NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Tendangan Penghancur Gunung

Rantai Pendakian Kuno menjulang lurus ke langit.

Rantai itu terbuat dari besi hitam kuno yang telah ditempa waktu dan berlumuran darah para pendosa. Setiap mata rantainya sebesar tubuh manusia, membentang puluhan ribu meter hingga menembus kabut gelap di atas Jurang Sembilan Kegelapan.

Mo Xie berdiri di pangkalnya sambil menengadah ke atas.

Angin dari atas meraung seperti ribuan roh yang sedang meratap.

"Naiklah."

Xue Ling'er melangkah mendekat. Ia tidak memeluk Mo Xie. Sepuluh jarinya bergerak cepat, mengeluarkan ratusan benang darah yang melilit tubuhnya sebelum mengikatnya pada punggung Mo Xie.

Benang-benang itu menembus jubah hitam dan terhubung dengan Tulang Naga Bumi di punggungnya.

"Kalau kau menjatuhkanku, aku akan membelah jantungmu sebelum tubuhku menyentuh dasar jurang."

Mo Xie menyeringai.

"Pegang erat kebencianmu, Ling'er. Kita naik."

Ia menginjak mata rantai pertama.

Qi dari Tulang Kaki Jenderal Iblis Kuno segera bergejolak. Aksara kuno di dalam tulangnya menyala, lalu tekanan berat yang mengerikan berkumpul di telapak kakinya. Tubuh Mo Xie menjadi seringan bulu, sementara pijakannya menempel kuat pada rantai.

Ia mulai mendaki.

Cakar obsidian di tangan kirinya menancap ke dalam besi. Setiap tarikan membuat tubuhnya melesat beberapa meter.

Seribu meter pertama berlalu tanpa gangguan.

Namun, setelah menembus lapisan awan kedua, badai mengerikan menyambut mereka.

Suhu turun drastis.

Kabut Yin di ketinggian ini telah berubah menjadi badai es. Ribuan serpihan es tajam beterbangan bersama angin dan mengiris segala sesuatu yang mereka lewati.

Srak! Srak!

Pakaian fana Mo Xie segera terkoyak. Serpihan es menyayat wajah dan lengan kanannya yang masih berupa daging fana. Darah menetes dari luka lalu membeku di kulit.

Namun Mo Xie terus mendaki.

Kerangka Besi Hitam Kegelapan bergetar menahan badai. Tulangnya tetap kokoh meski daging fana di tubuhnya terus terluka. Tiga Tulang Rusuk di dadanya memancarkan Qi Yang yang hangat sehingga darahnya tidak sampai membeku.

Xue Ling'er mendengus.

"Bocah gila. Kau hanya tahu cara maju."

Benang darah melesat dari tangannya. Dalam sekejap, benang-benang itu membentuk kubah merah yang menyelimuti mereka.

Serpihan es yang menghantam kubah langsung mencair menjadi uap.

Namun, wajah Xue Ling'er perlahan memucat. Mempertahankan perlindungan di tengah badai seperti ini menguras esensi darahnya.

Mereka terus mendaki.

Semakin tinggi mereka pergi, semakin ganas badai yang menghadang.

Tiba-tiba, terdengar suara kepakan sayap yang kering dan kasar seperti tulang bergesekan.

Mo Xie menoleh.

Dari celah tebing di sisi kanan, ratusan mata merah muncul.

Sekawanan Gagak Tulang telah mencium aroma darah.

Makhluk-makhluk itu sebesar elang raksasa. Tubuh mereka diselimuti tulang tajam, sementara paruhnya menyerupai tombak. Mereka hidup dari bangkai para kultivator yang gagal keluar dari Jurang Sembilan Kegelapan.

"Tamu tak diundang."

Kawanan itu menukik.

Mo Xie mencengkeram rantai dengan tangan kirinya, sementara kaki kanannya tetap menempel pada mata rantai.

Cakar obsidiannya menyambar.

Bam!

Tiga Gagak Tulang pertama langsung terbelah.

Namun, jumlah mereka terlalu banyak.

Puluhan lainnya menghantam kubah darah Xue Ling'er. Beberapa bahkan berhasil menembus pertahanan dan menyerang Mo Xie.

