Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 — Tanda Tangan di Bawah Tanggal Mati
Tiga hari setelah permintaan pemeriksaan diajukan, Gu Chenxiao menerima jawaban dari Balai Pengelolaan Aset.
Jawaban itu terdiri dari dua halaman.
Halaman pertama menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan gudang nonaktif pernah mengalami perubahan delapan tahun sebelumnya. Sejak perubahan tersebut, gudang yang dinyatakan aman dan tidak memiliki barang bernilai tinggi dapat menjalani pemeriksaan segel dari luar, tanpa harus membuka pintu setiap tahun.
Halaman kedua berisi daftar bangunan yang mendapat penyesuaian prosedur.
Gudang nomor tujuh tercantum di sana.
Gu Chenxiao membaca dokumen itu tanpa terburu-buru. Delapan tahun tanpa laporan pemeriksaan bagian dalam ternyata bukan penyimpangan dengan sendirinya. Ada aturan yang memungkinkan pemeriksaan dari luar menggantikan pemeriksaan fisik penuh.
Namun, penyesuaian itu memiliki syarat.
Sebelum sebuah gudang dapat menerima pemeriksaan segel dari luar, harus ada laporan pemeriksaan awal yang menyatakan bahwa isi gudang telah dihitung, barang yang tersisa telah diidentifikasi, dan tidak ada aset yang memerlukan pengawasan khusus.
Gu Chenxiao meletakkan halaman kedua.
“Paman Fu, apakah laporan pemeriksaan awal gudang nomor tujuh tersedia?”
“Belum. Kami hanya menemukan daftar penyesuaian prosedur.”
“Kalau begitu, cari laporan yang menjadi dasar penyesuaian itu. Bukan surat perubahan peraturannya.”
Paman Fu mengambil dokumen tersebut. “Jika laporan awal tidak ditemukan?”
“Kita periksa apakah ada catatan pemindahan atau penghapusan aset yang dapat menggantikannya. Jangan langsung menganggap dokumennya sengaja dihilangkan.”
Paman Fu membungkuk dan pergi.
Gu Chenxiao kembali membaca syarat penyesuaian.
Kini ia memahami mengapa status gudang nomor tujuh masih dipertahankan, sementara pemeriksaan di bagian dalamnya telah lama berhenti. Secara administratif, prosedur itu mungkin sah.
Tetapi ia belum mengetahui apakah syarat untuk menerapkan prosedur tersebut benar-benar dipenuhi.
Jika laporan awal tersedia, ia dapat memeriksa isinya. Jika laporan itu tidak tersedia, ia perlu mengetahui apakah ada dokumen lain yang memiliki fungsi setara. Dan jika tidak ada satu pun dasar yang dapat ditemukan, ia akan memiliki alasan untuk mempertanyakan keputusan delapan tahun lalu.
Bukan karena keputusan itu pasti salah.
Melainkan karena dasar keputusannya belum dapat diverifikasi.
Menjelang siang, Gu Chenxiao menerima undangan untuk menghadiri pertemuan singkat di Balai Pengelolaan Aset.
Pertemuan itu dipimpin oleh Gu Hengyuan.
Tetua tersebut duduk di ujung meja dengan jubah biru tua dan ekspresi tenang. Rambutnya telah memutih di pelipis, tetapi sorot matanya tetap tajam. Di hadapannya terdapat beberapa dokumen yang berkaitan dengan pembaruan inventaris gudang nonaktif.
Gu Chenxiao memberi hormat sesuai kedudukannya.
“Paman Hengyuan.”
“Chenxiao.” Gu Hengyuan mempersilakannya duduk. “Aku mendengar kau sedang memeriksa prosedur administrasi lama.”
“Benar. Saya ingin memastikan bahwa catatan aset yang masih dimiliki keluarga dapat diverifikasi.”
“Pekerjaan yang baik, selama tidak membuat semua bagian administrasi sibuk tanpa alasan.”
Gu Chenxiao tersenyum tipis. “Karena itulah saya membatasi pemeriksaan pada catatan yang memiliki ketidaksesuaian.”
Gu Hengyuan menatapnya sejenak, kemudian mengambil sebuah dokumen.
