NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 30

“Riven... Rapat… Kau punya Rapat…” bisik Angie, suaranya tercekat di tenggorokan saat merasakan milik Riven yang sudah kembali mengeras sempurna menekan perut bawahnya.

“Persetetan dengan rapat,” geram Riven rendah.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Angie untuk memprotes lebih jauh, Riven membungkam bibir ranum itu dengan ciuman yang langsung menuntut dan panas. Lidahnya menyapu masuk dengan dominasi yang mutlak, menghisap dan memagut lidah Angie hingga gadis itu melenguh pasrah, mencengkeram bahu kekar Riven yang basah sebagai satu-satunya tumpuan.

Sambil terus memperdalam ciumannya, Riven menyusupkan kedua tangannya ke bawah paha Angie, mengangkat kaki jenjang gadis itu untuk melingkar di pinggang kokohnya. Posisi itu membuat keintiman mereka terbuka tanpa sekat.

Dengan satu dorongan yang mantap dan dalam, Riven menyatukan kembali tubuh mereka.

“Nggghhh! Riven...!” Angie mendesah keras, sikunya tanpa sengaja menekan kran shower membuat air shower pun membilas tubuh mereka, kepala Angie mendongak ke belakang saat benda besar yang luar biasa itu kembali menghujam titik sensitifnya.

Air dari pancuran shower yang mengenai wajahnya bercampur dengan air mata kenikmatan yang perlahan menetes di sudut matanya.

“Mmm…” Riven menggeram berat, merasakan bagaimana kehangatan di dalam sana menjepitnya begitu erat, menyiksanya dengan cara yang paling indah. Pria itu mulai bergerak dengan ritme yang memburu namun penuh perhitungan.

Setiap hentakannya di atas tumpuan dinding marmer terasa begitu padat, sensual, dan bergemuruh, menciptakan suara kecipak air dan desahan yang menggema di dalam kamar mandi yang tertutup.

Angie sepenuhnya kewalahan. Keintiman di bawah guyuran air hangat ini terasa jauh lebih intens, setiap gesekan konstan Riven seolah membakar habis sisa-sisa kekuatannya, membawanya kembali terombang-ambing dalam pusaran gairah yang tak berujung.

Rasa pegal di tubuhnya lenyap, digantikan oleh sengatan kenikmatan yang membuatnya terus meracaukan nama Riven di sela-sela desahan pasrahnya hingga puncak pelepasan itu kembali menjemput mereka berdua di tengah kepungan uap air yang panas.

“Riv… Ahh…”

Bagi Riven, kini Angie bukan sekadar seorang wanita yang baru saja menjadi kelasihnya, melainkan sebuah candu yang melumpuhkan seluruh logika dan kendali diri yang ia bangun selama dua puluh sembilan tahun ini.

Setiap kali ia menatap wajah Angie, terutama di momen-momen intim seperti saat ini, Riven selalu dibuat terpana. Bagaimana helai rambut Angie yang basah menempel di pelipisnya, bagaimana sepasang mata bulat itu menatapnya penuh damba dengan binar sayu yang berkaca-kaca, hingga rona merah yang menjalar dari pipi turun ke leher dan dadanya yang naik-turun karena napas yang memburu, semuanya tampak begitu sempurna di mata Riven.

Kecantikan Angie memiliki daya pikat yang berbahaya bagi seorang pria dengan kepribadian sedingin Riven.

Di luar sana, ia mungkin dikenal sebagai sosok yang kaku, penuh perhitungan, dan tak tersentuh. Bahkan pria yang sangat pintar menguasai bisnis.

Namun, begitu berada di balik pintu kamar bersama Angie, semua topeng itu runtuh tanpa sisa.

“Kau benar-benar membuatku gila, Angie,” bisik Riven parau, suaranya bergetar oleh intensitas emosi dan gairah yang meluap-luap.

Ia menangkup wajah mungil Angie dengan kedua tangan besarnya, menatap lekat-lekat pahatan wajah yang begitu ia puja itu sebelum kembali menciumnya dengan perasaan yang menggebu-gebu.

Sentuhan kulit mereka, aroma tubuh Angie yang memabukkan, dan kepasrahan total yang ditunjukkan gadis itu selalu berhasil memicu naluri primitif di dalam diri Riven.

Setiap kali Riven berjanji pada diri sendiri untuk menahan diri dan bersikap lembut, satu lirikan pada tubuh indah Angie atau satu desahan halus yang lolos dari bibir manis itu sudah cukup untuk membakar habis seluruh kewarasannya.

Bersama Angie, Riven tidak pernah bisa merasa cukup, ia selalu menginginkan lebih, menuntut lebih, dan mengunci mereka berdua dalam pusaran gairah yang seolah tidak akan pernah menemukan ujungnya.

Riven benar-benar telah kehilangan seluruh akal sehatnya. Tatapan matanya menggelap total, dipenuhi oleh kabut gairah yang membakar habis sisa-sisa kendali diri yang ia miliki.

Setiap jengkal keindahan Angie di bawah guyuran air hangat ini seolah menjadi bahan bakar yang terus mengobarkan insting primitifnya.

Di sisi lain, Angie sudah berada di ambang batas kemampuannya. Kedua lututnya terasa begitu lemas hingga ia tidak lagi mampu menopang bobot tubuhnya sendiri di atas lantai marmer yang licin.

