Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Sekamar
Beberapa saat mereka saling memandang. Lalu detik kemudian Wening sadar. "Paman, biar aku sendiri." Lalu dia mengambil sandal sebelah kanan lalu memakainya sendiri. "Malam ini aku tidur dimana?tanya Wening."
"Ikut aku jawab Max." Lalu Max membawa koper dan menunjukan jalan menuju kamar. "Mulai sekarang, kamu tinggal disini ucapnya."
"kamarnya besar sekali ucap Wening dalam hatinya dan dia mulai melihat kesekeliling kamar. Ini ... Setelah melihat baju Max dia ingin lari keluar tapi. Kakinya menabrak sepatu Max alhasil, dia tidak bisa keluar dan tidak bisa lewat.
"Berpisah kamar dengan istri baru, bukan gaya ku,ucap Max." Sambil memasukan kedua tangan ke saku celana nya. Lalu dia memajukan mukanya lebih dekat lagi kemuka Wening. Sampai Wening salah tingkah. Lalu Max berkata. "Bagaimana menurutmu Wening,Nyonya Pratama."
"Aku ... jadi, aku haru panggil kamu apa?ucap Wening." Jangan bilang suruh panggil suami?tapi hanya berani bilang dihati.
"Kamu bisa panggil aku Tuan Pratama dulu."ucap Max. Nanti kalau kamu sudah siap,bisa memanggil aku suami."batin Max. "Baiklah Tuan Pratama ucap Wening."
"Kamu mandi duluan saja."ucap Max. "Pak Pratama, aku tidak berpikir secepat ini."ucap Wening. "Kamu mikir apa?ucap Max sambil mencubit pipi Wening. Bajumu kotor,mandi dulu baru nyaman ucapnya lagi." Wening yang mendengar langsung salah tingkah didepan Max.
"Lagian aku lagi datang bulan, Tuan Pratama seharusnya tidak akan, meminta hak nya kepadaku batin Wening." Sambil membuka kopernya dan mengambil baju tidur lalu dia pun pergi ke kamar mandi.
Sementara Max, setelah Wening masuk ke kamar mandi. Dia membantu membereskan baju Wening untuk digantung di dalam lemari. Lalu dia menggantung baju Wening dan diletakkan disebelah deretan baju nya sendiri.
"Kalau seperti ini terlihat lebih berwarna ucap Max dalam hati sambil tersenyum sendiri." Setelah dia meletakan baju Wening dan bajunya sendiri didalam satu lemari.
Beberapa menit kemudian, Wening selesai mandi. Lalu dia mencari suaminya. Setelah bertemu dia langsung menemui Max yang sedang berada di ruang tamu.
"Anu ... Tuan Pratama aku sudah selesai dan bersih. Kalau Tuan mau mandi silahkan ucap Wening." Lagi-lagi Max tidak menjawab dia malahan menyodorkan sesuatu kepadanya.
"Gula merah hangat, minum agar perutmu terasa nyaman dan ini sambil menyerah sebuah barang yang bertuliskan Charm 420cm." Wening yang melihatnya langsung kaget dan cepat cepat menerima barang tersebut.
"Terimakasih sambil menerima barang tersebut. Tuan mandilah dulu."ucap Wening. Tanpa menjawab Max langsung pergi untuk mandi. Melihat Max pergi Wening tersenyum melihat barang pemberian Max.
"Tuan Pratama kelihatan nya saja dingin, tapi tidak menyangka ternyata perhatian sekali. Memang benar iya, laki lakiyang lebih tua itu, jauh lebih perhatian batin Wening sambil meminum gula merah pemberian Max."
Saat sedang menikmati ,tiba-tiba hapenya berbunyi. Setelah diliat ternyata itu telepon dari Ibunya. Dan dengan ragu-ragu dia mengangkat panggilan video tersebut.
Saat sambungan telepon tersambung. Ibunya langsung mengomel ke Wening. "Wening, hebat juga kamu sekarang. Kamu dimana sekarang? Bukannya kamu bilang di rumah Ayu? Ayu mana?ucap Sinta. Kalau aku jujur sekarang, hanya akan menyulitkan Tuan Putra batin Wening.
"Ayu ... Dia lagi mandi. Bu aku mau dirumah Ayu beberapa hari ucap Wening". Cuma semalam saja, besok harus langsung pulang ucap Sinta. Wening ini menjawab tapi dipotong oleh Ibunya. "Jangan negoisasi ucapnya.
"Lihat kamu panik sekali minta dia pulang. Bilang Wening pura-pura ke rumah sahabat nya dan tidak akan pulang. Buktinya dia dirumah Ayu,ucap Sinta kepada Anton sambil memegang hapenya.
Anton yang mendengar itu langsung menyuruh Sinta duduk agar dia bisa melihat Wening ditelepon. "Wening akhir-akhir ini aneh banget. Aku kan takut dia ditipu orang tidak jelas. Di zaman sekarang,banyak pria tua yang sengaja cari anak seperti Wening yang polos ucap Anton. Lalu dia pun mengambil hapenya Sinta agar bisa berbicara dengan Wening.
"Aku punya satu putri kesayangan. Harus aku jaga baik-baik. Jangan sampai disentuh orang lain ucap Anton. Sambil melihat Wening dengan tatapan yang begitu menjijikan. Wening yang melihat itu langsung berdiri dan mengalihkan kamera hapenya keatas.
Dan tanpa sadar camera hapenya mengarah ke arah tangga. Tanpa di duga Max yang sudah selesai mandi. Sedang menuruni tangga dengan membawa pengering rambut. Anton yang melihat itu langsung emosi dan bertanya kepada Wening.
"Wening! Di belakangmu kenapa ada pria? Apa pria? Pria apa? Di mana?ucap Sinta yang langsung merebut hapenya dari Anton. Mendengar itu Wening langsung menengok ke belakang dan lalu buru-buru memelatikan teleponnya.
"Ibu, kalian salah lihat. Kalau begitu aku matikan dulu telepon nya ucap Wening. Diseberang sana Anton terlihat panik dan terus bertanya dan memaksa Wening berbicara. "Kamu di mana sebenarnya,katakan! Jangan asal-asalan ucap Anton.
Tanpa menjawab Wening langsung mematikan teleponnya. Anton diseberang sana langsung mengamuk dan membanting hape Sinta sambil berkata. "Anakmu yang baik ini! Bisa-bisanya mematikan teleponnya,ucap Anton. Sinta hanya bisa menangis dan mencoba menenangkan Anton.
"Wening tidak akan berani macam-macam. Pasti ada yang menghasutnya. Tunggu dia pulang ... Belum selesai berbicara. Anton menyelanya. "Dia kabur, mana mungkin pulang?ucapnya. "Ini rumahnya, dia cuma ngambek ucap Sinta. Seketika Sinta terdiam dan mengingat sesuatu.
"Bukannya Wening sebentar lagi akan mulai bekerja? Kamu kan Manager Cahaya Abadi? Dikantor pasti kamu bakalan ketemu dia?ucap Sinta. Anton yang mendengar itu langsung berhenti marah. lalu dia mengajak Sinta untuk duduk.
"Ayo kita duduk sini. Sayang tadi aku cuma panik saja? Tenang saja. Aku pasti bisa membawa Wening pulang. Dan memberikan dia pelajaran agar tidak nakal ucapnya sambil memeluk Sinta. Sudah susah payah aku membesarkan mu. Belum sempat merasakan mu. Berani nya kamu kabur? Kita lihat saja mau kabur ke mana kamu Wening? Batin Anton.
akhirnya bisa di penjara juga
tapi pada salah paham semua
max kurang hati hati😭