NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikah dadakan

Akhirnya mereka sampai di rumah Tiyas. Di sana sudah ada Indri dan orang tuanya juga. Mereka sedang membereskan perabotan dan peralatan lain yang sudah dipakai beberapa hari ini.

melihat kedatangan Zain dan orang tuanya, Ayah Indri pun langsung menghentikan kegiatannya dan menghampiri mereka.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam, mari pak bu, silahkan masuk."

"Terima kasih, pak."

Mereka pun masuk dan duduk di lantai ruang tamu. Ayah Indri memanggil Tiyas yang saat ini ada di belakang rumah memilah sampah bersama Indri.

"Ya, itu Zain datang."

"Ah iya, paman."

"Semangat, yas." Ujar Indri.

Tiyas mencuci tangannya, lalu menemui mereka.

Sementara itu Indri membuatkan minuman di dapur. Dan orang tua Indri menemani Tiyas duduk menemui tamunya.

Awalnya mereka masih ngobrol santai. Selanjutnya mereka membicarakan soal semalam.

"Jadi begini nak Tiyas. Zain mau menikahi nak Tiyas sebagai bentuk tanggung jawabnya dan janjinya kepada almarhum pak Zakir. Nak Tiyas tenang saja, Zain tidak terikat hubungan dengan siapa pun." Ujar abi.

"Betul, nak. Putra Kami ini masih bujang." Sahut ummi.

"Apa betul begitu, pak, bu? Melihat anda ini adalah bukan orang biasa sepertinya." Sahut Ayah Indri.

"Maksud bapak kami orang luar biasa?" Sahut abi setengah bercanda.

Mereka pun tertawa.

"Maksud saya, anda ini kan orang berada. Mana mungkin tidak ada yang mau dengan nak Zain. Justru mungkin mereka minder."

"Haha.... justru Zain ini susah sekali kalau disuruh cari calon."

"Pasti dia sangat protektif. Bagaimana nasibku nanti kalau jadi istrinya." Batin Tiyas.

Pada akhirnya mereka menanyakan jawaban Tiyas. Dan Tiyas pun menerimanya, namun ia meminta gar pernikahannya dilangsungkan nanti setelah 40 hari bapaknya.

"Nak, perkara baik harus disegerakan. Apa lagi nak Tiyas sekarang sendiri."

"Tapi.... "

"Nak Tiyas tenang saja, rumah ini tidak akan jatuh ke tangan paman nak Tiyas. Kami akan membelinya sebagai hadiah pernikahan untuk nak Tiyas."

Mendengar hal tersebut tentu saja Tiyas sangat bahagia. Biarlah ia jalani dulu apa yang ada. Yang penting tempat kenangan bersama orang tuanya itu tidak menjadi milik orang lain.

Akhirnya sore ini juga mereka akan menikah secara agama di rumah Tiyas dan akan disaksikan oleh para tetangga Tiyas. Untuk menikah secara resmi akan dilakukan di Surabaya mengingat berkas Zain ada di rumahnya.

Sangat mudah bagi abi untuk mengatur segalanya. Abi meminta tolong kepada Pak Jali untuk membeli nasi kotak dan aneka kue serta minuman di kota untuk acara nanti sore. Abi bisa saja menikahkan mereka begitu saja. Namun abi ingin tetangga Tiyas menjadi saksi pernikahan mereka agar tidak ada kesalahpahaman nantinya. Dan Tiyas pun sebagai pihak perempuan tidak merasa sendiri. Abi juga meminta tolong kepada Ayah Indri untuk mengundang pemuka agama untuk proses ijab kabul nanti. Abi juga meminta tolong kepala desa dan aparatnya serta meminta surat pindah nikah untuk Tiyas. Semunya dilakukan dengan serba cepat.

Setelah shalat Ashar, para undangan pun datang ke rumah Tiyas. Ada sekitar 20 orang yang mereka undang selain kepala desa dan aparatnya.

Di dalam kamarnya Tiyas hanya bisa memandang foto kedua orang tuanya. Saat ini ia sedang mengenakan baju kebaya putih bekas ibunya dulu saat menikah. Tiyas juga tidak memakai mak-up. Ia memang tidak punya peralatan mak-up. Bahkan sekedar lip tun sana ia tidak punya. Ia hanya memakai bedak padat dari merk kosmetik yang legendaris. Indri memaksa Tiyas agar mau dimake-up sedikit saja namun Tiyas menolaknya.

"Oh ayolah, yas. Ini adalah hari bahagiamu yas. Apa kamu tidak ingin berpenampilan yang lebih baik untuk calon suamimu?"

"Meskipun aku tidak pakai mak-up pernikahan ini akan tetap saja, kan?"

"Iya sih, tapi kan.... "

"Sudahlah, dri. Mau memakai kebaya ini saja sudah sudah mending. Tiyas masih dalam keadaan berduka. Jangan memaksanya untuk pakai mak-up. Begini juga sudah cantik kok." Sahut Ibu Indri.

"Hem iya iya, bu. Maafkan aku ya, yas." Indri menggenggam tangan Tiyas. Ia baru menyadari perasaan sahabatnya itu.

Indri pun mengangguk seraya tersenyum.

Akhirnya akad dimulai. Karena, Tiyas tidak mempunyai wali jadi digantikan dengan wali hakim. Dan yang menjadi walinya adalah salah satu petugas KUA yang kebetulan merupakan tetangga Indri.

