Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pewaris terakhir Wesley
Ruangan arsip tua keluarga Wesley terasa semakin gelap.
Hanya suara napas Galaxy dan Grizella yang terdengar di antara dinding penuh dokumen lama.
Pintu besi di belakang mereka terkunci otomatis.
Tidak ada jalan keluar.
Dan dari speaker kecil di sudut ruangan, suara Leonard masih terdengar.
"Galaxy..."
"Kau selalu ingin menjadi orang yang menyelamatkan semua orang."
"Tapi kali ini aku ingin melihat apakah kau mampu memilih."
Galaxy menatap ke arah kamera kecil yang tersembunyi di sudut ruangan.
"Leonard."
"Kau pengecut."
Terdengar tawa kecil dari speaker.
"Mungkin."
"Tapi bukankah menarik melihat seorang CEO yang selalu sempurna akhirnya kehilangan kendali?"
Grizella berdiri di samping Galaxy.
Meskipun takut, tatapannya tetap tegas.
"Jangan dengarkan dia."
Galaxy menoleh.
"Grizella."
"Dia mencoba membuat kita panik."
Grizella mengangguk.
"Saya tahu."
"Tapi ada satu hal yang dia tidak mengerti."
"Apa?"
Grizella menatap Galaxy.
"Kita tidak sendirian."
Kalimat itu membuat Galaxy terdiam.
Dulu, ia selalu menghadapi semuanya sendiri.
Namun sekarang ada seseorang yang memilih berdiri bersamanya.
Tiba-tiba layar besar di dinding menyala.
Muncul sebuah dokumen digital.
Judulnya:
"Kontrak Pewaris Terakhir Wesley."
Leonard mulai menjelaskan.
"Puluhan tahun lalu, keluarga Wesley menyimpan kekayaan dan aset yang tidak tercatat."
"Bukan hanya uang."
"Tetapi jaringan bisnis yang dapat mengubah keseimbangan dunia ekonomi."
Galaxy memperhatikan layar.
"Lalu apa hubungannya dengan Grizella?"
Leonard tertawa kecil.
"Karena Elena Hart adalah penjaga terakhir."
"Dan putrinya mewarisi hak tersebut."
Grizella menatap layar.
"Jadi selama ini..."
"Hidup saya hanya karena warisan ini?"
Suara Leonard terdengar puas.
"Akhirnya kau mengerti."
Namun Galaxy langsung memotong.
"Jangan dengarkan dia."
Ia berdiri di depan Grizella.
"Kau bukan alat."
"Kau bukan kunci."
"Kau adalah seseorang yang memiliki pilihan sendiri."
Kalimat itu membuat Grizella terdiam.
Karena selama ini banyak orang melihatnya sebagai bagian dari sebuah rahasia besar.
Namun Galaxy adalah satu-satunya orang yang melihatnya sebagai dirinya sendiri.
Bukan sebagai pewaris.
Bukan sebagai seseorang yang membawa keuntungan.
Tetapi sebagai Grizella.
Di luar ruangan rahasia...
Aaron bersama tim keamanan sedang mencoba membuka sistem pintu.
"Tuan Galaxy terjebak di dalam."
Salah satu anggota keamanan berkata,
"Kita butuh kode akses."
Aaron menatap layar sistem.
Namun kode yang muncul membuat wajahnya berubah.
Kode itu bukan milik Leonard.
Bukan milik Richard.
Melainkan...
kode pribadi Galaxy.
"Aneh..."
gumam Aaron.
"Kenapa sistem ini menggunakan identitas Tuan Galaxy?"
Kembali di dalam ruangan.
Sebuah kotak kecil muncul dari lantai.
Galaxy dan Grizella terkejut.
Di atas kotak itu terdapat tulisan:
"Untuk pewaris terakhir."
Grizella perlahan mendekat.
Namun Galaxy menahannya.
"Tunggu."
"Mungkin jebakan."
Grizella menatap kotak itu.
"Tapi kalau ini benar-benar peninggalan ibu saya..."
Galaxy melihat ekspresi wajahnya.
Ia tahu Grizella ingin mengetahui kebenaran.
Akhirnya ia mengangguk.
"Kita buka bersama."
Grizella membuka kotak tersebut.
Di dalamnya terdapat sebuah kalung lama.
Dan sebuah surat.
Tulisan di bagian depan membuat mereka berdua terdiam.
"Untuk Grizella dan Galaxy."
Mata Galaxy melebar.
Karena surat itu dibuat...
sebelum mereka berdua bahkan pernah bertemu.
Galaxy dan Grizella saling berpandangan.
Surat yang berada di dalam kotak tua itu terasa berbeda dari semua dokumen yang mereka temukan sebelumnya.
Bukan hanya karena isinya ditujukan kepada mereka berdua.
Tetapi karena surat itu sudah dibuat jauh sebelum mereka saling mengenal.
Grizella perlahan mengambil surat tersebut.
Tangannya sedikit gemetar.
