NovelToon NovelToon
Obsesi Sahabat Suami

Obsesi Sahabat Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Veyra Aletha, ia tidak pernah berniat mencintai siapapun selain suaminya. Baginya, Alvero Halim Winata adalah rumah pertama, lelaki yang ia pilih untuk membangun keluarga kecil mereka bersama putra semata wayang mereka, Renzio Althar Halim.

Kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Di tengah kesibukan Alvero yang semakin tenggelem dalam pekerjaan, hadir Regan Han Sebastian, sahabat sekaligus rekan kerja suaminya yang selalu punya waktu untuk hadir saat Veyra merasa sendiri.

Menemani Renzio bermain. Mengantar Veyra saat Alvero sibuk. Datang membawa makanan. Dan perlahan mengisi ruang kosong yang tidak pernah Veyra sadari sebelumnya.

Hingga suatu hari, kecelakaan mengubah segalanya. Veyra dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Saat semua orang percaya Veyra telah hilang, Regan justru membawanya pergi ke Singapura. Menyimpan rahasia besar yang perlahan mengaburkan batas anatara cinta, rasa bersalah, dan obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09: Bukan Kesalahan Fatal

"Sayang, aku gak tahu harus gimana." Suara Alvero terdengar lirih.

"Biarin agak reda dulu, aku rasa Regan bukan orang yang baperan," jawab Veyra, tangannya terus mengelus perutnya yang sudah membesar.

"Tapi aku usir dia tadi. Aku masih ingat gimana tatapan bersalah dia."

"Mas, kamu gak usah khawatir gitu. Cara kamu marah itu gak salah. Regan pasti ngerti." Veyra kini meraih tangan suaminya, lalu menggenggamnya erat.

Di ruang keluarga hanya ada mereka berdua. Suasana di sana langsung jatuh sunyi setelah Renzio di bawa naik ke kamarnya oleh Mbak Rini. Dari Alvero pulang kerja, Renzio tak hentinya menanyakan Regan.

Beberapa bulan terakhir ini, Regan selalu mampir ke rumah keluarga Alvero. Walalupun cuma menemani Renzio main sebentar.

Dari arah dapur, Serena dan Ardion muncul. Membawa kopi dan teh manis hangat, serta beberapa macam cemilan.

Serena duduk di sofa samping mereka. "Al, tumben Regan gak mampir ke sini dulu?"

Alvero menoleh, sorotnya kali ini terlihat lelah. "Nggak, Mah. Dia bikin kerjaanku hancur."

Ardion menyesap kopinya pelan. Suara gesekan gelas dan permukaan kaca terdengar saat Ardion menyimpan gelas. "Dia kenapa?"

"Pah, kali ini Regan udah benar-benar keterlaluan. Bikin kerjaanku hancur, klient kecewa." Alvero duduk tegak. Menatap wajah Ardion yang terlihat tenang. "Dia salah kirim file proposal," lanjut Alvero lirih.

Ardion menanggapinya seolah ini bukan masalah serius. Ia kembali menyesap kopi hitamnya.

"Alvero, kamu gak salah kalau marah sama dia," ucapannya berhenti sebentar. "Dia juga lagi belajar."

"Tapi, Pah... ini udah mau satu tahun dia bareng aku. Masa tidak ada perubahan sedikit pun." Pundak Alvero merosot. Perasannya seperti saling menarik, sebagian ingin memaklumi Regan. Tapi sebagin juga sudah sedikit capek.

Veyra dan Serena hanya menyimak obrolan kedua pria itu, mereka tidak mau ikut campur. Karena bagimana pun Regan tetap ceroboh.

Tapi bagi ke dua wanita itu, malam ini justru terasa jauh lebih sunyi dari malam sebelumnya. Karena biasanya di waktu santai seperti itu, suara Regan dan Renzio yang selalu memenuhi ruangan.

Sementara di sisi lain... Regan duduk sendiri di kursi taman. Cahaya lampu kuning di dekatnya jatuh hangat. Ia bersandar ke kursi besi, mengenakan jaket tebal dan syal melingkar di lehernya. Bukan hanya untuk menahan dinginnya angin malam. Tapi untuk menahan sepi yang merayap ke perasaannya.

Ia menggoyangkan kakinya. Kepalanya mendongak menatap langit gelap. "Zio udah tidur belum, ya?" bisiknya.

