NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

"Kuy,"

Namun tiba-tiba lisa merasa ingin buang air kecil.

"Tunggu deh,gue pengen cari toilet dulu, kalian tunggu gue di mobil aja,"

"Ngga apa-apa nih loe sendiri, atau kita temenin aja lah," Kata Sinta khawatir kepada lisa dan diangguki oleh Wanda.

"Gak usah bentaran doang kok, udah gue gak tahan nih, gue kesana dulu yah,"

Setelah berkeliling akhirnya lisa menemukan sebuah toilet, namun ketika lisa keluar dan hendak pergi menyusul sahabatnya tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya dari belakang, dan membawanya secara paksa kedalam sebuah mobil.

Setelah didalam mobil lisa terlonjak kaget saat seseorang yang membekapnya melepas masker dan topi hondie nya. Ya, dia adalah roy.

"Loe apa-apaan sih nafas gue hampir habis nih, loe ngapain lagi bawa gue kesini temen-temen gue ada disanah nungguin gue," Lisa terlihat sangat jengkel dengan sikap Roy tiba tiba saja membawanya seperti ini. Seperti maling aja.

Roy hanya fokus menatap kedepan tetapi belum menyalakan mobilnya.

"Oh gue tau loe mau nyulik gue kan, haduh gak gini caranya gue tau loe gak setuju sama perjodohan ini, sama gue juga gak setuju,"

"Ngapain gue nyulik loe, di jual juga ngga laku, mana ada sih yang mau sama cewek bar-bar kaya loe,"

"Loe," teriak lisa sambil menunjuk Roy.

"Gue disuruh bunda anterin loe balik, bunda khawatir kalau loe balik sendri," jawab Roy sambil menjalankan mobilnya.

"Tapikan gue gak sendiri,"

"Mana gue tau, loe tanya aja sendiri sama bunda," kata Roy, jawaban Roy barusan mampu membuat lisa kesal saat itu.

Dengan terpaksa lisa harus menghubungi dan berbohong kepada kedua sahabatnya.

-Kalian balik aja duluan, ada bibi kok dirumah gue, soalnya gue lagi ada urusan dirumah sepupu gue ini- lisa mengirim pesan chat untuk kedua sahabatnya itu.

Setelah beberapa lama Roy menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah apartement, lisa bingung dan juga takut, pasalnya Roy bukannya mengantarkannya kerumah, malah membawanya ke sebuah apartement malam-malam begini.

"Turun," Perintah Roy dengan suara yang datar dan dingin.

Sebelum turun lisa sempat melirik ke arah Roy, lisa menelan salivanya dengan susah payah setelah melihat wajah laki laki itu yang datar dan dingin tanpa ekspresi, serta mata elang yang tajam.

Roy yang melihat Lisa belum berjalan juga dari tempatnya, kembali menegur gadis itu.

"Gue bilang turun, loe denger kan,"

"Iyah gue juga mau turun ini gak sabaran banget,"

"Jangan harap gue mau bukain pintu buat loe,"

Lisa yang hendak membuka pintu mobil berhenti sejenak, setelah mendengar ucapan Roy barusan.

"Idih siapa juga yang berharap kaya gitu, lagian gue masih punya kaki dan tangan yang utuh." Jawab lisa tak kalah sinis.

Setelah mereka memasuki bangunan yang menjulang tinggi itu, Roy langsung menuju ke sebuah kamar di apartemen nya.

Lisa yang mengekor dibelakang Roy mulai gelisah dia terus menatap Roy penuh selidik, Roy yang ditatap seperti itu seperti faham atas apa yang tengah dipikirkan oleh gadis yang sudah berada sampingnya itu.

"Gak usah mikir macem-macem, gue gak sebajingan yang loe pikir," Ujar Roy dan membuat lisa sedikit tenang setelah mendengar penjelasan Roy.

"Berhubung ini sudah hampir tengah malam, dan tugas gue masih banyak, jadi gue gak mau ambil resiko," kata Roy menjelaskan kenapa lisa dibawa ke apartemen nya.

"YA TAPI LOE GAK BIS.." ucapan lisa terpotong saat tangan Roy membekap mulutnya lagi.

"Husssttt... gak usah teriak-teriak, gue gak budek ko," Ujar Roy setengah berbisik di telinga lisa.

"Hmmpp.." Lisa menyikut perut Roy, pasalnya laki laki itu tak melepaskan bekapan tangannya.

