NovelToon NovelToon
AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Dosen / Anak Genius
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: Sara Zefa

Anaxa Daemyn Elrad, seorang mahasiswa psikologi, mulai menerima amplop cokelat berisi laporan penelitian yang menggambarkan kehidupan, kebiasaan, bahkan perilaku pribadinya secara terperinci.

Awalnya dia menganggapnya sebagai kebetulan. Namun, semakin banyak laporan yang muncul, semakin sulit baginya menyangkal satu kenyataan: seseorang sedang mengamati dirinya.

Di balik kehidupan kampus yang tampak biasa, tersembunyi sebuah proyek penelitian bernama EVA-213.

Siapa yang mengawasinya? Apa tujuan penelitian tersebut? Dan sejak kapan hidup Anaxa bukan lagi sepenuhnya miliknya?

Bagaimana jika seluruh hidupmu ternyata hanyalah data bagi seseorang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sara Zefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARGA DARI SEBUAH UCAPAN

Kemudian keheningan itu dipecah oleh suara seseorang yang berdiri dari kursi. Ribka menghadap Dimas dan menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat. "Lu secara gak langsung bilang kalau gue pelakor yang ngambil calon pacar orang, gitu?"

"Oh. Bagus kalau sadar." Dimas menatap sinis ke arah Anaxa dan Ribka.

Anaxa membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi ucapan Alya mengisi ruang rawat inap terlebih dahulu. "Walaupun kamu suka aku, tetap saja gak boleh berkata seperti itu ke Anaxa dan Ribka."

Dimas membalikkan badan menghadap Alya. "Tapi Anaxa malah nyakitin kamu. Dia juga seret kamu ke dalam penelitian EVA kan? Kalau kamu sama dia, bakal lebih berbahaya lagi."

Alya menggelengkan kepala. "Aku sudah tahu konsekuensi yang akan ku dapatkan jika turut membantu Anaxa, tetapi kamu tidak dapat menentukan orang yang berhak bersama ku." Ucap Alya dengan tegas.

"Tapi..." Dimas terdiam. Dia menatap Alya yang memasang tatapan tak terbaca. Kemudian Dimas menatap ke sekeliling.

Anaxa.

Ribka.

Dan juga Keenan.

Dimas langsung tersadar dari amarah nya. Dan dirinya sudah membuat kesalahan yang fatal!

"Lu kali ini kelewatan." Kata Keenan sambil menggelengkan kepala.

Ribka masih kesal dengan ucapan Dimas pun langsung beranjak pergi ke kamarnya sambil menyeret tiang infus. Dengan sengaja Ribka menubruk bahu Dimas saat melewatinya.

Brak!

Pintu ruang rawat dibanting oleh Ribka. Dan atmosfer dalam ruangan terasa makin berat.

Hingga akhirnya Anaxa mengucapkan sesuatu. "Aku gak tau kalau perilaku ku tanpa sengaja menyakiti Alya. Aku... Aku minta maaf."

Alya yang mendengar perkataan Anaxa langsung melangkah ke ranjang rawat pria itu dan berkata. "Enggak. Kamu gak salah. Aku cuma salah paham doang. Serius."

Tetapi Anaxa malah tersenyum lemah. Tatapan matanya kembali redup. "Yang dikatakan Dimas benar. Aku cuma bakalan nyakitin dan seret kamu ke dalam bahaya."

Alya menggelengkan kepala dan gadis itu langsung menggenggam tangan Anaxa dan berkata. "Aku yang memutuskan untuk menyukai mu. Aku juga yang ingin membantumu terkait EVA. Tolong jangan masukin ke hati perkataan Dimas tadi."

Pandangan Anaxa langsung buram oleh air mata setelah mendengar perkataan Alya. Dia mulai terisak-isak. "Aku gak ngerti kenapa kamu malah terus menyukai diriku...."

"Anaxa..." Alya merasakan tangan Anaxa balas menggenggam tangannya dengan kuat.

Dan kamar itu diisi oleh tangisan Anaxa.

Keenan menatap kecewa kepada Dimas. "Lu yang sebenarnya nyakitin orang lain." Ucap lelaki itu sambil berjalan melewati Dimas menuju ranjang Anaxa.

Dimas tetap berdiri di tempat nya. Kemudian dia berbalik dan mendapati kedua temannya yang berusaha menghibur dan memenangkan Anaxa yang tampak down kembali. Dan kemudian, Dimas merasakan sakit di dadanya seperti dipukul palu. Dirinya langsung melihat imbas dari perilaku bodohnya tadi. Ucapan Keenan tentangnya benar. Dia menyakiti semua temannya sekaligus! 

Brak!

Dimas membuka pintu dan menutup nya dengan asal. Dia melarikan diri dari ruang rawat inap Anaxa. Langkah menuju ke dalam toilet di rumah sakit. Memasuki salah satu bilik dan mengunci pintunya. Dimas langsung meninju tembok melampiaskan amarah terhadap dirinya sendiri. "Aku benar-benar bodoh. Lalu bagaimana aku bisa tetap bersama mereka setelah kondisi jadi seperti ini?"