“Gudang nomor tujuh termasuk bangunan yang telah ditutup sejak lama. Prosedur pemeriksaannya disesuaikan delapan tahun lalu. Jika kau menemukan bahwa laporan pemeriksaan tahunan tidak lengkap, jangan langsung menganggap ada masalah. Pada masa itu, beberapa catatan memang dipindahkan ketika sistem inventaris diperbarui.”
“Apakah Paman mengetahui di mana laporan pemeriksaan awalnya disimpan?”
“Aku tidak mengingat setiap dokumen yang ditangani selama bertahun-tahun.”
Jawaban itu terdengar wajar.
Gu Hengyuan telah menangani banyak urusan administrasi. Tidak ada alasan untuk mengharapkannya mengingat lokasi setiap laporan lama.
“Apakah Paman pernah terlibat dalam penyesuaian prosedur gudang nomor tujuh?” tanya Gu Chenxiao.
“Aku menangani sejumlah dokumen pengelolaan aset wilayah barat pada masa itu. Mungkin termasuk gudang tersebut. Namun, tanpa melihat berkasnya, aku tidak ingin memberikan jawaban yang keliru.”
Gu Chenxiao mengangguk.
Ia tidak mendesak.
Jika Gu Hengyuan mengetahui sesuatu, pertanyaan yang terlalu langsung mungkin hanya akan membuatnya lebih berhati-hati. Jika ia tidak mengetahui apa-apa, tekanan tanpa bukti hanya akan merusak hubungan keluarga.
“Kalau begitu, saya akan melanjutkan pemeriksaan melalui arsip resmi.”
“Silakan. Tetapi ingat, sebuah dokumen yang tidak ditemukan belum tentu tidak pernah ada.”
“Benar, Paman.”
Pertemuan itu berakhir tanpa perdebatan.
Ketika Gu Chenxiao keluar dari balai, ia tidak merasa telah mendapatkan jawaban yang berarti. Gu Hengyuan tidak mengaku mengetahui lokasi laporan, tetapi juga tidak menyangkal pernah menangani dokumen pada periode tersebut.
Sikapnya tidak membuktikan apa pun.
Namun, percakapan itu memberinya satu informasi tambahan: Gu Hengyuan sendiri mengakui pernah menangani urusan pengelolaan aset wilayah barat pada masa ketika prosedur gudang nomor tujuh berubah.
Itu sesuai dengan catatan yang telah ditemukan.
Belum lebih dari itu.
Sore hari, Paman Fu kembali dengan hasil pencarian pertama.
Laporan pemeriksaan awal belum ditemukan. Namun, ia menemukan sebuah daftar penghapusan aset yang dibuat pada tahun yang sama dengan penutupan gudang nomor tujuh.
Daftar tersebut mencantumkan beberapa kategori barang: perabot rusak, alat pengangkut yang tidak lagi digunakan, bahan bangunan sisa, dan dokumen administrasi yang dianggap tidak memiliki fungsi operasional.
Sebagian barang dicatat telah dimusnahkan. Sebagian lain dipindahkan ke gudang berbeda.
Tidak ada rincian individual untuk seluruh barang.
Gu Chenxiao membaca daftar itu sampai halaman terakhir.
“Siapa yang mengesahkan penghapusan ini?”
Paman Fu menunjuk bagian bawah halaman.
Terdapat dua tanda tangan. Salah satunya milik pejabat administrasi yang sudah pensiun. Yang lain hanya mencantumkan jabatan: Wakil Pengesah Jalur Barat.
Nama pribadinya tidak tertulis pada salinan yang ditemukan.
Gu Chenxiao tidak segera menghubungkannya dengan kontrak Shen Rui, meskipun jabatan itu mengingatkannya pada dokumen pengiriman obat.
Jabatan yang sama dapat digunakan oleh pejabat berbeda pada periode berbeda. Tanpa tanggal pengangkatan dan catatan kewenangan, kemiripan gelar tidak membuktikan bahwa orang yang menandatangani kedua dokumen adalah orang yang sama.
“Apakah salinan ini berasal dari arsip asli?”
“Salinan resmi. Nomor dokumennya cocok dengan daftar penghapusan aset, tetapi kami belum menemukan berkas lengkapnya.”