"Bagaimana mungkin ibu saya tahu tentang Anda?"
Galaxy tidak menjawab.
Karena ia juga tidak memiliki jawaban.
"Galaxy dan Grizella..."
Ia membaca tulisan di bagian depan sekali lagi.
Seolah nama mereka berdua memang sudah ditakdirkan bertemu.
Dengan hati-hati, Grizella membuka surat itu.
Tulisan tangan Elena Hart memenuhi halaman pertama.
"Jika kalian membaca surat ini, berarti waktu yang selama ini kami tunggu akhirnya tiba."
Galaxy membaca dari sampingnya.
"Galaxy, maaf karena aku membuatmu hidup dalam bayangan yang penuh pertanyaan."
Galaxy terdiam.
Nama ayahnya.
Ibunya Grizella.
Semuanya seperti terhubung.
"Dan Grizella, maaf karena sejak lahir aku harus menyembunyikan siapa dirimu sebenarnya."
Air mata Grizella mulai jatuh.
Namun ia tetap melanjutkan membaca.
Isi surat itu menjelaskan bahwa sebelum Elena menghilang, ia bekerja sama dengan Alexander Wesley untuk menyembunyikan sebuah rahasia besar.
Bukan tentang kekayaan.
Bukan tentang kekuasaan.
Melainkan tentang bukti yang dapat menghentikan sebuah kelompok bisnis rahasia yang selama bertahun-tahun memanipulasi perusahaan besar.
Kelompok itu dikenal dengan nama:
The Black Crown.
Galaxy mengerutkan kening.
"Black Crown..."
Nama itu terdengar asing.
Namun bagi Alexander, nama itu adalah ancaman terbesar.
Surat itu berlanjut.
"Mereka tidak hanya mengejar uang."
"Mereka ingin menguasai keputusan orang-orang berpengaruh."
"Dan mereka membutuhkan warisan Wesley untuk melengkapi kekuasaan mereka."
Grizella menatap Galaxy.
"Jadi Leonard bekerja untuk mereka?"
Galaxy menggeleng perlahan.
"Atau mungkin..."
"Leonard juga hanya salah satu bagian dari permainan."
Tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari luar ruangan.
BRAK!
Pintu besi bergetar.
Galaxy langsung berdiri.
"Di belakangku."
Grizella memandangnya.
"Kali ini jangan bilang saya harus bersembunyi."
Galaxy hampir tersenyum.
"Kau tetap keras kepala."
"Dan Anda tetap suka mengatur."
Untuk sesaat, ketegangan di antara mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih hangat.
Namun suara Leonard kembali terdengar.
"Kalian masih sempat bercanda?"
"Menarik."
Layar kembali menyala.
Leonard muncul di sana.
Namun kali ini wajahnya terlihat lebih serius.
"Aku ingin memberitahu sesuatu, Galaxy."
"Aku tidak pernah menjadi musuh terbesarmu."
Galaxy menatap layar.
"Lalu siapa?"
Leonard tersenyum tipis.
"Orang yang membuatmu kehilangan keluargamu."
"Orang yang membuat ayahmu menyembunyikan diri."
"Orang yang membuat pernikahanmu hancur."
Grizella menatap layar.
"Siapa?"
Leonard perlahan menyebut sebuah nama.
Nama yang membuat Galaxy membeku.
"Alexander Wesley sendiri."
Galaxy langsung mengeraskan rahangnya.
"Jangan fitnah ayahku."
Leonard tertawa kecil.
"Aku tahu kau akan berkata begitu."
"Tapi bukankah kau ingin tahu kenapa ayahmu memilih menghilang?"
Layar menampilkan sebuah rekaman lama.
Alexander terlihat sedang berbicara dengan seseorang.
Dan di akhir rekaman...
terdengar kalimat yang membuat Galaxy tidak bisa bergerak.
"Jika waktunya tiba, biarkan Galaxy membenciku."
Ruangan menjadi sunyi.
Galaxy menatap layar dengan wajah penuh kebingungan.
Mengapa ayahnya sendiri meminta agar dirinya dibenci?
Tiba-tiba pintu ruangan mulai terbuka sedikit.
Aaron berhasil membobol sistem.
Namun sebelum Galaxy dan Grizella keluar, Leonard meninggalkan pesan terakhir.
"Temukan jawaban tentang ayahmu."
"Karena setelah itu..."
"Kau akan tahu siapa musuh sebenarnya."
Pintu terbuka sepenuhnya.
Galaxy keluar dengan pikiran yang penuh pertanyaan.
Sedangkan Grizella menggenggam surat Elena lebih erat.
Karena mereka sadar...
Rahasia terbesar bukan lagi tentang warisan.
Tetapi tentang kebenaran keluarga Wesley.
Setelah keluar dari ruangan arsip rahasia, Galaxy berjalan tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Biasanya wajahnya selalu tenang.
Tidak peduli seberapa besar masalah yang datang.
Namun kali ini berbeda.
Ada sesuatu yang menghancurkan pertahanannya.
