NovelToon NovelToon
Antagonist After Ending

Antagonist After Ending

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Putri asli/palsu / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:45.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…

Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.

Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.

“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.

Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…

“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”

"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cucu Kakek

“Apa maksudmu?” Angel mengepalkan tangannya berusaha untuk tersenyum.”Selama aku berbuat baik, maka hal yang baik akan aku dapatkan.”

“Secara teori hal yang kamu lakukan benar. Tapi secara praktek, jika tidak ada yang mengendalikan keberuntunganmu. Maka kamu akan mati…” arabella melangkah menuju kamarnya, yang terletak di lantai 2. Suara tawanya terdengar menggema, di sepanjang ruangan. 

Membawa suasana hening yang aneh. Sedangkan Angel, semula di pikirannya sama, asalkan dirinya berbuat baik, maka hal yang baik pula akan didapatkan olehnya. Tapi apa yang dikatakan oleh arabella itu juga benar. Menggigit bagian bawah bibirnya sendiri, keluarga ini bahkan Cakra tidak boleh direbut oleh arabella kembali. 

Semua ini adalah miliknya…runtuhnya karakter protagonis wanita yang idealis dimulai…

“Angel sayang, kamu tenang ya? Walaupun arabella adalah Putri ibu, tapi kamu sendiri sudah bagaikan anak ibu. Kamu jangan terlalu memikirkan arabella, dari dulu tingkah lakunya memang kasar seperti itu. Tidak bisa diatur dan tidak bisa didik. Ibu sendiri malu memiliki Putri sepertinya. Sifatnya jauh jika dibandingkan dengan sifatmu.” Melda memeluk Angel, seakan-akan berusaha menenangkannya yang terlihat bersedih. 

“I…iya ibu. Kak arabella mungkin hanya iri, karena semua usahaku berhasil.” Angel menghela nafas kasar. Bibirnya bergetar, dirinya memasuki perusahaan. Hanya di perusahaan keluarga Mahendra satu-satunya penghasilannya. Dirinya juga sekarang sudah menikah dengan Cakra Kertanegara. Menjadi nyonya muda Kertanegara. Sedangkan arabella, hanya serangga pengganggu hidupnya.

“Bagaimana kalau kita mengembalikan kedudukan kakak, sebagai manajer? Bisa saja ke Arabella marah karena ayah memecatnya. Kalau tidak…Sebenarnya aku punya saran yang lebih bagus, tapi tidak tahu Ayah dan ibu akan setuju atau tidak. Apa tidak sebaiknya ke arabella menjadi asistenku? Aku bisa mengajarinya berbisnis dengan baik.” strategi yang diambil oleh Angel. Dirinya akan dapat memanfaatkan kepintaran arabella dalam berbisnis jika seperti ini. Memanfaatkannya untuk merebut semua hasil kerja kerasnya. 

“Sayang…kamu memang berhati malaikat.” Melda memeluk Angel begitu erat. Tak akan wanita Ini benar-benar malaikat.

“Tidak peduli bagaimanapun Arabella menyakitimu. Tapi kamu selalu membelanya. Bahkan bersedia mengajarinya dalam berbisnis. Aku sebagai ayahnya, hanya dapat malu memiliki putri kandung sepertinya. Ayah mengandalkanmu untuk membimbing arabella menjadi lebih baik.” Vino menepuk bahu Angel. 

Sedangkan Angel hanya menggangguk, diam-diam jemari tangannya mengepal hingga menciptakan bekas kuku di kulitnya sendiri. Selanjutnya arabella hanya akan bekerja keras untuknya, sedangkan dirinya menerima hasil dan pujian dari kerja keras arabella. Itulah rencananya…

***

Arabella kini tengah berada di dalam kamarnya sendiri. Meregangkan otot-ototnya, menatap ke arah penampilannya di cermin. Ini adalah pakaian milik Xavier, kebesaran di tubuhnya. 

“Xavier selalu menggunakan setelan jas. Tidak disangka tubuh bagian dalamnya tidak begitu kurus.” Arabella bergumam, perlahan melepaskan pakaiannya. 

Beralih menggunakan jubah mandi. Masuk ke dalam kamar mandi, memutuskan untuk berendam di dalam air hangat. 

Ada banyak hal yang mengganggu pikirannya selama ini. Semua miliknya sudah direbut oleh Angel. Kecuali satu kakeknya…mungkin karena kakeknya adalah tokoh antagonis sama seperti dirinya. 

Ketika dirinya berendam, arabella meraih handphonenya. Menghela nafas menghubungi kakeknya yang berada di luar negeri. Tidak lama, benar-benar tidak lama hanya memerlukan waktu kurang dari semenit. Panggilannya diangkat…

“Halo…kakek?” Panggilnya pelan, menyapa seseorang di seberang sana. Sudah lama dirinya tidak menghubungi kakeknya, lebih tepatnya setelah hubungan mereka merenggang. Itu semua, karena dirinya memilih perjodohan dengan Cakra. Pria yang tidak dianggap baik oleh kakeknya. 

“Kenapa suaramu begitu? Ada apa? Apa orang tuamu memperlakukanmu dengan buruk lagi? Mereka pasti terhasut lagi oleh anak angkat sialan itu.” Suara sang kakek dari seberang sana terdengar begitu murka. 

Arabella yang masih berada di dalam bathtub menghela nafas menghapus air matanya sendiri.”Maaf…aku benar-benar seperti dirasuki setan. Begitu buta hingga hanya mencintai Cakra.”

