NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 5

. Zhou?"

Tabib Zhou berlutut gemetar di ubin batu yang dingin, meletakkan mangkuk obat berdebu di depannya dengan kedua tangan yang bergetar hebat. Dahi tua tabib itu menyentuh lantai batu yang keras.

"Melapor kepada Yang Mulia..." suara Tabib Zhou bergetar ketakutan, "jarum perak yang Hamba celupkan ke dalam cairan sisa obat ini seketika berubah warna menjadi biru kehitaman pekat! Terdapat kandungan racun Bunga Malam Biru dalam dosis yang sangat mematikan. Jika ramuan ini diminum hingga tandas, korban akan mengalami kelumpuhan saraf dada dan meninggal karena gagal napas dalam hitungan jam!"

Atmosfer di dalam kamar Istana Dingin mendadak membeku kaku. Hawa dingin malam berembus menembus celah papan jendela, membuat lidah api lilin di sudut ruangan bergetar hebat, memancarkan bayangan meliuk-liuk di atas dinding batu yang berlumut.

Kaisar Tian mematung kaku. Rahangnya mengencang drastis, membentuk garis kaku yang penuh amarah. Sebelah tangannya mengepal erat di balik lipatan jubah naga hitam bersulam benang emas.

Semua yang dikatakan Anran—tentang racun Bunga Malam Biru, tentang bahaya tersembunyi, hingga tuduhan konspirasi di istana belakang—terbukti kebenarannya tanpa ada satu pun tebakan yang meleset.

Kaisar Tian perlahan menarik napas dalam, meresapi keheningan malam yang menghimpit. Matanya yang tajam dan pekat kini menatap Anran dengan pendaran yang sepenuhnya berbeda. Tidak ada lagi sisa cemoohan atau kebencian dingin, melainkan gejolak rasa terkejut, kewaspadaan, dan kekaguman yang tersembunyi rapat.

"Permaisuri..." desis Kaisar Tian rendah, suaranya bergaung penuh bobot di ruangan yang pengap itu. "Kau tidak hanya menyelamatkan nyawamu sendiri malam ini, tetapi juga membongkar racun yang mengancam istana ini."

Anran mengulas senyum tipis yang amat memikat di balik wajah pucatnya. Ia merapikan lipatan gaun sutranya tanpa sedikit pun gestur terburu-buru, memperlihatkan ketenangan seorang ratu sejati meski berada di tempat kumuh.

"Saya tidak melakukan ini untuk menyelamatkan siapa pun selain diri Saya sendiri, Yang Mulia," sahut Anran halus namun bernada dingin. "Bagi Saya, kebenaran medis adalah hal yang mutlak. Dan siapa pun yang mencoba bermain-main dengan racun di hadapan Saya... harus siap menerima pembalasannya."

Kaisar Tian menatap wanita di depannya dengan ketertarikan mendalam yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sosok Anran yang dulu lemah lembut dan tak berdaya telah sirna sepenuhnya, berganti menjadi sosok wanita jenius yang tajam, penuh perhitungan, dan berwibawa.

"Kasim Zhao!" panggil Kaisar Tian tegas tanpa memalingkan pandangannya dari Anran.

"Hamba di sini, Yang Mulia!" Kasim Zhao bergegas maju seraya membungkuk dalam-dalam.

"Siapkan tandu kerajaan. Malam ini juga, bawa Permaisuri keluar dari Istana Dingin dan kembalikan beliau ke Istana Fengyi. Perintahkan seluruh pelayan dan pengawal untuk membersihkan kediamannya seperti sedia kala."

"Baik, Yang Mulia! Hamba laksanakan!" jawab Kasim Zhao dengan wajah lega.

Lian yang berlutut di sudut ruangan tak sanggup menahan lelehan air mata haru. Pelayan setia itu berkali-kali menyentuhkan dahinya ke ubin batu, bersyukur atas keselamatan junjungannya.

Kaisar Tian melangkah satu tapak lebih dekat ke tepi ranjang, menundukkan tubuhnya yang tegap hingga aroma kayu cendana dari jubahnya terhirup oleh Anran.

"Mulai malam ini, Istana Fengyi kembali menjadi milikmu," desis Kaisar Tian dengan nada meneliti. "Namun ingat, Anran... permainan di istana ini baru

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!