Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!
Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!
Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?
Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OGMTM-8
...sebelum pandangannya bergeser ke bawah—pada kolom catatan pribadi yang melampirkan sebuah berkas khusus yang tidak diperhatikan orang lain.
Mahrup memicingkan mata, menggeser jarinya di atas trackpad iPad Pro untuk memperbesar tampilan dokumen tambahan tersebut. Sebuah lembar rekomendasi .
Foto Hazel di berkas digital itu tampak tersenyum tipis—bukan senyum formal yang dipaksakan, melainkan binar alami di matanya yang menyiratkan ketabahan sekaligus keceriaan jujur.
Untuk sejenak, dada Mahrup berdesir hangat. Rasa ingin tahu yang terbit di hatinya makin beriak, mengikis benteng dingin yang selama ini ia bangun rapat-rapat.
Namun, gerakan jemarinya mendadak terhenti saat tatapannya menyapu sudut meja minimalisnya. Di sana berdiri sebuah frame digital berbahan titanium yang menampilkan slideshow foto masa lalu. Layar itu mendadak menampilkan foto Clarissa Oktaviani yang tersenyum anggun dalam balutan gaun designer ternama.
"Clarissa?" gumam Mahrup lirih. Suaranya serak, sarat akan celaan pada diri sendiri.
Kenangan pahit pengkhianatan Clarissa seketika berputar seperti rekaman kelam di kepalanya. Clarissa, selebgram sekaligus anak pengusaha kaya yang dulu sangat dicintainya, ternyata tega berselingkuh secara terang-terangan dengan Dion Kusuma—rival utamanya—di saat Mahrup sedang berjuang menyelamatkan bisnis dari krisis. Tak cuma itu, Clarissa bahkan terang-terangan memamerkan hubungan gelapnya di media sosial seolah cinta Mahrup tak ada harganya.
Pintu kaca smart glass ruang kerja mendadak berbunyi pelan. Sekretaris Rian melangkah masuk membawa iPad khusus laporan bulanan, memutus lamunan kelam sang CEO.
"Tuan Mahrup, ini laporan dashboard keuangan kuartal pertama," ujar Rian sopan sembari menyerahkan tablet. Rian sempat melirik layar monitor ultra-wide Mahrup yang masih menampilkan profil Hazelia. "Ada masalah dengan berkas staf baru itu, Tuan?"
Mahrup dengan cepat menyandarkan punggungnya ke kursi ergonomis premium, memasang kembali raut wajah dingin tanpa celah.
"Tidak ada," jawab Mahrup datar. "Saya hanya memastikan HRD tidak meloloskan orang yang salah."
Rian tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana. "Gadis itu... Hazelia, dari laporan tim lantai dasar, kinerjanya sangat cekatan, Tuan. dia juga agak sedikit ramah dan tidak kaku seperti staf biasanya."
"Ramah atau cari perhatian?" potong Mahrup tajam, menatap Rian dingin. "Di era sekarang, orang yang berpura-pura polos biasanya yang paling berbahaya, Rian. Kamu tahu betul trauma saya soal pengkhianatan."
Rian mengangguk pelan, memahami luka lama akibat skandal perselingkuhan Clarissa yang sempat merusak mental atasannya. "Saya mengerti, Tuan. Saya akan tetap mengawasi gerak-geriknya."
"Bagus. Keluarlah," perintah Mahrup singkat.
Setelah Rian pergi dan pintu kaca otomatis itu tertutup rapat, keheningan kembali menghimpit ruangan berdesain modern-minimalist tersebut. Mahrup menatap layar *frame* digital, lalu beralih menatap foto Hazel di layar monitornya.
Semua wanita sama saja, batinnya dingin. Di balik kepolosan dan keceriaan itu, pasti ada niat terselubung. Clarissa dulu juga tampak begitu suci dan tulus di mataku, tapi akhirnya berselingkuh dan menikamku dari belakang.
Rasa hangat yang sempat menyusup saat mengingat ketengilan Hazel mendadak menguap tanpa sisa. Hati sang CEO kembali membeku, tertutup rapat oleh rasa trauma dan ketakutan akan pengkhianatan yang sama.
Dengan gerakan tegas, Mahrup mengklik tombol close, menutup dokumen PDF Hazelia. Ia tegak berdiri, merapikan blazer slim-fit miliknya, dan berikrar pada dirinya sendiri.
"Aku tidak akan pernah membiarkan cewek OG ceroboh itu mendekati kehidupan pribadiku," bisik Mahrup pada heningnya ruangan. "Hati ini sudah mati."
Mahrup meraih kunci mobil sport dan siap mematikan lampu ruangan via aplikasi smart office. Namun, tepat sebelum jarinya menekan layar ponsel, notifikasi aplikasi pesan terenkripsi mendadak muncul dari nomor tanpa nama—nomor yang sangat ia kenal dari masa lalu.
Pesan singkat itu berbunyi:
Hati-hati dengan gadis baru di lantai eksekutifmu, Mahrup... dia tidak semurni yang kamu kira.
Jemari Mahrup membeku di atas layar iPhone miliknya. Napasnya tertahan saat membaca pesan misterius tersebut, sementara dadanya bergemuruh hebat dihantam prasangka yang kian pekat.
-