"Gila loe ya, gue bisa mati gara-gara loe,"

"Mati tanam," Jawab Roy santai sambil berjalan masuk kedalam kamar, lisa hanya dapat menahan kesal dengan meninjukan tangannya keudara.

Roy mengambil sebuah bantal dan selimut.

"Sekarang loe tidur, nanti subuh gue anterin loe balik," kata Roy sambil berjalan keluar dari kamar, menuju ruang tamu.

"Eh tunggu, loe ngapain bawa bantal sama selimut keluar,"

"Mau tidur lah,"

"Loe mau tidur diluar ?"

"Kamar disini cuman satu, emang loe mau tidur disofa ,hemm," Tanya balik Roy sambil menatap Lisa.

"Ogah lah, loe yang bawa gue kesini ya loe harus perlakuin gue dengan baik lah,"

"Ya terus kenapa loe pake nanya segala gue mau tidur dimana, jelaslah gue tidur disofa, kecuali loe gak keberatan kalo tidur seranjang bareng gue," Ujar Roy sambil menyeringai, lalu berjalan mendek kearah Lisa.

Dengan sigap lisa mengambil bantal, seraya melemparkannya kearah Roy.

"Jangan mimpi loe,"

"Oke," jawab Roy singkat, lalu bergegas pergi keruang tamu.

Lisa yang hendak menutup pintu, dibuat kaget dengan Roy yang kembali memunculkan kepalanya dibalik pintu.

"Jangan lupa kunci pintunya, takutnya gue khilaf tengah malam," kata Roy seraya tersenyum jahil, lalu melanjutkan langkahnya.

"Royy.." teriak lisa, untung saja kamar tersebut kedap suara,kalau tidak tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.

Lisa yang kelelahan akhirnya tertidur walaupun sebelumnya dia sempat bergulat lagi dengan pikirannya.

Berbeda dengan Roy, kini matanya tengah terfokus menatap layar laptop, dengan jari jemarinya yang mulai sibuk berkutat dengan keyboard laptop, Roy tengah menyelesaikan tugas sekolahnya dan juga pekerjaannya.

Setelah semua selesai, Roy yang juga merasa lelah, akhirnya tertidur menyusul Lisa kealam mimpi.

Subuh

Setelah lisa berada didalam mobil, Roy langsung menjalankan mobilnya ke arah jalan menuju rumah Lisa. Lisa yang memang masih mengantuk akhir melanjutkan tidurnya dimobil Roy.

*****

Mobil Roy telah sampai dihalaman rumah, melihat lisa yang tertidur pulas,membuat Roy enggan membangunkannya. Lisa bergerak tak nyaman dimobil Roy seperti tengah kedinginan, Roy yang melihat hal itu langsung melepaskan jaketnya dan dia kenakan di tubuh Lisa.

Roy memutuskan untuk menunggu Lisa bangun, karena tidak mungkin untuk dia membawa lisa masuk kerumah apa lagi melihat mobil sahabat Lisa yang terparkir disana.

Setelah Lisa bangun dan keluar dari mobilnya, Roy melajukan mobilnya kembali menuju apartemennya.

Lisa memasuki kamarnya, dan lansung melempar tubuhnya keatas tempat tidur.

"Aduh lisa ngagetin aja loe," kata Sinta yang tidurnya terganggu.

"Apaan sih loe,sin masih pagi buta udah berisik aja loe," Kesal Wanda karena tidur nya terganggu.

"Tau tuh anak," kata Lisa santai.

"Loe dari mana ha ? Wanda nih ya, Lisa tuh baru balik jam segini," kata Sinta sambil menatap tajam kearah Lisa.

"Apaan sih,sin, loe lihat gue kaya gitu,"

"Jawab gue,lis," tanya Sinta karena dia ingin tau alasan Lisa baru pulang sepagi ini.

"Jawab apaan sih, loe ngeselin deh,sin" Lisa ikut kesal dengan salah satu teman nya ini.

"Loe yang ngeselin,lis"

"Loe,"

"Loe,lis"

"DIAM... kalian ini apaan sih, sebentar lagi kita harus kesekolah bukannya siap-siap malah berantem," kata Wanda sambil menatap tajam kedua sahabatnya secara bergantian, kedua orang didepannya itu.

"BODO," kata lisa dan Sinta bersamaan.

Wanda hanya bisa menarik nafas dalam menghadapi tingkah kedua sahabatnya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!