Zain sudah duduk di depan ustadz dan wali hakim. Pak Jali menjadi saksi dari pihak Zain dan Ayah Indri menjadi saksi dari pihak perempuan.

"Sudah siap, mas?"

"Insyaallah siap."

Khutbah nikah dikumandangkan. Hati Tiyas mulai tak karuan. Zain berusaha untuk menghilangkan groginya.

"Saudara Zain Salmana bin Salman Nanda Haris saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Ayu Ning Tiyas binti Zakir Rozak dengan mas kawin uang seratus juta dibayar tunai. "

"Saya Terima nikah dan kawinnya Ayu Ning Tiyas binti Zakir Rozak dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Sah sah... "

"Alhamdulillah... "

Do'a pun dilantunkan oleh pak Ustadz dan diaminkan oleh semua orang.

Para undangan cukup terkejut mendengar mas kawin yang diberikan Zain kepada Tiyas. Banyak sekali asumsi mereka.

"Beruntung sekali Tiyas dinikahi orang kaya."

"Iya, ternyata sengsaranya membawa berkah."

"Iya, lepas dari genggaman buaya masuk ke pelukan beruang."

"Tapi dia memang berhak bahagia."

"Iya, kasihan dia. Semoga suami dan keluarganya nanti bisa menerimanya dengan baik."

Begitu kira-kira ucapan beberapa orang.

Air mata Tiyas mengalir begitu saja. Ia tidak kuasa menahan sesak di dada. Ia tidak pernah membayangkan akan menikah secara mendadak seperti ini dan tanpa didampingi bapaknya.

"Yas, berbahagialah."

Indri mengusap air mata Tiyas dan memberikannya pelukan sebelum menuntun Tiyas keluar dari kamarnya untuk menemui Zain.

Tiyas menundukkan kepala saat keluar dari kamarnya. Semua mata tertuju kepadanya. Meski ia berpenampilan sangat sederhana namun tetap terlihat anggun.

Abi menyenggol lengan Zain untuk memberi kode agar ia menghampiri istrinya.

"Yas, ayo cium tangan suamimu." Ujar Ibu Indri.

Tiyas mengulurkan tangannya kepada Zain. Zain pun menerima uluran tangan Tiyas. Tiyas mencium punggung tangan suaminya. Kedua tangan itu sama-sama dingin. Zain membacakan do'a sambil memegang puncak kepala istrinya. Tidak ada yang bisa menebak isi hati mereka. Keduanya masih sama-sama kaku.

Ummi dan abi bersyukur akhirnya Zain menikah. Mereka berharap keduanya sama-sama bisa menerima dan pernikahan mereka langgeng sampai mau memisahkan.

Selanjutnya ummi dan, Indri, dan Ibu Indri mengeluarkan nasi kotak untuk tamu undangan.

Setelah acara ramah tamah selesai, satu persatu dari mereka pamit pulang.

Bersamaan dengan itu paman Tiyas datang. Sebelumnya Tiyas memang sudah menghubunginya karena abi yang meminta. Abi ingin urusan Tiyas segera selesai agar pamannya tidak mengganggu Tiyas. Awalnya paman Tiyas tidak mau datang karena tidak percaya bahwa Tiyas akan membeli rumah itu.

Sesuai kesepakatan rumah dan tanah itu dibeli seharga 300 juta. Harga tersebut sudah sesuai dengan harga pasaran di daerah tersebut. Meski awalnya paman Tiyas menaikkan harga, namun abi berhasil membuatnya takluk.

Paman Tiyas tidak menyangka Tiyas bisa menikah dengan orang kaya. Namun ia senang karena sudah berhasil mendapatkan uang dengan cepat.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
dewi rofiqoh
TBC ya kak 🤭🤭🤭
Sri Supriatin
Eeh tanggung thot🤭🤭😄😄
Faidah Ida
akhirnya unboxing jg..... 😄😄😄
Karsa Sanjaya
kapan nih kisah zean
Novita Sari
mas zain unboxing... update double thor...
Valen Angelina
akhirnya bersambung... bsoknya uda selesai 😂😂😂
Yusmala Nursari
semakin panas nih
Yusmala Nursari
Bagus ceritanya
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 👍👍👍
secret
cerita authorr yang selaluu ringann tp baguusssss, toppp
Faidah Ida
Dag Dig Dug ser..... 😄

maju Zain pantang mundur.. hehehehe
secret
duuhh duhh kewajiban apaa tuchh🤭😂
dewi rofiqoh
Kewajiban yang mana mas zain?
Sri Supriatin
Eeh di gantung jadi nunggu besok dong thor🤭🤭🤣🤣
Novita Sari
otw unboxing..
Teh Euis Tea
eeehhh zain udah kasih kode tuh yas, ayo gasken berpahala loh yas 🤭🤭🤭🤭🤭
Valen Angelina
wkwkwkw ada yg gak tahan lagi 🤭🤭🤭🤭
betriz mom
menunggu keseruan para sepupu berkumpul beserta opa haris dan oma Raisya🤗😍🙏
secret
otewe yaa bang Zain nafkah satunyaaa😂
dewi rofiqoh
Baru nafkah lahir ya, nafkah batinnya on the way🤭🤭🤭
Bunda RH: nafkah batin lebih banyak dr nafkah lahir 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!