“Apakah daftar ini menyebut gudang nomor tujuh secara langsung?”
“Tidak. Daftar itu mencakup beberapa gudang yang ditutup pada periode yang sama.”
“Jadi, kita belum bisa memastikan bahwa barang-barang dari gudang nomor tujuh termasuk di dalamnya.”
“Benar.”
Gu Chenxiao menutup dokumen.
Daftar itu tidak memberikan jawaban yang ia cari. Namun, daftar tersebut menunjukkan bahwa proses penutupan beberapa gudang dilakukan melalui satu rangkaian penghapusan aset bersama.
Jika gudang nomor tujuh termasuk di dalamnya, identitas barang-barang yang pernah disimpan mungkin hanya tercatat dalam lampiran yang belum ditemukan.
Jika tidak termasuk, ia perlu mencari dokumen lain yang menjelaskan bagaimana inventarisnya ditangani.
“Cari lampiran daftar penghapusan ini. Jangan mencari berdasarkan nomor gudang saja. Gunakan nomor dokumen dan tanggal pengesahannya.”
Paman Fu menerima perintah itu.
“Dan periksa apakah salinan ini memiliki catatan perubahan. Jika ada bagian yang tidak lengkap, kita harus tahu apakah bagian tersebut memang tidak pernah disalin atau hilang setelahnya.”
“Baik.”
Gu Chenxiao memandang jabatan yang tertulis di bawah tanda tangan.
Wakil Pengesah Jalur Barat.
Untuk sesaat, ia teringat pada klausul dalam kontrak Shen Rui yang memungkinkan perubahan jalur tanpa pengesahan ulang dari pusat. Ia juga teringat bahwa nama pejabat pada kontrak tersebut sebagian memudar, menyisakan dua karakter terakhir yang belum dapat dipastikan.
Namun, ia tidak membiarkan dua dokumen itu menjadi satu kesimpulan.
Mereka berasal dari masa berbeda dan memiliki fungsi berbeda. Hubungan di antara keduanya belum terbukti.
Meski begitu, jabatan tersebut layak dicatat untuk pemeriksaan lanjutan.
Gu Chenxiao menulisnya dalam buku catatan, lalu menambahkan sebuah peringatan di bawahnya.
Jabatan yang sama bukan bukti orang yang sama.
Malam itu, ketika sebagian besar kediaman telah sepi, Paman Fu kembali membawa satu lembar dokumen yang ditemukan di antara berkas pemindahan arsip lama.
Dokumen tersebut bukan laporan pemeriksaan awal gudang nomor tujuh.
Bukan pula daftar inventaris.
Itu adalah formulir pemindahan berkas dari ruang penyimpanan wilayah barat menuju arsip administrasi pusat.
Pada bagian atasnya tercantum tanggal delapan tahun sebelumnya, tidak lama setelah prosedur pemeriksaan gudang nonaktif diubah.
Daftar berkas yang dipindahkan terdiri dari sebelas nomor registrasi. Sepuluh di antaranya memiliki keterangan penerimaan yang lengkap.
Nomor kesebelas hanya memiliki tanda pengesahan awal.
Tidak ada tanda penerimaan akhir.
Gu Chenxiao membaca formulir itu dengan saksama.
“Apakah kita tahu nama berkas nomor sebelas?”
Paman Fu menunjuk kolom keterangan. Tulisan di sana telah memudar, tetapi beberapa kata masih dapat dibaca.
Lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.
Tidak ada nomor gudang.
Tidak ada daftar isi.
Tidak ada nama pejabat yang bertanggung jawab atas penerimaan akhir.
“Apakah nomor registrasinya masih tercatat dalam daftar arsip pusat?” tanya Gu Chenxiao.
“Belum ditemukan. Kami sedang memeriksa apakah nomor itu pernah diganti ketika sistem inventaris diperbarui.”
Gu Chenxiao mengangguk perlahan.
Untuk pertama kalinya, ia menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa sebuah berkas pernah dijadwalkan untuk dipindahkan, tetapi penerimaan akhirnya tidak tercatat dalam formulir yang tersedia.
