NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:267.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Jam menunjukkan pukul sebelas siang saat Annisa berjalan pulang dari pasar.

Di tangan kanannya terdapat kantong belanja berisi bahan makanan seadanya. Langkahnya pelan karena jarak pasar ke rumah cukup jauh, sementara matahari mulai terasa panas di atas kepala. Uang dua puluh ribu dari Lasmi jelas tidak cukup.

Akhirnya, Annisa harus memutar otak membeli bahan paling murah agar tetap bisa memasak ayam gulai seperti permintaan ibu mertuanya.

Saat sedang berjalan di pinggir jalan, tiba-tiba sebuah mobil hitam mewah melintas perlahan di depannya.

Langkah Annisa langsung terhenti, mobil itu sangat dikenalnya. Mobil keluarga Erlangga. Matanya langsung menatap ke arah kursi depan, dan benar saja Satrio sedang mengemudi. Asisten kepercayaan ayahnya, jantung Annisa mendadak berdegup cepat.

Kalau ada Satrio, berarti ayahnya pasti ada di dalam mobil itu. Rasa rindu yang selama ini mati-matian dia tahan mendadak menyeruak begitu kuat hingga membuat dadanya sesak. Tanpa sadar Annisa melangkah maju sedikit, ingin menyebrang jalan.

Ingin memanggil, ingin melihat ayahnya walau hanya sebentar. Namun, jalanan siang itu ramai oleh kendaraan yang terus melintas tanpa henti. Mobil hitam itu pun berjalan perlahan semakin jauh.

Air matanya langsung jatuh. Dirinya hanya bisa berdiri mematung di tepi jalan sambil memandang punggung mobil tersebut menjauh. Lima tahun, sudah lima tahun dirinya meninggalkan rumah demi Haikal. Dan selama itu pula Annisa tidak pernah benar-benar bertemu ayahnya lagi.

Padahal dulu Darto Erlangga adalah pria yang paling memanjakannya di dunia ini. Annisa menggigit bibir menahan tangis. Tangannya menggenggam erat kantong belanja murah yang bahkan membuat telapak tangannya memerah.

Sementara, mobil mewah milik ayahnya perlahan hilang di ujung jalan. Meninggalkan Annisa yang kembali sadar bahwa dirinya benar-benar sendirian sekarang.

Saat langkah Annisa akhirnya tiba di halaman rumah, tubuhnya terasa begitu lelah. Tangannya pegal karena membawa belanjaan, sementara keringat membasahi pelipisnya akibat berjalan cukup jauh dari pasar.

Annisa menghela napas pelan sebelum membuka pintu rumah. Tetapi, begitu masuk dirinya langsung terdiam. Ruang tamu dipenuhi banyak bingkisan mewah.

Kotak buah impor, makanan mahal, parcel besar, hingga beberapa kotak perhiasan berjejer rapi di atas meja. Bahkan, aroma cokelat premium memenuhi ruangan itu.

Lasmi yang duduk di sofa tampak tersenyum lebar penuh kebanggaan.

“Nah itu dia!” serunya saat melihat Annisa masuk. “Cepat bantu Ibu buka bingkisannya!”

Annisa masih memandang bingkisan-bingkisan itu bingung. Matanya lalu menangkap sebuah logo perusahaan yang sangat dikenalnya. Perusahaan Erlangga Group.

Jantung Annisa langsung berdegup cepat. Itu perusahaan ayahnya, tatapannya mendadak berubah rumit. Ayahnya, benar-benar kembali ke Indonesia.

Sementara, Lasmi dengan wajah sumringah langsung berkata penuh kebanggaan,

“Perusahaan tempat Haikal kerja memang luar biasa!” katanya sambil membelai salah satu kotak hadiah. “Mereka sampai kirim bingkisan sebanyak ini karena Haikal naik jabatan.”

Annisa menunduk pelan, tenggorokannya terasa tercekat.

Di antara banyak bingkisan itu, Annisa melihat beberapa makanan favoritnya sejak kecil.

Kue kacang kesukaannya. Teh melati impor yang biasa diminumnya bersama ayahnya dulu. Bahkan, ada camilan manis yang hampir tidak pernah dijual di kota itu.

Air mata Annisa hampir jatuh saat itu juga. Ayahnya pasti yang mengirim semua ini. Namun, Lasmi justru terus membanggakan anaknya tanpa tahu apa-apa.

“Anak saya memang hebat,” katanya sombong. “Baru jadi manajer saja sudah diperlakukan spesial begini.”

Annisa menggenggam erat kantong belanja di tangannya. Dadanya terasa hangat sekaligus sakit dalam waktu bersamaan. Bahkan, setelah dirinya pergi dan memilih hidup susah Ayahnya ternyata masih diam-diam memperhatikannya.

