NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bentrok

Menjelang tengah malam.

Di depan sebuah gua yang gelap gulita.

Pintu gua itu sempit seukuran liang kubur.

"Inilah tempatnya",

Sabdo mengeluarkan sebuah botol yang berisi separuh gasolin.

Pucuknya yang berupa sumbu baru saja ia bakar.

"Bersiaplah",

Sabdo melempar bom molotov itu ke dalam lubang gua yang dalam.

Terdengar dengan jelas gema ledakan.

Dan kilatan cahaya terang dari nyala api yang berkobar.

Sabdo, Unang, Alex, Karyo, Gombloh dan Bokir menunggu di depan gua rumahnya para setan.

Mereka sudah bersiap dengan mental, senjata dan siasat bak peperangan.

Terdengar suara ramai dari dalam gua.

Lengkingan bunyi itu semakin mendekat keluar.

"Mereka datang... ",

Teriak Sabdo seolah panglima perang.

Puluhan kuyang keluar dari dalam sarang.

Berterbangan dengan wajah yang menyeramkan.

Belasan suwanggi berkelakar keluar dari dalam kandang.

Mereka terbang langsung menyerang.

Terjadilah pertempuran hebat.

Manusia versus Setan

Kuyang-kuyang berhasil dilumpuhkan dengan sengit.

Lemparan bola karet mentah atau lateks yang tepat sasaran menumbangkan kepala para perempuan berbadan organ dalam.

Kuyang-kuyang yang jatuh ke tanah langsung dibunuh.

Serangan suwanggi begitu merepotkan.

Badan mereka yang hitam legam, besar dan kuat.

Sejauh ini hanya Karyo yang mampu menang berduel satu lawan satu melawan Suwanggi.

Suwanggi ketika di udara juga bisa berubah wujud menjadi bola api yang panas.

Gombloh dan Bokir berpasangan.

Mereka melawan musuh-musuh dengan formasi berdekatan.

Lemparan bola karet mentah Bokir tepat sasaran mengenai kepala kuyang.

Keseimbangan kuyang terganggu lantaran rambutnya yang panjang ditempel oleh lem super yang berat.

Kuyang itu jatuh ke pohon bambu.

Jantungnya menancap terkena ujung bambu muda yang lancip.

Tamatlah riwayat si kuyang.

"Rasakan kekuatan ku",

"Tidak percuma aku mengidolakan rasengan",

Bokir sangat berbangga.

Tembakan Gombloh dua kali meleset.

Sekarang Kuyang itu ada persis di depan mukanya.

Kuyang itu mau menggigit Gombloh yang sudah kepentok pohon.

"Tolong... ",

"Tolong... ",

Tapi tidak berhasil.

Rambut kuyang itu dijambak lalu dibanting ke tanah.

Sebelum diinjak-injak sampai mati.

Oleh Karyo yang perkasa.

Mighty Karyo sudah melawan belasan kuyang dan beberapa suwanggi.

Begitu juga dengan Unang yang beraksi dengan kalem tapi efektif dengan jurus pukulan tongkat.

Ketika pasukan setan-setan sudah mulai berkurang.

Sabdo dan Alex masuk ke dalam gua.

Tempat tinggal para pengabdi iblis.

Manusia-manusia yang hidup berdampingan bersama setan-setan.

Alex melihat tubuh-tubuh perempuan yang ditinggal kepalanya.

Tapi bukan itu tujuan mereka.

"Ikuti aku",

Belasan tahun yang lalu Sabdo pernah masuk ke dalam tempat yang laknat ini.

Ia tahu betul dimana tempat para korban dipenjarakan.

"Itu mereka... ",

"James... ",

"Sintia... ",

"Ini ayah sayang... ",

"Kita harus cepat... ",

Mereka melepaskan ikatan tali yang membelenggu tangan dan kaki.

Mengeluarkan sumbatan kain yang menyumpal mulut.

Alex dan Sabdo membawa James dan Sintia keluar.

"Alhamdulillah... ",

"Mereka berhasil... ",

Unang, Gombloh dan Bokir menjemput Alex dan Sabdo yang sukses membebaskan James dan Sintia.

"Cepat pergi... ",

"Tinggalkan tempat ini",

Perintah Karyo yang sedang dikeroyok Suwanggi.

Karyo terlihat sangat bengis.

Membunuh para kuyang dan Suwanggi seperti mematikan seekor tikus yang tidak berkutik.

Meski tubuhnya tidak terbebas dari serangan yang berakibat luka-luka.

Dengan tangan kosong Mighty Karyo sanggup merobohkan setan-setan itu satu demi satu.

Alex memapah Sintia, Gombloh menggendong James.

Mereka berhasil menjauh dari lingkungan hutan terlarang dan markas utama para penganut ajaran ilmu hitam.

Dengan kawalan ketat dari Unang dan Bokir.

Sementara itu Sabdo kembali ke depan mulut gua.

Bukan untuk menjemput Karyo.

Tapi matanya penuh amarah.

Dadanya tersulut dendam yang selama hidupnya terus membara.

Ketika hendak masuk kembali ke dalam gua.

Sabdo dihentikan oleh Karyo.

"Sudah... ",

"Cukup... ",

"Masa lalu tidak akan pernah bisa dihidupkan lagi",

Bahu Sabdo ditahan oleh Karyo.

"Ayo kita pulang... ",

"Bapak dan ibu menunggu kita semua di rumah",

Mata Sabdo berkaca-kaca.

Karyo memanggul Sabdo seperti waktu kecil.

Untuk pulang ke rumah.

"Kita pulang",

"Tanggung jawab kita sudah selesai",

"Aku sangat bangga padamu",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!