Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.
Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.
Sistem Gacha.
Jaminan 100%.
Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Tiarapnya di balik tumpukan mesin pendingin ruangan luar yang berdebu. Matanya menatap tajam ke bawah gang buntu yang remang.
Tiga pria berjas hitam baru saja tiba. Mereka langsung berdiri mengelilingi mayat yang tergeletak mengenaskan di dekat tempat sampah besi.
Menajamkan pendengarannya, Kenzo fokus pada percakapan di bawah. Berkat kemampuan fisik tingkat Perak miliknya, suara berjarak belasan meter itu terdengar sangat jelas.
"Sialan! Siapa yang mendahului kita?" teriak salah satu pria berjas sambil menendang tong sampah hingga penyok.
Pria kedua yang tampaknya adalah pemimpin langsung memeriksa saku jas korban dengan tergesa-gesa. Wajahnya seketika memucat.
"Kepingan kuncinya hilang. Akses masuk sektor bawah tanah ada di sana. Tamat kita jika Bos tahu."
"Kita harus melapor ke markas sekarang," potong pria ketiga dengan nada panik. "Tim pembersih akan segera datang. Kita harus pergi."
Tanpa membuang waktu, 3 pria itu berlari keluar gang. Mereka langsung masuk ke dalam mobil hitam tebal yang terparkir di tepi jalan raya.
Melihat itu, senyum dingin terukir di wajah Kenzo. Ia menyentuh saku jaketnya, memastikan kepingan hitam tebal itu masih tersimpan aman.
'Kepingan ini ternyata bukan sekadar tanda pengenal, tapi kunci akses,' batin Kenzo.
Mobil hitam itu mulai melaju membelah jalanan sore yang padat. Kenzo tidak tinggal diam.
Otot-otot kaki miliknya yang telah diperkuat esensi perak segera bekerja. Ia melompat tanpa ragu, melompati celah selebar 4 meter antar-gedung tanpa kesulitan.
Gerakannya begitu sunyi saat mendarat di atap beton berikutnya. Ia terus berlari kencang dari atap ke atap, mengimbangi kecepatan mobil di bawah.
'Kenzo, kita sedang bermain kejar-kejaran?' Suara manja Azzy terdengar di dalam kepalanya. 'Boleh Azzy telan saja ban mobil itu?'
'Jangan,' balas Kenzo tegas dalam hati. 'Biarkan mereka menuntun kita ke markas mereka.'
Pengejaran itu berlangsung selama 20 menit. Kemacetan kota sangat membantunya untuk terus membuntuti tanpa kehilangan jejak.
Mobil hitam itu akhirnya berbelok ke kawasan industri tua di pinggiran kota. Banyak pabrik terbengkalai dan kontainer berkarat di sana.
Kendaraan tersebut berhenti di depan gudang pengemasan daging yang sudah lama tutup. Pintu besi gudang perlahan terangkat, menelan mobil itu sebelum tertutup rapat kembali.
Kenzo melompat turun dari atap pabrik sebelah. Ia mendarat mulus di atas tumpukan kayu, lalu bergerak mendekati dinding gudang.
Melihat celah ventilasi udara yang usang setinggi 8 meter, ia segera memanjat pipa air dengan lincah. Ia mencungkil bilah seng yang rapuh dan menyusup masuk.
Kini ia merayap di atas pipa besi besar yang melintang di langit-langit. Pemandangan di bawahnya membuat rahang Kenzo mengeras seketika.
Gudang tua ini rupanya telah diubah menjadi fasilitas operasi bawah tanah yang canggih. Banyak ruang kaca berjeruji besi yang dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata.
Di dalam sel kaca tersebut, ia melihat belasan tawanan yang ketakutan. Beberapa di antaranya menunjukkan anomali aneh.
Ada anak perempuan yang rambutnya mengeluarkan percikan listrik kecil. Ada juga pria paruh baya yang kulit tangannya mengeras seperti batu akibat panik.
Mereka adalah orang-orang dengan kekuatan supernatural tingkat rendah yang diculik untuk diperdagangkan atau menjadi bahan percobaan.
Pandangan Kenzo beralih ke tengah gudang. 3 pria berjas tadi kini berdiri gemetar di depan seorang pria jangkung berambut kepang yang memegang tongkat biliar.
"Jadi," suara pria jangkung itu terdengar sangat dingin. "Kalian tidak hanya gagal membawa sasaran, tapi kepingan kunci Sektor B juga hilang?"
"Maafkan kami, Bos! Seseorang mengambilnya lebih dulu sebelum kami tiba..."
Suara hantaman keras tiba-tiba terdengar. Pria jangkung itu mengayunkan tongkat biliarnya ke udara kosong.
Gelombang kejut kasat mata tercipta dari distorsi udara, menghantam dada anak buahnya hingga terlempar belasan meter menabrak kontainer baja.
Tulang rusuk pria berjas itu hancur berantakan. Ia tewas seketika tanpa sempat berteriak.
Kenzo menahan napas. Pria jangkung itu ternyata pengguna kekuatan pengendali energi kinetik.
"Aku tidak butuh alasan sampah," desis pria jangkung itu kepada 2 anak buahnya yang tersisa. "Perketat penjagaan. Pengiriman besok malam tidak boleh gagal."
Di atas pipa besi, bayangan Kenzo berdesir tipis.
'Kenzo,' bisik Azzy dengan nada lapar. 'Orang tinggi itu sangat berisik. Boleh Azzy hilangkan saja kepalanya sekarang?'
Kenzo menatap puluhan penjaga bersenjata lengkap di bawahnya. Jika Azzy mengamuk, gudang ini akan hancur, namun para tawanan di sel kaca juga akan mati sia-sia.
'Tidak sekarang, Azzy,' sahut Kenzo dalam hati. 'Kita sudah tahu tempat mereka.'
Ia perlahan merayap mundur menuju lubang ventilasi. Matanya berkilat tajam di kegelapan malam yang mulai pekat.
Untuk menghancurkan tempat ini dan menyelamatkan para tawanan, ia butuh rencana matang. Ia juga butuh persenjataan yang lebih baik.
Saat kakinya menapak tanah di luar gudang, sebuah layar emas tiba-tiba muncul di hadapannya.
[Sistem Gacha Aktif: Silakan lakukan penarikan untuk persiapan tempur]