Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex³³
Keesokan harinya.
Serena tengah menyusun setumpuk dokumen yang harus diantarkannya ke ruang CEO.
Setelah memastikan semuanya lengkap, ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sendiri.
Kemudian, ia melangkah menuju ruangan yang berada tepat di depan ruang kerjanya.
Tok... tok...
Serena mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membukanya perlahan.
Di dalam, Dirga tampak sedang duduk bersama dua orang klien.
Mereka terlihat serius membahas proyek investasi yang sedang dikembangkan perusahaan.
"Maaf mengganggu waktunya, Tuan. Saya hanya ingin mengantarkan dokumen penting."
Ketiga pria itu menoleh ke arahnya.
Kedua klien tersebut tampak sedikit tertegun saat melihat Serena.
Wajahnya yang cantik dengan pembawaan lembut dan polos berhasil menarik perhatian mereka.
Menyadari tatapan yang mengarah pada Serena, rahang Dirga mengeras tanpa sadar.
Ia berdeham pelan untuk menetralkan suasana sebelum menutup berkas di hadapannya.
"Kalian bisa pergi dulu. Jika masih ada hal yang perlu dibahas, aku akan menghubungi kalian kembali."
"Baik, Mr. Dirga."
Kedua klien itu segera berdiri dan meninggalkan ruangan.
Tak lama kemudian, hanya tersisa Dirga dan Serena.
"Letakkan dokumen itu di sini."
Dirga mengetuk pelan bagian meja yang ia tunjuk.
"Baik, Tuan."
Serena berjalan mendekat lalu meletakkan tumpukan dokumen tersebut di tempat yang dimaksud.
Saat Serena hendak mundur, suara Dirga kembali terdengar.
"Bisa tolong kunci pintunya?"
Serena yang tidak memikirkan apa pun hanya mengangguk patuh.
Ia berbalik dan melangkah menuju pintu, lalu menguncinya sesuai permintaan Dirga.
Klik.
Suara kunci yang berputar terdengar jelas di dalam ruangan yang kini terasa jauh lebih sunyi daripada sebelumnya.
ketika Serena berbalik, tubuh wanita itu menegang ketika melihat Dirga sudah menjulang tinggi dihadapannya.
Tatapannya terlihat begitu tajam seolah ingin menerkamnya kapan saja.
“k-kau mau apa?” ucap Serena gugup.
“kau tidak merindukanku?” bisik Dirga melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping Serena.
“Dirga, kau sudah punya tunangan” Serena segera menepis tangan Dirga.
Alih-alih marah, Dirga justru kembali melingkarkan lengannya bahkan memeluknya lebih erat. Ia menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Serena.
“bukankah kita sudah sepakati semalam?”
Serena terdiam, ia lupa jika semalam mereka sudah membuat kesepakatan.
Dirga menyeringai di ceruk leher Serena, tatapannya terlihat merah dan sayu.
"Aku rasa... aku ingin menarik kembali perkataanku."
Suara Serena terdengar pelan.
Hatinya terasa semakin berat setiap kali mengingat Lyora.
Bagaimanapun juga, wanita itu tidak pernah berbuat jahat kepadanya.
Sebagai sesama perempuan, Serena tidak ingin menjadi alasan seseorang terluka.
Mendengar ucapan itu, senyum di wajah Dirga perlahan memudar.
Ia menatap Serena lurus ke dalam mata.
Tatapan yang membuat Serena menahan napas.
Kemudian, sudut bibir Dirga terangkat membentuk senyum tipis yang justru terasa mengintimidasi.
"Sudah terlambat."
Suara pria itu terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang sulit diabaikan.
"Jika kau membatalkan semua ini..."
Dirga berhenti sejenak, membiarkan kalimatnya menggantung di udara.
"...kau tahu apa yang bisa terjadi pada duniamu saat ini, bukan?"
Wajah Serena seketika memucat.
Ia tahu Dirga bukan pria yang suka mengucapkan ancaman kosong.
Jantungnya kembali berdebar tidak karuan.
Ketakutan yang sempat mereda kini kembali menyelimuti dirinya.
Untuk pertama kalinya, Serena menyadari bahwa kesepakatan yang dibuatnya semalam mungkin tidak sesederhana yang ia bayangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