NovelToon NovelToon
Penaklukan Sang Asisten

Penaklukan Sang Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Ketika efisiensi bertemu dengan kekacauan, siapa yang akan benar-benar menaklukkan siapa?

"Cinta bukan soal efisiensi, tapi tentang bagaimana ia membuatmu kehilangan kendali."

Kisah tentang Ben Arganza, asisten dingin dan merupakan bayangan Baron Frederick yang sedang menjadi target penaklukan seorang gadis ceroboh bernama Lala Narayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Sudah Rusak

Ben terdiam. Ia menatap bibir Lala yang baru saja menggodanya, lalu tanpa sadar, matanya turun ke arah kancing kemeja yang dikenakan Lala—kemeja yang ia pinjamkan tadi malam.

"Tidak," jawab Ben singkat, suaranya kini terdengar serak. "Mulai hari ini, kamu adalah desainer internal tim proyek Tuan Frederick. Itu artinya, mulai besok, kamu akan bekerja langsung di bawah pengawasan saya."

Ben melepaskan bahu Lala, kembali menegakkan tubuhnya, kembali ke mode asisten perfeksionis. Namun, saat ia berbalik untuk berjalan pergi, ia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.

"Dan Lala," ucapnya.

"Ya?"

"Jangan pernah pakai kemeja itu lagi kalau kita sedang di kantor. Itu... sangat tidak efisien untuk konsentrasiku."

Ben pun melangkah keluar dengan langkah lebar yang anggun, meninggalkan Lala yang kini mematung di tengah ruangan, memegang kemeja Ben dengan wajah yang memerah padam karena sadar sepenuhnya apa maksud dari "tidak efisien untuk konsentrasi" sang tangan kanan penguasa itu.

"Sepertinya robot kita mengalami crush pada kabelnya sayang hihihi," bisik Gita pada Baron sambil terkikik lucu. 2 tahun pernikahannya dengan Baron dan menyaksikan sendiri bagaimana Ben Arganza, asisten kepercayaan Frederick grup benar-benar sangat kaku dan dingin seolah-olah tak punya perasaan seperti manusia biasa, tapi saat ini ia melihat sendiri kalau robot kesayangan Frederick itu telah retak.

Baron Frederick, yang biasanya memiliki insting predator untuk mendeteksi ancaman sekecil apa pun, kini hanya bisa menahan senyum tipis di balik wajah datarnya. Ia mengikuti arah pandang istrinya ke arah koridor di mana Ben Arganza baru saja menghilang—dengan langkah yang, harus diakui, sedikit lebih terburu-buru dari biasanya.

"Dia bukan sekadar retak, Gita," sahut Baron dengan suara rendah yang berat, namun ada nada geli yang tersembunyi di sana. Ia merangkul pinggang istrinya dengan posesif.

"Sistem pertahanannya baru saja dijebol oleh seorang gadis yang bahkan tidak bisa berjalan lurus di koridor kantor."

Gita masih terkikik, bersandar di dada suaminya. "Lihat tadi wajahnya saat Lala menumpahkan teh, Sayang. Ben yang biasanya seperti mesin hitung berjalan itu... dia panik. Benar-benar panik."

Baron melirik ke arah pintu ruang rapat yang kini tertutup, membayangkan asisten setianya yang selalu perfeksionis itu mungkin sedang memijat pelipisnya di dalam lift, mencoba menata kembali "kabel-kabel" emosinya yang berantakan karena kehadiran Lala.

"Ben tidak pernah membiarkan orang lain menyentuh barangnya apalagi memakai kemejanya," lanjut Baron, kali ini dengan nada yang lebih serius namun tetap ringan. "Dia pria yang sangat menghargai privasi dan ketertiban. Jika dia meminjamkan kemeja itu, membiarkan gadis itu tidur di apartemennya, dan bahkan... kehilangan konsentrasi karena penampilan gadis itu... maka ini bukan lagi masalah efisiensi kerja."

Gita menoleh ke suaminya dengan mata yang berbinar nakal. "Apa menurutmu dia akan mengakui perasaannya? Atau dia akan tetap bersembunyi di balik spreadsheet dan prosedur keamanan sampai gadis itu bosan dan pergi?"

Baron mengangkat bahunya dengan elegan. "Ben adalah pria yang menghabiskan hidupnya untuk mengelola chaos orang lain. Dia terbiasa mengatur segalanya. Tapi sekarang? Dia harus belajar bahwa perasaan bukanlah data yang bisa dimasukkan ke dalam sistem."

Baron mematikan lampu ruang rapat, meninggalkan ruangan itu dalam kesunyian.

"Mari kita lihat berapa lama dia bisa bertahan sebelum dia menyadari bahwa 'bencana berjalan' itu sebenarnya adalah satu-satunya hal yang bisa membuat hidupnya... hidup."

Di sisi lain koridor, Ben memang sedang berada di dalam lift khusus. Ia berdiri dengan tangan yang mencengkeram besi pegangan lift dengan begitu kuat hingga buku jarinya memutih.

Ia memejamkan mata, napasnya masih terasa tidak teratur.

Tidak efisien. Ini tidak efisien, batinnya berulang kali, mencoba mengembalikan otaknya ke mode standar. Namun, bayangan Lala yang tersenyum bangga—dan bagaimana kemejanya membungkus tubuh gadis itu—terus muncul di layar pikirannya, seolah-olah sebuah virus yang tidak bisa dihapus oleh antivirus secanggih apa pun.

Ben menarik napas dalam, membetulkan letak jam tangannya yang presisi, dan berusaha menetralkan raut wajahnya.

Besok, pikirnya, Besok aku akan memberinya jadwal kerja yang sangat ketat. Aku akan menempatkannya di ruang desain, jauh dari meja kerjaku. Aku akan mengembalikan batasan-batasan itu.

Namun jauh di lubuk hatinya, sebuah bagian kecil dari sistem Ben Arganza—bagian yang selama ini ia kunci rapat-rapat—tahu bahwa ia sedang berbohong pada dirinya sendiri.

Ia tidak ingin menjauh. Ia justru sedang memikirkan alasan apa yang harus ia gunakan besok agar gadis itu tetap berada dalam radius pandangannya.

"Robot," gumamnya pada pantulan dirinya di pintu lift, "kau benar-benar sudah rusak."

***

Like dan komen dong 😁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sakit kerasnya itu pegangan hingga memutih itu buku"
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
darrrr derrrr dorrrr derrrr durrrrr pasti itu suara harinya ben.... uhhhhhh kayak mau turun hujan badai donk bun
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
karna semuanya di luar kendalimu...
jadi nikmati aja alurnya
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
aisssstttttt mulai menghayal yang tidak" dehhh lala
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
makanya la sedia air sebelum terbakar
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
berarti selama ini setiap keputusan nya selalu salah donk dalam hidupnya
nur annisa
tarik nafas huffft
nur annisa
baru muncul Thor 💪
Bubu
harus update pokoknya😄
Bubu
Ben pokoknya aku padamu🤭
Raffi975
update lagi dong Thor pliss😍
Raffi975
waduhh
Raffi975
lanjut Thor, kayaknya Mas Ben udah jatuh cintrong nih 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
Servis donk biar top cer lagi arus listriknya.... hihihi
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
tidak di pecat.. tapi di pikat... 😇🤭😃😄
Raffi975
kacian mas Ben, pertemukan lagi dong Thor
Raffi975
lanjut Thor
Raffi975
oh tidak
Raffi975
waduhhh plot twist nya keren
Raffi975
jangan mau dipengaruhi sama Nadya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!