NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Tawaran pertemanan yang menggiurkan

Arka tengah memeriksa kaki Nayyara. "Gimana, apa sakit di sebelah sini?" Tanya Arka pelan tanpa menoleh, suaranya terdengar berat dan rendah. "Ehm... sedikit, makasih ya Pak... rasanya sudah enakan kok," Jawab Nayyara pelan.

Seiring berjalannya waktu, rasa canggung itu perlahan hilang terganti oleh rasa keakraban. Gerakan tangan Arka makin lembut, kadang dia mengusap pelan seolah sedang berhati-hati memegang. Baginya, menyentuh Nayyara terasa seperti menyentuh bagian dari dirinya sendiri.

"Sudah, sepertinya sudah tidak terlalu bengkak lagi. Jangan banyak jalan dulu, nanti bisa sembuh sendiri," Ucap Arka sambil perlahan melepaskan genggamannya, berdiri kembali menatap wajah Nayyara yang terlihat lebih tenang dan segar.

"Makasih banyak ya Pak Arka... kamu baik banget, padahal baru kenal," Ujar Nayyara tulus sambil tersenyum manis. Senyum yang mampu membuat jantung Arka hampir berhenti berdetak karenanya.

"Sudah aku bilang tadi jangan berterima kasih terus. Aku senang bisa membantu kamu," Jawab Arka sambil tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. "Sekarang pak Arka duduk saja. Oh ya mau minum apa? Biar saya yang ambil..."

Nayyara langsung menahan bahu pria itu agar tidak beranjak. "Ah gak perlu repot-repot, saya bisa ambil minum sendiri. Kamu duduk saja dulu ya, sebentar ya" Nayyara tersenyum, dengan cepat Arka menuju pantry dapur di dekat ruang tamu, karena desain rumah ini yang open space jadi dapur dan ruangan makan bisa terlihat dari ruang tamu.

"Mau jus jeruk?"

"Iya boleh pak...." Arka balik ke sofa lagi setelah mengambil sebotol jus jeruk dan minuman kaleng cola untuknya. "Panggil nama ku aja gak usah pake pak segala" Nayyara terkekeh sambil menerima minuman itu.

"Makasih Ar...." Arka menaikan alisnya dan ikut terkekeh, sudah cukup lama dia tak pernah akrab dengan wanita.

Arka tak melepaskan pandangannya sedikit pun pada gadis itu, ada rasa tertarik di luar misi yang harus dia lakukan, dia juga menatap setiap sudut lukisan yang ada di ruangan ini. Setiap guratan, setiap warna, seolah bercerita tentang kepribadian pemiliknya.

"Seniman yang hebat... Cewek lagi" Batin Arka menggeleng takjub. Kamu benar-benar hebat, Nayyara...

Tak lama kemudian aroma harum kopi yang baru diseduh mulai menguar memenuhi ruangan. Nayyara ternyata tadi ke dapur ketika Arka sibuk melamun, dia kembali membawa nampan berisi dua cangkir kopi panas dan setoples kue kering. Dia meletakkan nampan itu di meja depan mereka.

"Mari Ar, silakan diminum dulu, maaf ya cuma bisa buatin Kopi, tapi jangan harap sama enaknya sama kopi di kafe Stàrbuck" Canda Nayyara sambil duduk kembali di tempatnya.

Arka tersenyum lalu mengambil cangkir itu, mencium aroma harumnya dalam sebelum menyesapnya. Rasanya nikmat, namun rasanya apa pun yang ada di sini akan terasa istimewa karena dibuat oleh Nayyara.

"Enak sekali. Ini lebih nikmat dari kopi mahal di cafe kok" Jawab Arka jujur, meletakkan kembali cangkirnya lalu menatap Nayyara lekat-lekat. "Nay omong-omong dari kapan kamu suka melukis? Semua lukisan ini... sangat luar biasa indah seperti punya jiwa."

Wajah Nayyara bersinar cerah saat membahas hobinya itu, matanya berbinar antusias. "Dari kecil saya suka gambar. Rasanya kalau saya sedih, senang, atau bingung, saya tuangkan saja di kanvas. Melukis itu buat saya seperti bicara... bicara sama diri sendiri, sama alam. Kalau lukisan ini tentang... pencarian jati diri," Jawabnya sambil menunjuk sebuah lukisan abstrak di sudut ruangan yang berwarna dominan emas dan biru tua.

Arka mengikuti arah tunjuknya, menatap lukisan itu dengan serius. "Pencarian jati diri... ya, kadang kita mencari sesuatu yang sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi kita baru sadar saat sudah dekat sekali," Gumam Arka pelan tanpa sadar, kalimat itu seperti ditujukan untuk Nayyara, atau untuk dirinya sendiri.

Dia kembali menatap gadis di hadapannya dengan perasaan yang makin kacau namun makin yakin. Waktunya tinggal 38 hari lagi, tapi melihat Nayyara, melihat betapa indah dan murni jiwa gadis ini, Arka merasa waktu itu mungkin takkan cukup. Dia ingin tahu segalanya, ingin ada di dekatnya, ingin menjaga kepingan jiwa Dewi Athena itu lebih dari apa pun.

"Kamu sangat berbakat, Nayyara... Saya seneng bisa kenal sama kamu," Ujar Arka tulus, suaranya lembut, membuat suasana hangat di ruangan itu makin terasa mendalam.

