NovelToon NovelToon
TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.


Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .



Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.


Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.


Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.


Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.



Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 senjata pemberontak dewa

Jiang Hao menatap kegelapan di depannya, ia tidak yakin apa yang ada di depannya , dan langkah kedua kakinya secara hati hati berjalan teratur.

Karena tidak bisa menggunakan lagi energi Spiritual dalam tubuh, ia hanya bisa menggunakan insting atau naluri saja saat melangkah .

Tap

Srek

" mungkin ini pusat pegunungan Jiangshan, pasti ada harta karun !" Pikirnya dalam hati .

Tanpa merasa takut atau cemas , ia terus menelusuri jalan yang seharusnya ia lewati , menggunakan perasaan naluri , langkahnya terus berjalan ke depan.

Tidak pernah menoleh ke belakang.

Klang

Seketika tubuhnya bergetar saat mendengar suara nyaring itu , matanya secara perlahan bersinar dan ia bisa secara samar tahu apa yang menyebabkan benda tersebut berbunyi.

Karena keadaan sangat gelap dan mata tidak terlalu bisa secara jelas melihat keadaan di depan atau sekitarnya .

Matanya hanya bisa melihat tongkat besi berwarna kuning samar yang menancap di pilar atau dinding batu yang keras .

Sebagai manusia, Jiang Hao merasa penasaran dengan hal yang baru dilihatnya.

Ia berdiri diam , mencoba mencari tahu tongkat apa yang ada di depannya.

" Tongkat Emas tanpa batas !"

Jari jarinya menyentuh perlahan , matanya yang bersinar begitu cerah saat merasakan keterikatan antara jiwa dan Tongkat Emas tanpa batas itu .

Jiang Hao menatap secara seksama , lalu mencoba menariknya .

Tap

Drrthhh

" ini ..!"

Jiang Hao segera menarik tangannya dari Tongkat Emas tanpa batas itu, ia merasakan bahwa jiwanya seperti tidak kuat saat memegang Tongkat Emas terlalu lama.

" apakah ini bukan takdirku, padahal ada keterikatan antara jiwa dan Tongkat Emas ini , tapi mengapa jiwa garis darah menolaknya "

Jiang Hao mencoba untuk berfikir, ia teringat dengan sebuah cerita film fiksi yang pernah ditontonnya saat di bumi dahulu.

Tanpa ragu , ia menggores jarinya dan setetes darah merah jatuh di permukaan Tongkat Emas tanpa batas itu.

Tis

Clang..

Secara mengejutkan , tubuhnya mulai bergetar tak terkendali dan bayangan jiwa Kaisar Tyrant Dewa Kuno muncul, menekan keberadaan Tongkat Emas tanpa batas yang sudah menjadi bagian dengan pikiran Jiang Hao.

Keringat dingin mengucur di wajahnya yang tampan , mata merahnya begitu menakutkan saat menatap ke arah Tongkat Emas yang berdiri tegak di depannya.

" ternyata ini adalah milik Kaisar Iblis Kera Surgawi, Tongkat pemecah langit , nama yang bagus ..!"

" sekarang Tongkat Pemecah Langit ini sudah menjadi milikku , aku akan merawat dan menggunakan dirimu sebaik mungkin " kata Jiang Hao pelan seraya dengan mengucapkan janji secara simbolis.

Wunghh

Tongkat Emas itu perlahan mengecil dan bentuknya menjadi seperti bambu kecil biasa , tanpa memiliki keistimewaan apapun.

Jiang Hao menatap ke atas langit , ia memperkirakan bahwa hari sudah menjelang siang .

Hal itu karena dirinya ada di dalam Array perlindungan milik Dewa Asura.

Dan ia sudah mengetahui mengapa Dewa Asura menyegel tempat tersebut, karena keberadaan Tongkat Pemecah Langit yang bisa saja mengguncang seluruh dunia.

" ternyata aku penjahatnya , merusak sesuatu yang ternyata melindungi keberadaan senjata Iblis yang kuat " gumamnya dengan mata penuh tekad.

" untuk menebus dosa ini , aku akan diam diam melindungi umat manusia dengan beberapa hal pengecualian "

Jiang Hao mengingat tentang keluarganya yang selalu menekan adanya bakat tanpa memikirkan kerabat yang tidak berbakat , atau anak keturunan yang tidak memiliki garis darah sejak lahir .

" kecuali keluargaku sendiri, "

Jiang Hao berjalan naik ke atas , mendaki tangga yang ternyata cukup licin bagi dirinya.