Regan menyesap vape yang dari tadi hanya dia genggam. "Veyra dibawain makanan gak ya sama Alvero? Dia kan pelupa!"

Asap putih keluar dari mulutnya, dengan aroma mint hangat. "Gimana klient nya sekarang? Apa masih maki-maki Alvero?" Gumamnya lagi.

Dirinya memang tengah berada di taman yang sunyi malam itu. Tapi pikirannya terus berputar ke rumah keluarga Ardion. Saat angin berhembus pelan, Regan seperti mendengar tawa dari Renzio. Omelan Veyra saat Regan telat pulang.

Regan meremas kecil vape di tangannya. "Besok aku coba mengatasi masalah ini. Semoga aja dampaknya tidak terlalu serius bagi Alvero."

Ia menghela napas panjang, lalu bangun dari duduknya. Langkahnya berat saat menghampiri mobilnya yang terparkir di bahu jalan sana.

Mobil-mobil melaju di jalanan. Langit yang gelap, kini sudah cerah. Cahaya matahari jatuh memantul di tulisan gedung yang menjulang tinggi itu.

Di parkiran, mobil Ardion dan Alvero masuk hampir beriringan. Setelah mesin di matikan, Ardion turun lebih dulu. Stelan kantor rapi, membuatnya terlihat lebih berwibawa. Di susul Alvero, yang mengenakan stelan hitam, rambut model comma hair pendek. Langkahnya ringan saat di koridor.

Tak lama, mobil Regan menyusul masuk. Setelah mobil terparkir, ia turun cepat-cepat. Dengan harapan bisa nyusul Alvero.

Sosok Alvero masuk ke pantry kantor, langkah Regan sedikit melambat dengan napas yang belum stabil. Tangannya mengacak rambutnya sendiri yang semakin berantakan, dengan model rambut messy middle pert.

"Alvero!" Teriak Regan saat melihat Alvero berdiri di depan mesin kopi.

"Hm?" Jawab Alvero tanpa menoleh.

"Gimana masalah kemarin? Apa sudah selesai?" Tanya Regan dengan dada naik turun pelan.

Alvero tak langsung menjawab, suara dari mesin kopi berdengung halus.

"Klient kecewa, dia anggap perusahaan ini tidak terjamin." Jawab Alvero, ia melangkah pergi dari ruangan itu.

Regan mematung beberapa detik, napasnya mulai stabil. Rahangnya mengeras. Regan berbalik dan kembali mengejar Alvero.

Tapi sayangnya Alvero sudah masuk ke ruangannya. Regan mencoba memutar gagang pintu.

"Al, buka pintunya. Biar aku yang beresin masalah kemarin sama klient." Regan mengetuk pelan, tapi tidak sering seperti biasanya.

Tak ada jawaban. Regan menatap pintu itu lama.

"Alvero, aku gak mau kamu yang nanggung masalah ini." Ucap Regan, suaranya meninggi.

Pintu itu tetap tidak terbuka, bahkan tidak ada jawaban sedikit pun.

Regan bersandar pada tembok di samping pintu, dengan harapan Alvero akan membuka kuncinya, setelah tidak ada suara Regan.

Hampir sepuluh menit, tak ada suara kunci yang Regan tunggu. Yang ada, hanya rasa pegal di kakinya.

"Alvero!" Teriak Regan sekali lagi.

"Aku tidak ingin di ganggu kamu lagi. Pergi Regan, belajarlah bersama yang lain."

Mata Regan membulat, jawaban samar akhirnya terdengar. Tapi membuatnya terpaku seperkian detik.

"Alvero, apa aku melakukan kesalahan yang sangat fatal?" tanya Regan pelan.

Cahaya lampu putih di lorong saat ini terasa jauh lebih dingin. Sebelum pergi, Regan menoleh sebentar ke arah pintu.

Langkahnya gontai, lorong itu terasa panjang sekarang. Ini pertama kalinya Alvero menolak kehadirannya, bahkan menyuruhnya untuk menjauh.

Setelah satu tahun lebih lamanya bersama keluarga Alvero, Regan merasa benar-benar punya keluarga baru.

Regan menghela napas kasar. Perasaannya sedikit campur aduk. Di kepalanya,beberapa pertanyaan terus berputar.