“Apa pria Brengsek itu yang menyakitimu? Tenang saja! Setelah kakek pulang nanti kakek akan menghancurkan keluarganya. Sudah berapa kali kakek mengingatkan ayahmu, untuk tidak berhubungan dengan keluarga itu.” Helaan nafas terdengar dari seberang sana. Pria itu sudah pasti tengah berusaha memendam amarah.

“Sebenarnya…aku menghubungi kakek karena meminta sesuatu.” Arabella menelan ludahnya. Dirinya sudah menduga jawaban dari kakeknya, tapi masih takut permintaan yang akan ditolak. 

“Kamu minta apa? Villa? Pesawat jet? Asalkan kamu mengelola aset dengan baik. Jangan menghambur-hamburkannya untuk pemuda bernama Cakra. Kakek pasti akan membelikannya. Karena kakek percaya pemikiran bisnismu begitu tajam.” Kalimat yang diucapkan oleh sang kakek penuh keyakinan.

“Aku minta sertifikat rumah ini. Karena jujur saja…masa ayah dan ibu mau mengusirku demi Angel. Angel juga sepertinya akan tinggal di sini bersama dengan Cakra. Kakek…berikan sertifikat rumah ini padaku ya.” Ucap arabella begitu manja. 

“Angel menikah dengan pria sialan itu!? Benar-benar…” lagi-lagi helaan nafas terdengar dari seberang sana pertanda pria itu berusaha keras memendam amarahnya.”Ibu dan ayahmu bagaimana? Mereka mengusir anak angkat sialan itu kan? Dia sudah merebut tunanganmu, walaupun tunanganmu itu hanya pria brengsek tidak berguna.”

“Ibu dan ayah membelanya…aku benar-benar tidak memiliki kuasa. Jadi kakek, kalau sertifikat rumah ini ada di tanganku…” hanya ini satu-satunya jalan bagi arabella. Dirinya adalah cucu kesayangan, karena wajahnya benar-benar mirip dengan mendiang neneknya. Dan juga kemampuan berbisnisnya melebihi ayahnya. 

“Tenang saja! Bahkan Mahendra group akan kakek berikan kepadamu. Orang tuamu itu benar-benar bodoh. Bagaimana bisa mereka lebih berpihak kepada orang luar dibandingkan darah daging mereka sendiri! Kamu itu cucu kakek, seperti kakek! Kuat! Pintar! Tajam! Idealis! Dan bisa mempertahankan kekuasaan Mahendra Group! Tapi mereka malah lebih memilih berpihak kepada anak angkat kuda poni itu. Benar-benar bodoh…” lagi-lagi pria tua di seberang sana mengeluh. 

“Ya benar-benar bodoh…kakek tenang saja dan tinggal di luar negeri. Kirimkan sertifikat rumah untukku. Tentang perusahaan, bisa nanti-nanti saja. Nanti kita akan membuat permainan yang lebih seru untuk menghancurkan gadis kuda poni itu. Maksudku…gadis Cinderella miskin itu.” Arabella mengangkat sebelah alisnya. 

Rasa cinta? Entah kenapa sama sekali tidak bersisa. Dirinya bagaikan mendapatkan sebuah kesadaran. Cakra, pria itu tidak benar-benar pintar dalam berbisnis. Selama ini dirinyalah yang membantunya menyusun strategi. Untuk memajukan perusahaan keluarga pria itu. 

“Tentang pernikahanmu. Apa kamu mau mempertimbangkan calon dari kakek?” Suara pria tua itu terdengar, begitu antusias.

“Siapa?” Arabella mengangkat sebelah alisnya.

“Temanmu sekaligus rivalmu…Xavier.” 

1
Nur Wahyuni
itu mesti angel sama Julian yg lagi asik2... dasar buaya buntung dan sundel bolong, gak kenal waktu dan tempat buat asik2😄😄
Nur Wahyuni
mulai melancarkan serangan ke arabella si Xavier ini 😄😄😄
Eka Anam
Xavier ini sepertinya masih mewarisi darah ren meski entah keturunan yang keberapa🤭
Nur Halida
istrimu itu yg lagi konser dangdut bareng julian😁
yesi yuniar
sudah gk perlu bikin proposal cinta lagi karena hubungan kalian sudah sweet banget dan bikin iri 😆
^ã^😉
Xavier APA kamu keturunan ren dan sarah
Biyan Narendra
o o kamu ketauan
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
Ufiyyyy
liat tuh cakra siapa yg d mobil🤣🤣🤣🤣
mimief
wah apakah Angel langsung ketawan?
seruuu ini 🤣🤣
Ufiyyyy
xavier rambut putih kulit sputih salju,pupil mata merah... siapa y, familiar tp lupa
Inah Ilham: galantinus anak dari Duke Killian
total 1 replies
mimief
bukan saudara ren kan Thor?🤣🤣
Fa'iqoh Siti Elok
istrimu lagi praktek ajian jaran goyang di mobil
Fa'iqoh Siti Elok
aah manisnya pengen ku gigit mereka berdua saking gemesnya
yesi yuniar
lain di bibir lain di hati
chataleya
ingatlah Cakra. semua akan pret pada waktunya 🤣
Fa'iqoh Siti Elok
kamu menyesal cakra
Nur Wahyuni
alah basi banget si cakra... udah sono urusin aja si angel istrimu yg baik hati bagai malaikat..
mimief
ga nyesel
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan
Sulati Cus
biasanya kebalikannya apa yg di mulut g sesuai dg yg di otak eh empedu maksudnya🤣
Nur Halida
padahak dia nyesel..
mampus makan tu angel mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!