat,boleh nggak?,"tanya Kenan.
"TERSERAH KAMU! SUDAH SANA!!!,"perintah Pak Karim.Farel lali menuju lapangan.Ia berdiri disebelah Tiara lalu hormat pada bendera merah putih.Tiara kaget melihat Farel di hukum.
"Rel.Kamu dihukum juga?,"tanya Tiara sambil menoleh kearah Farel.
"Iya.Ra,"ucap Farel sambil tersenyum.
"Dihukum kenapa?,"tanya Tiara.Tiara tahu Farel bukan anak nakal.Farel tidak pernah mendapatkan hukuman disekolah.
"Teriak-teriak pas pelajarannya Pak Karim,"jawab Farel jujur.Tiara lalu menduga Farel sengaja membuat keributan biar bisa dihukum untuk menemaninya.
Sementara itu dikantor Kenan sampai dikantor sudah ditunggu Jhony.Jhony hendak memberikan berkas yang harus ditandangani Kenan.
"Nih... Ada beberapa berkas yang harus lo tandatangani,"ucap Jhony sambil menyodorkan berkasnya.Kenan lalu membuka dan membaca berkas tersebut.
"Bro.Lo belum putusin Sarah?, "tanya Jhony. Jhony tahu dari postingan instagram Kenan.kenan masih post foto mesra dengan Sarah.
"Belum. Gue masih sayang sama dia,"jawab Kenan.Jhony menggelengkan kepalanya.Kenan memang susah untuk lepas dari Sarah.Padahal waktu dirumah Jhony,Kenan bilang mau putusin Sarah.
Kring... Kring...
Bel telfon kantor berbunyi.Kenan menganggkatnya.
Kenan:Ada apa Sis?
Siska:Maaf Pak.Di lobby ada klien bapak dari Anugerah Group, Namanya Pak Salman.Beliau mau bertemu Bapak.
Kenan:Oh...Suruh dia keruangan saya.
Siska:Oke Pak.
Kenan lalu menutup telfonnta dan menyuruh Jhony mempersiapkan berkas-berkas kerjasama perusahaannya dengan perusahaan Anugerah Group.Jhony lalu keruangannya mencari berkas yang diminta Kenan.
tokohnya anak usia sekolah/pelajar
terkesan penulis ABG