Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Pertemuan Dua Predator
Rendra mengancingkan kemeja hitamnya di depan cermin besar penthouse. Tubuhnya terasa lebih ringan dan bertenaga setelah malam yang intim dengan Viona, seolah energi dari hubungan tersebut memberikan buff tersembunyi pada sistemnya. Namun, peringatan merah yang berkedip di sudut matanya tidak bisa diabaikan.
[ Jarak Target: 800 Meter ] [ Level Ancaman: Tinggi ] [ Identitas Target: Marco "The Shark" - Pemilik Sistem Predasi Finansial ]
"Sistem, apa itu Sistem Predasi Finansial?" tanya Rendra sambil memasang jam tangan mewah hasil belanja misinya kemarin.
“Ding! Sistem Predasi Finansial adalah jenis sistem yang mendapatkan poin dengan cara menghancurkan kekayaan orang lain secara paksa melalui manipulasi pasar dan akuisisi bermusuhan. Berbeda dengan Sistem Auto Rich yang bersifat akumulatif, sistem tersebut bersifat parasit.”
Rendra tersenyum dingin. "Jadi, dia adalah hiu yang ingin memakan paus? Kita lihat siapa yang akan tersedak."
Konfrontasi di Hotel Mewah
Rendra tiba di Hotel Shangri-La dengan pengawalan minimal. Ia masuk ke restoran eksklusif di lantai atas di mana Marco sudah menunggunya. Marco adalah pria berusia 30-an dengan aura arogan yang kental, dikelilingi oleh tiga wanita cantik yang tampak seperti model internasional, masing-masing memiliki indikator sistem yang redup—tanda bahwa mereka adalah bagian dari "koleksi" sistemnya.
Begitu Rendra duduk, suasana di restoran tersebut seolah membeku. Tekanan aura dari dua pemilik sistem saling berbenturan di udara.
"Rendra Wijaya," Marco menyesap wine mahalnya tanpa menatap Rendra. "Kurir paket yang tiba-tiba menjadi raja properti. Aku harus akui, sistemmu memberikan pertumbuhan yang sangat cepat. Tapi sayangnya, di kota ini, hanya boleh ada satu pemuncak rantai makanan."
Rendra bersandar di kursinya, tatapannya menyapu ketiga wanita di sekitar Marco. "Kamu terlalu banyak membuang poin untuk 'koleksi' wanita, Marco. Itu membuat sistemmu tumpul."
Marco tertawa keras, tangannya merangkul pinggang salah satu wanita di sampingnya dengan posesif. "Wanita adalah trofi, Rendra. Dan setelah aku menghancurkan Red-Chase Group sore ini melalui serangan fajar di bursa saham, sekretaris pribadimu yang cantik itu...
Viona, bukan? Dia akan menjadi trofi baruku."
Mendengar nama Viona disebut dengan nada merendahkan, rahang Rendra mengeras. Matanya berkilat kemerahan—tanda Body Reinforcement miliknya bereaksi terhadap amarah.
“Peringatan! Marco memulai serangan 'Market Crash' pada aset Red-Chase Group. Kerugian diprediksi: Rp 1 Miliar per menit.”
Serangan Balik yang Elegan
"Sistem," panggil Rendra dalam hati. "Gunakan fitur Otoritas Finansial dan Insight Pasar. Balikkan serangannya."
“Ding! Perintah diterima. Memulai serangan balik 'Financial Blackhole'. Menguras likuiditas Marco dalam 3... 2... 1...”
Wajah Marco yang tadinya penuh kemenangan mendadak pucat. Ponselnya bergetar hebat. Notifikasi demi notifikasi masuk, menunjukkan bahwa seluruh saham yang ia gunakan untuk menyerang Rendra justru terjebak dalam jebakan likuiditas.
"Apa?! Bagaimana bisa?! Aku punya sistem Level 4!" Marco berteriak, menggebrak meja hingga gelas-gelas berdenting.
"Level hanyalah angka jika penggunanya bodoh," Rendra berdiri, mendekatkan wajahnya ke arah Marco yang kini gemetar.
"Kamu menyerang dengan kebencian, aku bertahan dengan sistem yang menyatu dengan napas. Setiap detik aku bernapas, aku menjadi lebih kuat. Kamu? Setiap detik kamu marah, kamu kehilangan segalanya."
Rendra melirik ketiga wanita di sekitar Marco. Indikator di atas kepala mereka berubah dari Terintimidasi menjadi Kagum saat melihat kekuatan Rendra yang melampaui Marco.
"Pergilah, Marco. Sebelum aku memutuskan untuk membekukan rekening pribadimu juga," bisik Rendra.
Marco lari terbirit-birit meninggalkan restoran, meninggalkan ketiga wanita modelnya yang kini justru menatap Rendra dengan pandangan penuh minat. Namun, Rendra tidak memedulikan mereka. Ia memiliki fokus lain.
Hadiah di Balik Kemenangan
Setelah Marco pergi, Sistem memberikan notifikasi kemenangan.
[ MISI BERHASIL: Pertemuan Pertama Dua Predator ] [ Hadiah: ]
Skill Aktif: Dominance Aura (Meningkatkan daya tarik dan kepatuhan orang di sekitar).
Item Khusus: The King's Bedroom Key (Akses ke dimensi ruang privat sistem).
Rendra kembali ke kantornya. Di sana, Viona sudah menunggu dengan wajah cemas yang langsung berubah menjadi lega saat melihat Rendra baik-baik saja.
"Pak... saya mendengar ada serangan di bursa saham tadi," Viona mendekat, tangannya gemetar saat menyentuh lengan Rendra.
Rendra menarik Viona ke dalam pelukannya, menghirup aroma rambutnya yang menenangkan. "Semua sudah selesai, Viona. Tidak akan ada yang menyentuhmu."
Viona mendongak, matanya berkaca-kaca karena rasa haru dan gairah yang bercampur aduk. Ia bisa merasakan aura dominasi Rendra yang kini jauh lebih kuat dari semalam. Tanpa suara, Viona mengunci pintu ruangan direktur.
"Pak Rendra... bisakah kita melanjutkan 'diskusi' kita yang tertunda tadi pagi?" bisik Viona, tangannya perlahan membuka kancing kemeja Rendra satu per satu.
Di bawah cahaya sore yang masuk melalui jendela kaca besar, Rendra membawa Viona menuju sofa kulit yang luas. Kali ini, tidak ada lagi rasa ragu. Tekanan dari pertarungan melawan Marco berubah menjadi gairah yang meledak-ledak.
Rendra mencium leher Viona dengan lapar, sementara tangan Viona menjelajahi otot-otot punggung Rendra yang keras. Pakaian mereka satu per satu jatuh ke lantai, menyisakan dua tubuh yang saling mendamba di tengah kemewahan puncak gedung Jakarta.
“Selamat, Pengguna. Tingkat sinkronisasi dengan Viona mencapai 90%. Anda baru saja membuka misi 'Membangun Dinasti Harem'.”
Rendra tersenyum di tengah aktivitasnya. Ternyata, menjadi kaya secara otomatis hanyalah permulaan dari permainan yang jauh lebih nikmat.