Dimas meninju tembok kamar mandi lagi sampai jari tangannya lebam-lebam. Kemudian dia terduduk di atas wastafel. Kepala menunduk menatap lantai dengan tatapan kosong. Dia berpikir keras untuk memperbaiki semua masalah ini. Tapi sayang nya hanya kebuntuan yang dia dapat.

"Argh!" Dimas mengerang. Dia berniat untuk berdiri dan meninju tembok lagi, sampai kemudian notifikasi ponsel menghentikan pergerakannya.

Dimas langsung merogoh celananya dan meraih ponsel. Layar dinyalakan dan dirinya sontak terkejut melihat pesan lanjutan yang dikirim oleh nomer misterius yang memberi terror di ruang bawah tanah. "SOCIAL NETWORK MONITORING: CONTINUED."

Dimas pun terkaget. Dia mengucek matanya dan membaca ulang pesan itu. Dirinya benar-benar kaget. "Apakah EVA masih mengawasi Anaxa?" Tanpa pikir panjang, Dimas membuka pintu bilik kamar mandi. Dia langsung berlari menuju ke kamar Anaxa lagi.

Napasnya terengah-engah saat sampai di depan pintu rawat inap Anaxa. Mengambil nafas sejenak, kemudian dia membuka pintu. Alis Dimas langsung mengernyit mendapati pintunya tidak dapat terbuka karena dikunci. Mau tak mau Dimas mengetuk pintu sambil berteriak. "Keenan! Alya! Tolong bukain pintunya. Aku dapat pesan yang berbahaya."

Dimas menunggu beberapa saat sampai kemudian pintunya dibuka. Ternyata yang membukakan pintu adalah Keenan.

"Keenan! Gila banget sumpah! Lu tau gak kalau..." Ucapan Dimas seakan tertelan di dalam tenggorokan setelah melihat tatapan Keenan, teman sekamarnya, yang menatapnya dengan dingin. Dan Dimas berani bersumpah bahwa selama tinggal satu kost dengan Keenan, dia gak pernah mendapatkan tatapan dingin tak peduli se kesal apapun temannya itu terhadap dirinya.

"Keenan..."

"Kalau lu mau bikin ancur lagi mental Anaxa yang masih rentan, lu gak diterima disini." Ucap Keenan sambil menyekap tangannya.

Dan Dimas pun terdiam seribu bahasa. Dirinya masih tidak mengira kalau temannya akan semarah ini terhadap nya.

Brak!

Keenan mengambil langkah mundur dan membanting pintu tepat di depan Dimas. Dan bantingan pintu itu menarik kembali Dimas dari lamunannya.

Tangan Dimas bergerak untuk mengetuk pintu kembali. Namun sebelum tangannya menyentuh pintu, pergerakan nya terhenti. Dimas menarik tangannya kemudian menghela nafas berat. Dia melangkahkan kaki menjauh dari ruang rawat inap Anaxa.

Dan langkahnya kemudian menuju ke ruang rawat inap Ribka. Dalam pikiran nya "Mungkin aku bisa kasih tau tentang SOCIAL NETWORK MONITORING ke gadis itu."

Dimas menghela nafas berat lagi setelah sampai di depan pintu ruangan Ribka. Dia mengetuk pintu dan menunggu sejenak. Sampai akhir Ribka berteriak mempersilahkan dirinya untuk masuk aja. Tanpa tahu kalau orang yang diizinkan masuk itu adalah Dimas.

"Mau ganti infus ya Sus?" Ucap Ribka setelah selesai mengunyah, mengira bahwa yang masuk ke ruangan nya adalah suster. Ribka yang tadinya sedang asik makan nasi bento segera menaruh sendok lalu menaruh kotak bento di atas nakas.

"Kapan boleh pulangnya nih? Udah gak sabar." Ucap Ribka sambil menoleh ke arah lain. Dan perempuan tersebut langsung terdiam setelah sadar bahwa yang masuk ke kamarnya bukanlah suster melainkan Dimas. 

Dimas yang menyadari perubahan wajah Ribka langsung kembali merasa bersalah. "Rib. Gue salah udah ngata-ngatain lu yang enggak-enggak. Tapi gue—"

"Keluar."

"Ya?"

"Lu keluar gak dari sini." Ucap Ribka dengan nada yang semakin tinggi. Air mata mulai turun membasahi pipi gadis itu.

"Tapi Rib, gue minta maaf banget ke lu. Gue gak sengaja. Gue tadi terlalu emosian aja. Seharusnya gue gak kayak gitu. Maaf." Ucap Dimas mengharapkan Ribka untuk menerima permintaan maafnya. Namun apa yang didapati nya malah....

"Keluar. Lu keluar gak." Ucap Ribka dengan air mata yang semakin deras. Perempuan itu mengambil sendok dari kotak bento kemudian melemparkan nya kepada Dimas.

"Lu jahat banget sama gue." Tangis Ribka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!