NovelToon NovelToon
RODA DUA Dan RAHASIA BIRU

RODA DUA Dan RAHASIA BIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zildiawan

Gavin Dewantara adalah pewaris tunggal Dewantara Group, salah satu keluarga old money terpandang di negeri ini. Bosan dengan kepalsuan kelas atas dan kekangan keluarganya, Gavin memilih kuliah di universitas negeri di luar kota, tinggal di kosan sederhana, dan menyembunyikan identitas aslinya. Di kampus, ia dikenal sebagai mahasiswa teknik yang slengean, ugal-ugalan, hobi naik motor tua, dan sering terlibat perkelahian jalanan menggunakan teknik bela diri praktis yang ia pelajari dari jalanan. Meski terlihat berandalan, Gavin memiliki prinsip hidup yang kokoh dan kesetiaan tanpa batas kepada teman-temannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zildiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Kerja Kelompok yang Kacau

Kirana Putri menatap layar ponselnya dengan geram. Pesan singkat yang ia kirimkan ke nomor Gavin sejak tiga jam lalu hanya menyisakan tanda centang dua abu-abu. Tidak dibaca, apalagi dibalas. Padahal, tenggat waktu pengumpulan draf proposal metode penelitian Teknik Kimia tinggal menyisakan waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Karena tingkat kesabarannya sudah menembus batas, Kirana akhirnya memutuskan untuk mendatangi Kos Bu Broto secara tiba-tiba setelah mendapatkan alamatnya dari Rian.

Begitu melangkah masuk ke halaman kosan berpagar besi karat tersebut, pemandangan pertama yang menyambut Kirana adalah Gavin yang sedang tertidur telentang di lantai teras lantai satu. Cowok itu hanya beralaskan tikar pandan yang sudutnya sudah robek. Sebuah pengeras suara bluetooth murah diletakkan tepat di samping kepalanya, mendendangkan lagu rock alternatif dengan volume yang cukup keras. Di dekat kakinya, tergelar beberapa lembar kaus kaki yang tampaknya belum dicuci.

"Gavin! Bangun!" teriak Kirana sambil menendang pelan ujung sepatu kanvas Gavin menggunakan sepatunya.

Gavin mengerjap, menguap lebar-lebar tanpa berniat menutup mulutnya, lalu duduk dengan malas. Ia mengucek mata, menatap Kirana yang berdiri menjulang di depannya dengan baju kuliah yang rapi, kontras dengan penampilannya sendiri yang hanya memakai celana pendek kolor dan kaus kutang putih.

"Eh, Bos Kirana. Ada angin apa main ke istana gembel gue?" celetuk Gavin santai, sama sekali tidak merasa bersalah. Ia meraba lantai, mencari permen karetnya yang ternyata sudah habis, lalu beralih mematikan musik dari ponselnya.

"Jangan banyak tanya. Buka laptop kamu sekarang," perintah Kirana dingin, langsung duduk bersila di atas tikar pandan tanpa memedulikan debu. Ia membuka laptopnya sendiri dengan sentakan kasar. "Bagian analisis kesetimbangan termodinamika di bab tiga kita berantakan. Rumus yang kamu ketik kemarin tidak sinkron dengan draf grafik utama. Kita bisa tidak lulus matkul ini kalau hitungannya meleset!"

Gavin menggaruk rambutnya yang acak-acakan. "Aduh, Ran. Masih jam tiga sore, otak gue masih mode hemat daya nih," keluh Gavin dengan gaya slengean andalannya.

"Gak ada alasan! Cepat perbaiki!" bentak Kirana, matanya menyala penuh ambisi sekaligus kecemasan.

Gavin menghela napas pasrah. Ia menggeser tubuhnya mendekat ke arah Kirana agar bisa melihat layar laptop gadis itu dengan jelas. Jarak mereka kini hanya terpaut beberapa puluh sentimeter. Untuk pertama kalinya, Gavin bisa mencium aroma parfum melati yang lembut dari tubuh Kirana—sangat berbeda dengan aroma warkop atau asap knalpot yang biasa mengelilinginya. Sementara Kirana, meskipun wajahnya ditekuk kesal, mendadak merasa canggung saat menyadari betapa dekatnya posisi duduk mereka hingga ia bisa melihat rahang tegas Gavin dari samping.

"Geser dikit, Ran. Silau," kata Gavin memecah keheningan canggung tersebut.

Gavin merebut laptop Kirana ke atas pangkuannya. Dalam sekejap, sorot mata ugal-ugalan di wajahnya padam, berganti menjadi tatapan dingin dan fokus yang sangat tajam. Jemarinya yang panjang mulai menari di atas keyboard dengan kecepatan luar biasa.

Tanpa membuka buku diktat setebal bantal yang dibawa Kirana, Gavin langsung mendeteksi kesalahan pada barisan algoritma di layar. Ia menghapus tiga baris kode formula, lalu menggantinya dengan penyederhanaan metode kalkulus matriks tingkat lanjut—sebuah teknik efisien yang sebenarnya hanya diajarkan di program master luar negeri, yang pernah ia pelajari dari modul privat Dewantara Group.

TAK!

Gavin menekan tombol enter dengan sekali ketukan keras, lalu memutar kembali laptop itu ke hadapan Kirana. "Nih. Udah gue beresin. Grafiknya gak bakal eror lagi sekarang."

Kirana tertegun. Matanya bergerak cepat membaca baris demi baris formula baru di layarnya. Hitungan rumit yang membuatnya terjaga sampai jam dua pagi tadi, kini diselesaikan Gavin hanya dalam waktu kurang dari lima menit secara sempurna dan jauh lebih elegan.

Kirana menatap Gavin dengan pandangan yang campur aduk: kagum, bingung, dan penuh selidik. "Gavin... kamu jujur sama aku. Kamu belajar metode penyederhanaan matriks ini dari mana? Ini bahkan bukan standar kurikulum semester awal kita."

Gavin sempat tertegang sesaat, menyadari kejeniusannya yang tidak sengaja bocor lagi. Namun, ia dengan cepat mengembalikan cengiran bodohnya, merebahkan tubuhnya kembali ke tikar sambil melipat kedua tangan di belakang kepala.

"Kan udah gue bilang, Bos. Otak gue itu kayak spons, gampang nyerap hal-hal gak berguna pas lagi gabut nonton tutorial YouTube India di toilet. Udah ah, gue mau lanjut tidur. Jangan lupa nama gue ditulis paling atas di lembar presensi tugas ya!"

Kirana terdiam, menatap punggung Gavin yang kini sudah membelakanginya. Di dalam hatinya, kecurigaan itu tumbuh semakin besar. Sesuatu memberi tahu Kirana bahwa cowok slengean yang hobi tidur di lantai ini sedang menyembunyikan sebuah rahasia yang sangat besar di balik jaket jins lusuhnya

1
Mey-mey89
lanjut
Azmi Zildiawan: Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!