"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pahlawan
Hampir seluruh anggota keluarga sudah berkumpul saat ini. Lebih tepatnya ini adalah waktu makan malam.
Begitu banyak makanan lezat yang terhidang, dimulai dari kepiting berukuran besar, lobster, bahkan daging steak, tidak lupa ayam kalkun yang begitu besar.
Pertama-tama pelayan menghidangkan makanan pembuka. Setelah itu mulai menghidangkan sup.
“Apa benar-benar tidak ada cara untuk mengusir mereka?” Tanya Risa memulai pembicaraan.
“Tunggu saja saat ayahmu pulang, ayahmu sedang berada di luar kota. Katanya dia akan datang pukul 11.00 malam bersama ibumu.” Johan menghela nafas kasar, padahal tinggal dua langkah lagi. Maka dirinya dapat membagi semua harta ini bersama dengan Victor.
“Tapi mereka benar-benar kurang ajar! Bahkan, perhiasan yang sudah diberikan diminta oleh mereka. Ini benar-benar gila, padahal selama ini kita kurang baik apa kepada Stefanie. Semua kebutuhan makan dan hidupnya terjamin. Wanita buta itu saja yang tidak tahu bersyukur.” Wanita yang mengaduk-ngaduk sup jamur miliknya terlihat kesal.
Sedangkan Fandi, putra dari Johan hanya dapat menghela nafas.”Hanya satu orang pria dari kalangan menengah. Apa yang membuat kalian takut? Kita tinggal mengatur strategi untuk mengusirnya atau melenyapkannya. Begitu mudah masih saja berpikiran sulit.” Pemuda yang menggeleng heran.
“Ngomong-ngomong di mana Gina?” Johan mengerutkan keningnya.
“Seperti biasa, Gina menginap di rumah Danu. Kedua orang tua dan benar-benar menyukai Gina, mereka memang pasangan yang serasi. Semoga saja ini segera berakhir, Aku ingin segera menggendong cucu dari Gina.” Dina kembali menikmati sup di hadapannya.
Ketika sup telah habis, pelayan segera menyingkirkan mangkuk kecil sup tersebut. Berganti dengan piring yang dikhususkan untuk makanan utama.
Mereka mulai mengambil makanan yang berada di atas meja. Sama sekali tidak peduli apapun atau menawarkan pasangan pengantin baru yang berada di lantai 2.
Hingga pada akhirnya, kedua orang itu melangkah turun. Risa melirik ke arah pemuda yang baru saja melangkah bersama dengan Stefanie. Wajahnya memang luar biasa surplus, tapi sayangnya kelakuannya minus. Entah di mana Stefanie menemukan makhluk ini.
“Selamat malam semuanya, kelihatannya kalian benar-benar bahagia dan gembira makan dari uang istriku ya?” Sebuah pernyataan yang begitu ramah dari pemuda yang melangkah tidak tahu malu ini.
“Pelayan! Ambilkan set peralatan makan untukku dan istriku!” Pemuda yang memberikan perintah.
“Maaf, Kami tidak menyediakan set peralatan makan lebih. Porsi makanan juga sudah ditentukan, harap kalian berdua menunggu di kamar. Nanti akan ada pelayan yang akan membawakan makanan untuk kalian.” Itulah yang diucapkan oleh Yahya, sang kepala pelayan di tempat ini.
Tapi anehnya, Chandra tetap membimbing wanita ini duduk kursi meja makan.
“Kalian benar-benar tidak tahu malu, sudah menjadi benalu, lalu diusir untuk kembali ke kamar. Tapi seperti tidak punya telinga untuk mendengarnya. Apa pendengaran kalian terganggu?” Pertanyaan penuh sindiran dari Risa.
“Pendengaran kami sama sekali tidak terganggu. Hanya saja, aku dan istriku akan duduk menunggu. Ada yang harus kami lakukan, untuk memastikan lumbung padi tidak dimakan oleh tikus. Tikus sekarang benar-benar nekat, bahkan ketika sudah dipukul pun masih bersikeras untuk mencuri padi. Iya kan sayang?” Chandra berusaha untuk tersenyum, merangkul pinggang Stefanie.
“I…iya…kamu boleh melakukan apapun. Rumah ini atas namaku, semua keperluan sehari-hari di rumah ini juga diambil dari laba perusahaan kedua orang tuaku. Jadi suamiku tidak perlu sungkan.” Ucapnya bagaikan pasangan suami istri yang penuh cinta kasih.