"Apakah ini kesalahan fatal? Apa ini tidak bisa diperbaiki? Kenapa Alvero sangat kecewa? Apa... aku masih bisa bermain dengan Renzio, dan membawakan makanan manis untuk Veyra?"

Regan membuka pintu ruangannya, lalu masuk tanpa banyak kata. Aroma cokelat almond langsung menyambut penciumannya. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Matanya menatap langit-langit. Dan satu tangan di dahinya.

Sementara di ruangan lain... Alvero duduk tegak di kursi kerjanya. Cahaya laptop jatuh ke wajahnya. Ia menatap laptop lama, tapi tidak benar-benar membaca isinya.

Perasan Alvero gundah, ia tahu kesalahan Regan tidak terlalu fatal. Kehilangan satu klient mungkin tidak ada apa-apanya di mata Raymond.

"Regan, aku harap dengan cara ini kamu bisa benar-benar belajar. Tahu kondisi saat kamu bercanda." Gumam Alvero, tatapannya lurus ke pintu.

Alvero menyilangkan kakinya, kepalanya mendongak, lalu terpejam sebentar. Ia melonggarkan dasi yang melilit di lehernya.

Entah kenapa, keputusan untuk menjauh dari Regan adalah sesuatu yang membuatnya sunyi.​

1
Pengabdi Uji
Regan🤣 km suka yg mna dehh
Addb_Rh
ini jd curiga, obsesi mu ke Zio apa Vyera nanti ujung nya🙄😅
Laila Sarifah
Apa Regan ini nggak pernah pacaran?
Aii Flow🌷: Belum, paling cuma kagum-kagum gitu😄
total 1 replies
Addb_Rh
anu Rzgan, daripada solo karir terus gt, mending nikah aja sih😩😩
masih banyak cewek cantik kok. 🤣
Aii Flow🌷: Bukan cantiknya, tapi minat Regannya yang belum mau😭
total 1 replies
Its me
novel banget 🤭
Aii Flow🌷: Drama banget🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
regann trlalu bnyk nnton drama🙄🙄 eehh
Pengabdi Uji
😭 bukan mami mu aja kita pembaca jg curiga regan ini knp🤭
Aii Flow🌷: Semuanya curiga🤣
total 1 replies
Pengabdi Uji
🙄ga trlalu percaya sma regan kek agak nikungg gitu 🤣🤣
Addb_Rh
makin kesini, makin kesana aja omongan Regan😩😩

normal ya Reg, punya pacar makanya🤣
Addb_Rh
pen nampol Regan pale swallow biar sadar umur🙄

ngalahin anaknya Al, ih kamu Reg.. 😩🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Its me
kebalik mom
apa Alvaro siap di binor sama Regan
Laila Sarifah
Apa Raynand terlalu di manjakan sama orang tuanya, makanya sifatnya nggak bisa dewasa😌
Laila Sarifah: 😭😭😭 Regan elahh, keyboardnya otomatis kesana😭
total 2 replies
Laila Sarifah
Kapan dewasanya kamu Regan😭
Pengabdi Uji
Wkwk All lu srius udh nyaman sma Regan 😭 agak bingung coy ini Regan obses ke lakinya apa ke bininya🤭
Aii Flow🌷: Nggakkk, ya kali ke lakinya😭🤣
total 1 replies
Its me
nah ini kayaknya yang di bilang Raymond tadi 🤣
Its me: bukan Regan tapi Ahsan 🤭
total 3 replies
Its me
bukan sama Alvero tapi sama bini nya
Laila Sarifah
Makanya jangan terlalu deket sama Alvero. Cari istri gih Gan🤪
Aii Flow🌷: Nggak dulu, lagi nunggu mangsa🤧
total 1 replies
Addb_Rh
makanya cari pacar Regan, sifat manjamu itu, kadang ke Al juga agak agak gimana gt. 🥲
Aii Flow🌷: Terlalu dimanja sama Mamynya🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
Samaa😭 aku jg mkir regan geiy anjayyy😭😭 bner kgk siii wkwk
Aii Flow🌷: Nggak😭 dia normal🤣
total 1 replies
Addb_Rh
malu Regan, udah tua. 😩
Aii Flow🌷: Apa itu tua? Regan masih anak-anak🤧🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!