Keraguan.
Grizella berjalan di sampingnya.
Ia tahu Galaxy sedang berusaha menyembunyikan pikirannya.
Tetapi kali ini, ia tidak membiarkannya.
"Galaxy."
Pria itu berhenti.
"Apa?"
"Anda percaya perkataan Leonard?"
Galaxy terdiam.
Pertanyaan itu sederhana.
Namun jawabannya tidak mudah.
"Aku tidak tahu."
Untuk pertama kalinya, Grizella mendengar Galaxy mengatakan bahwa ia tidak tahu.
Mereka kembali ke ruang utama gedung lama Wesley.
Alexander masih menunggu di sana.
Begitu melihat wajah Galaxy, ia langsung menyadari ada sesuatu yang terjadi.
"Kau sudah melihatnya."
Galaxy menatap ayahnya.
"Kenapa?"
Alexander diam.
"Kenapa ayah meminta seseorang membuatku membencimu?"
Suasana langsung berubah.
Sophia dan Aaron saling berpandangan.
Alexander menutup mata sejenak.
Karena ia tahu...
waktu untuk menyembunyikan kebenaran sudah berakhir.
"Duduklah."
Galaxy tetap berdiri.
"Aku tidak ingin duduk."
"Aku ingin jawaban."
Alexander mengangguk pelan.
"Baik."
"Aku akan memberitahumu semuanya."
Ia menarik napas panjang.
"Leonard benar tentang satu hal."
Galaxy menatap tajam.
"Apa?"
"Aku memang sengaja membuatmu membenciku."
Kalimat itu membuat semua orang terdiam.
Grizella melihat ekspresi Galaxy berubah.
Bukan marah biasa.
Tetapi kecewa.
"Lalu kenapa?"
tanya Galaxy pelan.
"Karena aku tahu..."
Alexander menatap putranya.
"Jika kau tetap mencintaiku dan percaya kepadaku, Leonard akan menggunakan itu untuk menghancurkanmu."
Alexander menjelaskan bahwa bertahun-tahun lalu, ia menemukan bahwa seseorang dalam keluarga Wesley bekerja sama dengan The Black Crown.
Ia tidak tahu siapa orangnya.
Yang ia tahu hanya satu.
Orang itu sangat dekat dengan mereka.
"Aku harus membuat semua orang percaya bahwa aku telah kalah."
"Termasuk kau."
Galaxy mengepalkan tangannya.
"Jadi semua rasa sakit yang aku alami..."
"Semua tahun ketika aku berpikir ayah meninggalkanku..."
Alexander menunduk.
"Aku tahu itu menyakitkan."
"Tapi itu satu-satunya cara."
Grizella memperhatikan Galaxy.
Ia tahu pria itu terluka.
Bukan karena ayahnya masih hidup.
Tetapi karena selama bertahun-tahun ia membawa kesedihan yang sebenarnya tidak harus ia tanggung sendiri.
Perlahan Grizella mendekat.
"Galaxy."
Pria itu menoleh.
"Jangan simpan semuanya sendiri."
Kalimat itu sederhana.
Tetapi cukup untuk membuat tatapan Galaxy melembut.
Tiba-tiba Aaron menerima panggilan darurat.
Wajahnya langsung berubah.
"Tuan."
"Ada masalah besar."
Galaxy kembali fokus.
"Apa?"
Aaron menunjukkan layar ponselnya.
Berita terbaru muncul.
"Wesley Corporation resmi diserang oleh pihak tidak dikenal. Beberapa dokumen rahasia keluarga bocor."
Galaxy mengambil ponsel itu.
"Dokumen apa?"
Aaron menelan napas.
"Dokumen tentang pewaris terakhir."
Semua mata langsung tertuju kepada Grizella.
Beberapa detik kemudian...
Ponsel Galaxy berbunyi.
Nomor tidak dikenal.
Ia mengangkatnya.
Suara Leonard terdengar.
"Selamat, Galaxy."
"Kau akhirnya mengetahui sebagian kebenaran."
Galaxy menggenggam ponsel itu.
"Apa maumu?"
Leonard tertawa kecil.
"Aku ingin melihat apakah kau masih bisa melindungi semua orang."
"Karena sekarang seluruh dunia akan tahu..."
"Bahwa Grizella Madeline Dealova adalah pewaris terakhir keluarga Wesley."
Galaxy langsung menatap Grizella.
Wajah wanita itu berubah.
Bukan karena takut.
Tetapi karena ia sadar...
hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
Leonard melanjutkan,
"Dan aku ingin melihat..."
"Apakah seorang CEO seperti dirimu akan memilih perusahaan..."
"Atau memilih wanita yang kau cintai."
Panggilan terputus.
Ruangan kembali sunyi.
Galaxy menatap Grizella.
Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat asistennya.
Ia melihat seseorang yang ingin ia lindungi lebih dari apa pun.
Namun di luar sana...
dunia mulai mengetahui rahasia terbesar keluarga Wesley.