Cengkeraman jemarinya di bahu kokoh Riven perlahan tergelincir, dan kepalanya terkulai pasrah di dada bidang pria itu dengan napas yang terengah-engah.

“Riven... kumohon... aku sudah tidak kuat lagi...” rintih Angie dengan suara yang terputus-putus, nyaris tenggelam di antara gemercik air shower.

Namun, alih-alih meredam gairahnya, rintihan pasrah itu justru terdengar seperti undangan yang mematikan bagi Riven.

Tanpa sepatah kata pun, Riven menyusupkan kedua lengan kekarnya ke bawah bokong Angie. Dengan kekuatan fisiknya yang superior, ia mengangkat tubuh mungil gadis itu sepenuhnya dari lantai, membawa Angie ke dalam gendongan posesif yang mengunci pergerakan mereka secara mutlak. Kaki jenjang Angie refleks melingkar erat di pinggang kokoh Riven, mencari pegangan di tengah rasa pusing yang menderanya.

Begitu posisi mereka terkunci, Riven tidak lagi memberikan jeda. Ia mulai bergerak kembali, namun kali ini dengan ritme yang berubah drastis, memburu, dalam, dan sedikit brutal.

“Nggghhh! Ahhh! Aaahh! Aaahh!!” Angie memekik keras, matanya tertutup erat saat hunjaman-hunjaman berat Riven kembali menghujamnya tanpa ampun di posisi yang begitu dalam.

Tubuh mungil Angie terombang-ambing dalam dekapan Riven, menerima setiap benturan intens yang sengaja ditekan Riven pada titik-titik paling sensitifnya.

Rasa lelah yang mendera Angie seolah dipaksa menguap, digantikan oleh sengatan listrik yang luar biasa dahsyat hingga membuatnya terus meracau tak keruan. Air hangat yang terus mengguyur tubuh mereka yang bersatu semakin semakin menambah bara panas dan sarat akan dominasi Riven.

Riven menggeram rendah, mempererat dekapannya hingga dada mereka saling berbenturan ritmis. Ia benar-benar menjelma menjadi sosok pria kelaparan yang tak kenal lelah, mengabaikan fakta bahwa siang nanti ia memiliki urusan penting. Bagi Riven saat ini, dunia luar tidak lagi penting, yang ada hanya Angie dan gairah membara yang harus ia tumpahkan sepenuhnya di dalam sana.

Gairah yang bahkan belum pernah ia rasakan sebelumnya, Angie adalah wanita satu-satunya yang mampu membuat Riven seolah keluar dari rotasi yang seharusnya Riven tetap jaga.

Suara desahan mereka saling berpacu, saat kenikmatan di capai bersama.

“Kau sangat luar biasa Angie.” Kata Riven mencium kening Angie.

Angie hanya tersenyum tipis.

“Mulai sekarang kau tidak boleh pergi kemanapun sendirian, jangan pernah dekat dengan pria manapun. Aku pria yang sangat pencemburu.” Titah Riven.

Angie hanya membalas dengan senyuman lalu ujung jarinya menyentuh pipi Riven.

”Aku benar-benar mengingatkanmu Angie.” Kata Riven.

”Iya… Baik… Aku paham.”

Bersambung

1
Hanima
Lanjut Rivvv
Hanima
😍😍
evanindia
paham, paham tpi d blkang lain lagii nihh c angie....
evanindia
iya wajar klo loyal am adek sndri mh....
act service riven bnr² bkin meleyott wkw
btw angie mau k rumah tmn yg mana yaa ??
afifah
Seru
evanindia
panggilan utk kaka.a luar biasa nii elana 😄
nah kan ditnyain kmu kenapa blum ke kantor
wiliss
salting kk?
wiliss
😅😅
wiliss
perhatian bgt ya riv...
Rudy satria
nama "musang"begitu cocok untuk riven emak kelakuannya kaya musang🤣🤣🤣
Rahmat Soiku: bls apaan sih g terbaca dilayar hp
total 11 replies
Rudy satria
antara Maruk dan rakus beda dikit ya Riv,tapi entah kenapa dari awal nggk respek Ama pasangan yang satu ini,bang author bisa nggk sih di ganti alurnya tentang Gavin dengan cwe yang di jodohkan 😔😓
evanindia: wow baru tau gue sejak kapan dy ilang arah 🤣
total 26 replies
Rudy satria
boleh nggk si bilang" KAMU ITU MURAHAN RIF DUAKALI KETEMU DI RAYU DIKIT LANGSUNG BILANG SAYANG" kesel aku😓
afifah: aku mengakak so hard denger kata murahan🙏🤣
murahan itu kalau gonta ganti pasangan terus cowo nya mokondo miskin . ini gentle gini dikata murahan. tolong ya allah lulusan apa kak sskolahnya? 🙏🙏🙏
lagi pula ini cerita tidak tahu alurnya di percepat atau nggak. terus kalau boleh tanya kenapa lama kelamaan komenn nya nggak nyambung dan nggak mutu? nggak berdasar 🥲
total 4 replies
wiliss
merasa di cintai bgt sm riven aku klo jd angie
wiliss
😋😘😘😘😘
wiliss
gk papaa bang santae aja
Hanima
Lanjuttt
evanindia
Riven kerja² jgn kokopan trus am angie 🙊🙊
evanindia
ps tmen q juga samaa wehh 0 4x 😵😵😵
Hanima
🔥🔥
Hanima
Lanjut Akak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!