Salah satunya menancapkan paruh ke bahu kanannya.

Darah menyembur.

Mo Xie hanya meliriknya. Ia mencengkeram kepala burung itu dengan tangan kanannya, lalu meremukkannya.

Bang!

Bangkai Gagak Tulang jatuh ke dasar jurang.

"Mo Xie! Mereka terlalu banyak!" Suara Xue Ling'er terdengar berat. "Benang darahku tidak akan bertahan lama!"

Mo Xie mengamati kawanan itu.

Bertarung satu per satu hanya akan membuang waktu. Ia membutuhkan satu serangan yang mampu memusnahkan mereka sekaligus.

Tatapannya kemudian beralih ke dinding tebing yang hanya berjarak beberapa meter.

"Ling'er."

"Apa?"

"Pusatkan pertahananmu di depan wajahku."

Xue Ling'er segera memahami maksudnya.

Kubah darah menyusut dan berubah menjadi perisai tebal di depan wajah Mo Xie. Dengan begitu, tubuhnya kini terbuka terhadap badai dan serangan Gagak Tulang.

Mo Xie tidak peduli.

Ia menggenggam rantai dengan cakar obsidiannya dan membebaskan kaki kanannya untuk bergerak.

Qi Yin dari Dantian mengalir deras ke Tulang Naga Bumi. Dari sana, seluruh kekuatan tersebut berkumpul pada kaki kanannya.

Aksara kuno di dalam Tulang Kaki Jenderal Iblis kembali menyala.

Tekanan mengerikan menyelimuti kakinya. Beratnya meningkat hingga menyerupai gunung kecil.

Pada saat yang sama, ratusan Gagak Tulang menukik dari atas.

Jarak mereka semakin dekat. Tinggal beberapa jengkal.

Mo Xie tiba-tiba memutar tubuhnya. Namun, ia tidak menendang kawanan burung itu.

Kaki kanannya justru menghantam dinding tebing di sampingnya.

"Seni Iblis Kuno!"

"Tendangan Penghancur Gunung!"

Boom!

Telapak kaki Mo Xie menghantam batu.

Dalam sekejap, dinding tebing meledak. Retakan raksasa menyebar ke segala arah, tetapi kekuatan sebenarnya bukan terletak pada hancurnya batu.

Gelombang tekanan yang mengerikan menyapu seluruh ruang.

Ratusan Gagak Tulang yang sedang menukik langsung terkena hantaman tersebut.

Krek! Krek!

Tulang-tulang mereka patah secara bersamaan.

Tubuh mereka remuk di udara sebelum jatuh ke dalam jurang.

Badai es di sekitar mereka pun terhempas oleh gelombang tekanan.

Untuk sesaat, dunia menjadi sunyi.

Rantai Pendakian Kuno berguncang hebat, tetapi Mo Xie tetap mencengkeramnya dengan satu tangan.

Hujan darah dan serpihan tulang turun dari langit.

Xue Ling'er membuka matanya perlahan. Tatapannya tertuju pada kawah besar di dinding tebing.

Satu tendangan telah menghancurkan batu dalam radius puluhan meter.

"Benar-benar kaki yang mengerikan."

Mo Xie menyeka darah dari sudut matanya. "Aku bahkan belum menggunakan seluruh kekuatanku."

Ia kembali menginjak mata rantai.

"Puncak Jurang Sembilan Kegelapan sudah dekat."

Xue Ling'er menatapnya. "Kalau kita sampai di atas, apa yang akan kau lakukan?"

Mo Xie memandang kabut yang menutupi Surga Sembilan Lapis.

"Simpan esensi darahmu." Tatapannya berubah dingin. "Setelah kita menembus segel, akan ada banyak tulang segar yang menunggu untuk ditempa."

Xue Ling'er tersenyum tipis. "Kau benar-benar tidak pernah puas."

Mo Xie tidak menjawab.

Ia kembali mendaki.

Rantai kuno terus bergetar di bawah kakinya. Di belakang mereka, darah Gagak Tulang masih berjatuhan, sementara di depan, kabut Surga Sembilan Lapis semakin dekat.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!