Dengan cepat Chandra mengecup bibirnya, sebuah kecupan singkat membuat Stefanie membulatkan matanya. Wanita yang berusaha untuk tersenyum, tapi sejatinya begitu kesal. Bergerak dengan cepat menginjak kaki Chandra.
Namun hebatnya Chandra menghindar.
“Terserah apa mau kalian di rumah ini. Yang jelas kalian ini hanya benalu. Stefanie Kamu akan selalu bergantung hidup pada kami. Lihat! Matamu itu buta, selamanya Kamu tidak akan bisa bekerja. Pria ini, bahkan wajahnya seperti pria pengangguran. Dia pasti orang yang selalu mengikuti audisi artis namun gagal. Atau mungkin seseorang yang sudah menjadi gigolo, bertahan hidup dengan memuaskan tante-tante.” Kalimat penuh hina dari Dina.
“Jadi anak Tante belum cerita? Perkenalkan nama lengkapku adalah Derrel Virgo Chandradinata. Jabatanku saat ini merupakan wakil CEO dari Ananta Group. Sebuah perusahaan yang cukup besar, aku masih bisa bertahan hidup dari gajiku. Bahkan aku termasuk mapan. Tapi khusus untuk Stefanie, aku bersedia menjadi gigolonya…aku bersedia menjual diri padanya.” Pemuda yang benar-benar tidak tahu malu, menggenggam erat jemari tangan Stefanie.
“Wakil CEO Ananta Group?” Wanita yang membulatkan matanya, pada awalnya Risa mengira bahwa pemuda ini adalah pemuda sewaan. Tapi ternyata memiliki karir yang cukup cemerlang. Sebuah perusahaan yang sulit untuk dimasuki, bahkan untuk magang.
Tapi pria ini adalah wakil CEO?
“Chandra?” Stefanie mengerutkan keningnya, seakan meminta penjelasan.
Chandra mendekat kemudian berbisik.”Saat hari pernikahanmu dengan Danu, aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku datang bukan karena undangan yang kamu kirimkan. Bahkan kamu tidak mengirimkan undangan padaku, padahal aku yang mencuri ciuman pertamamu dulu. Benar-benar wanita yang tega. Sampai-sampai aku harus hadir ke acara pernikahanmu sebagai wakil dari Ananta Group.”
Ya memang benar, pria ini pernah menceritakan saat acara pernikahannya. Bahkan percakapannya dengan Danu saat di ruang ganti adalah tentang kerjasama perusahaan.
Jadi pria ini benar-benar memiliki karir yang cemerlang. Tapi memang tidak dapat diragukan lagi, mengingat pria ini yang selalu mengalahkannya ketika SMU. Musuh sekaligus rival terbesarnya, Tapi kini menjadi sekutunya.
“Palingan dia juga berbohong.” Celetuk Fandi, yang saat ini masih pengangguran juga. Lebih tepatnya pemuda yang memilih menjadi pengangguran, walaupun dapat dengan mudah masuk ke perusahaan Triatmaja Group.
“Kamu dengar sendiri Stefanie, Fandi saja tahu kalau pria ini adalah penipu. Bahkan pria itu terang-terangan mengatakan menikah denganmu hanya demi uangmu saja. Kenapa matamu Tidak terbuka juga? Lihat dengan jelas! Bagaimana sikap orang ini! Seharusnya kamu tidak meninggalkan Danu demi dia!” Lagi-lagi Dina meyakinkan keponakannya.
“Tante gila ya? Menyuruh orang buta untuk melihat dengan jelas!?” Chandra mengangkat sebelah alisnya.
“Bukan itu maksudku! Berani beraninya kamu menyela percakapan keluarga ini!” Teriakan dari Dina emosional.
“Chandra berhak untuk menyela! Dia sekarang adalah kepala keluarga Triatmaja. Itu karena aku sudah menikah dengannya, status kepala keluarga dimiliki oleh putra tertua. Ayahku adalah putra tertua! Lalu suamiku yang berhak mewarisi status ayahku! Tante yang seharusnya diam!” Wanita ini mulai berani melawan, membuat Chandra tersenyum melihat ke arah istrinya.
Mungkin kepercayaan dirinya yang menghilang akibat kebutaan, perlahan mulai kembali karena dendam, dan ingin melindungi diri sendiri.
“Lihat saja nanti saat kamu ditinggalkan. Kamu akan tahu bagaimana rasanya…” komat-kamit Dina bagaikan mengutuk.
Hingga pada akhirnya seseorang datang, lebih tepatnya beberapa orang. Layanan pesan antar makanan, dan yang paling penting adalah pahlawan diantara pahlawan. Tukang kunci…kulkas harus disegel, agar tikus tidak bisa mencuri.
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