Nayyara tersipu malu lagi, menundukkan wajah malu, sambil memainkan ujung jari-jarinya. Di dalam hatinya, dia pun merasa aneh. Mengapa rasanya dia begitu nyaman, dan begitu ingin dekat dengan pria yang baru dikenalnya ini. Ada rasa akrab yang entah dari mana datangnya.

"Oh iya Arka..," panggil Nayyara pelan.

"Ya?"

"Kamu... Omong-omong kamu kerja di mana"

Nayyara agak segan bertanya, jika melihat mobil sport pria itu saja dia sudah yakin Arka bukan orang sembarangan.

"Ouh aku ya~ haha aku kerja di pemerintahan, jadi Pegawai negeri gitu deh" Arka tak mau mengatakan jika dia seorang jaksa, apalagi soal siapa keluarganya, itu tak perlu.

"Oh pegawai negeri ya" Nayyara agak ragu tapi dia tersenyum dan percaya saja.

"Rasanya aku pernah lihat kamu, tapi lupa di mana ya?" Nayyara memberanikan diri, mengutarakan apa yang sejak tadi mengganjal di hatinya, sebenarnya dia pernah melihat Arka di dalam mimpi, tapi dia lupa, pria itu mungkin seperti takdirnya.

Arka tersenyum tipis, senyum yang penuh makna dan misteri. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, menatap Nayyara dengan tatapan lembut yang tak terukur. "Mungkin kita memang sudah saling kenal, Nay..." Jawab Arka penuh keyakinan. "Dan mulai hari ini, kita bisa berteman, setuju?" Nayyara tersenyum manggut-manggut setuju.

*****

Seminggu kemudian.

D-DAY...

Gedung pengadilan tinggi, Jakarta pusat.

----

"Bagaimana? Apa anda masih akan mengelak setelah semua fakta dan bukti yang sudah kami beberkan di depan hakim dan semua saksi di sini? Pak Suhendra?"

Arkanendra melirik seorang lelaki tua yang duduk tak jauh darinya, dan di sebelah seorang pengacara muda yang cukup tampan dan semuanya masih menunggu suara si terdakwa. Raut gugup dengan keringat yang bercucuran di dahi pria berumur 54 tahun itu, menandakan jika dia tengah terpojok dan tak berdaya melakukan pembelaan apapun.

"Rekaman CCTV atas penyerangan di club malam Elit XXX dan jatuhnya lima korban jiwa meninggal karena gas air mata, karena ulah anda telah terbukti dengan jelas, jadi silahkan melakukan pembelaan anda sekarang" Arkanendra siang ini bertindak sebagai ketua dari jaksa penuntut atas kasus Suhendra yang sekian bulan ini berusaha di selesaikan pihak kepolisian, dan rekannya Marcus Hotman akan menjadi jaksa penuntut terhadap kasus Suherman, antek penjahat gembong narkoba dan obat bius yang cukup meresahkan di negara ini beberapa waktu ini.

"Pak Arka segala bukti dan fakta yang anda berikan kepada pengadilan dan paparan anda hari ini telah bisa kami terima, semua ini akan menjadi pertimbangan kami untuk memberikan sanksi untuk tersangka, pak Suhendra apa anda masih akan berniat melakukan pembelaan?"

Ketua Hakim pengadilan pak Sigit Purnomo yang cukup Arkanendra kenal bersuara tegas dan menunggu terdakwanya itu bicara.

"Saya....mengakui semuanya, semua bukti dan paparan dari jaksa penuntut benar hakim ketua jadi saya tak bisa melakukan pembelaan lagi" Pria tua itu menjawab gugup dengan gemetar dan mengepalkan tangannya, air mata meleleh di pipi keriputnya sementara si pengacara muda yang duduk di sebelah nya hanya bisa menghela nafasnya frustasi, karena dia tak punya argumen juga untuk menyangkal lagi.

Arkanendra tersenyum smirk, ini semua membuat dia berada di atas angin, dia yakin persidangan siang ini akan berjalan lancar dan kasus ini akan kembali di menangkan oleh nya, sebelum hakim ketua bersuara, pengacara muda yang bertindak sebagai kuasa hukum berdiri dan membungkuk ke arah tiga para dewan hakim.

Maafkan saya pak hakim ketua, saya hanya ingin menyampaikan sedikit saja paparan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan dari dewan hakim, memang terdakwa telah terbukti berbuat salah, namun mohon di pertimbangkan soal kebaikan nya yang banyak sekali menolong orang miskin dan terlantar yang sebagian banyak bekerja untuknya dan menjadi anak buahnya, beliau juga tak pernah mencekoki para bawahannya dengan obat iblis itu" Adimas Anggara adalah nama dari pengacara muda itu, namanya cukup populer di negara ini, karena berhasil membawa kliennya beberapa kali bebas dari tuduhan pengadilan.

Adimas memiliki firma hukum dengan label ADOR Law. Dan hari ini, Adimas sendiri yang turun tangan menjadi kuasa hukum dari Suhendra. Di sini, tepat di ruang sidang ini, dia berhadapan langsung dengan Arkanendra, sang Jaksa Penuntut yang populer dan disegani, sosok yang sejak lama diam-diam dikagumi Adimas karena ketajaman dan sepak terjangnya di meja hijau.

Apa Adimas dan Eko Arkanendra Widjaya bakalan jadi musuhan di pengadilan?

1
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!