Itu tidak membuktikan bahwa berkas tersebut sengaja dihilangkan. Dokumen bisa saja dipindahkan melalui jalur lain, didaftarkan dengan nomor baru, atau tertinggal karena kesalahan pencatatan.
Namun, jika lampiran tersebut memang berisi pemeriksaan aset wilayah barat, isinya mungkin membantu menjelaskan dasar penyesuaian prosedur gudang nomor tujuh.
Ia menunjuk nomor registrasi itu.
“Lacak nomor ini melalui catatan penerimaan, bukan melalui judul berkas. Jika nomor tersebut pernah diganti, kita perlu menemukan hubungan antara nomor lama dan nomor baru.”
Paman Fu mencatat instruksi itu.
“Jika tidak ada catatan penggantian?”
“Periksa daftar berkas yang diterima pada tanggal yang sama. Mungkin lampiran tersebut tercatat sebagai bagian dari kelompok dokumen lain.”
“Dan jika tetap tidak ditemukan?”
Gu Chenxiao menatap formulir itu.
“Barulah kita dapat menyatakan bahwa penerimaan berkas ini belum dapat diverifikasi.”
Ia tidak mengatakan bahwa berkas itu hilang.
Ia tidak mengatakan bahwa seseorang telah mencurinya.
Ia hanya menyatakan apa yang benar-benar ditunjukkan oleh dokumen di hadapannya.
Paman Fu membawa formulir itu ke meja pemeriksaan, sementara Gu Chenxiao tetap duduk di ruang kerja.
Malam semakin larut.
Di atas meja, ia menyusun tiga dokumen yang selama ini berdiri sendiri: daftar penghapusan aset, catatan perubahan prosedur gudang nonaktif, dan formulir pemindahan lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.
Ketiganya tidak membuktikan adanya satu rencana tersembunyi.
Tetapi ketiganya menunjukkan bahwa dasar penyesuaian prosedur gudang nomor tujuh mungkin berada di dalam rangkaian arsip yang penerimaan akhirnya belum dapat diverifikasi.
Jika lampiran itu ditemukan, ia mungkin memperoleh jawaban yang tidak menarik.
Mungkin gudang nomor tujuh telah diperiksa dengan benar, dan laporan tersebut hanya salah ditempatkan.
Mungkin pula laporan itu berisi daftar barang yang tidak pernah tercatat secara lengkap.
Kedua hasil tersebut akan mengubah arah penyelidikannya.
Gu Chenxiao menyimpan dokumen-dokumen itu dengan hati-hati.
Ia tidak akan membuka gudang hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu. Ia tidak akan menuduh Gu Hengyuan hanya karena namanya muncul dalam catatan pengesahan. Dan ia tidak akan menghubungkan kontrak Shen Rui dengan daftar penghapusan aset tanpa menemukan bukti yang menjembatani keduanya.
Namun, kini ia memiliki sesuatu yang lebih baik daripada dugaan.
Sebuah nomor registrasi.
Sebuah perpindahan berkas.
Dan sebuah penerimaan akhir yang belum dapat dibuktikan.
Bagi orang lain, itu mungkin hanya kesalahan administrasi yang terlalu kecil untuk diperhatikan.
Bagi Gu Chenxiao, kesalahan itu merupakan pintu yang baru saja terbuka sedikit.
Ia tidak berniat mendobraknya.
Ia hanya perlu mengetahui siapa yang terakhir kali memegang kuncinya.
Karena jika berkas itu memang pernah berpindah tangan, catatan yang hilang bukan berarti semua jejaknya ikut hilang.
Dan jika seseorang masih menyimpan pengetahuan tentang isi berkas tersebut, cepat atau lambat, orang itu akan menghadapi pilihan yang sama seperti siapa pun yang bergantung pada rahasia terlalu lama.
Ia dapat terus diam.
Ia dapat mencoba menghapus jejak berikutnya.
Atau ia dapat membuat kesalahan baru.
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
Ia tidak tahu siapa orang itu.
Belum.
Tetapi untuk pertama kalinya, ia tidak lagi hanya mencari sesuatu yang hilang.
Ia sedang mencari orang yang memiliki alasan untuk memastikan bahwa sesuatu tidak pernah tercatat sebagai telah diterima.