NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sembilan

Xavier mendesah kesal, dia baru saja mengantarkan geraldine pulang. Tadi wanita itu meminta xavier ikut turun, agar ketemu dengan kedua orangtuanya.

Tapi ia menolaknya, xavier beralasan kalau dia sedikit sungkan pada kedua orangtua geraldine.

Xavier sebenarnya tidak ingin memberi wanita itu harapan, namun ia membutuhkan bantuan wanita itu, agar terlepas dari teror perjodohan omanya.

Xavier membanting pintu kamarnya kasar, tadi di ruang tamu, omanya menyambut dengan berondongan pertanyaan.

Sebenarnya pertanyaan yang biasa omanya tanyakan, namun entah mengapa moodnya malam ini jelek.

Xavier kesal dan ia tahu kekesalannya ini karena wanita bernama diandra itu sudah menikah.

'dasar otakku yang aneh, kenapa aku kesal, padahal belum tentu juga dia wanita yang aku cari'

Xavier mencampakkan jasnya ke atas sofa, membuka kasar kancing kemejanya. Dia menghempaskan tubuhnya di sofa malas di tengah kamarnya.

Tangannya dengan lincah membuka layar ponselnya, scrolling dengan mata yang menatap serius.

"aku menyimpan nomormu, diandra" gumamnya perlahan.

[selamat malam, chef. Maaf menganggu, ini nomor saya, xavier. Apakah lusa, malam minggu anda bisa memasak di rumah saya, saya akan bayar berapapun tarif anda]

Xavier menatap layar ponselnya lama, pesan yang ia kirimkan masih centang satu, sepertinya wanita itu sedang offline.

"walaupun kamu sudah menikah, aku akan tetap menyelidiki siapa kamu, aku ingin sembuh dari penyakit sialan ini"

"xaviii..."

Suara panggilan dan ketukan di pintu kamar mengagetkannya. Dengan malas xavier menyeret langkahnya berat, dengusan kesal jelas terdengar dari hidungnya.

Omanya berdiri dengan raut wajahnya yang selalu terlihat cemas, tatapan mata tua itu menelisik mata xavier yang sudah melengos jengah.

"belum ada kemajuan dengan geraldine, apa hatimu belum juga terbuka?"

"omaaa..." keluh xavier menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang,

"ijinkan aku bernafas sesaat, aku lelah!"

Kening nyonya wina berkernyit, menatap penuh selidik wajah cucunya yang terlihat lelah. Nada suara xavier terdengar lesu, ia menghampiri cucunya itu.

"ada apa xavi?"

Xavier menggeleng lemah, sangat jelas kelihatan kalau dia benar-benar sedang enggan berbicara.

"apa kamu nggak mau menceritakannya pada oma!"

Xavier menatap nanar, wajah teduh sangat menenangkan milik omanya itu. Desah nafasnya berulangkali terdengar keras menghembus.

"aku lelah oma, pengen tidur.." tukasnya, xavier memiringkan tubuhnya membelakangi sang nenek.

Nyonya wina tahu kalau saat ini suasana hati xavier sedang buruk, tak ingin membuat cucunya kesal, wanita sepuh itu beranjak meninggalkan xavier yang tiduran.

Terbersit rasa sesal di dalam hati, melihat keadaan xavier tadi. Ia sangat menyayangi cucu semata wayangnya itu, nyonya wina hanya tak ingin xavier melajang seumur hidupnya.

Tapi sesungguhnya ia tak mau xavier berubah hanya karena keinginanannya, nyonya wina hanya takut jika nanti dia harus meninggalkan dunia ini, saat tuhan menjemputnya, ia ingin xavier sudah memiliki pendamping.

Salahkah dirinya berpikiran seperti itu, tapi sepertinya keinginannya itu sangat membebani xavier.

"hhhhhhhh"

Nyonya wina menghela nafasnya berat,

"aku tak akan lagi memaksanya, mau menikah ataupun tidak, atau siapapun yang ingin bocah itu nikahi, mari kita biarkan saja dia" bisiknya sembari menepuk bahunya sendiri, seraya mengangguk-anggukan kepalanya.

<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>

Xavier memijat pangkal hidungnya, rasa pusing semalaman akibat tidur tidak nyenyak, sukses membuatnya kesal dan uring-uringan.

Semua serba salah di matanya, semua kena damprat. Tak terkecuali leo yang berdiri kaku di depannya.