“Hei, malah bengong!” Suara Lasmi membuat Annisa tersentak dari lamunannya.

Wanita tua itu menunjuk tumpukan bingkisan di meja dengan wajah penuh perintah.

“Cepat bawa semua ini ke dapur terus simpan di kulkas!”

Annisa mengangguk pelan. “Iya, Bu.”

Baru saja ia hendak mengangkat salah satu kotak buah, Lasmi kembali berkata tajam,

“Dan ingat! Kamu nggak boleh makan sembarangan!”

Langkah Annisa terhenti.

“Itu semua buat Ibu sama Haikal,” lanjut Lasmi tanpa rasa bersalah. “Jangan mentang-mentang kamu yang beresin terus seenaknya nyicip.”

Annisa menunduk pelan.

“Iya, Bu.”

Padahal di antara semua makanan itu ada banyak makanan favoritnya sendiri.

Namun, dirinya sadar, di rumah itu dia memang tak pernah punya hak atas apa pun. Lasmi lalu melirik kantong belanja yang dibawa Annisa.

“Kamu jadi beli ayam?”

Annisa mengangguk kecil. “Dapat, Bu … tapi cuma empat potong.”

Lasmi langsung mendecak.

“Ya sudah.” Wanita itu duduk santai kembali di sofa. “Itu buat ibu sama Haikal saja.”

Annisa terdiam.

“Ibu … terus aku makan apa?”

Lasmi malah memandangnya sinis.

“Masih bisa makan nasi sama kerupuk kan?”

Jawaban itu membuat hati Annisa terasa nyeri. Belum sempat dirinya berkata apa-apa lagi, Lasmi kembali memerintah seenaknya.

“Sekarang masak semur ayam. Jangan lama-lama.”

Annisa menggenggam erat kantong plastik di tangannya. Tubuhnya lelah, perutnya juga belum terisi sejak pagi. Namun, di rumah itu, rasa lapar dan lelahnya seolah tidak pernah dianggap ada.

“Iya, Bu…” jawabnya lirih sebelum berjalan menuju dapur.

Annisa memasak makanan enak untuk orang lain, sementara dirinya sendiri bahkan tidak tahu nanti akan makan apa.

1
Yunita Sophi
kasian kamu Dido... kamu terlalu rakus sih
Yunita Sophi
tanpa warisan kluarga Antoni... harta Emran suda melimpah ruah
Yunita Sophi
akhir nya kamu ketahuan Dido... kasian mau harta malah masuk BUI 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
malu kan kaliaaaaaaan .... dan emang benar kalian itu bodoh
mimief
ya ...nunggu udah 5 tahun
pasti donk yg terbaik dikasihnya
Yunita Sophi
cucu durjana pantas masuk hotel prodeo..
Yunita Sophi
ternyata cucu nya tdk berukhlak... gara gara harta orang bisa sejahat itu
Yunita Sophi
bikin penasaran aja... apa isinya
Yunita Sophi
td yg nemukan sesuatu Adrian apa petugas
Yunita Sophi
benda apa yg Adrian temukan
Teh Euis Tea
akhirnya penjahat sesungguhnya telah tertangkap km salah lawan dido, emran ga butuh warisan dia sudah kaya dari hartanya
Teh Euis Tea
akhirnya terbongkar semua
mimief
lah..gimana si pak
mau ngasih kejutan
emang kejutan bener si,tapi ga gini juga🫣🤣🤣
mimief
rumahmu Anissa
ambil lagi..
enak amet mereka bisa tinggal gratis 😒
Nadja 🎀
makanya Dido terlalu meremehkan emran.. udah sadar lum? emran itu gak butuh warisan toh dia udh kaya jg memiliki kekuasaan lbh tinggi daripada kmu si bocah!
Jaya Fandi
seruuu,, lanjuuut ka
mimief
semangat say
mimief
semangat say
Dini Anggraini
Sebaiknya USB itu di buat salinannya dan yang asli tetap di tanganmu emran takutnya suatu saat salinannya hilang ataupun musnah yang asli tetap ada. Dido sifatmu persis ortumu demi harta rela menghilangkan nyawa orang lain tanpa mikirkan bagaimana perasaannya anak dan istrinya bila di tinggal meninggal tulang punggung keluarga miris sekali padahal harta itu meskipun di berikan semuanya ke rudi dan keluarganya jangka waktu 3 tahun langsung bangkrut dan jatuh miskin bagaimana nasib kakek luxio nanti. 🥰🥰🥰🥰🥰😡😡
Oma Gavin
anaknya paman emran ternyata dalang nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!