" ternyata benar, sudah menjelang siang.. !"

Setelah urusan selesai, Jiang Hao berjalan kembali, ia bermaksud untuk pergi ke kota Chenjing sejak tujuan awal .

Ia merogoh sakunya dan beberapa jangkrik sudah mati gosong , " ah iya ,aku sejak masuk ke dalam hutan ,berhasil membunuh beberapa hewan buas sebelumnya " katanya dengan mata berbinar.

" 1 , 2... 4 .. "

Setelah beberapa puluh meter, ia hanya mendapatkan 15 ekor binatang buas yang sudah setengah hancur .

" aneh, padahal aku sepanjang jalan terus membunuh, kenapa ya , apa di mangsa binatang lain " gumamnya tidak percaya .

" ahh sudahlah, 15 juga cukup , bisa membeli makan dan cincin penyimpanan "

Yang tidak diketahui oleh Jiang Hao , bahwa dari arah berlawanan, puluhan kultivator manusia biasa ( belum mencapai kultivator keabadian) mulai berdatangan, mereka secara cepat menelusuri jejak pertarungan yang sangat dahsyat itu.

" hahahaha lihat ada jejak sepatu.. tampaknya senior itu seorang manusia !" Seru seorang kultivator Perak tahap 8 kegirangan, tangan kekarnya begitu teliti membuka satu demi satu petunjuk yang ada di permukaan tanah itu .

Sontak teriakan itu membuat semua kultivator Emas dan Emas hitam datang secara bersamaan.

Mata tajam mereka menatap serius ke arah jejak sepatu yang menunjukan lokasi ke pusat pegunungan Jiangshan.

" kakak laki laki Rao , anda adalah ahli Formasi level 6 , bisa tidak menyelidiki apa yang ada di depan itu " ucap seorang wanita muda yang memiliki sosok dan postur begitu luar biasa.

Pemuda yang dipanggil Rao itu tersenyum lembut ke arah wanita muda di sampingnya.

" baiklah demi adik perempuan Ruoli, kakak akan selidiki "

Chen Rao menatap lama ke arah gunung yang terus diselimuti berbagai misteri, matanya secara tiba - tiba menjadi serius, ia mulai mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

" teknik Formasi Jiwa , mencari harta karun !"

Chen Rao melemparkan enam bendera Formasi ke berbagai arah , dan Array Formasi mulai terbentuk sempurna.

Array tersebut berwarna merah terang dengan efisiensi energi tingkat tinggi.

" sungguh memang jenius terbaik klan Chen ,kota Chenjing, di usia 17 tahun sudah menjadi seorang ahli kultivator Emas Sempurna, dan juga ahli Formasi master 6 , empat langkah lagi menjadi seorang Grandmaster Formasi yang legendaris "

" memang benar, Formasi sangat sulit dipahami oleh sebagian besar kultivator, tapi beda dengan tuan muda Rao, dia sangat jenius .!"

Chen Rao hanya tersenyum tipis saat mendengar beberapa orang memuji dirinya.

Dengan percaya diri , ia mulai mengaktifkan segel Formasi penyelidikan aura Harta karun.

Wunggghhh...

Dengungan terdengar begitu keras dan secara tiba tiba Formasi yang awalnya stabil menjadi goyah .

" apa yang terjadi.. !"

" master muda Chen , apa yang anda temukan !"

Empat orang tua yang tampak tenang itu juga mulai serius saat melihat betapa pucatnya wajah Chen Rao .

Mereka berempat langsung datang mendekat ke arah Chen Rao , menanyakan tentang guncangan yang tiba tiba terjadi itu .

Chen Rao segera mengeluarkan pil berbentuk bulat putih tanpa corak atau garis , lalu menelannya , seketika wajah pucat Chen Rao mulai perlahan memerah ,kembali ke semula .

" aku melihat melalui Formasi pencarian harta karun, bahwa di pusat pegunungan, sosok menakutkan membawa Tongkat Emas menghancurkan dunia " katanya dengan nada gemetar.

" aku sudah tidak lagi kuat , tetua Chen , tetua Gong , tetua Song, dan penatua keempat, saya kembali dulu " Chen Rao segera mengambil bendera Formasi dan saat itu juga dirinya langsung pergi dengan pedangnya .

Kembali pulang dengan wajah ketakutan.

" kakak Rao tunggu... jangan tinggalkan aku .. !"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!