"kenapa tidak ada satupun kerjamu yang beres?"

"maaf pak.." suara leo mencicit ketakutan

"hhhhh, sudahlah..!"

Xavier mengibaskan tangan meminta leo, berlalu dari hadapannya.

"ehhh, panggilkan della!" perintahnya sebelum leo hilang di balik pintu. Pria muda berambut klimis itu mengangguk cepat, tangannya meraih handle pintu, dan menariknya perlahan.

Xavier masih kesal saja, dia tahu, sangat tahu kalau penyebab moodnya anjlok nggak karuan ini, semua karena perempuan itu.

Chatnya juga tak terbalas sama sekali, xavier meraih ponselnya.

Tiba-tiba deringnya menyentakkan, xavier sedikit tersentak. Wajahnya masih keruh, tapi segera berubah cerah, nama di layar ponsel itu segera merubah moodnya.

"hallo.." sapanya dengan suara beratnya itu.

["selamat siang, tuan xavi!, ini saya diandra"]

"ya.."sahut xavier singkat, terdengar datar. Namun tidak dengan wajahnya, wajah itu terlihat tersenyum senang.

["apa maksud pesan anda yah?maaf saya kurang paham maksudnya?"]

"aku mau minta tolong!, lusa ulang tahun oma saya, bisakah saya booking anda untuk jadi chef di acara tersebut?"

["ohhh.."]

Terdengar sahutan pendek dari diandra, suara itu terdengar lembut di telinga xavier.

["bolehkah saya membawa putra saya?"]

Xavier tersenyum manis, walau dia tahu diandra tidak akan melihatnya, tak urung kepalanya mengangguk setuju.

"tentu saja boleh.." sahutnya dengan suara beratnya yang terdengar lembut.

["terima kasih...heumm, anu. Tolong share kan alamat rumah anda, tuan xavier!"]

"panggil saja saya xavi." senyum xavier mengembang indah lagi.

"nanti akan saya kirim supir saya menjemput chef diandra, anda saya yang kirimkan alamat rumah anda.."

["tidak usah tuan xavi.."] sela diandra cepat, terdengar suara wanita itu gugup.

["saya akan datang dengan taksi, terima kasih"]

Xavier mengernyitkan keningnya, wanita itu memutuskan panggilannya begitu saja, tak ada salam.

Sepertinya wanita ini belum mengenal siapa xavier pratama, pria nomor satu paling mempesona di kota ini, seumur-umur xavier belum pernah ditolak wanita.

Terlihat senyum tipis di ujung bibirnya, matanya masih menatap layar ponselnya lama.

Xavier sangat yakin kalau wanita itu, chef diandra itu, gugup karena pesonanya.

'sayangnya aku sedang tidak tertarik padamu sebagai wanita, aku hanya ingin tahu apakah mungkin kamu wanita yang kucari itu'

Xavier bangun dari kursi empuknya itu, melangkah dan berdiri menatap langit biru dari kaca besar dinding kantornya itu.

Kenangannya kembali ke masa itu, 6 tahun yang lalu. Ingatan yang ia punya tentang wanita itu, wanita yang meninggalkannya begitu saja hanyalah aroma tubuhnya.

Dan sejujurnya wanita itu menyita semua pikirannya, xavier sudah tidur dengan berbagai bentuk wanita. Namun rasa wanita itu benar-benar membuatnya candu, malam itu saja, xavier sangat yakin ia tidak memberi wanita itu istirahat sama sekali.

Entah mengapa hatinya merasa sangat yakin kalau diandra lah wanita yang selama ini ia cari, aroma tubuh wanita itu tak bisa berbohong.

Oh iya, satu lagi yang xavier ingat tentang wanita itu, dan ingatan ini akhir-akhir baru ia ingat.

Di atas pusar wanita itu ada tanda lahir berbentuk hati berwarna coklat kemerahan. Awalnya ia menduga mungkin saja itu tato atau sejenisnya, namun ia sudah memastikan malam itu, saat ia menyentuh tanda lahir milik wanita itu, jelas kalau bukanlah tato.

Aroma wanita itu selalu terngiang di benaknya, sejujurnya xavier mengakui malam itu tak akan pernah ia lupakan, walaupun seandainya saja wanita itu tidak menghilang, xavier yakin mungkin saja ia akan menikahi wanita itu.

Mungkin bukan cinta pada pandangan pertama, namum wanita itu bisa menggeser posisi wanita lain dari hidupnya.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!